Dela Ernia Wanita Pecinta Senja, Pantai, Kopi dan Buku. Selain Aktif dalam menulis artikel, saya juga menulis puisi. Selamat Membaca ❤.

Kerajaan Lombok

9 min read

peta letak kerajaan lombok

Pulau Lombok dikenal dengan keindahan deretan pantai dan pemandangan menakjubkan dari Gunung Rinjani.

Di beberapa sisi pulau ini, masih kental dengan peninggalan sejarah yang berasal dari beberapa kerajaan Lombok.

Berikut ini, ulasannya!

Daftar Kerajaan-Kerajaan di Lombok

Berikut ini beberapa Kerajaan Lombok yang pernah berjaya.

1. Kerajaan Laeq

Berdasarkan Babad Lombok, Kerajaan Lombok tertua adalah Kerajaan Laeq.

Kerajaan Laeq terletak di Desa Laeq, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Pemberian nama Kerajaan Laeq berdasarkan sebutan nama desa Laeq sendiri.

Dalam bahasa Sasak, kata Laeq memiliki arti waktu lampau.

Faktor penyebab runtuhnya Kerajaan Laeq masih belum diketahui, karena kurangnya informasi tentang kehidupan masa prasejarah di tanah Lombok.

2. Kerajaan Pamatan

gunung samalas meletus pada zaman kerajaan lombok
Sumber: pnas.org

Setelah hancurnya Kerajaan Laeq, para penduduk bermigrasi mencari tempat tinggal dan membangun kerajaan, yaitu Kerajaan Pamatan.

Kerajaan Pamatan berada di Desa Aikmel, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Tahun 1257, Gunung Samalas meletus dan menenggelamkan desa di sekitarnya, termasuk Kerajaan Pamatan.

Raja dan keluarganya serta penduduk yang dapat meloloskan diri, menyebar ke beberapa daerah.

Bermigrasinya para penduduk, menandakan berakhirnya Kerajaan Pamatan.

Peristiwa ini terdapat dalam tulisan Babad Lombok Pupuh menggunakan bahasa Jawa Kawi (Jawa Kuno).

3. Kerajaan Suwung

Berdasarkan Babad Suwung, Kerajaan Lombok tertua adalah Kerajaan Suwung.

Pendiri Kerajaan Suwung adalah Batara Indra, letak kerajaan berada di sebelah utara Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Kerajaan Suwung mengalami pasang surut dan akhirnya runtuh.

4. Kerajaan Sokong

Pada tahun 1343, Empu Nala dari Kerajaan Majapahit melakukan perjalanan ke pulau Bali yang diteruskan ke pulau Lombok.

Beliau mendirikan dua kerajaan Lombok, yaitu Kerajaan Bayan dan Sokong.

Sebelumnya nama Kerajaan Sokong ialah ‘Sukun’, lalu disempurnakan menjadi Sokong oleh Empu Nala.

Kerajaan Sokong terletak di Dusun Selelos, Desa Bebekek/Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara.

Kerajaan Sokong di bagi menjadi dua wilayah yang dibatasi kali Sokong.

Bagian timur kali Sokong, kerajaan Sokong Belimbing, dan bagian barat kali Sokong sampai Mambalan (Gunungsari), Sokong Kembang Dangar.

Kerajaan Sokong runtuh ketika diserang Kerajaan Karangasem.

5. Kerajaan Sasak

kentongan perunggu peninggalan kerajaan lombok
Sumber: ejournal.undiksha.ac.id

Penemuan kentongan perunggu (Prasasti Tong-Tong) di desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali, diindikasikan sebagai peninggalan Kerajaan Sasak.

Kentongan itu kira-kira dibuat setelah jaman Anak Wungsu, sekitar tahun 1077.

Pada kentongan perunggu tersebut terdapat tulisan “Sasak dhana prih han Srih Jayanira”.

Yang mana pada sisi kiri lobang kentongan berbunyi “Sasek dhana prih han” dan sisi kanan lobang kentongan berbunyi: “Srih Jayanira”.

Menurut J. G. de Cosparis tulisan tersebut memiliki arti, “Benda ini pemberian (seorang) sasak (untuk) peringatan kemenangannya”.

6. Kerajaan Kedaro

gong penujak peninggalan kerajaan lombok
Sumber: id.geoview.info

Kerajaan Kedaro terletak di Belongas, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

Nama raja pertama yang memimpin adalah Ratu Mas Panji.

Kerajaan Kedaro pindah ke daerah Pengantap, dan berganti nama menjadi kerajaan Samarkaton.

Peninggalan dari kerajaan Kedaro ialah pakaian kerajaan berupa baju yang disimpan oleh Amaq Darminah di Belongas.

Dan beberapa peralatan upacara seperti gong, disimpan di Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah.

Kerajaan Kedaro berakhir ketika diserang oleh Kerajaan Langko.

7. Kerajaan Bima

foto istana bima kerajaan lombok
Sumber: id.wikipedia.org

Kerajaan Bima (Hindu) didirikan oleh Sang Bima dari Jawa.

Sebelum menjadi kerajaan, Bima dipimpin oleh kepala kelompok (Neuhi).

Neuhi Dara di Bima Tengah, Neuhi Dorowani di Bima Timur, Neuhi Banggapupa di Bima Utara, Neuhi Parewa di Bima Selatan, dan Neuhi Bolo di Bima Barat.

Beliau mempersatukan kelima Neuhi menjadi kerajaan Bima diberi gelar Sang Aji (Sangaji).

dana taraha mbojo adalah peninggalan kerajaan lombok dan bima
Sumber: wartawisata.id

Indra Zamrud menggantikan ayahnya setelah 20 tahun ayahnya memimpin Bima.

Wilayah Kerajaan Bima meliputi Pulau Sumbawa, Sawu, Solor, Sumba, Larantuka, Ende, Manggarai dan Komodo.

Kerajaan Bima berjaya pada masa pemerintahan Raja Mitra Indrati (Raja Ke-7), dimana pelabuhan berkembang sangat pesat.

Kerajaan Bima menjadi Kesultanan Bima, ketika Raja ke-27 memeluk agama Islam.

Raja Ruma Ta Ma Bata Wadu, digelari Sultan Bima I, dengan nama Islam “Sultan Abdul Kahir”.

Baca juga:   Kerajaan Pontianak
sultan muhammad salahuddin kerajaan lombok
Sumber: id.wikipedia.org

Tahun 1945, Sultan Muhammad Salahuddin, Sultan Bima memutuskan bergabung dengan NKRI.

mesid peninggalan kerajaan lombok dan bima
Sumber: wartawisata.id
museum asi mbojo adalah peninggalan kerajaan lombok dan bima
Sumber: wartawisata.id

8. Kerajaan Sanggar

foto raja sanggar kerajaan lombok
Sumber: doumboz.blogspot.com

Ketika Gunung Tambora meletus, sebagian penduduk dan Raja Ismail Ali berhasil mengungsi dan mendirikan Kerajaan Sanggar di daerah Nggembe, Kecamatan Belo, Bima.

Pasca meletusnya Gunung Tambora, kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya masih dalam kondisi memprihatinkan.

Mereka memutuskan bertani, sebelum bertani diadakan upacara permohonan hujan di Tanah Dewa (Lewi Dewa).

monumen goa sanggar peninggalan kerajaan lombok
Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Pusat Kerajaan Sanggar mulai berdiri kembali di Boro, dipimpin oleh Raja Ismail Ali dan dilanjutkan Raja La Lisa Dae ManJare.

Wilayah kekuasan Kerajaan Sanggar meliputi Bumi Luma/Sari Piong, Bumi Sari Taloko dan Bumi Sari Balambon.

Saat pemerintahan Raja Nurdin Daeng Dao (Do) terjadi perluasan wilayah Kerajaan Sanggar dengan bersatunya Kerajaan Tambora.

Wilayah Balambon (Kore) diserahkan La Baso Daeng Ngewa untuk dikelola.

Permasalah internal berupa perebutan kursi kekuasaan dan Konflik dari luar berupa adu domba politik dari Belanda dan konflik politik dari Makasar, menyebabkan kerajaan Sanggar runtuh.

makam kuno rade na’e peninggalan sanggar kerajaan lombok
Sumber: dapobud.kemdikbud.go.id

9. Kerajaan Dompu

foto sultan dompu kerajaan lombok
Sumber: kambalidompumantoi.wordpress.com

Kerajaan Dompu terletak di Kabupaten Dompu, bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Sumbawa dan bagian Timur berbatasan dengan Kabupaten Bima

Nama Dompu berasal dari kata ma Dompo-na berarti memotong.

Sebelum menjadi kerajaan, daerah Dompu dipimpin oleh kepala kelompok (Neuhi/Ncuhi).

Neuhi ini menguasai empat daerah, Neuhi Huu daerah Huu, Neuhi Saneo daerah Saneo, Neuhi Nowa daerah Nowa dan Neuhi Tonda daerah Tonda.

Dari cerita rakyat Woja (Dompu), neuhi Sang Kula (Ncuhi Patikula) dari Pulau Sumatra, menetap dan berkuasa di daerah Woja (Dompu) dan memiliki seorang putri, Komba Rame.

Putra Raja Tulang Bawang terdampar di daerah Woja lalu dinikahkan dengan putri Sang Kula.

Para Neuhi memutuskan mengangkat putra raja Tulang Bawang menjadi raja.

Kerajaan Dompu gugur ketika diserang oleh Kerajaan Majapahit yang bekerjasama dengan Laskar Bali (Pasung Gerigis) saat ke-pemerintahan Raja Dewa Mawaa Taho (Raja ke-7).

10. Kerajaan Bayan

Pada masa lampau, Kerajaan Bayan menjadi pusat berkembangnya adat dan budaya di masyarakat Lombok (Gumi Bayan).

a. Letak Wilayah

Wilayah Kerajaan Bayan berada di Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Dengan luas dari sepanjang Pantai Utara Pulau Lombok, di sebelah Timur berbatasan dengan Tal Baluk.

Di sebelah Barat berbatasan dengan Menanga Reduh, di sebelah Utara berbatasan dengan laut lepas dan sebelah Selatan berbatasan dengan Gunung Rinjani.

b. Silsilah Raja yang Memimpin

Kerajaan Bayan dipimpin raja Datu Bayan dengan gelar Susuhunan Ratu Mas Bayan Agung Prapda.

Beliau menikah dengan Dewi Subadra dan memiliki dua putra, Pangeran Mas Muterning Langit dan Pangeran Mas Meterning Jagad.

Raja Pangeran Mas Muterning Langit diberi kekuasaan dan tugas menjalankan Adat Gama di Bayan Timur

Sementara Raja Pangeran Mas Meterning Jagad diberi kekuasaan dan tugas menjalankan Adat Luir Gama di daerah Bayan Barat.

c. Masuknya Agama Islam

Dari Bahasa Arab, kata ‘Bayan’ berarti penerangan (penjelasan).

Abad ke-16, ajaran Islam masuk ke Bayan melalui ulama dan pedagang yang singgah ke Pelabuhan Carik.

Titi Mas Supakel menjadi raja pertama yang memeluk agama Islam.

Kemudian pemerintahan diserahkan kepada putranya, Titi Mas Perempung.

Lalu diberikan kepada Titi Mas Pande (Ratu Mas Bayan Agung), dibawah pimpinannya Agama Islam berkembang pesat.

Titi Mas Muter berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan belajar agama, beliau berganti nama menjadi Syeikh Nurul Rosyid, dengan gelar Gaoz Abdur Razaq.

Sesampainya di Bayan, ia mulai menyebarkan agama Islam bersama Sunan Prapen.

d. Peninggalan Sejarah

mesjid bayan beleq adalah peninggalan kerajaan lombok
Sumber: akurat.co

Beberapa peninggalan sejarah dari Kerajaan Bayan seperti Masjid Kuno Bayan Beleq, didalamnya terdapat makam leluhur penyebar agama islam, Gaoz Abdur Razaq.

Bekas Kerajaan Bayan Timur dan Bayan Barat, Rumah Adat Loloan, Karang Bajo, Karang Salah, Anyar dan Sukadana serta Naskah Lontar Kuno.

11. Kerajaan Selaparang

peta selaparang kerajaan lombok
Sumber: mobillombok.com

Kerajaan Seleparang merupakan kerajaan lombok yang paling berjaya di abad 16.

a. Sejarah Berdirinya Kerajaan Selaparang

Kerajaan Selaparang berada di desa Selaparang, Kecamatan Swela, Lombok Timur.

Menurut Buku Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat (2002), terdapat tiga pendapat perihal berdirinya Kerajaan Selaparang:

  1. Kerajaan Selaparang merupakan generasi dari Kerajaan Laeq.
  2. Berhasilnya ekspedisi militer Majapahit menguasai kerajaan Lombok, Raden Maspahit melarikan diri ke hutan dan mendirikan kerajaan Batu Parang yang kemudian dikenal sebagai Selaparang.
  3. Abad ke-12, kelompok transmigran dari Jawa mendirikan Kerajaan Perigi. Prabu Inopati ingin mengamankan wilayah kekuasaannya (Majapahit), ia mengirimkan pasukan dibawah pimpinan Mpu Nala. Setelah Mpu Nala menaklukan Selaparang Hindu, Gajah Mada datang kembali ke Selapawis (Selaparang). Sela berarti batu dan pawis berarti ditaklukan, jadi Selapawis memiliki arti batu yang ditaklukan.
Baca juga:   Kerajaan Tarumanegara

b. Masuknya Agama Islam

silsilah raja yang memimpin kerajaan lombok
Sumber: balentebelajar.blogspot.com

Berdasarkan Naskah daun Lontar, berdirinya Kerajaan Selaparang berkesinambungan dengan penyebaran Agama Islam di Pulau Lombok.

Penyebaran agama Islam pertama kali dibawa dan disebarkan oleh Gaoz Abdur Razaq.

Beliau datang ke Bayan, menetap dan berdakwah, kemudian menikah, mendapat tiga orang anak dari Isteri pertama.

Kemudian menikah dengan Isteri kedua mendapat dua orang anak, yaitu Sayyid Zulqarnain (Ghaos ‘Abdurrahman), dan Syarifah Lathifah (Denda Rabi’ah).

Sayyid Zulqarnain mendirikan Kerajaan Selaparang, raja pertama digelari Datu Selaparang.

c. Masa Kejayaan

Keberhasilan laskar laut melawan Belanda (1667-1668) dan serangan dari Kerajaan Gelgel (1616 dan 1624) menandakan kuatnya pertahanan Kerajaan Selaparang.

Setelah serangan tersebut, pusat kerajaan dipindahkan ke dataran perbukitan tepatnya di desa Selaparang saat ini.

Kerajaan Selaparang mencapai masa keemasan pada masa pemerintahan Prabu Rangkesari.

Sumber sejarah mengungkapkan, Kerajaan Selaparang memperluas wilayah kekuasaannya hingga daerah Sumbawa Barat.

Berdasarkan Babad Lombok, disebelah Utara Kerajaan Selaparang berbatasan dengan Sokong dan Bayan, sebelah Selatan berbatasan dengan Kokok Belimbing, sebelah Barat berbatasan dengan Tegal Sampopo ke arah utara sampai Denek Mingkar.

d. Penyebab Keruntuhan Kerajaan Selaparang

Kerajaan Selaparang I (Kerajaan Hindu) berakhir tahun 1357, karena serangan dari Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Prabu Dadelanata.

Kerajaan Selaparang II (Kerajaan Islam) berakhir pada tahun 1740.

Ditandai dengan kedatangan VOC ke Lombok dan Karangasem Bali bersama Arya Banjar Getas menyerang raja-raja di Lombok.

Pada tahun 1740 terjadi peperangan di Tanaq Beaq yang dimenangkan oleh pihak Karangasem.

e. Peninggalan Sejarah

Di Sembalun Lombok Timur, di kompleks Makam Selaparang terdapat sebuah makam yang diyakini oleh masyarakat sebagai Makam Patih Gajah Mada dan di tempat tersebut terdapat sebuah batu besar dengan telapak kaki besar.

12. Kerajaan Langko

Pada masa lampau, Kedatuan Langko merupakan kerajaan kecil yang kemudian menjadi Kerajaan setelah memenangkan pertempuran dengan Kedukuhan Tembeng dan Kerajaan Kedaro.

a. Sejarah Berdirinya Kerajaan Langko

Kerajaan Langko terletak di Kecamatan Janapria, Lombok Tengah.

Karena meninggalkan kerajaan, Raden Mas Panji digelari Raden Mas Panji Tilar Negara.

Beliau membuat pemukiman di Hutan Saba di atas Gunung Tembeng.

Pemukiman tersebut berubah menjadi Pedukuhan Tembeng.

Beliau mempersunting putri Patih Singarepa dan memiliki dua orang putra, yaitu Raden Pringganala dan Raden Terunajaya.

Ketika Raden Mas Panji Tilar Negara meninggal, kerajaan digantikan oleh Raden Pringganala.

Raden Terunajaya diusir dari Tembeng karena memberi usul kepada Raden Pringganala tentang senjata.

Beliau membuat pemukiman, membangun masjid dan pasar di hutan Lengkukun.

Pemukiman tersebut menjadi Kedatuan Langko, dengan Raden Terunajaya sebagai rajanya.

Raden Tarunajaya menyusun strategi penyerangan dan Pedukuhan Tembeng berhasil dikuasai tanpa perlawanan.

Setelah menguasai Tembeng dan Kedaro, Kedatuan Langko berubah menjadi kerajaan.

b. Silsilah Raja yang Memimpin

Dengan Silsilah raja Langko sebagai berikut:

  1. Raja pertama, Raden Terunajaya.
  2. Raja kedua, Raden Ajiwayah
  3. Raja ketiga Raden Suryanata
  4. Raja keempat, Raden Ajiundak

c. Penyebab Keruntuhan Kerajaan Langko

Raden Ajiwayah diangkat menjadi raja, menggantikan ayahnya, Raden Terunajaya. Beliau memiliki anak yang bernama Raden Suryanata.

Setelah Raden Suryanta melepaskan kerajaan dan digantikan oleh Raden Ajiundak.

Kerajaan mengalami kemunduran, serangan gabungan dari Karangasem dan Arya Banjar Getas menyebabkan Kerajaan Langko runtuh.

13. Kerajaan Pejanggik

Sebelumnya, Kerajaan Pejanggik dan Kerajaan Selaparang masih satu kesatuan, kemudian melepaskan diri menjadi Kerajaan yang utuh di Gumi Sasak.

a. Letak Wilayah

Saat ini, Pejanggik merupakan desa di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah.

Wilayah kekuasaan Kerajaan Pejanggik meliputi daerah Pantai Barat hingga Pantai Timur pulau Lombok, dari daerah Bolangas sampai Tanjung Ringgit.

b. Sejarah Berdirinya Kerajaan Pejanggik

Deneq Mas Pengendengan Segara Katon bersama putranya Deneq Mas Komala Sempopo menyepi dan bertapa ke wilayah Rambitan selama 35 tahun.

Baca juga:   Kerajaan Ottoman

Lima tahun setelah meninggal ayahnya, Deneq Mas Komala Sempopo mendirikan Kerajaan Pejanggik.

Keturunan dari Deneq Mas Komala Sempopo, menjadi pemegang kuasa di Kerajaan Pejanggik.

c. Silsilah Raja yang Memimpin

Silsilah raja yang memimpin Kerajaan Pejanggik, yaitu:

  1. Empu Nala generasi pertama tahun 1343.
  2. Bethara Mas Tunggul Nala, generasi ke-dua sejak 1343-1394.
  3. Deneq Mas Putra Pengendengan Segara Katon, generasi ke-tiga sejak 1393-1457.
  4. Deneq Mas Dewa Komala Sempopo, generasi ke-empat sejak 1458-1518.
  5. Deneq Mas Komala Sari Jagat, generasi ke-lima sejak 1518-1586.
  6. Deneq Mas Unda Putih, generasi ke-enam sejak 1586-1649.
  7. Deneq Bekem Buta Intan Komala Sari, generasi ke-tujuh sejak 1649-1667.
  8. Mas Panji Meraja Komala Sakti, generasi ke-delapan sejak 1667-1696.

d. Penyebab Keruntuhan Kerajaan Pejanggik

Kerajaan Pejanggik mencapai masa keemasan pada masa pemerintahan Mas Panji Meraja Komala Sakti.

Hadirnya Arya Banjar Getas memperkuat kerajaan Pejanggik, namun juga merenggangkan hubungan Selaparang dan Pejanggik.

Berkat keahliannya dalam memimpin peperangan, Arya Banjar Getas digelari “Surengrana” (Dipati Patinglanga).

Kerajaan Langko, Sokong, Bayan, Tempit, Pujut, Kopang, Rarang, Suradadi, Masbagik, Dasan Lekong, Padamara, Pancor, Kelayu, Tanjung, dan Kalijaga berada dibawah naungan Kerajaan Pejanggik.

Strategi yang digunakannya dikenal dengan Politik Rerepeq, namun strategi tersebut berdampak mengubah tatanan kerajaan budaya turun temurun.

Terjadinya perselisihan antara Arya Banjar Getas dan Pemban Mas Komala Kusuma (Raja ke-9), berujung perang tahun 1692.

Arya Banjar Getas meminta bantuan Kerajaan Karangasem Bali, menyebabkan Kerajaan Pejanggik runtuh.

14. Kerajaan Sakra

foto prajurit kerajaan lombok
Sumber: balentebelajar.blogspot.com

Pemban Mas Mesaja Kusuma ke Pulau Sumbawa guna menjalani hukuman moral yang diberikan ayahnya.

Beliau tinggal di benteng Petak Purwadadi lalu menjadikannya Kerajaan Purwadadi.

Ia menikah dan memiliki seorang putra, Pemban Penganten Purwadadi.

Kembalinya Pemban Penganten Purwadadi ke tanah Lombok disebabkan oleh penawaran dari Karangasem.

Mereka lalu menempati Gawah Pengkalik Tanaq yang menjadi lokasi Kerajaan Sakra.

Perselisihan Sakra dan Karangasem dimulai karena perkawinan politik.

Pengambilan keputusan sepihak yang dilakukan oleh Dewa Mas Panji Komala berujung petaka.

Rencana penyerangan Karangasem gagal, Karangasem bergerak menguasai Mendana, Kopang, Mujur, yang berada disekitar Kerajaan Sakra.

Bantuan yang diharapkan dari penduduk sekitar pesisir, Gowa dan Sumbawa tidak menuai hasil.

Sejak berdiri tahun 1780 Kerajaan Sakra akhirnya runtuh pada tahun 1728.

15. Kerajaan Karangasem Lombok (Singasari)

potret raja karangasem kerajaan lombok
Sumber: balentebelajar.blogspot.com

Arya Banjar Getas meminta kepada Kerajaan Karangasem untuk menanamkan kekuasaan di tanah Lombok.

Perjanjian Timur Juring dan Barat Juring serta kemenangan di Tanak Beaq, memperluas Kerajaan Karangasem Bali di Pulau Lombok.

Kerajaan Karangasem membentuk dua kerajaan yaitu Kerajaan Singasari (Karangasem Lombok/Sasak) dipimpin I Gusti Anglurah Made Karangasem dan Kerajaan Mataram dipimpin I Gusti Ketut Karangasem.

Sejak berdiri tahun 1740-1838, Kerajaan Karangasem Lombok dipimpin turun temurun oleh tiga raja bergelar sama yaitu I Gusti Made Karangasem (I, II, dan III).

Sang Raja memiliki empat orang anak, yaitu Dewa Cokorda, Anak Agung Bagus Oka, Anak Agung Bagus Karangasem dan Anak Agung Ayu Putri.

Kemudian Dewa Cokorda diangkat menjadi raja.

Dibawah pimpinan Raja Dewa Cokorda, keadaan di kerajaan berantakan dan pemerintahan mengalami kemunduran.

Bahkan, tahun 1838 terjadi perang saudara antara Karangasem Lombok dan Mataram yang menyebabkan tewasnya Raja Mataram, I Gusti Karangasem III di Rumak.

Pada tahun 1839 Kerajaan Karangasem Lombok takluk di bawah kuasa Mataram.

16. Kerajaan Mataram

potret raja mataram kerajaan lombok
Sumber: balentebelajar.blogspot.com

Sistem ke-pemerintahan Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua daerah yaitu Timur Juring dan Barat Juring.

Wilayah Timur Juring berada di timur Sungai Pandan dan Sungai Babak, dipimpin AA Made Karang Asem.

Wilayah Juring Barat berada di barat dari kedua sungai tersebut, dipimpin AA Ketut Karangasem.

Perang Mataram dan Pagutan terjadi pada tahun 1839 yang menewaskan Raja Pagutan (Gusti Ketut Putra).

Kemudian, Raja Mataram mulai menaklukan beberapa kerajaan kecil rakyat Sasak seperti Kuripan, Praya, Kopang dan Batukliang.

Melihat hal itu, para pemuka Sasak meminta bantuan pemerintahan Belanda untuk menengahi peperangan.

Berkat campur tangan dari Belanda, Kerajaan Mataram kalah diserang oleh Belanda pada tahun 1894.

Nah, setelah mengetahui sejarah dari beberapa kerajaan Lombok, ada baiknya kita tetap menjaga peninggalan yang tersisa dari kekayaan budaya di Indonesia, ya!

Dela Ernia Wanita Pecinta Senja, Pantai, Kopi dan Buku. Selain Aktif dalam menulis artikel, saya juga menulis puisi. Selamat Membaca ❤.

Kerajaan Bali

Farida Alviyani
9 min read

Kerajaan Malaka

Anas Fauzi
6 min read

Kerajaan Banjar

Anas Fauzi
7 min read

Kerajaan Gowa Tallo

Anas Fauzi
9 min read

Kerajaan Bima

Siva Nur Ikhsani
9 min read

Kerajaan Mughal

Siva Nur Ikhsani
9 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *