[Lengkap] Tari Sufi: Sejarah, Makna, Gerakan, Pola Lantai + Video

Mempelajari keunikan tari para sufi, tentu menjadi hal menarik untuk diketahui.

Sebab, gerakannya yang berputar-putar dalam waktu yang lama, menimbulkan pertanyaan, bagaimana mereka bisa melakukannya?

Nah, daripada penasaran bagaimana Tari Sufi ini bisa dilakukan, berikut kami sudah merangkumnya untuk Anda.

Yuk, dibaca, agar kita lebih tahu bagaimana sejarah, gerakan, dan makna sebenarnya dibalik Tari Sufi ini.

Check it out, guys!

Pengertian dan Sejarah Tari Sufi

Foto Gerakan pengertian dan sejarah tari sufi
tribunnews.com

Tari Sufi adalah bentuk tarian dengan gerakan berputar-putar, yang sekarang sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia.

Menariknya, tari yang berasal dari Turki ini, dibawakan oleh penarinya dengan gerakan berputar tanpa henti, dan erat kaitannya dengan pemikiran Islam yang sufistik.

Walaupun begitu, gerakan berputar ini memiliki makna dan filosofi tersendiri ketika membawakannya.

Tari Sufi, yang terkenal juga sebagai whirling dervishes, juga dianggap bagian proses meditasi yang kental dengan nuansa tasawuf.

Hal ini jugalah yang menjadi salah satu faktor, kepan penari Sufi kuat berputar berjam-jam lamanya, tanpa merasakan pusing kepala.

Bahkan, tarian ini juga dimainkan oleh orang-orang dari berbagai negara karena manfaat yang dimilikinya.

Contohnya saja yang di Indonesia, di mana terdapat 999 penari Sufi yang hadir dalam Harlah Muslimat NU, yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno,Senayan di tanggal 27 Januari 2019.

Karena banyak sekali peserta yang ikut serta dalam tarian ini, membuat acara tersebut memecahkan rekor MURI.

Tari Sufi erat kaitannya dengan buah pikiran Jalaluddin Rumi, yang merupakan seorang penyair Persia.

Seni tari ini ditampilkan pertama kali di abad ke-13 Masehi, di daerah Anatolia, Turki.

Penampilan para penari tersebut juga cukup misterius, karena awal mula munculnya Tari Sufi ini karena hal yang memilukan, yakni berkaitan dengan kehilangan dan masalah cinta.

Secara historis, jenis tari ini awalnya memang terjadi dari meninggalnya guru spiritual Jalaluddin Rumi, yakni Syamsuddin Tabriz.

Disebabkan besarnya rasa kehilangan tersebut, kemudian Jalaluddin Rumi pun menumpahkannya dalam bentuk tarian berputar-putar.

Dari situlah selanjutnya, Rumi menjadi sadar jika manusia dalah makhluk yang fana.

Makna

Foto Gerakan makna tari sufi
liputanaceh.com

Gerakan berputar-putar yang ditampilkan Jalaluddin Rumi bukanlah sebuah tindakan tanpa makna.

Sebab, dalam gerakan berputar-putar tersebut mengandung filosofi untuk menemukan tujuan yang hakiki dalam sebuah kehidupan.

Para penari Sufi yang bergerak memutar diibaratkan sebagai bulan, sedangkan pimpinan tari yang ada di tengahnya sebagai matahari.

Dalam bentuk makna yang lebih jauh lagi, Tari Sufi dengan gerak berputar-putar melawan arah jarum jam tersebut merupakan lambang putaran alam semesta dan putaran tawaf di Ka’bah, sebagai bentuk proses dalam pencarian Tuhan.

Seorang penganut sufi yang akan menampilkan tarian ini, harus ditekankan bahwa ia mesti memiliki fisik serta emosi yang kuat.

Sebab, pementasan Tari Sufi dapat dilakukan berjam-jam lamanya.

Bahkan, seorang Jalaluddin Rumi saja pernah menarikannya dalam waktu 3 hari 3 malam.

Seorang sufi yang membawakan tarian ini, akan mencurahkan semua emosinya saat menari, supaya yang ia rasakan hanyalah cinta dan rasa rindu terhadap Tuhan.

Manfaat

Foto Gerakan manfaat tari sufi
tourketurki.com

Sebagai sebuah tarian yang berkaitan dengan sisi religiusitas seseorang, Tari Sfui memiliki beberapa manfaat.

Hal pertama yang dirasakan oleh penari sufi adalah, ia akan merasa terbantu saat menghubungkan tubuh dan jiwa.

Sebab, dengan tarian ini, para penari bisa merasa lebih dekat dengan Tuhan, serta jadi terbantu dalam revitalisasi energi.

Selain itu, jenis tarian ini juga diklaim sebagai metode penyembuhan dalam menurunkan rasa sakit, sebab Tari Sufi ini dibawakan dengan penuh kesadaran.

Fadel Zeiden, salah satu asisten professor dalam bidang anestesiologi di California University, San Diego, US pernah mengatakan bahwasannya dalam tarian sufi terdapat manfaat kesehatan secara menyeluruh.

Dalam kesempatan yang lain, Fadel Zeiden juga pernah berkata, bahwa ketika para penari sufi ini menarikan tarian sufi, maka orang-orang yang melihatnya secara tak langsung akan memperoleh manfaat juga.

Misalnya berupa proses kesembuhan dalam hal kesehatan, seperti menurunkan rasa sakit dan mengobati patah hati.

Pementasan Tari Sufi

1. Penari Sufi

Foto Penari Sufi tari sufi
tourketurki.com

Awalnya, Tari Sufi hanya dimainkan oleh laki-laki saja.

Namun, dalam perkembangannya, kini wanita di Istanbul sudah diperbolehkan juga untuk memainkannya.

Para wanita tersebut memandang, dalam hal mencari dan menemukan Tuhan, tidak semestinya membedakan pria dan wanita.

Sebab, mereka pun menginginkan kekhusyukan dalam pertemuan dengan Sang Pencipta.

Tapi, sebenarnya, tidak semua juga setuju akan hal ini, seperti pemerintah Kota Konya yang konservatif.

Di Indonesia sendiri, Tari Sufi dibawakan oleh penari laki-laki saja, sebab tari ini butuh emosi yang lebih stabil serta kekuatan fisik.

2. Urutan Tarian

Foto urutan tarian sufi
dw.com

Penampilan Tari Sufi terbagi menjadi 4 bagian.

Bagian pertama, disebut Naat, di mana seorang penyanyi tunggal akan menyanyikan lagu pujian bagi Rasulullan, dengan iringan improvisasi alat musik Flute.

Bagian kedua, disebut Devr-i Veled, di mana semua penari akan membungkuk bersama-sama.

Bagian ketiga, merupakan bagian utama dari penampilan tari Sufi, di mana para penari akan berputar-putar, di luar pimpinan tarian yang ada di tengah.

Bagian keempat, disebut Taksim, yakni dengan dibacakan ayat suci Al Qur’an serta do’a-do’a yang dibawakan oleh pimpinan tari.

Atribut Penari

1. Kostum Penari

Foto kostum penari tari sufi
kumparan.com

Tiap-tiap penari sufi mengenakan topi yang memanjang ke atas, baju putih melebar ke bawah layaknya rok, jubah hitam besar, serta alas kaki.

Para penari tersebut akan saling membungkukkan badan sebagai bentuk hormat.

Kemudian, jubah hitamnya akan dilepas, dengan tangan diposisikan menempel di dada, dengan menyilang mencengkram bahu.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

2. Filosofi 

foto filosofi baju tari sufi
bincangsyariah.com

Busana yang dikenakan penari Sufi memiliki filosofi tersendiri.

Topi memanjang yang dinamakan Sikke, menyimbolkan batu nisan para sufi dan wali yang terdapat di wilayah Timur Tengah.

Jubah hitam menjadi cerminan alam kubur.

Sedangkan baju putih, menjadi lambang untuk kain kafan.

Warna kostum yang demikian dimaksudkan supaya manusia selalu mengingat kematian.

Dengan begitu, diharapkan manusia menjadi lebih gampang dalam mengendalikan ego duniawi serta hawa nafsunya.

Untuk alas kakinya, dikenakan Kuff, yakni sandala yang konon selalu dipakai Nabi Muhammad SAW. dalam berbagai perjalanan, khususnya saat musim dingin.

Tempat Pertunjukan Tari Sufi di Turki

1. Hodjapasha

Foto pertunjukan tari sufi di Hodjapasha
theistanbulinsider.com

Tempat ini adalah sebuah teater yang berdiri di Kota Istanbul, Turki, yang menampilkan banyak jenis tarian, seperti tari tradisional Turki, tari Ottoman kontemporer, dan termasuk juga Tari Sufi.

Dulunya, lokasi ini menjadi Hammam, atau tempat untuk mandi, di masa Kesultanan Ottoman.

Kemudian, bangunan tersebut dirubah, menjadi pusat budaya serta tempat pertunjukan yang menarik.

Tak hanya itu, Hodjapasha dilengkapi juga dengan visualisasi yang informatif, dengan bentuk video 360 derajat.

Selain menampilkan Tarian Sufi, pihak pengelola Hodjapasha juga memamerkan koleksi benda milik penari Sufi, misalnya instrumen, busana, dan beberapa macam patung.

Pertunjukan Tari Sufi di Hodjapasha digelar tiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pada jam 19.00 waktu setempat.

Tiketnya bisa dibeli secara online, dengan harga kurang lebih 22 USD atau kisaran Rp. 300.000,-.

2. Galata Mevlevihanesi

Foto pertunjukan tari sufi di Galata Mevlevihanesi
timeout.com

Galata Mevlevihanesi, atau yang dikenal juga dengan nama Kulekapi Mevlevihanesi, merupakan museum yang lokasinya ada di distrik Mevleviahane, Beyoglu, Istanbul.

Lokasi tersebut mempunyai nilai historis yang panjang, terkait perkembangan Tari Sufi di Turki.

Bangunan tersebut diketahui sebagai pondok kaum sufi pertama, yang dibangun di tahun 1491.

Bangunan ini juga pernah mengalami beberapa perbaikan sebagai akibat kerusakan dari gempa bumi dan kebakaran.

Sampai akhirnya, Galata Mevlevihanesi direnovasi dengan desain baru pada era kekuasaan Sultan Abdulmecid (1823-1861), dan desain tersebut dipertahankan hingga sekarang.

Kini, Galata Mevlevihanesi difungsikan sebagai museum pameran, dalam memperkenalkan sejarah sufi, alat musiknya, karya seni, peta sejarah, sekaligus koleksi fotonya.

Semua peninggalan yang dipamerkan dalam museum tersebut menampilkan sisa-sisa bekas pondok sufi di seluruh wilayah Turki.

Dan khusus Tarian Sufi, biasa digelar pada hari Minggu tiap pekannya, di jam 17.00 waktu setempat.

3. Sirkeci Train Station

Foto pertunjukan tari sufi di Sirkeci Train Station
istanbullife.com

Tarian Sufi terkadang juga ditampilkan di salah satu stasiun kereta api di Turki, yakni di Sirkeci Train Station.

Stasiun kereta ini lokasinya di sebelah persis dengan bangunan Tanduk Emas, yang ada di bagian barat laut Istana Topkapi dan Taman Gulhane yang populer di Turki.

Sirkeci Train Station didirikan sekitar tahun 1890 oleh perusahaan Oriental Railway, dan menjadi jalur kereta penting, yang menghubungkan Istambul dan Eropa pada masa pemerintahan Kesultanan Ottoman.

Selain itu, stasiun ini menyimpan histori yang penting, sebagai lokasi pemberhentian terkahir Orient Express Train yang memegang peranan penting dalam menghubungkan Paris dan Istanbul pada tahun 1883-1977.

Selain memiliki bangunan yang unik, Sirkeci Train Station juga difungsikan sebagai museum yang menunjukka berbagai benda bersejarah di Turki.

Istimewanya, stasiun kereta api ini juga ikut menggelar Tarian Sufi pada tiap Senin, Selasa, Rabu, serta Minggu pada jam 19.30 waktu setempat.

Untuk menyaksikannya, diperlukan sebuah tiket yang dijual dengan harga yang kompetitif.

Fakta Unik

1. Menari Sekaligus Meditasi

Foto fakta tari sufi Menari Sekaligus Meditasi
idntimes.com

Tari Sufi, selain dianggap sebagai karya seni, dianggap juga sebagai bentuk meditasi yang berkaitan erta dengan ajaran sufistik.

Dengan begitu, para penari Sufi diharapkan bisa mencapai kesempurnaan iman, nafsunya terhapus, ego ditanggalkan, serta hasrat pribadinya juga.

Lalu, penari-penari tersebut akan mencapai ekstase, lalu melebur bersama Ilahi.

2. Ritual Sebelum Menari

foto fakta tari sufi Ritual Sebelum Menari
idntimes.com

Untuk mencapai kelihaian menarikan Tarian Sufi, perlu diadakan ritual khusus sebelumnya.

Adapun ritual utama yang mesti dilakukan adalah dengan berdzikir.

3. Rahasia Berputar Tanpa Pusing Kepala

Foto fakta tari sufi menari tanpa pusing
muslimindo.com

Saat menyaksikan Tarian Sufi, selalu muncul pertanyaan bagaimana bisa para penari tersebut bisa berputar-putar dalam waktu yang lama, tanpa merasa pusing-pusing?

Kuncinya, dalam memainkan Tari Sufi, dibutuhkan ketenangan dan penghayatan secara total, sesuai dengan filosofi dan makna tarian ini.

Rahasia kenapa para penari sufi pun tidak pusing adalah karena mata penari tersebut selelu fokus, tidak melirik, tidak terpejam, dan tidak menggerakkan kepala.

Begitulah kunci utama dalam memperagakan gerakan berputar-putar Tari Sufi ini.

Video Tarian Sufi

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai Tari Sufi yang cukup menyita perhatian bila dipentaskan.

Jika kamu ada pertanyaan seputar tarian ini, silakan bertanya lewat kolom komentar di bawah.

Jangan lupa untuk lke dan share artikel yang menarik ini, supaya teman-temanmu tahu dan ikut membacanya juga.

Anas Fauzi

Hallo! Saya adalah seorang engineer. Selain menyukai dunia blogging, saya juga senang membaca dan menanam.

Update : 2 April 2021 - Published : 7 Oktober 2020

Tinggalkan komentar