Tari Puspanjali Bali: Sejarah, Gerakan, Tata Busana, Tata Rias + Video

Tari Puspanjali adalah tari tradisional yang berasal dari Provinsi Bali, disamping tarian tradisional Bali lainnya, seperti Tari Barong.

Puspanjali berasal dari kata “puspa” yang berarti bunga dan “anjali” yang bermakna penghormatan.

Sesuai dengan namanya, tari ini merupakan bentuk penghormatan dari tuan rumah kepada tamunya.

Puspanjali dibawakan oleh para penari wanita dengan tata rias, kostum, dan aksesoris mirip dengan yang digunakan dalam tarian tradisional dan kreasi Bali pada umumnya.

Tarian dimulai dari ritme pelan, cepat, hingga kembali melambat. Sementara alur dalam Tari Puspanjali menyesuaikan dengan struktur gendingnya yang terdiri pepeson, pengawak, pengecet, dan pekaad.

Pembahasan mendetail tentang Tari Puspanjali dapat ditemukan dalam artikel di bawah ini.

Alasan Lahirnya Tari Puspanjali beserta Maknanya

sejarah tari puspanjali
Tari Puspanjali ikut memeriahkan Asian Games 2018. Sumber: liputan6.com

Dilansir dari Jakarta Tourism, Tari Puspanjali lahir pada tahun 1989 sebagai mahakarya dari dua seniman, N.I.N. Swasthi Widjaja Bandem sebagai koreografer dan I Nyoman Winda sebagai penata musik pengiring. Kala itu, tarian ini diciptakan atas permintaan Titik Soeharto untuk mengisi acara pembukaan Kongres Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) di Kuta, Bali.

Akhir-akhir ini, Tari Puspanjali berhasil memeriahkan perhelatan olahraga akbar, Asian Games 2018, sebagai tari sambutan dalam gelaran “Tunjukkan Indonesiamu”. Ia juga turut mengajak masyarakat menari bersama dalam kegiatan Gerakan Cinta Budaya Indonesia.

Pada awalnya, durasi tarian ini hanya tiga sampai lima menit karena jadwal acara yang ketat pada kongres tersebut. Namun, sekarang durasinya fleksibel menyesuaikan dengan kebutuhan.

Tari Puspanjali sendiri menggambarkan tentang bagaimana besarnya penghormatan tuan rumah terhadap kedatangan tamu bagi masyarakat. Kalau dari gerakannya, ia menceritakan tentang kegembiraan sekelompok gadis Bali yang menyambut kedatangan dewa dalam sebuah tarian di halaman pura. Gerakan tarinya juga melambangkan keramahtamahan masyarakat Bali kepada tamu yang datang.

Fungsi dan Tujuan

fungsi tari puspanjali
Tari Puspanjali dilakukan untuk menyambut tamu yang datang. Sumber: sanggardewiratihbalikpapan. blogspot.com

Dilihat dari sejarah dan arti namanya, fungsi utama Tari Puspanjali adalah untuk menyambut tamu besar atau sebagai Tari Selamat Datang dan mengisi acara sebagai sambutan atau pembukaan. Ia juga hadir untuk memeriahkan acara baik formal maupun non-formal. Meski sekarang termasuk tari tradisional, ia tidak difungsikan untuk acara-acara adat atau ritual keagamaan Hindu di Bali.

Struktur Tari

Struktur atau alur satu pertunjukkan Tari Puspanjali mengikuti dan menyesuaikan dengan struktur gending atau lagunya. Ia terdiri dari empat bagian, yaitu pepeson, pengawak, pengecet, dan pekaad.

Pepeson adalah awal sebuah gending atau lagu yang disajikan sebelum dimulainya tarian. Dilanjutkan dengan pengawak, yaitu komposisi alunan musik yang lembut dan pelan. Di sini penari mulai menggerakan badannya dengan tempo yang pelan dan lemah lembut.

Selanjutnya tempo gerakan mulai tambah cepat dan musik di tahap pengecet, yaitu musik bertempo sedang hingga cepat. Lalu diakhiri dengan pekaad atau penutup, yakni musik dengan tempo cepat lalu perlahan melambat sampai selesai. Gerakan tari pun ikut mengikuti musik dari cepat dan melambat sedikit demi sedikit sampai akhir tarian.

Pengaruh dari Tari Rejang

tari puspanjali dan tari rejang
Tari Rejang merupakan inspirasi bagi Tari Puspanjali. Sumber: commons.wikipedia.org

Gerakan Tari Puspanjali terinspirasi dari gerakan Tari Rejang. Bisa dikatakan bahwa Tari Puspanjali adalah perkembangan dari Tari Rejang. Kedua tari ini memiliki gerakan yang sederhana, lemah gemulai, dan lembut.

Hanya saja, Tari Puspanjali dibuat lebih dinamis dan dibuat mengikuti tempo gendingnya. Alasannya adalah untuk memudahkan semua golongan umur untuk mempelajarinya dalam waktu yang singkat. Dengan bantuan tempo, kita dapat lebih mudah menghapal gerakan.

Jika banyak yang bisa menarikannya, maka sebuah tarian dapat bertahan dalam waktu yang lama. Aturan geraknya pun tidak sekaku gerakan Tari Rejang karena bisa dikreasikan.

Gerakan Dasar

gerakan dasar tari puspanjali
Tari-tarian di Bali memiliki ekspresi yang khas, yaitu tersenyum dan membuka mata dengan sedikit melotot. Sumber: putu2002. wordpress.com

Nah, langkah-langkah untuk gerakan dasar Tari Puspanjali adalah sebagai berikut.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Diawali dengan gerakan kepala patah-patah ke kanan dan kiri sambil berjalan memasuki panggung menuju posisi.
  • Sembari berjalan, kedua pangkal pergelangan tangan saling bertemu, berada di depan dada, tangan kanan di atas dan tangan kiri di bawah.
  • Ekspresinya harus dijaga, yaitu senyum dan nyeledet atau gerakan mengangkat alis sedikit kemudian bola mata dilebarkan dan bergerak secara cepat atau lambat sesuai ritme musiknya.
  • Setelah sampai di tempat, jalan di tempat dengan kedua tangan masih berada di depan dada dalam posisi yang sama.
  • Selanjutnya gerakan melenggok dan memutar dengan tangan diangkat agak ke atas hingga bahu ikut bergerak.

Lebih lengkapnya lagi, Selasares bisa menonton video tutorial berikut ini.

Ini dia video penampilan Tari Puspanjali jika Selasares ingin melihatnya.

Pola Lantai

formasi tari puspanjali
Pola lantai garis diagonal. Sumber: encyclopedia.jakarta- tourism.go.id

Secara universal, Tari Puspanjali menggunakan pola lantai segitiga, lingkaran, atau garis diagonal. Semua dapat disesuaikan berdasarkan jumlah penarinya. Rata-rata penarinya sekitar lima sampai tujuh orang. Angka yang ganjil dapat membuat satu penari menjadi titik tengah.

Musik Iringan

lagu tari puspanjali
Tari Puspanjali bisa diiringi dengan gamelan khas Bali atau dengan memutar lagunya via digital. Sumber: dewaalitsalukat.com

Gending Tari Puspanjali bisa diputar dengan gawai atau disajikan langsung oleh pemusik gamelan Bali atau disebut juga gambelan. Alat musik gambelan atau rincikan biasanya terdiri dari gong, suling, kenong, gendang, jiyeng, dan lain-lain. Namun, sekarang musik lebih sering diputar via digital.

Kostum

busana tari puspanjali
Contoh busana Tari Puspanjali. Sumber: mydairytifa. blogspot.com

1. Baju

Pakaian yang dikenakan penari hampir sama dengan pakaian tari Bali lainnya. Penari memakai tapih atau kain panjang untuk perempuan dan dipakainya seperti sarung. Lalu juga memakai streples polos berwarna senada dengan tapih. Hasil akhirnya pakaian yang berbentuk seperti kemben. Pakaian penari disesuaikan dengan badan penari sehingga membentuk lekukan natural dari badan penari.

2. Properti

Untuk tambahan aksesoris atau properti pada bajunya, biasanya menggunakan selendang di salah satu pundak penari. Lalu kadang juga menggunakan ikat pinggang. Rambut penari disasak dan memakai pusung lungguh magonjer, yaitu gaya rambut yang dibuat dengan cara rambut dilipat sebagian dan sebagian lainnya digerai. Lalu di tengah pusung lungguh magonjer diberi onggar-onggar atau hiasan dengan bunga yang sewarna dengan baju. Onggar-onggar dilengkapi beberapa bunga mas cempaka imitasi dan dua untaian semanggi di kanan-kirinya.

Tata Rias

make up tari puspanjali
Contoh make up Tari Puspanjali. Sumber: diahcerita.com

Riasan yang dipakai penari Puspanjali cukup tebal. Ini dilakukan agar wajah penari tetap cerah dalam berbagai kondisi dan tempat. Terutama bagian mata karena fokus ekspresinya ada di mata. Biasanya diberi eye shadow biru, ungu, atau merah. Tak lupa juga diberi eye liner agar garis mata terlihat tegas.

Pipi diberi juga blush on warna merah atau merah muda. Sisanya seperti lipstick, alis, dan lain-lain digunakan menyesuaikan dengan kebutuhan.

Segitu dulu ya cerita soal Tari Puspanjali. Nah, sebuah tari kreasi dapat dikatakan sebagai tari tradisional apabila ia mampu bertahan lebih dari 20 tahun. Hingga saat ini Tari Puspanjali masih eksis dipentaskan. Jadi, ia bisa dikatakan sebagai tari tradisional khas Bali. Mau tahu tentang tari-tari tradisional lainnya? Semua tersedia lengkap di Selasar.

Geolana Wijaya Kusumah

Selamat datang di bumi Geo! Halo, aku Geo bisa juga dipanggil Geol. Ya benar sekali, sesuai dengan namaku, aku suka dengan hal-hal berbau Geografi dan hobiku bergeol alias Dance.

Update : 2 April 2021 - Published : 23 September 2020

Tinggalkan komentar