Joanda Kevin content writer

Pakaian Adat Bangka Belitung

5 min read

ilustrasi pakaian adat bangka belitung

Kalau kamu mendengar kata Bangka Belitung apa hal yang pertama kali muncul dalam benakmu?

Hampir dapat dipastikan kamu pasti langsung terpikirkan dengan film Laskar Pelangi, bukan?

Nah, tahukah kamu bahwa apabila kita menjelajah lebih dalam provinsi ini, kita akan mengetahui bahwa Bangka Belitung tidak hanya soal Laskar Pelangi ataupun barisan pantainya yang indah.

Namun juga kebudayaannya yang kaya dan sangat menarik untuk diketahui bersama, yang salah satunya adalah pakaian adat.

Nah, lalu pertanyaannya, apa nama pakaian adat Bangka Belitung?

Atau bahkan mungkin ada yang penasaran, apa bedanya dengan pakaian adat khas Provinsi Sumatera Selatan, seperti aesan gede, karena dulu Bangka Belitung bagian dari Sumatera Selatan?

Mengenal Pakaian Adat Bangka Belitung

ilustrasi pakaian adat bangka belitung seting
Sumber: https://beritabangka.wordpress.com

Salah satu bentuk kebudayaan dari masyarakat Bangka Belitung adalah pakaian adat Seting.

Untuk lebih lengkapnya, yuk, langsung menuju pembahasan di bawah yang juga dilengkapi dengan foto, gambar, beserta penjelasannya!

1. Sejarah

Menurut berbagai sumber, termasuk dari wikipedia dan brainly, Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari 470 pulau dengan 50 diantaranya masih belum berpenghuni.

Penduduk asli Kepulauan Bangka Belitung berasal dari Suku Sekak.

Orang-orang Suku Sekak merupakan bagian atau rumpun dari bangsa Melayu yang biasanya menetap di pesisir-pesisir pantai Bangka Belitung.

Namun, selain orang Melayu, di daerah Bangka Belitung juga ada kelompok masyarakat yang merupakan keturunan etnis China.

Terlepas dari kondisi demografinya, secara geografis posisi Bangka Belitung sangat strategis untuk perdagangan, baik sebagai tempat jual beli maupun transit kapal-kapal saudagar.

Sehingga, akulturasi budaya di Bangka Belitung sangat mudah terjadi.

Pada suatu masa, daerah yang mayoritas dihuni oleh masyarakat rumpun melayu ini kedatangan saudagar yang berasal dari Arab.

Selain berdagang, ia juga bertujuan untuk melakukan syiar Islam.

Dalam prosesnya, ia kemudian menikah dengan seorang perempuan dari etnis China yang tinggal di daerah Mentok, Kepulauan Bangka Belitung.

Baca juga:   Pakaian Adat Madura

Selama acara pernikahan berlangsung, masing-masing mempelai menggunakan pakaian adat masing-masing.

Hal ini semakin populer di kalangan masyarakat Bangka Belitung setelah banyak pernikahan beda budaya.

Dalam perkembangannya, masyarakat membuat pakaian adat Seting yang memadukan unsur Arab, China, dan Melayu.

2. Jenis Pakaian Adat Seting

Berdasarkan jenis kelamin, pakaian adat Seting terbagi menjadi dua macam, yaitu pakaian adat Seting untuk pengantin wanita dan pengantin pria.

Lebih detailnya, mari kita simak penjelasan di bawah!

a. Pakaian Adat Seting Untuk Perempuan (Kain Cual)

ilustrasi pakaian adat bangka belitung wanita
Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Biasanya pakaian adat Seting digunakan oleh pengantin wanita saat upacara pernikahan.

Secara fisik, bentuk pakaian ini berupa baju kurung berwarna merah yang terbuat dari kain sutra atau beludru.

Penggunaan Baju Seting atau Baju Ceting oleh perempuan dilengkapi dengan Kain Cual pada bagian bawah.

ilustrasi kaun cual pakaian adat bangka belitung
Sumber: https://bangka.tribunnews.com

Kain Cual merupakan kain khas Bangka Belitung yang dipercaya sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Menurut sejarah, kain Cual ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang pendiri toko kain bernama Cual Ishadi yang tinggal di Pangkal Pinang.

Penggunaan kain cual ini secara cukup pesat berkembang di wilayah Muntok pada abad ke-17.

Dahulu kala, kain Cual hanya boleh digunakan oleh kerabat kerajaan, sehingga sering dianggap pula sebagai simbol status sosial.

Namun seiring perkembangan waktu, kain Cual boleh digunakan oleh masyarakat biasa.

Dalam praktiknya, kain Cual biasa digunakan dalam acara khusus, seperti upacara perkawinan dan perayaan hari besar Islam.

Bahkan, kini kain Cual juga dapat digunakan untuk seragam kantor dan sekolah.

Secara fisik, kain Cual yang disebut juga kain besusur dan kain lasem ini memiliki bentuk yang mirip dengan kain songket dari Sumatera Selatan.

Namun yang membedakan adalah motif-motif yang terdapat di kainnya dan juga mempunyai tiga pembagian lembaran: kepada, badan, dan kaki.

Kain yang disebut juga dengan istilah Limar Muntok ini dibuat dapat dibuat dengan bahan yang beragam, seperti sutra, katun, polyster, serat kayu, hingga benang emas.

Keunikan lain yang dimiliki oleh kain ini yaitu cara membuatnya yang memadukan teknik sungkit dan ikat.

Selain itu, dalam pemberian warna kain Cual menggunakan tiga teknik khusus, yaitu pencelupan pengikatan, dan pemaletan.

Teknik ini pula yang membuat kain Cual ini memiliki dua kaidah penyusunan motif berbeda: motif pengantin bekecak (corak penuh) dan jande bekecak (motif ruang kosong).

Lalu, apa saja macam-macam motif kain Cual?

Baca juga:   Pakaian Adat Lampung
ilustrasi beragam motif kain cual pakaian adat bangka belitung
Sumber: https://www.genpi.co

Berdasarkan golongannya, kain Cual ini dapat terbagi menjadi dua macam:

· Motif tradisional

Pertama yaitu motif tradisional, dimana motif ini sudah berkembang dalam waktu yang cukup lama.

Bentuk motif tradisional ini biasanya terinspirasi dari alam sekitar.

Konsep yang diusung tidak sembarangan karena selain indah, motif yang dibuat juga harus mewakili nilai-nilai adat Melayu.

· Motif Baru

Kedua yaitu motif baru, dimana motif ini merepresentasikan unsur-unsur keterbukaan budaya melayu dengan alam sekitar serta bentuk motif yang menyesuaikan dengan perkembangan lingkungan setempat.

Nah, berikut adalah beberapa bentuk motif yang biasa digunakan untuk kain Cual dengan masing-masing ciri khas yang dimiliki dengan penjelasan singkat beserta gambarnya:

· Motif Flora (Tumbuhan)
ilustrasi kain cual motif tumbuhan pakaian adat bangka belitung
Sumber: https://batikbangka.files.wordpress.com

a. Motif bunga : melati, bakung, kundur, cengkeh, hutan, dll

b. Motif kuntum : merekah, serangkai, setanding, kembar, dll

c. Motif daun : sirih, keladi, sirih pengantin, sirih sekawan, dll

d. Motif buah : mengkudu, kesemek, anggur, delima, dll

e. Motif akar : bergelut, melilit, berjuntai, berpilin, kaluk paku, dll

· Motif Fauna (Hewan)
gambar kain cual motif hewan pakaian adat bangka belitung
Sumber: https://tokobangka.files.wordpress.com

a. Motif unggas : burung kurai, ayam bersabung, burung merak, dll

b. Motif hewan melata : ular tidur, naga berjuang, ular melingkar, dll

c. Motif hewan buas : harimau jantan dan singa

d. Motif serangga : lebah, belalang rusa, kupu-kupu sepasang, dll

e. Motif hewan air : ikan sekawan, ubur-ubur, siangkak hanyut, dll

· Motif Benda Angkasa

Motif ini terdiri dari berbagai bentuk benda angkasa, seperti bulan sabit, bulan temaram, bulan penuh, bintang-bintang, bintang bersusun, bintang zima, bintang tujuh, bintang bertabur, matahari pagi, dan lain sebagainya.

· Motif Dari Bentuk Suatu Benda
ilustrasi kain cual motif benda pakaian adat bangka belitung
Sumber: https://batikbangka.wordpress.com

Beberapa benda yang dijadikan sebagai motif kain Cual adalah bentuk geometris (segi empat, segi lima, segi enam, bulat penuh, bujur telur, lengkung, dll), wajik, dan juga gajah mada.

· Motif Kaligrafi

Motif ini terinspirasi dari kaligrafi huruf Arab dan sebagian besar bentuk mengambil dari ayat suci Al-Quran.

b. Pakaian Adat Seting Untuk Laki-Laki

ilustrasi pakaian adat bangka belitung pria
Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id

Apabila pengantin perempuan menggunakan baju tradisional Seting model kurung, pengantin pria menggunakan baju tradisional model jubah panjang berwarna merah.

Secara fisik, bentuk pakaian ini terpengaruh dari budaya Arab dan China.

Di samping itu, bagian bawah baju ini dilengkapi dengan celana panjang biasa dengan warna kain merah.

3. Aksesoris

ilustrasi aksesoris pakaian adat bangka belitung perempuan
Sumber: https://www.adatindonesia.org

Untuk wanita, penggunaan pakaian adat Seting dilengkapi dengan berbagai aksesoris.

Mulai dari bagian kepala yang ditutup dengan mahkota bernama paksian yang berhiaskan berbagai ornamen khusus seperti salah satunya berbentuk bunga teratai.

Selain mahkota, rambut pada perempuan juga dipasang tutup sanggul atau kembang hong.

Selain itu, pada bagian telinga juga dihiasi dengan aksesoris berupa anting panjang dan juga hiasan pada daun telinga bernama sepit udang.

Kemudian bagian badan, khususnya dada, dihiasi dengan ronce melati, kembang goyang, kuntum cempaka, daun bambu, pagar tenggalung, kembang cempaka, dan juga sari bulan.

Pinggang pada pengantin perempuan juga dipasangkan ikat pinggang yang dilengkapi dengan gelang pending.

Untuk alas kakinya, pengantin perempuan memakai alas kaki khas daerah Bangka Belitung yang disebut dengan pending selop.

Ciri-ciri alas kaki yang mempunyai nama lain sandal Arab ini berupa ujung yang lancip menyerupai perahu.

ilustrasi aksesoris pakaian adat bangka belitung laki-laki (kiri)
Sumber: https://bajuadatradisional.blogspot.com

Sedangkan untuk pria, pada bagian kepala ditutup dengan aksesoris berupa sorban atau sungkon.

Pemakaian baju adat ini dilengkapi dengan selempang atau selendang yang diletakkan pada bahu sebelah kanan dengan warna yang disesuaikan dengan warna baju yang dikenakan.

Pernak-pernik dengan berbagai motif juga diletakkan di bagian atas dan bawah pakaian adat untuk laki-laki khas Bangka Belitung, yang modelnya disesuaikan dengan pengantin wanita.

Seperti halnya dengan perempuan, alas kaki pria juga menggunakan pending selop namun dengan desain khusus untuk kaki pria.

4. Filosofi Kain Cual

ilustrasi filosofi kain cual pakaian adat bangka belitung
Sumber: https://www.boleh.id

Tidak hanya indah, bentuk motif kain Cual juga mengandung banyak filosofi.

Berikut penjelasan lengkapnya!

· Nilai Ketakwaan Kepada Allah

Filosofi ini diwakili dengan motif bentuk bulan sabit dan bintang-bintang.

· Nilai Kerukunan

Filosofi ini diwakili dengan motif bentuk kembang setaman dan juga akar berpilin.

· Nilai Kearifan

Filosofi ini diwakili dengan motif bentuk burung serindit.

· Nilai Kesuburan

Filosofi ini diwakili dengan motif bentuk pucuk rebung beserta variasinya.

· Nilai Kepahlawanan

Filosofi ini diwakili dengan motif bentuk naga bertangkup, naga berjuang, ayam jantan, dan garuda menyambar.

· Nilai Kesucian dan Kasih Sayang

Filosofi ini diwakili dengan motif bentuk bunga sekuntum, bunga bakung, bunga mentimun, bunga cengkih, bunga kundur, kuntum berjurai, serta kuntum setaman.

· Nilai Tahu Diri

Filosofi ini diwakili dengan motif bentuk bulan penuh serta paluk pakis beserta variasinya.

· Nilai Rasa Tanggung Jawab

Filosofi ini diwakili dengan motif bentuk akar berjalin dan siku keluang.

Demikian penjelasan tentang pakaian adat khas Provinsi Bangka Belitung.

Semoga dengan artikel ini bisa menambah wawasan kamu tentang budaya Indonesia dan menambah rasa cinta tanah air untuk melestarikan dan menghormati kebudayaan yang ada di Indonesia.

Joanda Kevin content writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *