Elga Octavianata Biologist | Surveyor | Teacher | Translator | Writer

Tari Piring

7 min read

fungsi tari piring dalam masyarakat

Terdapat berbagai macam tarian di sepanjang kepulauan tanah air ini, salah satu jenis yang menarik untuk kita pelajari adalah tari piring.

Unsur yang ada di dalam tarian ini seperti busana, gerakan hingga maknanya, melambangkan suatu proses kehidupan yang nyata dan dinamis.

Mari kita simak penjelasan berikutnya untuk mengetahui keunikan apa saja yang ada pada tari piring ini.

Sejarah Penciptaan Tari Piring

tari piring berasal dari daerah
Sumber: www.flickr.com

Dahulu kala, banyak kepercayaan yang menyatakan bahwa menari adalah sebuah alat komunikasi yang paling efektif dengan sang pencipta.

Aktivitas tersebut juga diyakini oleh masyarakat di Sumatera Barat pada zaman kerajaan Sriwijaya.

Alhasil sebuah tarian untuk pemujaan diciptakan.

Tarian ini yang kemudian disebut Tari Piring. Di tanah Minangkabau, tari piring digunakan sebagai media komunikasi dengan Dewa dan Dewi untuk mengucap rasa syukur karena hasil panen mereka melimpah, terutama rasa syukur kepada Dewi Padi.

Tarian ini dimulai sudah sejak lama, sekitar 800 tahun yang lalu.

Karena kepopulerannya, tarian ini terkenal di seluruh provinsi tersebut.

Ritual tari piring ini dilakukan kurang lebih setahun sekali.

Di ritual ini, masyarakat menggunakan piring untuk meletakkan sesaji dan makanan lalu dipersembahkan.

Yang unik adalah, ketika proses penyerahan sesaji dilakukan, para pembawa sesaji berlenggak lenggok dengan gerakan tertentu sambil membawa piring berisi sesaji tersebut dengan diiringi musik.

Setelah masa kejayaan Sriwijaya ditaklukkan oleh Majapahit sekitar abad ke-16, tari piring berhenti dilakukan oleh orang-orang suku Minang.

Pasalnya, Majapahit adalah kerajaan islam yang tidak percaya akan kebenaran ritual tersebut.

Namun, keunikan tarian ini membuatnya kemudian dialih fungsi kan menjadi tarian yang dipersembahkan untuk raja-raja dan pejabat penting istana.

Bisa dikatakan tari piring yang dahulu menjadi alat untuk mengucap syukur kepada Dewa dan Dewi, kini menjadi alat untuk hiburan di kerajaan.

Lama kelamaan masyarakat pun mulai menggunakan tarian ini dalam pesta-pesta yang mereka adakan.

Misalnya pesta pernikahan yang menjadikan mempelai sebagai raja dan ratu semalam.

Karena sesaji sudah tidak diperbolehkan lagi, maka tarian hanya menggunakan piring yang kosong.

Terkadang di atas piring diletakkan lilin yang menyala.

Ini adalah tari piring dengan versi lain yang disebut tari lilin.

Belum ditemukannya informasi atas siapa nama pencipta dari tarian ini.

Beberapa sumber menyatakan bahwa tarian ini bermuara di kota Solok.

Meskipun begitu, tarian ini berhasil dipopulerkan oleh seniman terkenal yang merupakan penduduk asli Minangkabau yang bernama Huriah Adam, seorang koreografer, pelukis dan pemahat.

Ia mendapatkan pengajaran mengenai tari dan bela diri silat dari gurunya.

Hal inilah yang kemudian membuat tari piring memiliki gerakan seperti silat seperti saat ini.

Tidak bisa dianggap remeh, tarian ini ternyata populer di dunia internasional.

Dua tahun yang lalu, tepatnya 10-20 Mei 2018, Galang Dance Community, dengan menampilkan tari piring, memenangkan medali emas kejuaraan World Cup of Folklore di Veliko Tarnovo, Bulgaria.

Dan baru-baru ini, tarian ini ditampilkan di Okayama, Jepang pada kegiatan Cross-Cultural Understanding Event dan berhasil menjadi daya tarik pengunjung saat itu.

Baca juga:   Tari Sekapur Sirih

Fungsi Dan Makna Tari Piring

Tari piring sudah ada sejak zaman dahulu, dan juga sudah mengalami perubahan fungsi sejak awal tercipta hingga kini.

Dahulu, fungsi tarian ini adalah untuk menyampaikan rasa syukur kepada para Dewa karena melimpahnya hasil panen.

Sedangkan saat ini fungsi tari piring adalah hanya sebagai pengiring bagi upacara adat, pesta rakyat termasuk pernikahan.

Bahkan untuk saat ini tarian ini juga dipentaskan pada acara kemerdekaan Indonesia.

Keunikan Tari Piring

A. Ciri khas dari tari piring

ciri khas gerakan tari piring
Sumber: www.seringjalan.com

Selain menggunakan piring, ciri khas lain dari tari piring adalah jumlah penarinya yang harus ganjil.

Bisa dimainkan tunggal atau seorang atau berpasangan, bertiga, tujuh orang hingga sembilan orang dst.

Di waktu-waktu tertentu, terdapat gerakan seolah menyembah raja atau mempelai pria dan wanita.

Biasanya di awal dan di akhir tarian.

Tarian ini berdurasi 10-15 menit.

B. Media Utama Adalah Piring

media utama untuk memainkan tari piring adalah
Sumber: www.holamigi.id

Seperti yang telah disampaikan, piring adalah media yang menjadi fokus utama tarian.

Meskipun tidak lagi menggunakan sesaji di atasnya, namun kehadiran piring sudah melambangkan unsur tersebut.

Warna dari piring tersebut biasanya putih dan terbuat dari bahan keramik atau porselen.

Dan berjumlah 2 buah.

Tentunya piring yang diletakkan di telapak tangan penari haruslah kuat dan tidak boleh terlepas.

Jika jatuh, maka penari akan merasakan malu yang sangat tidak terlupakan.

Terkadang piring ditumbukkan satu dengan yang lain.

Untuk menghasilkan suara tertentu.

C. Alat Musik Yang Mengiringi

alat musik tradisional sumatera barat adalah
Sumber: www.carousell.com

Dahulu, tidak sembarangan alat musik digunakan untuk mengiringi tarian ini.

Mengingat tarian ini masih sakral dan berhubungan langsung dengan para Dewa.

Sehingga alat musik yang mengiri hanyalah rebana dan gong.

Namun, seiring berkembangnya zaman dan fungsi tarian ini sudah beralih menjadi sarana hiburan, barulah beberapa alat musik khas provinsi Sumatera Barat ditambahkan untuk memperindah tarian.

Alat musik tersebut adalah Saluang atau seruling, Talempong yang terbuat dari besi dan timah putih serta tembaga yang dilebur dan dicampurkan, dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan kayu.

Dan tidak lupa gendang sebagai pelengkap.

Ada 2 jenis lagu khas Minang yang dimainkan yaitu Takhian Sai Tiusung dan Takhi Pinghing Khua Belas.

D. Bunyi Dentingan Cincin

Meskipun sudah banyak alat musik yang digunakan saat ini, hal itu masih ditambahkan dengan dentingan cincin yang beradu dengan piring.

Penari biasanya memakai cincin sejumlah 2 buah pada jarinya lalu dipukulkan pada piring di telapaknya.

Anehnya, suara dentingan ini tidak merusak musik, melainkan menambah keindahan tarian dan semaki berirama.

Tentunya semakin membuat mata enggan berpaling. Dentingan ini dibunyikan pada saat-saat tertentu.

E. Tarian Dilakukan Di Atas Pecahan Piring

tari piring berasal dari provinsi
sumber: www.wikipedia.com

Dalam kasus-kasus ekstrim, tari piring ini benar-benar dilakukan di atas piring dan menginjak piring yang pecah tersebut.

Namun, ini hanyalah untuk penari tertentu saja, yang telah berlatih dan benar-benar dipersiapkan.

Jika pertunjukkan ini dilakukan, biasanya menjelang akhir tarian, piring-piring di lemparkan hingga pecah ke lantai dan tanpa ragu penari melakukan tarian di atas pecahan piring tersebut.

F. Gerakan Yang Unik

Tarian ini dimulai dengan tanda gong yang berbunyi.

Penari memasuki panggung dengan terlebih dahulu memberi penghormatan kepada raja atau mempelai sebelum mulai menari.

Penghormatan diberikan sebanyak 3 kali.

Dan biasanya akan diulang ketika tarian berakhir dan penari akan meninggalkan panggung.

Jalan menuju penghormatan ini biasanya diletakkan piring-piring.

Penari menapak pada piring-piring tersebut dengan hati-hati.

Lalu, kembali dengan menapakkan kaki pada piring tersebut setelah selesai memberi hormat dengan berjalan mundur dan sesekali tidak diperbolehkan menengok ke belakang.

Lalu, piring-piring mulai dimainkan dengan cepat atau lambat hingga membentuk gerakan yang dinamis.

Gerakan tari bercampur dengan gerakan silat yang membuatnya semakin selaras.

Baca juga:   Tari Kupu Kupu

Jenis-Jenis Gerakan Tari Piring

tari piring berasal dari
sumber: www.hmetro.com

Terdapat 21 gerakan khas pada tari piring, gerakan-gerakan ini berfungsi untuk menggambarkan makna-makna tertentu.

Berikut penjelasannya.

1. Pasambahan

Gerakan ini mengisyaratkan persembahan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebagian sumber mengatakan bahwa gerakan ini juga bermaksud untuk menyampaikan rasa maaf penari pada penonton agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat berlangsungnya tarian. Gerakan ini dilakukan oleh penari pria.

2. Singanjuo lalai

Gerakan ini seolah menceritakan tentang keindahan suasana pagi. Lembut dan lemah gemulai gerakan ini dimainkan oleh penari wanita.

3. Mencangkul

Pesan yang ingin disampaikan pada gerakan ini adalah awal mula kegiatan bercocok tanam. Mencangkul sawah agar lahan siap diproses untuk penanaman.

4. Menyiang

Gerakan ini mewakili kegiatan mengumpulkan sampah pada lahan yang akan ditanami.

5. Membuang sampah

Setelah sampah dikumpulkan, pada gerakan ini, sampah diangkat dan dipindahkan pada tempat yang lain.

6. Menyemai

Penari melakukan gerakan menyerupai seorang yang sedang menyemai.

7. Memagar

Maksud gerakan ini adalah menggambarkan tentang seorang yang memberikan pembatas di pematang sawahnya.

8. Mencabut benih

Gerakan ini merupakan lanjutan gerakan sebelumnya, penari seolah meniru kegiatan pencabutan benih padi dari tempat pembenihan ke lahan yang akan ditanam.

9. Bertanam

Selanjutnya, gerakan menanam dilakukan.

10. Melepas lelah

Gerakan unik ini dilakukan pada pertengahan tarian. Seperti memberi jeda antara kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya dengan kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya.

11. Mengantar juadah

Dibuat seperti kehidupan nyata, mereka yang sudah bekerja menaman akan diberikan makan berupa kue. Gerakan ini benar-benar mewakilinya.

12. Menyabit padi

Tiba masa panen, padi mulai di sambit. Penari melakukan gerakan ini.

13. Mengambil padi

Setelah disambit, gerakan selanjutnya adalah penari mengambil padi tersebut.
Mengampo padi. Gerakan ini merepresentasikan penari melakukan pengumpulan hasil panen.

14. Menganginkan padi

Lalu, padi dipisahkan dari kulitnya pada gerakan ini.

15. Mairik padi

Adalah gerakan yang menggambarkan ketika padi dijemur.

16. Membawa padi

Gerakan yang mencerminkan petani membawa padi ke tempat lain untuk dilakukan proses selanjutnya.

17. Menumbuk padi

Ada dua gerakan di sini. Pertama, penari pria menjemur padi. Kedua, dilanjutkan oleh penari wanita mencurahkan padi.

18. Gotong royong

Pada gerakan ini, penari melakukan gerakan serempak yang seragam yang melambangkan gotong royong.

19. Menampi padi

Pada gerakan ini, penari mencoba memberitahu kegiatan petani menampi padi beras.

20. Mengincak pecahan kaca

Gerakan ini hanya dilakukan oleh penari yang profesional. Biasanya adegan menari di atas pecahan piring ini dilakukan pada saat akhir. Isi gerakan lebih kepada improvisasi penari.

Tari piring juga memiliki pola lantai.

Yang dimaksud pola lantai adalah pola pergerakan berpindah atau bergeser antar penari yang membentuk struktur dinamis.

Fungsi pola ini adalah menyajikan kekompakan seluruh penari dengan komposisi yang indah.

Pola lantai tari piring termasuk pola lantai yang cukup kompleks karena menggunakan semua jenis pola lantai, yaitu melingkar, vertikal, horizontal dan diagonal.

Busana Yang Dikenakan

Para penari wajib mengenakan busana khusus yang serba merah dengan hiasan emas.

Dua ciri ini bermakna keberuntungan dan juga kekayaan.

Antara penari pria dan wanita mengenakan busana yang berbeda meskipun keduanya mengenakan pakaian asli Sumatera Barat.

Berikut penjelasannya.

A. Busana pria

makna tari piring berasal dari
Sumber: www.deviantart.com

Para penari pria diwajibkan mengenakan 5 properti busana tari, yaitu:

  1. Rang mudo adalah nama pakaian yang dikenakan oleh penari pria. Ukurannya cukup lebar, terdapat hiasan renda emas atau missia dengan lengan yang panjang. Busana ini menyerupai baju gunting China.
  2. Saran galembong adalah celana yang menjadi setelan pakaian rang mudo. Ukurannya besar dan panjang serta berwarna sama dengan rang mudo.
  3. Sisaming berbentuk songket yang berfungsi menutupi bagian pinggang hingga ke lutut penari pria.
  4. Cawek pinggang serupa dengan ikat pinggang untuk mengencangkan busana.
  5. Dekstar adalah penutup kepala berbentuk segitiga dari kain songket.
Baca juga:   Tari Baksa Kembang

B. Busana wanita

kostum tari piring adalah
Sumber: www.twitter.com/himaamira

Para penari wanita juga diwajibkan mengenakan beberapa properti busana tari, yaitu:

1. Baju kurung

Pakaian khusus penari wanita berlengan panjang ini terbuat dari kain satin atau beludru.

Salah satu cirinya adalah baju ini tidak memiliki jahitan di bahu, namun jahitan ada di siku.

Baju adat ini merupakan simbol yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Pertama, makna kurung disini yang dimaksud adalah baju longgar dengan bentuk yang menutupi seluruh tubuh penari.

Sesuai dengan pepatah orang minang “kain padindiang miang, Ameh pandindiang malu” yang kurang lebih artinya pakaian untuk orang minang itu adalah pakai yang melindungi tubuh.

Pakaian juga sebagai penjaga diri dari malu.

Ini berarti wanita daerah minang terbiasa mengenakan pakaian yang tidak menampakkan lekuk tubuh.

Kedua, lengan yang panjang mengisyaratkan bahwa wanita harus tunduk pada aturan dan harus menjaga segala tingkah laku serta sopan santun pada kondisi apapun.

Ketiga, leher sengaja tak berkerah.

Hal ini untuk menunjang aksesoris yang dikenakan wanita minang karena wanita minang senang menggunakan perhiasan.

Terlebih lagi, memakai perhiasan tertentu dalam acara adat akan melambangkan kasta dari keluarganya.

Masyarakat Minang memegang teguh falsafah hidup mereka yang menyatakan bahwa mereka hidup berdasarkan syariat agama Islam.

Baju kurung ini adalah salah satu bentuk perwujudannya karena baju ini longgar dan menutupi seluruh tubuh wanita Minang.

Beberapa sumber mengatakan bahwa penggunaan baju kurung ini tidak lain karena pengaruh masuknya ajaran Islam di daerah Minangkabau.

Dan juga dipengaruhi oleh peradaban China. Bedanya adalah baju kurung dibuat dengan lengan yang panjang sampai menutupi panggul.

2. Selendang

Adalah pelengkap pakaian yang diletakkan di bagian kiri pakaian penari wanita. Bahan dasar selendang ini adalah kain songket.

3. Tikuluak tanduak balapak

Merupakan nama dari penutup kepala.

Berbeda dengan penutup kepala penari pria, bentuk dari penutup kepala penari wanita ini adalah seperti tanduk kerbau atau atap rumah gadang dengan berbahan dasar kain songket.

Terdapat perhiasan di ujung atas tikuluak ini.

4. Kalung gadang

Adalah sebuah kalung besar yang diletakkan menjuntai hingga menutupi dada penari wanita.

Kalung ini tersusun dari 2 bahan.

Bahan pertama adalah kayu yang diukir berbentuk bulat seperti kelereng dengan beberapa ukuran mulai dari kecil hingga ukuran besar.

Kemudian dilapisi cat berwarna merah. Lalu diberi lubang ditengahnya.

Jumlah bulatan kayu ini sebanyak 22 buah.

Posisi ukuran bulatan kayu adalah semakin mendekati dada semakin besar.

Bahan kedua adalah loyang yang diukir sedemikian rupa menyerupai kalung rago-rago.

Banyaknya adalah 10 buah.

Antara bulatan kayu dan loyang disusun selang seling dan dihubungkan menggunakan tali yang kuat hingga membentuk kalung.

5. Kalung rumbai

Adalah kalung yang terbuat dari tembaga yang disusun berumbai menjulang hingga menutupi dada.

Penggunaan kalung ini tidak berbarengan dengan kalung gadang.

Jika kalung gadang dikenakan, maka kalung rumbai tidak. Begitu sebaliknya.

6. Subang

Atau dapat disebut juga anting-anting. Berbentuk rumbai dengan ukiran yang mencolok.

7. Kain kodek

Adalah kain yang menyerupai sarung dan merupakan setelan dari baju kurung.

Kain ini memiliki motif khusus yang menjadi hiasan.

Motif ini disulam menggunakan benang emas.

Namun, terkadang penari wanita menggunakan jenis kain yang sama dengan penari pria yaitu sisaming.

Bila penari wanita tidak menggunakan kain kodek atau sisaming, sebagai gantinya, mereka dapat menggunakan celana.

8. Cawek pinggang

Ini sama dengan yang dikenakan penari pria.

Banyak sekali filosofi yang terkandung pada tari piring ini baik dari sejarah, gerakan hingga makna busananya.

Sebagai generasi muda, sudah sepatutnya kita sadar dan mulai menjaga dan turut serta melestarikan budaya ini.

Jangan sampai pesona tari piring ini lenyap begitu saja.

Elga Octavianata Biologist | Surveyor | Teacher | Translator | Writer

Tari Tanggai

Miftachul Arifin
11 min read

Tari Monong

Miftachul Arifin
4 min read

Tari Kupu Kupu

Miftachul Arifin
10 min read

Tari Gong

Nirwana Pradana Maharani
4 min read

Tari Dayak

Nirwana Pradana Maharani
6 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *