[Lengkap] Tari Melinting Lampung: Sejarah, Properti, Gerakan + Video

Berbicara tentang seni dan budaya Indonesia memang tidak ada habisnya.

Masing-masing pulau bahkan daerah mempunyai ciri khas seni dan budaya yang patut untuk dipelajari dan juga diperhatikan.

Lampung, jadi daerah yang memiliki banyak kebudayaan dan kesenian, salah satunya seni tari.

Lampung sendiri punya 2 tarian khas yang sangat melekat, yaitu Tari Sembah dan Tari Melinting, tapi kali ini akan dibahas tentang tari Melinting.

Lalu bagaimana gerak Tari Melinting itu?

Busana dan properti seperti apa saja yang dikenakan dan apa pesan yang ingin disampaikan oleh tari Melinting ini?

Daripada penasaran, yuk, kita bahas satu per satu, lengkap dengan gambar dan penjelasannya!

Pengertian dan Sejarah Tari Melinting

ilustrasi tentang pengertian dan sejarah tari melinting
Sumber: https://cietha.wordpress.com

Tari Melinting adalah tari yang berasal dari Kecamatan Melinting dan Kecamatan Labuhan Meringgai, Kabupaten Lampung Timur.

Tari Melinting dibawakan oleh delapan penari, dengan rincian empat pria dan empat wanita.

Tari Melinting ini juga termasuk jenis tari tradisional Lampung klasik karena sudah mulai ada semenjak agama Islam masuk ke Indonesia.

Meskipun belum ada kepastian, kata “melinting” ini dipercaya berasal dari kata “melitting” yang berkaitan erat dengan sejarah antara Kerajaan Banten dan Keratuan Melinting.

Konon, tari Melinting termasuk salah satu tari yang paling tua di Lampung.

Berbicara tentang asal usul, tari ini merupakan peninggalan dari Keratuan Melinting dan pertama kali diciptakan di abad ke-16 oleh Ratu Melinting II yang bergelar Pangeran Panembahan Mas.

Pada masa awal tari Melinting diciptakan, tari ini hanya dipentaskan pada acara gawi adat (keagungan Keratuan Melinting) di Keratuan Melinting serta hanya dapat ditarikan oleh kerabat atau keluarga ratu atau bangsawan Melinting.

Namun tari ini mengalami perkembangan dan penyempurnaan pada tahun 1958.

Dimana setelah sekian lama hanya ditampilkan di lingkungan Keratuan Melinting dan menjadi tari rakyat.

Pada akhirnya, Tari Melinting banyak ditarikan dalam berbagai kesempatan, seperti acara budaya, penyambutan, hingga perayaan.

Selain itu, Tari Melinting juga ternyata memiliki beberapa jenis, mulai dari tari sebai, semani, cetik kipas, bejeneng, sabai, dan cetik cak embung.

Sedangkan untuk tari Melinting yang sering ditampilkan hingga saat ini memiliki nama asli tari cetik kipas.

Gerakan Tari Melinting

foto gerakan tari melinting
Sumber: https://goodminds.id

Ragam gerak dalam Tari Melinting dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan jenis kelaminnya.

Bagi penari pria, ragam gerak yang ditarikan adalah babar kipas, jong sumbah, sukhung, sekapan balik palau, lapah ayam, luncat kijang, niti batang, suali, dan salaman.

Sedangkan bagi penari wanita, ragam gerak yang ditarikan yaitu lapah ayam, nginjak tahi manuk, nginjak lado, ngiyan bias, timbangan, jong sumbah, sekapan, sukhung, dan babar kipas.

Tata Rias

foto tata rias penari tari melinting
Sumber: https://infogeh.net

Pada dasarnya, tata rias yang digunakan untuk para penari Tari Melinting bertujuan memberikan kesan menyenangkan dan menggembirakan karena tari ini termasuk tarian yang menggembirakan.

Pada wanita, tata rias yang digunakan adalah rias cantik untuk membuat wajah tampak cantik dan cerah.

Sedangkan pada pria hanya menggunakan bedak sebagai alas rias wajahnya.

Pola Lantai

foto pola lantai tari melinting
Sumber: https://seringjalan.com

Pola lantai yang digunakan dalam Tari Melinting adalah membentuk huruf V, X, garis lurus horizontal, garis lurus diagonal, vertikal, dan juga lingkaran. Jadi laykanya seperti tari baris.

Pola lantai ini cenderung berubah-ubah di setiap ragam gerak, beberapa contoh ragam gerak dengan pola lantai yang diterapkan yaitu:

(1) lapah alun dengan pola lantai garis lurus horizontal,

(2) sembah pembuka (putra dan putri) dengan pola lantai garis lurus horizontal,

(3) mapang randu (putra) dengan pola dua baris garis lurus horizontal,

(4) surung sekapan (putra) dengan dua baris pola lantai vertikal,

(5) lapah alun (putri) dengan dua baris pola lantai vertikal,

(6) babar kipas (putra) dengan dua baris pola lantai vertikal,

(7) kenui melayang (putri) dua baris pola lantai vertikal, serta

(8) sembah penutup (putra dan putri) dengan pola lantai garis lurus horizontal.

Iringan Musik

foto iringan musik talo balak tari melinting
Sumber: http://erizalbarnawi. blogspot.com

Para penari dari Tari Melinting diiringi dengan alunan musik tradisional yang timbul dari alat musik seperti gendang, gong, kalo bala, dan beberapa jenis alat musik lainnya dengan irama yang berbeda-beda sesuai gerakan para penari.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di samping itu, dari beberapa sumber lain juga menjelaskan bahwa karena pengaruh Islam ada beberapa jenis tabuhan yang digunakan dalam Tari Melinting dengan instrumennya yang disebut talo balak (kelittang), yaitu:

tabuh pada babak pembuka, tabuh cetik pada adegan punggowo ratu, tabuh kedangdung pada adegan mulai batangan dan tabuh kedangdung pada adegan kenui melayang, serta tabuh arus pada babak penutup.

Kostum, Aksesoris, dan Properti

foto busana penari tari melinting pria
Sumber: https://id.wikipedia.org

Pada abad ke-16, masuknya Islam ternyata mempengaruhui berbagai sisi kehidupan masyarakat Keratuan Melinting, termasuk bagaimana agama Islam mempengaruhi kostum yang dikenakan oleh para penari Tari Melinting.

Dahulu, pakaian hingga perlengkapan yang digunakan oleh penari pria yaitu celana panjang putih, bulu seretei, kipas merah, bunga pandan, sesapur handak putih, baju teluk belanga, kain tuppal, jung sarat, dan juga kopiah emas melinting.

Kini, penari pria hanya memakai bulu seretei, kipas dengan warna bebas, baju teluk belanga, kopiah emas pepadunm dan juga kain tapis.

foto busana penari tari melinting
Sumber: https://id.wikipedia.org

Sedangkan untuk penari wanita, pakaian hingga perlengkapan yang dikenakan dahulu kala yaitu gelang kano, siger melinting cadar berwarna merah atau putih, tapis melinting, baju kebaya putih tanpa lengan, gelang ruwi, kipas berwarna putih, dan juga rambut cemara panjang.

Dalam prosesnya, kini para penari Tari Melinting hanya memakai tapis pepadun, sanggul, baju kebaya putih lengan panjang, siger melinting cadar kuningan, gelang ruwi, buah jukum, dan kipas dengan warna bebas.

Fungsi Tari Melinting

foto fungsi tari melinting
Sumber: https://cietha. wordpress.com

Mulanya, tari Melinting dianggap sebagai tarian sakral atau sembah dan hanya ditampilkan hanya pada momen-momen khusus, salah satunya di acara gawi adat, serta hanya bisa ditampilkan di sessat atau balai adat.

Meskipun demikian, dalam prosesnya tari Melinting mengalami perubahan fungsi dari tari sakral menjadi tari pertunjukkan atau hiburan yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum.

Makna

foto makna tari melinting
Sumber: https://commons. wikimedia.org

Tari Melinting ini dimaknai oleh masyarakat sebagai ungkapan syukur serta rasa bahagia yang mereka dapatkan.

Di samping itu, makna tari ini juga dapat dilihat dari segi gerakannya.

Gerak yang digunakan dalam Tari Melinting termasuk gerak maknawi, dimana setiap gerakan mempunyai makna atau maksud yang berbeda.

Makna yang terkandung dalam Tari Melinting ini dapat diketahui dari beberapa babak dalam tarian, yaitu:

a. Babak Pembuka dimaknai sebagai bentuk rasa hormat pada tamu atau penonton.

b. Babak Kaguwo Ratu menggambarkan kelemah lembutan penari wanita serta kelincahan dan juga keperkasaan penari pria.

c. Babak Kenui Melayang menggambarkan keanggunan dan keagungan para penari.

d. Babak Penutup kembali dimaknai sebagai bentuk rasa hormat pada tamu atau penonton.

Selain dari setiap babak, makna tari ini juga dapat dilihat dari sisi setiap gerakannya, yaitu:

foto tentang makna tari melinting
Sumber: https://commons.wikimedia.org

a. Gerak lapah alun yang menyimbolkan masyarakat Lampung yang hati-hati, cermat, dan teliti dalam bertindak.

b. Gerak sembah yang menyimbolkan sikap rendah hati, santun, dan hormat yang dimiliki masyarakat Lampung.

c. Gerak sukhung sekapan yang dimaknai sebagai kesiapan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

d. Gerak babar kipas yang dimaknai sebagai kesiapan seorang laki-laki dalam mencari nafkah untuk keluarga.

e. Gerak mampang khandu yang menyimbolkan keperkasaan laki-laki.

f. Gerak cak embung yang menyimbolkan kelincahan dalam bertindak dan mengambil keputusan oleh laki-laki.

g. Gerak balik palau yang menyimbolkan eksistensi yang ingin diperlihatkan oleh masyarakat Lampung.

h. Gerak salaman yang menyimbolkan bahwa masyarakat Lampung ramah dan terbuka.

i. Gerak lago puyuh yang menyimbolkan sikap pantang menyerah dan berani dari laki-laki dalam menghadapi segala resiko.

j. Gerak samang niti batang yang menyimbolkan kegigihan dan juga rendah hati.

k. Gerak timbangan yang menyimbolkan keseimbangan dalam menjalani hidup.

l. Gerak kenui melayang yang menyimbolkan kemerdekaan dan kebebasan yang dimiliki oleh seorang wanita.

m. Gerak nginyou bias yang menyimbolkan sifat lemah lembut seorang wanita dan memahami nilai-nilai kewanitaan.

n. Gerak nigiyak lado yang menyimbolkan sifat penyayang dan peduli terhadap keluarga dari seorang wanita.

Demikianlah penjelasan mengenai Tari Melinting asal Provinsi Lampung.

Mulai dari sejarah, gerakan, iringan musik hingga fungsi dan makna telah dibahas.

Semoga dengan artikel ini bisa semakin memperkaya wawasan seni dan budaya Indonesia yang kita miliki saat ini.

Sehingga dengan lebih mengenal seni budaya yang kita miliki, kita dapat lebih mencintai budaya Lampung pada khususnya serta budaya Indonesia pada umumnya.

Joanda Kevin

content writer

Update : 4 April 2021 - Published : 29 September 2020

Tinggalkan komentar