Apa Itu Tari Seblang Banyuwangi? (SEJARAH, CIRI, RITUAL dll)

Tari seblang menjadi salah satu tarian ritual suku Osing yang berasal dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur.

Berbeda dengan tarian tradisional lain yang memiliki gerakan pakem secara turun temurun, tari seblang justru bergerak abstrak karena sang penari dalam keadaan kejiman (kerasukan).

Beberapa nilai yang terkandung dalam ritual tari seblang antara lain terjalinnya keseimbangan dan keharmonisan kehidupan manusia dengan alam, serta manusia dengan manusia lain.

Tari seblang ini menjadi salah satu media untuk mengurai ketegangan maupun konflik karena masyarakat sadar di luar kekuasaannya ada kekuasaan lain yang lebih besar dan harus dihormati.

Tetapi tentu saja ada syarat dan ketentuan yang berlaku mengikuti pelaksanaan ritual tari seblang.

Nah, berikut ini ulasan detailnya!

Sejarah Tari Seblang

tari seblang merupakan tari tradisional suku Osing
mancode.id

Tari seblang merupakan pengertian dari suatu ritual tarian rutin tahunan untuk mendatangkan roh leluhur dengan wadeg perempuan.

Sebele ilang yang memiliki definisi hilangnya kesialan diambil menjadi sebuah akronim dan dijadikan nama tari seblang.

Hilangnya kesialan ini merujuk pada asal mula dimulainya tradisi tari seblang sebagai tolak bala masyarakat suku Osing, Banyuwangi.

Tari seblang mulai dilakukan oleh seorang anak perempuan bernama Semi yang sedang mengalami sakit, dan ibunya ber-nadzar jika diberikan kesembuhan, Semi akan menjadi seblang.

Pada akhirnya Semi sembuh, dan ia benar-benar melakukan tarian seblang untuk pertama kalinya.

Semi juga menjadi perintis tari gandrung Banyuwangi yang terkenal itu.

Tari seblang pernah menjadi tarian istana Blambangan sekitar abad ke-16 yang diinisiasi oleh Lukinto, sehingga nama tariannya menjadi seblang lukinto.

Karena adanya gejolak politik yang terjadi di Banyuwangi, mulai 1943 sampai 1956 ritual tari seblang mengalami vakum.

Namun karena terjadinya pagebluk yang menyebabkan berbagai kesulitan hidup mulai dari kegagalan panen, matinya hewan ternak sampai serangan wabah penyakit, ritual seblang kembali dihidupkan tahun 1957.

Ciri Khas dan Fungsi

tari seblang ditarikan saat upacara bersih desa
m.tribunnews.com

Ciri khas paling unik dalam tari seblang adalah adanya syarat dan ketentuan tentang pemilihan penarinya.

Penari seblang tidak bisa sembarangan orang, sehingga pemilihannya dilakukan oleh seorang sesepuh dukun dan calonnya hanya dari garis keturunan penari sebelumnya atau biasa disebut mager beroyo.

Proses pergantian penari ini biasa dilakukan dua atau tiga tahun sekali.

Konon, calon penari ini akan mendapat wangsit dari para leluhur melalui media mimpi sebagai tanda terpilih sebagai penari selanjutnya.

Syarat lainnya yang berlaku adalah usia penari, yakni perempuan menopause atau sekitar usia di atas 50 tahunan untuk tari seblang dari desa Bakungan.

Sedangkan penari tari seblang desa Olehsari harus dari kalangan gadis berusia 10 tahunan dengan ketentuan baru akil baligh.

Keunikan lain di tari seblang adalah, ada prosesi ngibing atau tundik yaitu penari melempar sampur kepada penonton dan yang menerimanya wajib ikut menari bersama penari.

Tari seblang menjadi salah satu definisi tari yang berfungsi dalam ritual adat bersih desa di Desa Olehsari maupun Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Tarian ini merupakan tari yang mengungkapkan rasa syukur masyarakat Desa Olehsari dan Bakungan terhadap berkah kesejahteraan.

Tari seblang juga ditarikan sebagai salah satu ritual tolak bala untuk menghindari adanya bahaya, pageblug atau wabah, dan lain sebagainya.

Sajian Ritual Pementasan

A. Seblang Bakungan

tari seblang glagah ditarikan perempuan menopouse
m.tribunnews.com

Tari seblang Bakungan Banyuwangi yang berasal dari Jawa Timur merupakan janis tarian yang dilakukan pada saat bulan haji atau satu minggu setelah hari raya Idul Adha.

Ritual seblang di desa Bakungan dimulai dengan ziarah sesepuh desa ke Buyut Witri dengan membawa air suci dan berbagai sesajen.

Air suci ini diambil dari sumber mata air di daerah pantai Watu Ulo, Jember.

Para sesepuh desa ini melakukan doa di depan makam Buyut Witri selanjutnya berkeliling desa untuk memercikkan air suci di setiap sudut desa sebagai penangkal marabahaya.

Baca juga:   Tari Puspanjali

Selanjutnya ubo rampe ritual mulai dari sabrang, kinangan, properti boneka nini towok, tumpeng, ketan wingko serta bunga berjumlah 500 buah.

Ritual selanjutnya adalah slametan yang dilakukan saat surup (matahari terbenam) pada keesokan harinya dengan mempersembahkan tumpengan lauk pecel pithik.

Setelah selametan para laki-laki melakukan ider bumi (keliling kampung) dengan membawa obor karena dilakukan pemadaman di seluruh desa Bakungan.

Di setiap sudut desa, para warga ini berhenti dan melantunkan doa meminta keselamatan.

Jika sudah, prosesi tari asal Bnyuwangi, Jawa Timur ini pun dimulai dan seluruh komponen mulai dari perias, pengundang arwah, penjamu, pengiring atau pawang berkumpul.

Penari terpilih sudah mengenakan kostum khas dan dirias sesuai dengan karakter seblang.

Penari dengan membawa properti nyiru lalu ditutup matanya oleh seorang sesepuh perempuan berbarengan dengan para dukun membakar dupa dan melantunkan mantra mantra.

Roh leluhur yang dipanggil dalam tari sablang desa Bakungan adlah Buyut Kethut, Buyut Jalil dan Buyut Rasio.

Para leluhur ini akan masuk ke tubuh penari yang ditandai dengan jatuhnya nyiru yang dipegang sang penari tari seblang.

Uniknya, meskipun penari tari seblang dalam keadaan tidak sadar karena kejiman, tetapi lagu pengiringnya dipilih sendiri oleh penari yang mewakili roh leluhur.

Ketika dimainkan sebuah lagu dan penari tidak berdiri, itu berarti lagunya tidak disetujui.

Namun jika penari sudah berdiri dan mulai menari dengan gemulai berarti lagu pengiring yang dimainkan sudah disetujui.

Saat jeda pergantian lagu, dan penari diistirahatkan dilakukan prosesi sabung ayam sebagai simbolisasi perlawanan Blambangan terhadap kolonial penjajah.

Selain itu pada tari seblang di desa Bakungan juga ada prosesi dodol kembang dirmo dan ngibing untuk mengajak penonton untuk menari bersama.

Akhir prosesi tarian ditandai dengan gending brang brang dimainkan musik pengiring dengan tempo cepat sebagai tanda roh leluhur sedang membersihkan desa dari segala unsur negatif.

Penari pun berputar – putar dengan cepat dan jatuh pingsan yang berarti roh leluhur sudah keluar dari tubuh penari.

Panitia pun meminta penonton memberikan uang seikhlasnya dan membagian sesajen untuk diperebutkan.

B. Seblang Olehsari

penari tari glagah olehsari adalah seorang gadis remaja
upload.wikimedia.org

Tari Seblang Olehsari lebih dilakukan pada saat bulan syawal atau tepatnya pada ketiga atau keempat setelah setelah hari raya Idul Fitri.

Rangkaian acara tari seblang yang diadakan di desa Olehsari dan desa Bakungan sebenarnya secara garis besar adalah sama, hanya ada beberapa perbedaan pada ketentuan penari dan waktu pelaksanaannya.

Ritual tari seblang Olehsari hanya bisa dimulai pada pukul 13.00 sampai 16.00 setiap hari selama 7 hari berturut – turut.

Setelah rangkaian kegiatan mulai dari ziarah kubur, slametan dan juga prosesi ider bumi dilakukan prosesi utama tari seblang dimulai.

Kegiatan awalan sebelum tari seblang ini bertujuan untuk mengkoneksikan leluhur yang sudah meninggal dengan masyarakat setempat.

Penari seblang Olengsari dikawal oleh dua pawang perempuan dan tiga pawang laki – laki menuju arena menari seluas kurang lebih 7 x 7 meter.

prosesi dodol kembang dermo untuk keberuntungan
Prosesi dodol kembang dermo. Sumber: foto.kompas.com

Selain itu dilakukan juga prosesi adol kembang dirmo kepada masyarakat yang menonton bersamaan dengan dimainkannya gending kembang dirmo.

penonton yang mendapat selendang penari wajib ikut menari tari seblang
www.benarnews.org

Penonton yang mendapatkan lemparan sampur saat prosesi ngibing dari penari juga wajib ikut menari tari seblang.

penari tari seblang olehsari kirab bersama rombongan
www.benarnews.org

Pada hari ketujuh atau hari puncak ritual tari seblang di desa Olehsari dilakukan kirab keliling desa yang diikuti oleh penari sekaligus masyarakat sekitar dengan diiringi musik gamelan lengkap.

Pada beberapa lokasi seperti makam Buyut Ketut, balai desa, sumber mata air, dll rombongan akan berhenti dan penari akan menarikan tarian seblang.

Prosesi ini sebagai simbolisasi bahwa perjalanan manusia yang dimulai dari satu titik, meski harus berhenti di beberapa perhentian akan kembali pada titik yang sama, yaitu alam akhirat.

Rangkaian penutup dilakukan pada hari kedelapan dengan melakukan siraman pada penari seblang sebagai bentuk pembersihan dan penyucian lalu kegiatan ditutup dengan kembali menggelar selamatan.

Tari seblang desa Olehsari ini kemudian digarap lebih lanjut oleh sanggar Tari Umah Kuwung Wetan.

Hasilnya adalah sebuah tarian bernama tari niskala seblang yang ditarikan oleh sembilan orang penari.

Baca juga:   Tari Legong

Tari niskala seblang ini telah berhasil memperoleh penghargaan di tingkat nasional dalam rangka Festival Karya Tari 2018 mewakili provinsi Jawa Timur.

Vokabuler Gerak Tari

gerakan tari seblang abstrak karena dikendalikan roh leluhur
mancode.id

Walaupun secara keseluruhan koreografi tari seblang tergolong abstrak, tetapi ada beberapa ragam gerak/ vokabuler/ sekaran yang banyak dilakukan.

Vokabuler paling mendominasi tersebut terdiri atas sapon, egol, dhaplang, dan celeng mogok.

Penaman dari setiap vokabuler tersebut berasal dari wujud gerak ataupun judul gending yang mengiringi ketika dominansi gerakan tersebut ditarikan.

Adapun penjelasan untuk masing – masing gerakannya adalah sebagai berikut.

1. Sapon

penari tari seblang melakukan gerakan sapon
travelingyuk.com

Sapon adalah salah satu vokabuler utama yang paling menonjol, berdampingan dengan egol.

Dikatakan menonjol karena hampir di semua gending sekaran ini muncul.

Dinamakan sapon karena gerakan yang dilakukan seperti orang sedang menyapu.

Sapon dilakukan dengan posisi berjalan, tangan kanan dan kiri memegang sampur dan posisi badan bergantian antara membungkuk dan tegak.

Ketika kaki kiri melangkah, maka diikuti dengan gerakan tangan kiri yang membuang sampur dan sebaliknya.

Gerakan sapon ini mengandung makna menyapu kotoran atau membersihkan dari segala macam marabahaya dan energi negatif yang menyerang suku Osing.

Selain itu, ada pula nilai yang terkandung dalam gerakan ini berupa ajakan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan.

2. Egol

penari tari seblang melakukan gerakan egol
foto.kompas.com

Egol bersisian dengan sapon menjadi sekaran utama dalam rangkaian gerak tari seblang.

Egol dilakukan dengan menggoyangkan pinggul atau dalam bahasa jawa didefinisikan sebagai egolan.

Sekaran egol juga diikuti dengan gerakan menoleh ke kiri dan ke kanan yang disebut gerakan deleg, serta gerakan mlampah atau berjalan dengan mengangkat tumit sembari bergoyang.

Sementara itu ragam gerakan tangan yang dilakukan bersama egol yakni seblakan sampur, lembehan tanga, ukelan, serta ayunan tangan.

3. Dhaplang

penari tari seblang melakukan gerakan dhaplang
www.reqnews.com

Dhaplang adalah sekaran yang dilakukan dengan cara meluruskan kedua lengan ke arah samping sambil memegang sampur.

Sekaran dhaplang dilakukan bersama dengan ragam mlampah dan juga deleg.

Biasanya saat melakukan dhaplang ini, irama musik pengiringnya bertempo lambat kemudian berangsur semakin cepat dan diakhiri dengan histerisnya penari sampai ambruk (jatuh ke tanah).

Dhaplang ini memiliki makna bahwa kehidupan manusia akan selalu diikuti oleh dua sisi dan harus selalu seimbang, seperti gerakah tangan saat dhaplang yang simetris antara kanan dan kiri.

4. Celeng Mogok

Sekaran celeng mogok ini namanya diambil dari judul salah satu gending yang kerap kali muncul gerakan demikian.

Gerakannya dilakukan dengan mlampah mundur dengan posisi badang membungkuk dan mata memandang ke bawah.

Tangan kiri dalam posisi lembehan dan memegang sampur, sementara tangan kanan memegang dahi.

Iringan musiknya bertempo pelan karena dikatakan bahwa gerakan ini sebagai representasi binatang celeng yang sedang bermalasan atau mogok.

Pola lantai

pola lantai tari seblang adalah melingkar
foto.kompas.com

Pola lantai yang digunakan pada tari seblang didominasi pada pola lingkaran.

Penari tari seblang akan melakukan gerakan tarian sebari berputar mengelilingi para yoga atau penabuh gamelan.

Perputarannya biasa dilakukan dua atau tiga kali dalam setiap gending.

Pola lantai ini bermakna filosofis warga Olehsari dan Bakungan untuk tetap utuh dan tidak terputus, yang berarti karepan maknanya adalah supaya menjaga kerukunan dan persatuan.

Susunan Tempat Pementasan

panggung tari seblang banyuwangi
foto.kompas.com

Pada waktu perkembangan tari seblang sekitar tahun 1930 sampai 1970 pementasannya hanya pada sebidang tanah dengan alas tikar yang dikelilingi pembatas kalangan (bambu diletakkan di tanah membentuk segi empat).

Namun sekitar tahun 1980 ritual tari seblang mulai dilakukan di atas panggung atau yang disebut genjot di tempat yang permanen.

Luas genjot adalah 10 x 20 meter dengan bidang dibuat sedikit di atas tanah sehingga penonton dapat lebih leluasa melihat penari menarikan tari seblang.

Tata Rias

tata rias lulur atal penari tari seblang
foto.kompas.com

Tari seblang menggunakan jenis tata rias cantik untuk memuat penari menjadi terlihat bersih dan menarik.

Hal ini berhubungan dengan kepercayaan masyarakat bahwa saat pertunjukan tari sableng tidak hanya manusia yang menyaksikan tetapi juga tiyang alus atau makhluk ghaib.

Ketika penari berpenampilan penarik maka tiyang alus yang datang akan semakin banyak.

Salah satu riasan yang dipertahankan sampai sekarang adalah penari dilulur menggunakan atal atau tepung yang berasal dari hancuran batu halus dengan warna kuning.

Baca juga:   Tari Kreasi

Tata Busana dan Properti

1. Angkin

kostum kemben tari seblang
www.kabarbanyuwangi.info

Angkin adalah kain yang dipakai sebagai kemben atau dilit untuk menutupi bagian tubuh mulai dari dada hingga pinggang.

Di luaran kemben ini dipasang ikat pinggang untuk menguatkan posisi angkin untuk mengantisipasi jatuh ketika digunakan menari.

2. Sewek

kostum bawahan tari seblang menggunakan jarit sewek
foto.kompas.com

Sewek adalah kain yang dipakai sebagai bawahan serupa dengan jarit.

Umumnya sewek yang digunakan adalah jarit gajah oling yang melambangkan sikap manusia yang sepatutnya terus mengingat Tuhan dalam hidupnya.

3. Omprok

mahkota omprok tari seblang olehsari
Omprok Seblang Olehsari. Sumber: foto.kompas.com

Omprok merupakan hiasan kepala yang dibuat semacam mahkota.

Terdapat perbedaan pada omprok yang digunakan oleh penarai tari seblang di desa Olehsari dan Bakungan.

Omprok di desa Olehsari berjumlah tujuh karena dilakukan selama tujuh hari berturut dan dilakukan penggantian setiap hari.

Omprok nya terbuat dari beberapa pelepah pisang yang dianyam memanjang berbentuk zig – zag dengan ukuran lebar sekita 2 cm lalu dikenakan menutupi wajah penari.

Kemudian di atasnya ditambah dengan aksesoris bunga segar dari jenis bunga sepatu kamboja, dll.

Di bagian tengah omprok diletakkan sebuah kaca kecil.

omprok mahkota penari tari seblang
Omprok Seblang Bakungan. Sumber: travelingyuk.com

Omprok yang dikenakan penari tari seblang dari desa Bakungan ini memiliki kemiripan dengan omprok penari gandrung.

Namun bahan pembuatannya berasal dari suwiran pelepah daun pisang atau kain mori berwarna putih dengan hiasan beberapa bunga di bagian atasnya.

4. Sampur

properti selendang tari seblang
mancode.id

Sampur atau yang juga dikenal sebagai selendang ini berupa kain panjang.

Sampur ini akan dilempar oleh penari kepada penonton saat prosesi ngibing sebagai bentuk ajakan untuk menari bersama.

5. Nyiru

properti nyiru atau tampah tari seblang sebagai tanda kedatangan roh leluhur
mahafatih. wordpress.com

Nyiru adalah tampah atau nampan berbentuk bulat yang terbuat dari anyaman bambu.

Nyiru ini merupakan properti tari seblang yang menandkan sudah masuk atau belum roh leluhur ke tubuh sang penari.

6. Kembang Dirmo

kembang dermo dibeli oleh penonton tari seblang
foto.kompas.com

Kembang dirmo merupakan aneka bunag warna warni yang berjumlah 500 buah.

Kembang dirmo ini akan dijual oleh beberapa gadis berkebaya kepada penonton yang dipercaya mampu memberikan keberuntungan dan kelancaran rezeki, termasuk jodoh.

7. Boneka Nini Towok

properti tari seblang berupa boneka nini towok
jatimnow.com

Boneka nini towok merupakan sebuah rangkaian tempurung kelapa dan kain yang dibuat menjadi sebuah boneka perempuan.

Boneka ini dipercaya sebagai simbol kesuburan dan kejujuran oleh masyarakat.

8. Hiasan dari Tebu & Padi

ornamen hias sebagai lambang rasa syukur dalam tari seblang
www.kompasiana.com

Hiasan tebu, janur kuning, daun kemuning dan padi ini diletakkan di tiang-tiang tarup atau tenda.

Hiasan ini dalam ritual tari seblang memiliki makna berupa ungkapa rasa syukur warga akan tanah yang subur dan hasil panen yang melimpah.

9. Kemenyan dan Sesajen

perlengkapan kemenyan dan sesajen tari seblang
travelingyuk.com

Kemenyan dibakar sebagai bentuk pemberian wewangian.

Sesajen pun yang dipersembahkan untuk para tiyang alus dan roh leluhur jenisnya macam – macam.

Mulai dari berbagai bunga, buah, pecel tumpeng pitik, bubur merah, serakat, sego gulung, dll.

Instrumen Musik Pengiring

tari seblang diiringi instrumen dari gamelan
www.benarnews.org

Instrumen musik pengiring untuk setiap ritual tari seblang Bakungan dan Olehsari pun memiliki sedikit perbedaan.

Tari seblang Bakungan umumnya musik iringannya hanya berasal dari kempul, gong, kendang serta dua buah saron, sedangkan tari seblang Olehsari instrumennya dilengkapi lagi dengan biola.

Komposisi pemain musik pengiring tari seblang ini berjumlah sembilan orang yang terdiri dari lima yoga (pemain gamelan) dan empat sinden (penyanyi).

Yoga-nya pun memiliki ketentuan khusus yakni harus berasal dari garis keturunan yang sama dengan sang penari seblang.

Alat musik gendang diposisikan hadap timur laut, saron dihadapkan ke barat daya, dan gong ke arah tenggara.

Sementara itu untuk pilihan lagu yang wajib dimainkan secara keseluruhan ada sekitar 30 judul, sebagai berikut:

  1. Seblang Lokenta
  2. Agung-agung
  3. Ayo Kondur
  4. Ayun-ayun
  5. Baguse
  6. Celeng Mogok
  7. Cengkir Gadhing
  8. Emping-emping
  9. Erang-erang
  10. Gelang Walut
  11. Kebyar-kebyar
  12. Kembang Abang
  13. Kembang Dirmo
  14. Kembang Gadhung
  15. Kembang Menur
  16. Kembang Pepe
  17. Kembang Waru
  18. Layar Kumendhung
  19. Lilir Gule
  20. Lilira Kantun
  21. Padha Nonton Pedha Sempal
  22. Padha Nonton Pupuse
  23. pentung Punjari
  24. Ratu Sebrang
  25. Sekar Jenang
  26. Sembung Laras
  27. Sondra Dewi
  28. Tambak
  29. Upak Gadhung
  30. Sampu

Sudah cukup memberikan gambaran tentang betapa kayanya tari-tarian di Indonesia?

Mulai dari yang memiliki gerakan tertata sampai yang abstrak seperti tari seblang Banyuwangi ini.

Yak, apapun itu bentuknya sebuah tari-tarian tetap menjadi budaya tak terpisahkan dari keanekaragaman Indonesia.

Tinggalkan komentar