Elga Octavianata Biologist | Surveyor | Teacher | Translator | Writer

Senjata Tradisional Bangka Belitung

3 min read

parang adalah senjata tradisional bangka belitung

Hello guys, sudah pernah berkunjung ke Bangka Belitung?

Daerah yang ibukotanya adalah Pangkalpinang ini terkenal akan keindahan pantainya loh.

Selain itu, banyak sekali budaya dan karya seni terutama senjata tradisional Bangka Belitung di bumi serumpun sebalai ini.

Mau tahu apa saja senjata tradisional Bangka Belitung itu?

Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Jenis-Jenis Senjata Tradisional Bangka Belitung

1. Parang Badau

parang badau adalah senjata tradisional bangka belitung
Sumber: www.belitongdjadoel.blogspot.com

a. Ciri Khas 

Senjata tradisional Bangka Belitung (Babel) yang pertama adalah parang.

ini terkenal dengan nama parang badau di daerah Belitung.

Namun di daerah Bangka, parang ini disebut parang belitung.

Senjata ini hampir sama seperti jenis parang yang ada di daerah lain.

Hanya saja mata parang badau dibuat lebih tebal di bagian ujung.

Dan, bentuk mata parang menyerupai layar perahu.

Hal ini dimaksudkan agar beban parang dapat memberikan tebasan maksimal ketika digunakan.

Panjang senjata ini mencapai 40 cm dengan lebar antara 2,8-5 cm.

Beratnya sekitar 4,5-5 ons.

Pelindungnya adalah sarung sederhana yang terbuat dari kayu yang dihiasi rotan.

b. Riwayat dan Penggunaan

Parang Badau memiliki sejarah dan riwayatnya sendiri yang panjang sejak zaman dulu.

Senjata ini sudah ada sejak kerajaan Badau yaitu sekitar abad ke-13.

Pada saat itu kerajaan Badau dipimpin oleh raja bergelar Ronggo udo.

Banyak pengrajin pada zaman itu yang merupakan pandai besi.

Hasil karya mereka beragam, salah satunya adalah parang.

Memasuki abad ke-17, pekerjaan ini sangat diminati karena parang termasuk dalam kategori barang yang paling diminati dalam perdagangan dengan berbagai daerah yang diduduki Belanda, misal Batavia.

Parang ini diminati karena keefektifannya dalam menebas semak hutan untuk membuka jalan.

Selain itu, parang ini juga sangat cocok untuk berladang.

Hal ini menjadikan kepulauan Bangka Belitung sebagai produsen terbesar saat itu.

Riwayat ini diceritakan oleh seorang sejarawan yaitu W.S Stapel pada buku Aanvullende Gegevens Geschiedenis Billiton, tahun 1938.

Parang ini juga digunakan sebagai alat pertahan diri.

Bentuk mata parang yang tebal dan lebar sangat efektif untuk menancap di tubuh lawan.

c. Harga

Harga parang ini bergantung pada bahan baku yang digunakan

Bahan baku yang berupa besi biasanya dapat dibawa langsung oleh pembeli atau menggunakan stok dari penembah.

Untuk parang dengan bahan baku dari pembeli, maka harga jualnya lebih murah, yaitu sekitar 25 ribu rupiah per parang.

Untuk parang dengan bahan baku dari penempa besi, maka harga jual berkisar antara 50 ribu rupiah hingga 100 ribu rupiah.

Harga 50 ribu rupiah adalah untuk jenis besi biasa.

Dan, harga 100 ribu rupiah adalah untuk jenis besi pilihan.

Aspek lain yang membuat harga parang lebih tinggi adalah kualitas sarung dan gagang.

Keterangan ini dilansir dari situs wikipedia.com.

2. Siwar

Siwar adalah senjata tradisional Bangka Belitung yang berbentuk seperti golok.

Berdasarkan ukurannya, siwar adanya yang panjang dan ada yang pendek.

Berikut ciri khas, gambar beserta penjelasannya.

a. Siwar Panjang

siwar panjang adalah senjata tradisional bangka belitung
Sumber: www.bukalapak.com

Senjata siwar panjang mirip dengan mandau yang ada di Kalimantan Barat.

Hanya saja, siwar panjang tidak bengkok.

Jenis siwar yang panjang ini sangatlah unik.

Mata pisaunya sangat tajam serta ringan dan pipih.

Sehingga, sangat mudah untuk diayunkan oleh si penggunanya.

Khusus untuk pertempuran, senjata siwar panjang ini dibuat dengan 2 mata pisau yang tajam.

Senjata ini banyak dipakai dalam peperangan melawan penjajahan di Indonesia.

Baca juga:   Senjata Tradisional

b. Siwar Pendek

siwar pendek adalah senjata tradisional bangka belitung
Sumber: www.lenteramata.com

Berbeda dengan siwar panjang, jenis siwar pendek dirancang khusus untuk pertempuran jarak pendek.

Kegunaan utamanya adalah untuk menusuk lawan.

Kira-kira ukuran panjang dari siwar jenis ini adalah seukuran keris.

Pada sisi tengahnya terdapat bagian yang sedikit bengkok yang berfungsi untuk mengoyak perut lawan ketika ditusuk.

Siwar pendek sebenarnya ada senjata rahasia bagi pendekar zaman dahulu.

Senjata rahasia ini akan dikeluarkan ketika dalam kondisi terdesak.

Siwar pendek kerap diberi racun.

Tak hanya itu, malahan sang pemilik juga mengisinya dengan godam.

Fungsi diberinya godam adalah karena masyarakat Bangka percaya bahwa godam dapat mendatangkan kekuatan siwar yang lebih.

Oleh karena itu, siwar pendek banyak yang menjadi benda pusaka yang keramat.

Baik siwar panjang ataupun siwar pendek, saat ini termasuk ke dalam kategori senjata yang langka untuk diperjualbelikan, terutama untuk siwar yang memiliki godam.

3. Kedik

kedik adalah senjata tradisional bangka belitung
Sumber: www.aoglamedia.com

Senjata tradisional yang ketiga adalah Kedik.

Kedik berbentuk seperti cangkul.

Hanya saja ukurannya lebih kecil dan ringan.

Kedik adalah senjata yang dikhususkan untuk bercocok tanam.

Kedik difungsikan seperti cangkul oleh suku melayu ini.

Kedik digunakan untuk memangkas ilalang dan rumput serta semak yang tumbuh di sekitar pertanian masyarakat Bangk Belitung.

Meskipun ringan, kedik sangat tajam.

Berat keseluruhan dari senjata ini tidak mencapai 2 kilogram.

Dan, panjang total hanya berkisar 40-50 cm saja.

Karena kedik sangat ringan dan mudah dibawa kemana saja, senjata menjadi favorit bagi kalangan kaum hawa di masyarakat Bangka Belitung.

Cara penggunaan kedik cukup mudah.

Kedik digunakan dengan cara menjongkokkan tubuh serta bergerak mundur sambil menebas-nebaskannya ke rumput atau tanah yang terdapat ilalang dengan akar pendek.

Perlu ada sedikit tarikan ke belakang saat membersihkan akar rerumputan.

Sehingga, akar tersebut dapat terkoyak dan tercabut dengan sempurna.

Selain itu, kedik juga banyak digunakan dalam perkebunan lada, terutama dalam memanennya.

Karena kedik memiliki bagian yang bengkok pada bagian tengah mata pisaunya, kebanyakan masyarakat bangka Belitung menyebut dengan sebutan parang bingkok.

Untuk pembuatannya sendiri tidaklah sulit.

Kedik banyak yang terbuat dari besi yang mudah sekali ditemukan.

Sampai sekarang kedik masih banyak diperjualbelikan di toko-toko pertanian di daerah Bangka Belitung.

Hal ini terjadi karena mudahnya bahan baku pembuatan serta minat pasar yang tinggi.

4. Lengkong

lengkong adalah senjata tradisional bangka belitung
Sumber: www.lenteramata.com

Senjata tradisional yang terakhir adalah lengkong.

Sekilas lengkong berbentuk seperti celurit.

Namun ada beberapa perbedaan.

Yang pertama, bentuk lengkong lebih pendek dari celurit.

Kedua, jika celurit berbentuk bulan sabit maka lengkong tidak.

Mata pisau lengkong cenderung lebih lebar di bagian ujung, sedangkan mata pisau celurit meruncing dan cenderung dengan lebar yang sama dari pangkalnya.

Pada zaman dahulu, senjata ini digunakan untuk pertahan diri dari musuh.

Dan, lengkong juga digunakan dalam peperangan.

Target lengkong adalah menebas lawan pada bagian leher, tangan atau kaki.

Harapannya, jika dilakukan demikian, maka musuh akan secara langsung mati atau tidak dapat bergerak dengan sempurna.

Namun saat ini, fungsi lengkong dialihkan lebih kepada fungsi untuk bertani.

Ini disebabkan oleh peraturan hukum di negara kita yang sangat ketat mengenai senjata.

Karena banyak yang menggunakannya untuk bertani atau berkebun, lengkong masih bisa dengan mudah ditemukan di toko-toko pertanian di provinsi Bangka Belitung.

Lengkong merupakan salah satu senjata populer di sana.

Nah, itulah tadi ulasan lengkap mengenai senjata tradisional Bangka Belitung.

Kita jadi lebih paham kan sekarang.

Jangan lupa untuk ikut serta melestarikannya ya.

Elga Octavianata Biologist | Surveyor | Teacher | Translator | Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *