[Lengkap] Tari Gantar: Sejarah, Jenis, Gerakan, Properti + Video

Tari gantar adalah salah satu warisan budaya dalam kehidupan suku Dayak Tunjung dan Dayak Benuaq yang berasal dari Kalimantan Timur.

Tarian Dayak satu ini sering dianggap sebagai tari menanam padi karena jika dilihat dari sebuah sinopsis, gerakannya mirip dengan seseorang yang menanam padi.

Dengan kombinasi gerakan menghentak dan mengangkat gantar (tongkat kayu), tarian ini menjadi salah satu tarian yang menyimbolkan suasana bahagia.

Bagaimana detailnya?

Nah simak ulasan berikut, ya!

Sejarah Tari Gantar

Tari Gantar yang menggambarkan tanam padi
instagram.com/ veronica_eliyani25

Sejarah tari gantar berhubungan dengan mitos yang berkembang di masyarakat suku Dayak, daerah Kutai Barat, provinsi Kalimantan Timur.

Mitos tersebut menceritakan tentang kehidupan para Dewa di Negeri Dewa atau Nayu (negeri di atas langit) yang bernama Negeri Oteng Doi.

Tarian ini muncul sebagai salah satu buntut prahara di dalam keluarga Oling Besi Oling Bayatn.

Mulanya Oling Besi dibunuh oleh Dolonong Utak yang bermaksud merebut dan menikahi istrinya.

Kemudian karena rasa takut, Dolonong Utak diterima sebagai suami untuk menggantikan posisi Oling Besi yang sudah terbunuh.

Namun, kedua putri Oling Besi yang bernama Dewi Ruda dan Dewi Bela tidak bisa menerima kenyataan tersebut lalu melakukan aksi balas dendam.

Dolonog Utak berhasil dibunuh oleh Dewi Ruda dan Dewi Bela menggunakan senjata sumpit.

Sebagai bentuk kebahagiaan, kedua Dewi tersebut menarikan sebuah tarian dengan alat musik yang berasal dari bambu berisi biji-bijian.

Kejadian itu diketahui seorang manusia bernama Kilip, yang kemudian melakukan kesepakatan dengan sang Dewi untuk tidak memebeberkan peristiwa itu, dengan syarat tarian tersebut diajarkan padanya.

Dari situlah tarian ini mulai berkembang secara turun temurun di kalangan suku Dayak Tunjung dan Dayak Benuaq dengan nama tari gantar, karena menggunakan properti gantar (tongkat) sebagai representasi sumpit.

Filosofi, Makna dan Fungsi

tari gantar khas kalimantan timur yang syarat filosofi makna dan fungsi
instagram.com/ intanka.new

Tari gantar merupakan salah satu tari tradisional yang mengandung filosofi sakral, antara lain sebagai tarian khusus untuk upacara penyambutan para pahlawan selepas perang.

Berdasarkan gerakan dan propertinya, tari gantar juga digunakan dalam upacara dimulainya tanam padi karena bermakna menggambarkan proses penanamannya.

Proses tersebut digambarkan melalui rangkaian menutup lubang tanam setelah dibuat menggunakan tongkat (gantar) dan ditaburi benih dari bambu berisi biji-bijian.

Tari gantar ini dibawakan dengan suasana bahagia sehingga dianggap sebagai simbol kegembiraan dan keramahtamahan suku Dayak.

Dengan demikian, dewasa ini tari gantar memiliki berbagai fungsi antara lain:

  • Tari pergaulan para remaja di suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung.
  • Tari penyambutan tamu-tamu kehormatan.
  • Tarian dalam ritual adat misalnya saat tanam padi, dll.

Jenis dan Pengertian

tari gantar Kalimantan timur terdiri dar tiga gerakan utama
instagram.com/ veronica_eliyani25

Berdasarkan gerakan dan properti yang dibawa, awalnya tari gantar terbagi menjadi tiga jenis yaitu tari gantar busai, gantar rayatin, serta gantar sanak dan kusak.

Namun dalam perkembangannya, ketiga tari ini mengalami pemampatan sehingga saat ini hanya dikenal dengan tari gantar saja.

Ada pun properti dan gerakannya merupakan kombinasi dari ketiga macam tari gantar yang telah berkembang sebelumnya terutama pada jenis gantar senak dan kusak.

Adapun penjelasan dan gambaran dari ketiga tarian gantar adalah sebagai berikut.

1. Tari Gantar Busai

Tari gantar busai hanya menggunakan properti bambu berisi biji bijian
instagram.com/ stradaerik.es

Pada tari gantar busai properti yang dibawa hanya bambu berisi biji-bijian (dalam mitosnya, properti ini digunakan sebagai musik pengiring) yang digenggam menggunakan tangan kanan.

Sedangkan tangan kiri yang tidak membawa apapun bergerak mengikuti irama (ngelawai).

Properti bambu yang dipakai hanya berukuran sekitar 50 cm dan dilengkapi dengan gelang berjumlah dua belas sehingga akan bergemerincing ketika digunakan menari.

Tari gantar ini termasuk jenis tari berkelompok, yang pada beberapa keadaan dilakukan dengan ngloak atau menari dengan tambahan gerakan memakaikan pupur basah pada penari lain.

2. Tari Gantar Rayatn

Tari gantar rayatn hanya menggunakan properti tongkat gantar
instagram.com/ ra_ramaesah

Jika tari gantar busai hanya menggunakan bambu berisi biji, maka tari gantar rayatn hanya menggunakan gantar atau tongkat panjang yang melambangkan senjata sumpit.

Tongkat panjang ini diberi aksesoris tengkorak manusia yang dibungkus dengan kain berwarna merah.

Pada tari gantar rayatn, penari juga membawa Mandau yang diselipkan di bagian pinggang. Jadi ya, seperti tari Mandau dari kalimantan Tengah, tarian ini menggunakan properti berupa Mandau.

3. Tari Gantar Senak dan Kusak

Tari gantar dengan properti senak dan kusak sekaligus
instagram.com/ firdamaretha

Nama dari tari gantar jenis ini disesuaikan dengan properti yang dipakai yaitu senak dan kusak.

Senak merupakan tongkat panjang berukuran 1-1,5 meter dipegang oleh tangan kiri sebagai gambaran sumpit yang dipakai oleh Dewi Ruda dan Dewi Bela.

Sementara kusak merupakan bambu berukuran sekitar 30 cm yang ditutup ibus (penutup) dan diisi bermacam biji dan dahulunya dipakai sebagai musik iringan.

Kusak ini digenggam oleh tangan kiri penari.

Gerakan Dasar

1. Gerak Tangan Memegang Senak

cara memegang senak adalah dipegang di tangan kiri pada tari gantar
instagram.com/ scoutsmansa.sangkulirang

Gerakan dasar pada tari gantar didominasi oleh gerak kaki dan tangan, salah satunya adalah gerakan memegang senak.

Senak dipegang di tangan kiri dengan cara empat jari memegang senak dari sisi luar, kemudian ibu jari dipakai untuk menutup ujung bagian atas dari senak.

Saat melakukan gerakan menari, senak diposisikan lurus ke bawah.

Dengan mengikuti irama musik iringan, senak diangkat satu jengkal ke atas tanah kemudian dihentakkan lagi ke lantai, seperti melakukan gerakan menugal tanah.

Senak diangkat lagi etika gerakan kaki melangkah, setelah kaki diam maka senak ditumpukan ke lantai.

Nah, karena tari gantar memiliki dominansi gerakan menghentak, beberapa menyamakannya dengan tari randai.

Padahal terdapat perbedaan antara tari randai dan tari gantar yang sangat mencolok, yakni gerakan tari randai lebih mengarah pada gerakan-gerakan silat.

2. Gerak Tangan Memegang Kusak

cara memegang kusak adalah dipegang di tangan kanan pada tari gantar
ryhmaspace.blogspot.com

Kusak pada tari gantar dipegang menggunakan tangan kanan.

Empat jari mengenggam kusak dengan arah ke bawah, sementara ibu jari digunakan untuk melingkari dari sisi atas.

Kusak diposisikan vertikal, kemudian bergerak membentuk sudut siku 25º dan posisi kusak menjadi 45º ke arah bawah.

Gerakan tangan memegang kusak ini mengharuskan pergelangan tangan bergerak aktif.

Sementara posisi badan tari gantar yaitu biasa atau tetap tegak, karena koreografi yang ditonjolkan adalah gerak kaki dan tangan, bukan ekspresi wajah, posisi badan, mata, leher atau pun kepala.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

3. Gerakan kaki

cara melakukan gerakan kaki pada tari gantar
instagram.com/ veronica_eliyani25

Posisi awal gerakan kaki dalam tari gantar adalah kaki kiri dan kanan sejajar dengan ujung jari ditumpukan ke lantai atau tanah.

Dari posisi ini, penari bisa melangkah secara bergantian ke arah kiri atau kanan.

Selanjutnya, di posisi lain tumit kaki diposisikan menumpu ke lantai dengan arah jari-jari kaki menghadap ke atas.

Posisi kaki tidak lagi sejajar, tetapi kaki kanan menyerong ke kanan dan kaki kiri lurus ke depan membentuk sudut 25º.

Dari posisi kedua ini, tumit bisa diangkat dengan jari-jari kaki gantian menumpu ke tanah.

Salah satu kaki kemudian ditarik ke belakang dengan tumpuan berat badan berada di kaki satunya.

4. Gerakan berjalan

Gerakan berjalan tari gantar membentuk pola lantai vertikal
instagram.com/ veronica_eliyani25

Pada gerakan berjalan, kaki kanan berada di depan kaki kiri dengan antar ujung kaki membentuk sudut 25º.

Gerakan ini dilakukan dengan sistem buka tutup bergantian lalu diakhiri dengan melangkah ke depan.

Gerakan berjalan ini dilakukan dengan posisi berjinjit atau jari-jari kaki menumpu ke lantai.

Gerakannya dimulai dari kaki kanan melangkah ke depan kemudian disusul kaki kiri yang bergerak melampaui kaki kanan.

Selanjutnya, kaki kanan menutup dengan cara digerakkan ke belakang, dan seterusnya sampai membentuk pola lantai secara vertikal.

Kostum dan Properti

1. Busana Rompi Atasan

busana atasan tari gantar berbentuk rompi
instagram.com/ intanka.new

Kostum yang digunakan oleh penari tari gantar dikenal dengan nama Ulap doyo.

Nama ini diambil karena baju yang dipakai merupakan kain tenun asal suku Dayak Benuaq yang diolah dari serat Doyo.

Namun beberapa kostum juga menggunakan kain polos sebagai material baju atasan ini.

Kendati demikian, busana atasan para penari gantar biasanya berbentuk baju tanpa lengan atau seperti rompi dengan kancing di bagian depan, sedangkan bagian ujung bajunya ditambahi aksesori rumbai-rumbai.

Tentu saja kostum penari gantar juga dikombinasikan dengan tata rias yang serasi.

2. Ta’a

ta'a adalah busana bagian bawah atau rok penari tari gantar
instagram.com/ fara_art_studio

Ta’a adalah bawahan baju atau rok bermodel A dengan ukuran dua kali lipat dari lingkar pinggangnya.

Panjang ta’a yang dikenakan oleh para penari gantar ini ukuran panjangnya hanya sebatas lutut.

Sama seperti baju atasan, ta’a dibuat dari kain polos atau juga kain ulap doyo.

3. Labung

Salah satu properti yang digunakan dalam tari gantar adalah labung
instagram.com/ adhityafebryanto

Labung merupakan sebutan untuk hiasan kepala yang dikenakan oleh para penari gantar.

Labung ini berbentuk ikat kepala yang dilitkan melingkar ke kepala penari semacam mahkota.

4. Seraung

Salah satu properti yang digunakan dalam tari gantar adalah seruang
www.indonesiakaya.com

Selain labung, hiasan kepala pada tari gantar juga bisa berupa seraung atau topi besar dengan hiasan rumbai di bagian tepinya.

Bentuk seraung ini dihiasi dengan berbagai ornamen warna warni yang sangat cantik dan mirip dengan caping, hanya saja ukurannya jauh lebih lebar.

5. Aksesoris warna-warni

Salah satu properti yang digunakan dalam tari gantar adalah aksesoris warna warni terdiri dari gelang kalung atau penutup dada
bobo.grid.id

Seperti ciri khas suku Dayak pada umumnya, para penari gantar juga menggunakan aksesoris warna-warni.

Baik digunakan sebagai penutup dada, gelang maupun kalung.

Aksesoris ini menjadi salah satu properti ‘dayak banget’ yang biasanya didominasi warna merah, biru, dan kuning.

Bahan pembuatannya berupa manik-manik atau bebatuan kecil yang diuntai.

6. Gantar

fungsi tongkat dalam tari gantar adalah representasi senjata tradisional sumpit
instagram.com/ scoutsmansa.sangkulirang

Gantar merupakan tongkat kayu panjang yang biasa dipakai sebagai properti oleh para penari tari gantar.

Pada ujung gantar ini ditambahkan tengkorak kepala manusia sebagai ornamen yang memiliki makna kemenangan para pahlawan di masa lalu.

Namun biasanya properti ini dipakai pada tari gantar busai.

7. Senak dan kusak

Salah satu properti yang digunakan dalam tari gantar adalah tongkat senak dan kusak
instagram.com/ tinahehehe85

Senak sebenarnya sama dengan gentar yaitu properti berupa tongkat panjang yang merupakan simbolisasi dari sumpit.

Sedangkan kusak adalah potongan bambu berukuran pendek yang di dalamnya diisi berbagai macam biji tumbuhan.

8. Tengkorak manusia

Tengkorak manusia ini biasa dilekatkan pada bagian ujung atas tongkat gantar.

Hiasan tengkorak manusia ini sebagai representasi kepala musuh yang berhasil dikalahkan.

9. Mandau

Salah satu properti yang digunakan dalam tari gantar adalah senjata tradisional mandau yang diselipkan di pinggang penari
instagram.com/ golokku21

Mandau adalah senjata tradisional suku Dayak yang berbentuk seperti parang dan dikenakan di bagian pinggang sebagai properti penari.

Tidak hanya pada tari gantar , Mandau juga digunakan dalam mayoritas tarian asal suku Dayak Kalimantan, seperti misalnya tari hantak Mandau dari Kalimantan Selatan (Kalsel).

10. Biji-bijan

biji bijan termasuk properti tari gantar yang berfungsi untuk mengisi bambu sebagai musik pengiring
www.kanya.id

Berbagai macam biji dimasukkan ke dalam bambu yang akan menimbulkan bunyi ketika properti tersebut ikut bergerak sesuai irama.

Jenis bijinya mulai beraneka ragam, mulai dari beras, kacang-kacangan atau lainnya yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan.

Nah, dengan gerakan tari gantar yang dinamis dan indah, serta dipadukan bersama musik iringan khas Dayak, tarian ini pun berkembang menjadi identitas di Kalimantan Timur.

Oleh karenanya, tari gantar perlu tetap dilestarikan untuk memperkaya khasanah kebudayaan di Indonesia.

Laila Nur Fatimah

Agriculture entusiast || Writer of Digital Journal || (newbie) Illustrator ❣

Update : 2 April 2021 - Published : 17 September 2020

Tinggalkan komentar