Sejarah Kerajaan Romawi (KISAH, PERANG, PENINGGALAN, RUNTUH)

Kerajaan Romawi didirikan oleh Romulus. Kerajaan ini berada pada wilayah yang subur di Bukit Palatine. Kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat Romawi merupakan perpaduan antara budaya Yunani, Syria, dan Etruscan. Sementara kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Romawi mengalami beberapa kali pergeseran dari animisme, politeisme, monotheisme, hingga pada tahun 378 Masehi, Katolik mulai meyebar di Roma untuk kemudian menjadi pusat peradabannya. Kepemimpinan Romawi dimulai dari bentuk monarki hingga kekaisaran. Kerajaan Romawi mencapai puncak kejayaan saat menerapkan sistem pemerintahan berbentuk republik.

Berikut sejarah lengkap Kerajaan Romawi yang pernah tercatat sebagai imperium terbesar dalam sejarah.

Sejarah Kerajaan Romawi

film kerajaan romawi gladiator
Sumber : http://updatesejarah.com

a. Latar Belakang

Berdasarkan sejarah, kerajaan Romawi diawali dari sebuah pemukiman yang berlokasi di sekitar Bukit Palatine, Italia Tengah.

Konon, daerah tersebut terkenal akan kesuburan wilayahnya dan perbukitan yang dapat menjadi tempat perlindungan alias tempat pertahanan.

Pendiri pertama kerajaan Romawi adalah Romulus.

Dalam mitologi, kedua pemuda ini, Romulus dan Remus digambarkan sebagai anak buangan.

Tak banyak diketahui bagaimana awalan dari terbentuknya kerajaan Romawi ini, karena catatan sejarah mengenai hal tersebut sudah dibumihanguskan tatkala bangsa Galia menyerang Roma.

Namun, di bawah kepemimpinan Romulus sebagai raja pertama, kerajaan Romawi mulai menunjukkan eksistensinya.

b. Masyarakat Romawi

film kerajaan romawi 2018
Sumber : http://updatesejarah.com

Secara administratif masyarakat Romawi terdiri dari bangsa Latin dan Sabin.

Mereka dijuluki sebagai masyarakat agrikultur – militer, yakni bangsa petani yang gemar untuk melakukan ekspansi di sekitar Laut tengah, di abgian Eopa Utara dan juga Barat.

Pun, ekspansi diperluas lagi sampai wilayah Asia dan Afrika.

Penduduk asli Romawi menetap di Italia bagian utara, lebih tepatnya berlokasi di sekitar Danau Maggiore.

Mata pencaharian mereka didapatkan dengan cara bertani, berburu maupun dari hasil tangkapan ikan di semenanjung sskitar wilayah Romawi.

Jenis keluarga pada masa Kekaisaran Romawi cukup beragam.

Selain itu, bangsa ini juga mempunyai karakter disiplin dan ambisius yang tinggi pada kekayaan serta penguasaan terhadap bangsa lain.

Beberapa masyarakat dari bangsa lain memberikan apresiasi penuh kepada bangsa Romawi dikarenakan sistem yang baik dalam menerapkan persamaan antara kedudukan pria dan wanita.

Namun sayangnya,terdapat hierarki sosial yang tumpang tindih dan sangat beragam dimana tidak dapat dijelaskan secara gamblang dengan konsep kelas di zaman modern ini.

c. Budaya Romawi

kerajaan romawi barat dan timur
Sumber : http://updatesejarah.com

Kebudayaan Romawi dibentuk berdasarkan elemen – elemen yang diambil dari kebudayaan Yunani, Syria dan Etruscan.

Para penduduk asli Romawi dikenal sangat suka berperang sehingga memiliki sikap dan karakter yang kuat.

d. Kepercayaan Romawi

kerajaan romawi adalah kerajaan
http://wikipedia.org

Di periode awal, bangsa Romawi memiliki keyakinan penuh terhadap kekuatan roh alias animisme.

Berbagai kekuatan roh yang ada lebih berkaitan dengan rumah tangga, diantaranya Leres diakui sebagai roh penjaga ladang.

Kemudian ada Penates sebagai roh penjaga gudang dan Janus diakui sebagai penjaga pintu sebuah rumah.

Lalu, Vesta dianggap sebagai penjaga api dan Lares Familiaris diakui sebagai penjaga api.

Namun seiring dengan masuknya kebudayaan Yunani dan Etrusci, kepercayaan bangsa Romawi berubah menjadi politeisme, dimana dewa – dewa berwujud dalam bentuk manusia.

Hal ini berlanjut manakala Julius Caesar diakui sebagai dewa.

Dewa yang diakui oleh bangsa Romawi serupa dengan dewa dari bangsa Yunani.

Misalnya, dewa Yupiter sebagai dewa tertinggi.

Kemudian, dewa Mars dianggap sebagai dewa perang dan Venus sebagai dewa kecantikan.

Lalu ada dewa Neptunus sebagai dewa laut dan masih banyak dewa – dewa yang lainnya.

Kepercayaan ini akhirnya berubah menjadi monotheisme sebagai dampak dari penyebaran agama Kristen yang dibawa oleh Santo Petrus maupun Paulus ke Eropa.

Pada tahun 378 – 395 Masehi agama Kristen mulai diadopsi oleh Theodosis. Di masanya, Roma menjadi pusat tersebarnya agama Katolik.

e. Penaklukan Kristen terhadap Romawi Kuno

kerajaan romawi bizantium
Sumber : http://hariansejarah.id

Agama Kristen mulai berkembang di penduduk Romawi pada abad ke – XXXV M.

Teknik penyebaran agama kristen sendiri dengan membuat tobat para penduduk yang belum percaya terhadap agama ini.

Pada awalnya, tak begitu banyak masyarakat yang memeluk agama ini, sehingga pada masa itu masyarakat Romawi tak sepenuhnya menolak.

Namun, ketika dirasa agama kristen mulai diyakini sebagian besar masyarakat, akhirnya pemerintahan Romawi sebelumnya merasakan kekhawatiran yang hebat.

Atas dasar inilah, berbagai penyiksaan dilakukan oleh orang Romawi terhadap pemeluk agama Kristen.

Beruntungnya, kondisi penyiksaan tersebut tak berlangsung lama.

Setelah datangnya Constantinus, para pemeluk agama Kristen merasa terselamatkan dan terlindungi dari kehancuran.

Lokasi, Letak geografis dan Batas Wilayah

film kerajaan romawi subtitle indonesia
Sumber : http://updatesejarah.com

Kekaisaran Romawi merupakan imperium terbesar dalam catatan sejarah, menjadi lawan sebanding dari imperium Persia.

Wilayah kekuasaannya sendiri meliputi seluruh Eropa hingga Afrika Utara sekaligus Timur Tengah.

Bahkan, dalam bahasa Latin, Kekaisaran Romawi digelari dengan imperium fine (kekaisaran tanpa ujung) dimana bermakna bahwasannya kekaisaran tidak dibatasi oleh ruang maupun waktu.

Hal ini juga digambarkan oleh Vergil, dalam puisinya yang epik, bahwa tidak terbatasnya kekuasaan kekaisaran ini merupakan sebuah anugerah dari dewa Jupiter.

Di masa pemerintahan Augustus, wilayah Romawi mulai dikenalkan menjadi sebuah peta dunia yang dikenal dengan Res Gestae.

Hal ini sebanding dengan karya Geographica, dikarang oleh Penulis Yunani, Strabo, sebagai karya paling komprehensif yang bisa diselamatkan dari zaman kuno..

Ketika Augustus wafat, karya ini masih dijadikan sebagai pedoman dalam pengkajian beberapa tempat yang ada dalam Kekaisaran.

Pada dasarnya, geografi dan sensus maupun catatan – catatan tertulis merupakan hal yang diutamakan dalam catatan administrasi Kekaisaran Romawi.

Kepemimpinan Raja Romawi

Dalam sejarah, dikisahkan bahwa kepemimpinan Romawi terbentuk mulai dari yang periode bersifat monarki sampai dengan Republik (Kekaisaran).

Pendiri pertama kerajaan Romawi adalah Romulus.

Di masa kepemimpinannya, Romulus memberikan hak kepada semua laki – laki dari kalangan manapun untuk datang ke Roma menjadi rakyatnya.

Karena rakyatnya semua adalah laki – laki, maka Romulus melakukan penculikan besar – besaran terhadap wanita Sabin sehingga menyebabkan kerajaan Sabin melakukan perlawanan.

Hasil dari kesepakatan setelah peperangan dengan kerajaan Sabin, Romulus bersepakat untuk melakukan bagi gelar dengan Titu Tatius, Raja Sabin.

Selain itu ia juga berperang dengan kerajaan Fidenate dan Veii.

Ia juga melakukan pembentukan senat dengan memilih 100 bangsawan untuk menjadi penasehat raja.

Romulus meninggal pada usia 54 tahun dan dijuluki sebagai Quirinus yang bermakna dewa perang.

Numa Pompilius

Setelaah Romulus wafat, di kerajaan Romawi mengalami masa interregnum dalam waktu setahun, masa untuk memilih 10 orang senat untuk menjadi interrex.

Kemudian senat memilih seorang dari kaum Sabin, Numa Pompilius untuk menggantikan Romulus karena dia dianggap teguh terhadap agamanya dan berlaku adil.

Terbukti, di masa pemerintahannya, kerajaan Romawi diwarnai dengan adanya perdamaian dan reformasi agama.

Pun, ia juga membuat pengaturan terhadap wilayah Roma menjadi distrik – distrik agar administrasi menjadi lebih baik dan membuat sarikat dagang.

Numa memerintah kerajaan Romawi kurang lebih selama 43 tahun.

Tullus Hostilius

Berbeda dengan Numa, Tulus lebih berkosentrasi pada peperangan dibanding urusan keagamaan.

Di masa pemerintahannya, Romawi membumihanguskan wilayah kerajaan Alba Longa dan mengambil seluruh rakyatnya.

Namun sayang, dikisahkan dalam suatu cerita, Tullus terlalu mengabaikan para dewa hingga berdampak jatuh sakit.

Tullus memerintah Roma selama 31 tahun.

Ancus Marcius

Ancus Marcius adalah cucu dari Numa Pompilius.

Masa pemerintahannya hampir sama dengan Numa, lebih condong pada perdamaian.

Bahkan dia melakukan kesepakatan dengan berbagai kerajaan.

Dia juga banyak membangun infrastruktur seperti penjara maupun pabrik bahkan jembatan pertama.

Ia memerintah selama 25 tahun dan menjadi akhir bagi kepemimpinan raja Latin – Sabin di Roma.

Kemudian ia digantikan oleh Tarquinius Priscus yang merupakan keturunan Etruska.

Setelahnya, ia digantikan oleh menantunya. Kemudian, ia meninggal karena dibunuh oleh putrinya dan menantunya untuk merebut tahta kerajaan.

Secara otomatis, menantunya, Tarquinius Superbus menjadi raja terakhir dari keturunan Etruska dan mengawali pembentukan Republik.

A. Periode Awal Kekaisaran Romawi

kerajaan romawi terletak di semenanjung brainly
Sumber: http:// wikipedia.org

Setelah berakhir masa monarki, Romawi kembali bangkit dengan sistem pemerintahan yang baru yakni sistem Republik yang diprakarsai oleh kaum patricia (kaum penguasa).

Periode awal kekaisaran ditandai dengan Augustus Caesar sebagai Kaisar pertama bersama anaknya Gaius Julius caesar.

Di masa pemerintahannya, Romawi mengalami masa kejayaan dan berhasil menaklukkan seluruh Eropa.

B. Dinasti Yulius – Claudis (27 – 54 M)

Setelah berakhirnya kepemimpinan Julius Caesar, tampuk kepemimpinan Romawi diserahkan kepada Octavianus Augustus.

Octavianus adalah kaisar pertama yang dipilih oleh senat.

Setelah masa kepemimpinannya berakhir, ia digantikan oleh Tiberius, menantunya.

Kemudian, setelah Tiberius, ia digantikan oleh Caligun alias Caligula.

Sayangnya, tak seperti pendahulunya, Banyak masyarakat yang menganggapnya gila.

Dikarenakan Caligula lebih memilih kudanya untuk ditempatkan di posisi Konsul.

Setelah masa Caligula berakhir, terpilihlah Claudius.

Di masa pemerintahannya, ia mampu menaklukkan Inggris Selatan di bawah kepemimpinan Romawi.

Kemudian, ia digantikan oleh Nero. Kaisar Nero sangat terkenal bukan karena kebaikannya.

Melainkan karena pengaruh dari kebengisan dan kekejamannya berdampak buruk pada kondisi mental masyarakat Romawi.

Ia pun telah membunuh keluarganya juga bahkan sampai memfitnah orang Kristen yang membakar Roma.

Padahal, ia sendiri yang telah membakarnya.

C. Dinasti Tahun Keempat Kaisar (68 – 69 M)

kerajaan romawi dan islam
Sumber : http://wikipedia.org-nero

Setelah kaisar Nero bunuh diri, kekaisaran Romawi berpindah tangan pada Galba, yang dulunya menjabat sebagai gubernur Suria.

Ia juga merupakan alasan atas kekalahan Nero dalam melawan pemberontakan yang dilakukan olehnya.

Setelah dipimpin oleh Galba, kekaisaran berpindah tangan ke Otho kemudian ke Vitellius.

Kepemimpinan yang terakhir dari Tahun Keempat Kaisar ini berakhir pada masa Vespasianus.

Di masa ini, Vespasianus mendirikan dinasti baru, yakni dinasti Flavianus.

D. Dinasti Flavianus (69 – 96 M)

Pemimpin pertama dinasti Flavianus adalah Vespasianus.

Di masa ini, Romawi memegang pengaruh penting dari beberapa urusan yakni urusan sosial, politik, dan militer.

Karena pengaruh masalah ini, di masanya terjadi pemberontakan Batavi.

Dalam dinasti Flavianus, beberapa kaisar yang menjadi pemimpin yakni, Titus dan Domitianus.

Titus sendiri dikenal sebagai kaisar yang sudah melakukan penyerangan terhadap Yahudi dan Baitul Maqdis di Jerusalem.

Sementara, Domitianus lebih ingin dianggap sebagai dewa oleh rakyatnya.

E. Lima Kaisar Baik (96 – 180 M)

kerajaan romawi terletak di negara
Sumber : http://wikipedia.com

Setelah kepemimpinan Domitianus berakhir, maka senat segera melakukan pemilihan kaisar baru yang dijatuhkan pada Nerva.

Nerva adalah seorang lelaki tua yang tidak memiliki keturunan.

Tujuan dipilihnya Nerva, supaya tidak terjadi konflik dan perebutan tahta kekuasaan.

Kemudian, Nerva mengadopsi seorang putra yang bernama Trayanus.

Dalam memimpin Romawi, Trayanus mengikuti jejak ayah angkatnya.

Serupa dengan Nerva, Trayanus tidak memiliki seorag putra.

Kemudian ia mengangkat seorang putra yang bernama Hadrianus.

Hadrianus dikenal sebagai kaisar yang memprakarsai pembangunan tembok limes.

Setelah Hadrianus, kepemimpinan Romawi di bawah naungan Antonius Pius, anak angkat Hadrianus.

Antonius diberi gelar Pius dibelakang namanya yang menunjukkan bahwa dia sangat tertarik dalam bidang keagamaan.

Kemudian, setelah masa kepemimpinannya berakhir ia digantikan oleh Marcus Aurelius, keponakannya.

F. Dinasti Antonius (180 – 193 M)

Di masa ini, kaisar Commodus yang dikenal sebagai kaisar yang sakit jiwa di masa pemerintahannya.

Hal ini menyebabkan Kekaisaran Romawi rentan untuk terserang berbagai masalah yang ada, termasuk memicu adanya konflik internal.

G. Dinasti Severanus (193 – 235 M)

Tak banyak yang terekam dalam sejarah tentang kisah para kaisar di masa dinasti Severanus.

Beberapa Kaisar yang pernah memimpin yakni Septimius Severus, Caracalla, Macrinus, Elagabalus, dan Alexander Severus.

H. Krisis Abad Ketiga ( 235 – 284 M)

Masa ini juga disebut sebagai masa krisis kekaisaran.

Terjadi serangan semua serangan, misalnya serangan dari bangsa barbar dan keberlanjutan dari hiperinflasi.

Hal ini menjadikan Romawi hampir mengalami keruntuhan.

Kekacauan ini terjadi manakala dinasti Severanus berakhir.

Di masa pemerintahannya, peraturan mengenai pergantian kekuasaan tidak menemukan kejelasan.

Model pergantian kekuasaan hanya berdasarkan pada keturunan semata itu.

Di masa ini, kekaisaran Romawi dipimpin oleh sebanyak 25 kaisar.

Diantaranya adalah Maximinus Thrax, Gordian I, Pupienus, Decius, Hostilian dan lain – lain.

I. Dominatus (285 – 395 M)

Di masa pemerintahan ini, wilayah kekaisaran Romawi terbagi menjadi dua wilayah, yakni Romawi Barat dan Romawi Timur.

Tujuan awal pembagian kekaisaran Romawi ini untuk menghindari terjadinya kehancuran Romawi.

Pencetusnya adalah Diokletianus. Namun, hal itu tidak berlangsung lama.

Pada saat kaisar Konstantius Karolus meninggal, ia digantikan anaknya, Konstantinus menjadi Augustus.

Hal itu nyatanya mengundang Galerius untuk menjadikan Severus sebagai Augustus juga.

Kondisi ini memicu terjadinya tetrarki (kekuasaan di pemerintahan dibagi atas 4 orang) dalam Kekaisaran Romawi yang terpecah menjadi dua wilayah itu.

Pembagian kekuasaan antar Augustus ini terjadi dalam kurun waktu selama sepuluh tahun.

Namun, terjadi peperangan antara Konstantinus dan Lucious.

Peperangan ini membuat pihak Lucious menjadi kalah.

Sehingga, seluruh kekaisaran Romawi dikuasai oleh Konstantinus.

Ia berpendapat bahwasannya kekaisaran yang hampir mengalami keruntuhan tersebut, perlu untuk dipindahkan.

Akhirnya, ia memilih ibukota baru di Byzantium, kota kuno.

Ia memberikannya nama baru, yakni kota Nova Roma.

Namun, kota ini sekarang lebih dikenal dengan nama Konstantinopel.

Setelah kematian Konstantinus, kepemimpinannya digantikan oleh Theodosius I.

Dikisahkan dalam berbagai literatur sejarah, masa pemerintahan setelah Theodosius menjadi masa akhir dari pemerintahan Romawi.

Sistem Pemerintahan Kerajaan Romawi

Di Romawi, sewaktu masih menjadi sistem kerajaan, terdapat tiga elemen yang penting dalam sistem pemerintahannya, yakni pemerintahan pusat , militer dan pemerintahan provinsi.

1. Pemerintahan Pusat

A. Raja

Pada mulanya, Romawi adalah sebuah kerajaan dengan sistem pemerintahan yang monarki, dimana raja sangat berdaulat penuh dan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi negara.

Berikut beberapa tugas seorang raja yang harus dipikul, antara lain adalah :

Raja bertugas sebagai kepala pemerintahan, sehingga raja mempunyai kekuasaan untuk menegakkan hukum maupun mengelola semua harta milik negara.

Selain itu, seorang raja akan memegang kendali dalam mengawasi semua pekerjaan umum.

Ini menyebabkan imperium besar sekaliber Romawi akan dimiliki seumur hidup oleh sang Raja.

Selain itu, seorang raja tidak dapat diadili dalam sebuah pengadilan.

a. Raja adalah seorang kepala negara.

Seorang raja berperan dalam menjalin ikatan dengan negara lain dan menerima duta besar untuk menstabilkan kondisi politik luar negeri.

Raja adalah seorang pemimpin legislatif yang berperan dalam merumuskan dan mengajukan undang – undang.

Sedangkan di bawah kepemimpinan raja, senat dan majelis curiate sebagai lembaga legislatif hanya memiliki sedikit kekuasaan dan bersifat tidak independen.

Idealnya, hak independen adalah suatu hak untuk saling berkumpul dan membahas tentang urusan negara menurut kehendak mereka.

b. Raja bergelar sebagai panglima tertinggi dalam militer Romawi dan mempunyai andil besar untuk mengatur legiun, memilih seorang pemimpin militer bahkan menyatakan perang dengan musuh.

c. Raja adalah seorang pemimpin keagamaan dalam mewakili keseluruhan Romawi untuk menghadap para dewa serta memegang kendali secara administratif atas agama Romawi.

Masyarakat menggelari Raja dengan sebutan pontifex alias pembangun jembatan.

Sehingga, secara tidak langsung Raja dianggap seperti orang yang sangat religius.

Selain itu, upacara keagamaan dan penetapan kalender Romawi juga disesuaikan oleh Raja.

d. Raja adalah seorang hakim agung untuk memutuskan terkait kasus pidana dan perdata.

B. Senat

Senat bertugas menasehati raja namun tidak bisa mencegah tindakan raja.

Selain itu, Senat juga yang akan melakukan proses pemilihan pada calon kandidat raja setelah raja meninggal.

Namun, seorang raja juga tidak dapat bertindak gegabah dalam menyatakan perang ke negara lain tanpa persetujuan dari Senat dan Majelis Curiate.

2. Militer

Para pasukan Romawi merupakan orang – orang ahli yang bergabung secara sukarela selama 20 tahun dan lima tahun bergabung menjadi pasukan cadangan.

Tugas utama para pasukan Romawi yakni untuk menjaga keberlangsungan Pax Romana.

3. Pemerintahan Provinsi

Di dalam pemerintahan Romawi, wilayah yang sudah ditaklukkan dapat menjadi sebuah provinsi melalui beberapa tahapan yakni, melakukan pencatatan daftar kota – kota memberlakukan sensus penduduk dan melakukan survei lahan.

Setelah sistem Republik lahir, sistem pemerintahan di Romawi membuat lembaga baru di bawah wewenang sang raja. Simak ulasannya di bawah ya!

4. Konsul

Dalam sistem pemerintahan Republik, konsul terbagi atas dua orang.

Konsul dapat dipilih untuk satu periode masa jabatan, dan antar konsul dapat membatalkan konsul lainnya.

Pada mulanya konsul memiliki wewenang seperti raja, kemudian wwewenang ini dikurangi dengan keberadaan hakim – hakim semisal Praetor dan Censor.

5. Diktator

Masa jabatan diktator bersifat terbatas. Diktator berperan penuh dalam bidang masalah sipil dan juga militer.

Pemilihan diktator dilakukan secara bebas.

6. Rex Sacrocum dan Pontifex Mazimus

Rex Sacrocum dan Pontifex Mazimus berperan sebagai puncak pemuka agama secara de jure di sistem pemerintahan Romawi.

Sementara Pontifex Maximmus puncak pemuka agama secara de facto.

Pontifex memiliki wewenang untuk mengangkat dan menunjuk para pejabat keagamaan.

Masa Kejayaan Romawi

berakhirnya kerajaan romawi
Sumber : http://intisarionline.com

Kerajaan Romawi terkenal dengan kehebatan pasukan militernya.

Hal ini mulai terlihat tatkala kerajaan Romawi menapaki sistem pemerintahannya yang baru yakni, Republik.

Sebagian besar sejarawan menyatakan bahwa Romawi menjadi tersohor karena tak pernah kehabisan stok pasukan walaupun acapkali merasakan kekalahan pada anggota lawan.

Selain itu, kota Romawi sangat dikenal karena kemajuan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi pada masa itu.

Peristiwa Bersejarah

1. Perang Punisia/ Punic

Perang ini merupakan bentuk perlawanan Romawi terhadap Kartago di tahun 264 sampai 146 SM dan merupakan perang terbesar di catatan dunia tempo dulu.

Istilah Punisia berasal dari Punici yang berarti Bangsa Fenisia di bahasa Latin.

Tujuannya untuk memperluas wilayah kekuasannya.

Pada mulanya, tidak ada hambatan yang berarti dari penduduk asli.

Namun akhirnya Raja harus berhadapan dengan kerajaan Kartago sehingga tidak memudahkan dalam penaklukan.

2. Pertempuran Actium

Salah satu peristiwa sejarah yang perlu dikenang yakni pertempuran actium.

Pertempuran ini menjadi penanda adanya perang saudara antara sisi Octavianus dan March Antony yang dibantu dengan ratu Cleopatra, kekasihnya.

Perlawanan yang dilakukan Octaviaous berlangsung pada tanggal 2 September 31 SM yang berlokasi di laut Lonia, Actium.

Perang ini dimenangkan oleh pihak Octavianus dengan menghancurkan armada milik Anthony.

Hasil dari kemenangan ini menjadikan Octavianus berpengaruh penuh pada keseluruhan wilayah Romawi sekaligus membunuh Anthony dan kekasihnya.

3. Pertempuran Adrianopel

kerajaan romawi timur diruntuhkan oleh pasukan
Sumber : http://wikipedia
.org

Pertempuran ini juga dikenal dengan nama pertempuran Hadrianopolis.

Pertempuran ini menjadi perlawanan bala tentara Kekaisaran Romawi pada kaum pemberontak yang dipimpin oleh Fritigern.

Para pemberontak juga terdiri dari beberapa orang Tervingi, Alan, Goth dan kaum setempat.

Lokasi pertempurannya berada di sekitar 13 km di Utara wilayah Adrianopel di provinsi Trakia.

Sayangnya, pertempuran dimenangkan oleh pihak kaum pemberontak dan menyebabkan gugurnya Kaisar Valens.

Dalam catatan sejarah, pertempuran ini dianggap sebagai awal pada proses keruntuhannya kekakisaran Roamwi Barat di abad ke – 5.

4. Pudicitia

kerajaan romawi dimana
Sumber : http://pinterest.com

Pudicitia, atau yang bermakna dengan “penjagaan kesucian” sangat berkaitan sekali dengan berkembangnya Romawi sebagai imperium besar.

Peristiwa ini menandai kematian Lucretia yang diperkosa oleh Tarquinius, Kaisar Romawi terakhir.

Pun juga Virginia, yang harus dibunuh oleh ayahnya sendiri hanya sekedar untuk menghilangkan rasa malu sang ayah,

Keruntuhan Romawi

baju kerajaan romawi
Sumber : http ://jejaktapak.com

Dalam peradaban manapun pasti akan pernah mengalami masa kehancuran tak terkecuali kekaisaran Romawi.

Apalagi sebagai imperium besar, Romawi sering kali diserang oleh kekuasaan yang lainnya.

A. Serangan dari Pihak Luar

Misalnya, salah satu faktor yang menyebabkan runtuhnya Romawi adalah serangan dari suku Jerman yang notabene tidak memiliki hubungan yang harmonis.

Bahkan pada tahun 410, Raja Visigoth mampu menguasai Romawi Barat.

Kemudian, terjadi peralihan kekuasaan sehingga Romawi dalam kendali Raja Visigoth.

Disusul kembali dengan serangan dari kaum Vandal terhadap kepemimpinan Raja Visigoth pada tahun 476.

Serangan tersebut diduga oleh sebagian sejarawan yang menandai awal mula keruntuhan Romawi Barat.

B. Kebangkitan Romawi Timur

Selain itu, ternyata adanya kebangkitan Romawi Timur juga menjadi salah satu faktor keruntuhan Romawi.

Awalnya memang hubungan antara Romawi Barat dan Timur terlihat sangat harmonis.

Namun, lambat laun kerap kali terjadi konflik antar dua kekaisaran ini dikarenakan perebutan sumber daya alam dan bantuan militer.

Hal ini menjadi pemicu para musuh untuk menginvansi wilayah Romawi, salah satunya adalah serangan dari kaum barbar.

C. Kekejaman Para Kaisar

Selain serangan dari luar, nyatanya keruntuhan kekaisaran Romawi juga dipengaruhi oleh faktor internal.

Yakni, kekejaman dari para kaisar.

Seperti halnya Kaisar Nero, maupun Kaisar Diocletionus.

Akhirnya, kepercayaan masyarakat terhadap penguasa menjadi lemah.

Bahkan, menjadi pemicu cita – cita para masyarakat yang ingin menegakkan keadilan melakukan pemberontakan.

D. Wabah Penyakit

Selain itu, pada tahun 165, Romawi diserang oleh wabah penyakit yang dahsyat.

Hal ini menyebabkan popularitas di Romawi menjadi berkurang.

Selain itu, pada tahun 180, Kaisar Commodus juga mengidap penyakit jiwa.

Sehingga, secara tidak langsung hal ini turut melemahkan stabilitas politik yang ada dalam negeri.

Peninggalan Romawi

Sebuah imperium besar, pasti meninggalkan beberapa peninggalan bersejarah yang sangat memukau dan mempesona sehingga menarik minat para pengunjung.

Penasaran? Yuk, simak peninggalan kerajaan Romawi yang ada di Aljazair!

1. Timgad

baju kerajaan romawi
Sumber : http://flickr.com

Berlokasi di pegunungan Aures, Timgad menjadi kota tua yang sangat diminati.

Bahkan pada tahun 1982, kota tua ini masuk dalam UNESCO World Heritage Site yang ada di Aljazair.

Walaupun beberapa bangunan sudah tidak utuh lagi, namun masih ada sebagian bangunan yang dapat dinikmati.

2. Djemila

kerajaan romawi terletak di semenanjung brainly
Sumber : http://unusualtraveler.com

Lain halnya dengan Timgad, Djemila merupakan situs peninggalan kerajaan Romawi di wilayah provinsi Setit.

Di Djemila, terdapat Cuicul dengan ketinggian diatas 900 mpdl.

Di tahun yang sama dengan penetapan Timgad, Djemila juga masuk dalam UNESCO WORLD HERITAGE Site.

3. Tipasa

Situs ini berlokasi di sebelah utara Aljazair dan berhadapan langsung dengan laut Meditterrania, kota tua yang sekaligus menjadi ibukota provinsi Tipaza.

pada tahun 2002, situs ini terkategorikan sebagai salah satu cagar Budaya oleh UNESCO.

4. Roman Theater of Gulma

Awal mulanya, Roman theater of Gulma merupakan salah satu peninggalan Romawi yang ada di provinsi Guelma.

Desain bangunan teater ini sangat unik dan antik sekaligus masih terawat.

Hal inilah yang menjadikan pengunjung gemar untuk menjadikan Roman Theater sebagai salah satu spot foto yang ada.

5. Lambaesis

Berlokasi di Tazoukt, tepatnya Provinsi Bathna. Lambaesis sendiri juga terdiri dari beberapa bangunan.

Namun, kondisinya sekarang, beberapa dari bangunan mulai mengalami keruntuhan.

Terdapat beberapa bangunan yang utuh misalnya, adanya barack tentara sekaligus dengan semua pilarnya.

Sampai disini dulu ya pembahasan artikel tentang kerajaan Romawi. Semoga bermanfaat!

Nor Rahma Sukowati

Indonesian/Content Writer - Selasar/ Spread positive things using our writing/ Reading & Traveling

Update : 31 Desember 2020 - Published : 12 Agustus 2020

Tinggalkan komentar