[Lengkap] Tari Gong: Asal, Sejarah, Properti, Pola Lantai + Video

Tari Gong adalah salah satu tarian khas dari Kalimantan Timur, khususnya masyarakat Dayak Kenyah. Tarian ini memiliki keunikan yang tidak ditemukan dalam tarian lain. Salah satu keunikannya terletak pada properti yang digunakan, yaitu Gong. Alih-alih menari dengan membawa gong, Tari Gong akan menunjukkan keseimbangan penari yang bergerak di atas sebuah gong.

Menarik sekali bukan? Yuk, simak informasi lebih lengkap mengenai Tari Gong dalam artikel berikut ini.

Pengertian Tari Gong

foto dan pengertian tari gong
Sumber: i.pinimg.com

Tari Gong adalah tarian asal Kalimantan Timur yang dilestarikan oleh Suku Dayak dan memiliki berbagai fungsi seuai dengan cara yang sedang dilakukan. Tarian ini menggunakan gong sebagai propertinya, bahkan sering disebut Kancet Ledo oleh masyarakat setempat.

Penarinya adalah 2 orang gadis yang menari di atas gong dengan lemah gemulai. Ada banyak keunikan yang bisa ditemukan dalam tarian ini lho!

Sejarah dan Asal Usul

foto dan sejarah tari gong
Sumber: wikimedia.org

Tarian Gong dilakukan oleh 2 gadis yang menampilkan gerakan lemah lembut di atas gong. Makna yng terkandung dalam kesenian tradisional ini yaitu menggambaran kelembutan wanita yang membawa ketenangan. Hal ini sejalan dengan sifat Burung Enggang kebanggaan masyarakat Dayak yang juga bergerak dengan lembut.

Biasanya tarian ini digunakan masyarakat Dayak untuk menyambut tamu. Namun, juga biasa ditarikan pada saat ada kelahiran bayi kepala suku dan praktiknya dilakukan di dalam ruangan, seperti Lamin Adat. Sementara fungsi tarian ini antara lain: ritual, pengisi acara, penyambutan tamu, hiburan, dan lain-lain.

Busana Tari Gong

foto busana tari gong
Sumber: i.pinimg.com

Busana yang dikenakan penari dalam Tari Gong memang terkesan mewah, karena mereka menggunakan pakaian traisional Suku Dayak yang coraknya sangat khas. Tak lupa penari juga menggunakan Ta’ah, yaitu kain khas Dayak yang dililitkan pada pinggang penari. Ada juga properti lain yang digunakan, yakni lavung atau ikat kepala berbahan rotan. Selain itu, penari juga mengenakan kalung bergerigi dan gelang yang terbuat dari manik-manik berwarna senada.

Gerakan

foto gerakan tari gong
Sumber: 4.bp.blogspot.com

Gerakan tarian ini sangat lembut, dapat dilihat dari gerakan tangan yang dilakukan oleh penarinya. Selain itu, gerakannya tidak memiliki banyak perpindahan seperti tarian Kalimantan lainnya. Bahkan, dalam tarian ini ada banyak gerakan yang diulang-ulang, tetapi gerakan lembut oleh sang penari adalah sesuatu yang ditonjolkan.

Dapat dikatakan kalau Tari Gong lebih fokus pada gerakan tangan yang melambai dan gerakan kaki saat menari di atas gong. Meskipun terlihat sederhana, tetapi gerakan di atas gong membutuhkan ketelitian untuk menjaga keseimbangan., dengan kata lain seluruh gerakan tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Penyajian dan Pertunjukan

foto penyajian tari gong
Sumber: sumber.com

Dalam praktiknya, penari akan menari dengan lemah gemulai di atas gong. Hal inilah yang menjadikan nama tarian ini adalah Tari Gong. Nantinya ketika menari, penari akan direbutkan oleh 2 pemuda Dayak. Sebagai pengiringnya, Sampe, alat musik tradisional khas Dayak dimainkan dengan alunan yang lembut.

Tarian ini dilakukan dengan penuh kesederhanaan, dapat dilihat dari gerakan dan alunan musiknya. Gerakan yang paling sering dilakukan adalah gerakan penari saat menuju gong, di atas gong, serta turun dari gong. Gerakan kaki perlahan dengan gerakan tangan lemah lembut ini menggambarkan gerakan Burung Enggang.

Properti

1. Gong

foto gong dalam tari gong
Sumber: karousell.com

Gong dalam sebuah tarian biasanya digunakan sebagai musik pengiring saja. Namun, dalam tarian yang satu ini gong digunakan sebagai properti dalam menari karena digunakan sebagai pijakan oleh penari.

Penari harus memiliki keseimbangan agar bisa menari dengan lembut di atas gong. Tarian ini tidak memiliki banyak gerakan, hanya fokus pada bagaimana penari mampu menyeimbangkan tubuhnya ketika menari di atas gong.

2. Hiasan Bulu Burung Enggan

foto bulu burung enggang dalam tari gong
Sumber: parokiapokayan.files. wordpress.com

Properti wajib dalam Tari Gong yang kedua adalah Bulu Burung Enggang. Burung Enggang merupakan simbol kemuliaan bagi masyarakat Dayak sehingga bulu burung tersebut sering digunakan hiasan dalam berbagai acara. Bagian bulu burung yang digunakan adalah ekornya karena merupakan simbol kemakmuran bagi masyarakat setempat.

Cara pemakaian bulu burung dalam tarian ini adalah dengan memegangnya di selsa-sela jari penari, sehingga akan terlihat seperti kipas. Properti seperti ini menambah keanggunan bagi penari.

3. Baju Manik

foto baju manik dalam tari gong
Sumber: bukalapak.com

Baju Manik adalah baju tradisional Suku Dayak Kenyah. Pakaian ini memiliki warna cerah dan corak khas Dayak. Hiasan yang dipasang pada baju ini adalah manik-manik dengan berbagai ukuran. Biasanya disusun dengan rapi sehingga enak dipandang mata.

Corak khas Dayak yang dipilih biasanya adalah gambar hewan dan tumbuhan. Corak hewan biasanya digunakan oleh keturunan bangsawan, sedangkan corak tumbuhan digunakan oleh warga biasa. Sedangkan motif Burung Enggang dan harimau tidak bisa dipakai oleh sembarang orang. Hal ini karena keduanya merupakan simbol kepemimpinan dan kekuasaan.

4. Kain Ta’ah

foto kain ta'ah dalam tari gong
Sumber: 1.bp.blogspot.com

Ta’ah adalah hiasan yang berbentuk persegi panjang. Kain ini kemudian dililitkan di pinggang sang penari. Kain Ta’ah ini biasanya menjadi kain tradisional yang hanya dipakai oleh wanita. Ta’ah tidak hanya dipakai pada Tari Gong saja, tetapi pada hampir semua tarian Dayak.

Ta’ah biasanya memiliki berbagai macam warna. Pada saat menari, warna Ta’ah akan disesuaikan dengan warna pakaian penari. Aksesoris dan properti lain biasanya juga memiliki warna yang senada agar lebih menarik untuk dilihat.

5. Hiasan Kepala

foto hiasan kepala dalam tari gong
Sumber: sarawakhandicraft.com

Hiasan kepala ini terbuat dari kain tenun yang diberi tambahan bulu Burung Enggang. Namun, ada juga penari yang menggunakan ikat kepala berbahan rotan. Meskipun dibuat dengan bahan yang berbeda-beda, tetpi ikat kepala ini tidak pernah melupakan bulu Burung Enggang sebagai hiasan tambahannya. Bulu Burung Enggang selalu dipilih karena menambah mewah dan eksotis tampilan penari.

6. Sapeq dan Kecapi

foto sapeq dalam tari gong
Sumber: bukalapak.com

Walaupun namanya Tari Gong, tetapi justru pertunjukannya tidak menggunakan gong seperti Tari Ronggeng dan Tari Kuda Lumping sebagai musik pengiring. Hal ini merupakan salah satu keunikan yang dimiliki tarian ini.

Alat musik yang digunakan sebagai pengiring adalah sapeq dan kecapi. Kedua alat tersebut adalah pengiring utama dalam Tari Gong. Sapeq dan kecapi memiliki suara yang lembut, cocok untuk tarian dengan tempo yang lambat seperti Tari Gong.

7. Aksesoris

foto aksesoris tari gong
Sumber: pariwisataindonesia.id

Aksesoris utama yang dipakai oleh penari dalam Tari Gong adalah kalung dan gelang yang terbuat dari manik-manik serta taring hewan. Kedua hal tersebut bukan merupakan properti utama tetapi bisa menambahkan kesan elegan dan anggun bagi penari. Kalung yang dipakai dalam Tari Gong juga dihiasi oleh bulu Burung Enggang. Namun, gelang yang dipakai para penari tidak ada hiasan bulu Burung Enggangnya.

Nah, itu tadi adalah penjelasan mengenai Tari Gong beserta gambarnya. Tarian ini memiliki ciri khas yang tidak ditemukan dalam tarian lain, yaitu penggunaan gong bukan sebagai alat musik. Berbeda dengan tarian lain yang menggunakan gong sebagai musik pengiring. Sebab yang digunakan dalam tarian ini adalah alat musik tradisional dari Kalimantan, yaitu sapeq, sampe, dan kecapi.

Bagaimana? Apakah kamu sudah mulai tertarik mempelajari tarian yang satu ini?

Nirwana Pradana Maharani

Aktif dalam organisasi dan event mahasiswa semasa berkuliah di jurusan Ilmu Komunikasi. Sedang tertarik mendalami dunia fotografi. Saya juga tertarik mengikuti artikel-artikel terkait fashion dan kuliner.

Update : 21 Februari 2021 - Published : 18 September 2020

Tinggalkan komentar