Rumah Adat Lampung

Banyak kajian tentang beragam arsitektur rumah adat di Indonesia.

Mulai dari bentuk, ukiran dan bentuk yang cukup unik dan penuh filosofi mendalam.

Sama halnya dengan rumah adat Lampung yang digunakan berdasarkan fungsinya.

Lampung jadi salah satu tempat objek wisata yang lagi naik daun loh!

Jadi Lampung yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatra yang jadi gerbang pulau tersebut bisa jadi referensi wisata terutama adat dan budayanya.

Mengenal Rumah Adat di Lampung

Keberadaan perkampungan adat di Lampung sangatlah erat dengan segala aspek kehidupan masyarakatnya.

Yang sarat dengan berbagai simbol dan makna.

Masyarakat Lampung juga kaya dengan kebudayaan yang sangat dijunjung tinggi mereka.

Termasuk rumah tradisional di Lampung ada bermacam-macam.

Terhitung ada sekitar lima rumah adat yang akan digunakan sesuai fungsinya.

Menurut masyarakat Lampung rumah adat adalah manifestasi dari nenek moyang mereka.

1. Rumah Adat Pepadun Nuwo Sesat

mengenal rumah adat lampung
sumber : http://aaurumid.blogspot.com/

Nuwo sesat jadi salah satu ikon rumah adat di Provinsi Bandar Lampung.

Rakyat Lampung menyebutnya Balai Agung yang difungsikan sebagai tempat musyawarah (pepung) atau tempat pertemuan adat untuk para purbatin.

Kata nuwo berarti tempat tinggal atau rumah dan sesat berarti bangunan yang digunakan untuk musyawarah.

Khususnya bagi para tetua adat Lampung.

a. Arsitektur Bangunan

gambar arsitektur-rumah-adat-lampung
sumber : https://tribunlampungwiki.tribunnews.com/

Arsitektur bangunan nuwo sesat punya beberapa bagian yang beragam.

Berikut pembagian ruangan dan penjelasannya.

1. Pusiban adalah ruangan yang difungsikan untuk tempat musyawarah resmi

2. Ruang Gajah Merem adalah ruangan yang dikhususkan bagi pennyimbang adat

3. Ijan Geladak adalah akses masuk rumah berupa tangga masuk dengan atap atau rurung agung

4. Jika ada ruangan untuk musyawarah resmi maka ada ruangan lain untuk pertemuan kecil.

Yang disebut serambi atau anjungan

5. Ruang Tetabuhan, yakni tempat untuk menyimpan alat-alat musik khas

6. Istimewanya di rumah adat satu ini ada ruangan tidur untuk anak atau penyimpang batin yang disebut Kebik Tengah

b. Ciri Khas dan Keunikan 

letak rumah adat lamung
sumber : https://www.rumah.com/

Rumah tradisional Lampung cukup berbeda di bagian pondasinya dengan rumah tinggal lainnya.

Jika rumah biasa mempunyai struktur pondasi cakar ayam maka tidak begitu dengan rumah nuwo sesat.

Rumah tradisional tersebut berdiri diatas batu pondasi yang diberi nama umpak batu dengan tiang penyangga sebanyak 25 buah dan tiang induk ada 20 buah.

Lantai rumahnya terbuat dari papan dengan jenis material kayu kesi.

Yang dikombinasikan dengan susunan bambu agar lebih kuat menahan beban yang ada.

Dinding dari material kayu papan yang disusun secara sejajar.

Pintunya cukup besar karena dibuat dari gabungan material kayu dan besi.

Sama halnya dengan jendela dibuat dengan material yang sama dengan pintu tapi ukurannya yang berbeda-beda.

Pada atap atau bubungannya dipusatkan tepat di tengah yang terbuat dari kayu bulat dan dilapisi tembaga.

Dan atapnya dari anyaman ilalang.

Satu hal yang identik dengan rumah nuwo sesat yaitu luasnya mencapai 100 meter.

Ragam hias dari ukiran rumah di Lampung rata-rata memiliki makna yang sama dan bentuk yang sama juga.

Dengan motif flora, kaligrafi dan geometri.

Ada juga hiasan dinding berupa kepala kijang atau menjangan dan tanduk kerbau yang telah dikeringkan kemudian dipajang pada bagian dinding.

Manfaat pemasangan ragam hias memiliki makna tersendiri.

Ada yang memiliki makna keagungan dan kebanggaan.

c. Filosofi 

Dengan ukuran rumah yang besar rumah nuwo sesat memiliki filosofi sebagai tempat berkumpulnya semua masyarakat Lampung saat adanya kegiatan di sana.

Setiap etnis di Indonesia punya rumah adat masing-masing yang lekat dengan sejarah dari nenek moyangnya. Sama seperti rumah nuwo sesat.

Yang awal pembangunannya dikhususkan sebagai tempat melakukan berbagai upacara adat dan musyawarah besar.

Nuwo Sesat adalah contoh penggunaan rumah adat di Indonesia dengan baik.

d. Jenis

Sebagian besar rumah adat punya beberapa macamnya.

Yang dikelompokkan berdasarkan fungsi penggunaannya.

Tidak semua rumah tradisional mempunyai fungsi yang sama.

Melainkan harus dibedakan agar masyarakat tidak menggunakannya secara sembarangan.

Dibawah ini adalah macam-macam dari rumah nuwo sesat dari Lampung.

1. Selai Balai Agung
gambar Selai Balai Agung
sumber : https://polarumah.com/

Bangunan Selai Balai Agung adalah tempat pertemuan adat oleh para penyimpang adat atau rakyat Lampung menyebutnya purwatin.

Ruangan ini lah yang menjadi tempat para purwatin melakukan musyawarah.

Akses memasuki ruangan tersebut harus melewati tangga ata jambat agung yang sering disebut lorong agung.

Diatasnya ada tiga payung yang melambangkan satu kesatuan masyarakat di Lampung.

Payung di atas jambat lorong ada tiga warna berbeda yaitu merah,kuning dan putih.

Macam-macam warna payung juga memiliki makna tersendiri.

Seperti warna merah jadi lambang tingkatan suku di Provinsi Lampung. Warna kuning yang mengartikan tingkat kampung.

Sedangkan warna putih melambangkan tingkatan marga yang dipunyai.

Tak berhenti sampai disitu ada juga lambang burung Garuda yang dipercayai sebagai kendaraan Dewa Wisnu.

Tapi saat ini lambang garuda tersebut beralih fungsinya.

Sebagai tempat duduk bagi pengantin yang melaksanakan acara pernikahan dalam adat suku Lampung.

2. Nuwo Balak
Rumah Adat Pepadun Nuwo Sesat Rumah Adat Lampung
sumber : https://triplampungku.blogspot.com/

Kepala suku atau penyimpang adat di Lampung punya rumah khusus yang jadi bagian dari rumah nuwo sesat yang diberi nama nuwo balak.

Rumah ini memiliki ukuran yang cukup besar yaitu 30×15 meter.

Nuwo balak dilengkapi dengan sebuah beranda untuk menerima tamu atau sekedar bersantai.

Pada bagian serambi nuwo balak tidak memiliki dinding yang bagian depannya ada tangga untuk turun ke tanah.

Tepat di samping tangga ada tempat yang disebut garang hadap untuk mencuci kaki sebelum memasuki rumah agar rumah tidak kotor.

Bangunan nuwo balak dibagi lagi menjadi beberapa ruangan.

Dua ruangan untuk pertemuan, delapan kamar tidur dan ada kamar khusus untuk istri kepala adat atau istri penyimpang adat.

Ada juga ruangan untuk keluarga kepala adat berkumpul.

Bagian dapurnya terpisah dengan rumah utama yang dihubungkan sebuah jembatan yang diatapi dari ijuk enau.

Bentuknya melintang seperti perahu terbalik.

3. Nuwo Lunik

Jika nuwo balak adalah rumah besar maka nuwo lunik kebalikannya.

Nuwo lunik artinya rumah kecil yang digunakan rakyat biasa.

Nuwo lunik tidak memiliki beranda, hanya ada serambi dengan tangga di bagian pintu masuk yang mengarah langsung ke tanah.

Karena ukuran nuwo lunik kecil maka bentuknya pun cukup sederhana.

Dengan beberapa kamar tidur dan dapur yang bersatu dengan bangunan utama.

Namun, bentuk atapnya lebih bervariasi.

Ada yang berbentuk seperti lima dan ada juga mirip seperti perahu terbalik.

2. Lamban Pesagi

gambar Lamban Pesagi Rumah Adat Lampung
sumber ; https://kumparan.com/

Masyarakat adat di Lampung punya perkampungan khusus yang sarat dengan beragam makna dan simbol.

Salah satunya di Desa Kenali, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, tepatnya di daerah Gunung Pesagi.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang telah menetapkan rumah adat Lamban Pesagi sebagai salah satu rumah adat dari Lampung berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1992, Nomor Inventaris: 397.04.06.05 Tahun 1992.

a. Arsitektur Bangunan Lamban Pesagi 

Lamban pesagi dibangun berdasarkan kearifan setempat yang lokasi asalnya yang berada di daerah dingin juga mempengaruhi arsitekturnya.

Bentuk rumah lamban pesagi yaitu rumah panggung dengan atap yang berbentuk pelana sebagai perisai memiliki teritis panjang.

Teritis seperti kanopi untuk pintu masuk utama.

Uniknya posisi dinding agak menjorok keluar yang akan ditopang balok-balok.

Semua dinding rumah tertutup untuk menghindari udara dingin tapi terdapat beberapa jendela-jendela kecil.

Tiang-tiang rumah berdiri diatas pondasi umpak berbentuk persegi.

Sedangkan kolong rumah kadang digunakan sebagai gudang ataupun kandang ternak.

Bangunan rumah Lamban Pesagi punya macam-macam ruangan.

Ruangan tersebut yaitu :

1. Lawang Kuri yang berfungsi sebagai gapura

2. Pusiban adalah ruangan untuk tamu melaporkan kedatangannya

3. Ijan Geladak adalah akses tangga untuk naik ke rumah

4. Anjung-Anjungan yaitu ruangan atau serambi depan sebagai tempat untuk menerima kedatangan tamu

5. Serambi Tengah yaitu tempat duduk khusus untuk anggota kerabat pria

6. Lapang Agung yaitu tempat duduk khusus kerabat wanita untuk berkumpul dan bercengkrama

7. Kebik Temen atau Kebik Kerumpu yaitu kamar tidur untuk anak tertua atau penyimpang bumi

8. Kebik Rangek adalah kamar tidur untuk anak kedua atau penyimbang ratu

9. Kebik Tengah adalah kamar tidur untuk anak ketiga atau penyimbang batin

b. Ciri Khas dan Keunikan

Rumah adat dari Lampung Barat mempunya nama yang cukup unik.

Lamban pesagi yaitu kata lamban yang berarti rumah dan pesagi berarti persegi, karena dengan berbentuk persegi.

Konon rumah Lamban Pesagi mempunyai arsitektur yang tahan gempa.

Pada tahun 1994 silam, pernah terjadi gempa di Lampung Barat.

Dan rumah-rumah lamban pesagi berdiri dengan kokohnya.

Diperkirakan rumah tradisional dari Lampung Barat ini, telah berumur lebih dari 200 tahun karena telah 4-5 generasi yang tinggal di rumah tersebut.

Hal ini diyakini saat pihal dari Museum Negeri Lampung melakukan penelitian dan peninjauan.

c. Filosofi

Pembangunan rumah adat Lamban Pesagi sarat dengan makna dan filosofi mendalam.

Tak hanya itu pembangunannya juga didasarkan dengan perhitungan yang matang berdasarkan peninjauan dari kondisi geografis asalnya.

Rumah panggung dengan nama Lamban Pesagi memiliki banyak unsur, antara lain :

1. Tihang duduk yaitu tiang dengan tinggi sekitar satu hingga satu setengah meter yang berguna untuk menyangga rumah.

Tihang duduk akan disangga dengan tiga batu gepeng, yang difungsikan sebagai penahan gempa.

Tiang tersebut selalu berjumlah ganjil yang melambangkan Yang Maha Kuasa akan selalu diingat kepada yang satu.

2. Ada tiga batu yang ukurannya masing-masing 30 x 20 cm yang berguna untuk menyangga tiang kayu yang tingginya 45 cm dan lingkaran 130 cm, tinggi 90 cm, lebar bawah 23 cm, lebar atas 30 cm

3. Kolong rumah disebut dengan bah lamban,dulu bertujuan untuk menghindari serangan hewan buas

4. Atung adalah kayu panjang berjumlah 4 yang disangga tihang duduk .

Dengan panjang 2,65 m dan lingkaran kayu 45 cm

5. Uwongan yaitu kayu penyangga berjumlah 5 buah, posisinya ke depan dan ke belakang yang rapat dengan lantai rumah.

Panjangnya 9,4 m dan lingkar kayu 87 cm

6. Balok kayu penyangga dinding samping yang berjumlah 2 dengan panjang 11,20 m, lebar 24 cm dan 17 cm.

3. Lamban Balak

gambar Lamban Balak Rumah Adat Lampung
sumber : http://www.cindriyanto.com/

Rumah adat dari daerah Lampung berikutnya yaitu Lamban Balak.

Rumah tradisional dari suku Sabaitan yang tinggal disekitar pesisir Lampung bagian selatan, timur dan barat.

Bangunan lamban balak memiliki persamaan arsitektur dengan Nuwo Balak yaitu rumah panggung.

Dengan semua materialnya dibuat dari kayu dan papan sebagai lantai.

Kerangka dan dindingnya juga dari kayu papan.

Bagian rumah adat Lamban Balak ini dari beberapa bagian.

Berikut bagian dan pengertiannya :

1.Jan atau tangga untuk akses ke rumah

2. Lepau atau Bekhanda yaitu ruangan terbuka atau teras

3. Lapang Luakh adalah ruang musyawarah adat dan ruang tamu

4. Lapang Lom adalah ruangan keluarga

5. Bilik Kebik yaitu kamar untuk anak pertama

6. Tebelatakh adalah kamar tidur untuk anak kedua

7. Sekhudu yaitu ruangan tempat ibu-ibu berkumpul yang terletak dibelakang rumah

8. Panggar yaitu loteng untuk menyimpan barang-barang atau benda-benda pusaka pada jaman dulu

9. Dapokh atau dapur yang terpisah dengan bangunan utama terletak di belakang

10. Gakhang yaitu ruangan khusus untuk mencuci piring

11. Bah Lamban atau kolong rumah yang digunakan untuk menyimpan hasil panen

Di atas adalah semua pembahasan rumah adat di Lampung dengan keterangan dan penjelasannya.

Walaupun desain rumah saat ini telah banyak dipengaruhi desain modern, di Lampung masih ada perkampungan yang terkenal dengan rumah adatnya.

Yaitu kawasan Kampung Wana Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur dan kawasan wisata Rumah Adat Nuwo Sesat Olok Gading berada di Kampung Negeri Olok Gading Teluk Betung, Bandar Lampung.

Rumah adat di Lampung adalah bukti kearifan rakyat di Indonesia.

Jika berkunjung ke Lampung haruslah mengabadikan beberapa foto rumah adatnya yang beragam.

Selain itu, jangan lupa pelajari seni tari dari Lampung, yaitu tari Melinting dan juga tari Sembah.

Patutlah bagi semua masyarakat di Indonesia wajib menjaga budaya dari warisan nenek moyang agar dapat dinikmati semua bangsa.

Atlanditor Indiron Tana

Dia dhuit! Hallo dalam bahasa Indonesia. Saya senang menulis apa saja yang saya sukai. Serta membaca novel dengan berbagai genre

Update : [modified_date] - Published : [publish_date]

Tinggalkan komentar