Rumah Adat Papua

4 min read

manfaat dan kegunaan rumah adat papua

Apakah kamu sudah mengenal tentang rumah adat Papua?

Papua terbagi menjadi dua dua provinsi Papua (lokasinya berbatasan langsung dengan Papua Nugini) dan Papua Barat.

Papua memiliki berbagai suku di dalamnya, mengingat provinsi ini adalah provinsi dengan luas yang sangat besar jika dibandingkan dengan provinsi lain.

Sehingga tidak heran jika terdapat berbagai perbedaan adat dalam hal bentuk tempat tinggal atau rumah yang dihuni oleh masyarakat Papua.

Berikut adalah ulasan tentang rumah adat Papua:

Rumah Adat Papua dan Penjelasannya

rumah adat papua dikenal dengan nama
Sumber: travelmarbles.com

Papua memiliki luas 319.036 km persegi, didalamnya dihuni oleh orang – orang dari berbagai suku yang juga mempunyai keunikannya tersendiri.

Keunikan setiap suku ini ditunjukkan melalui rumah adatnya, sehingga ketika orang berkunjung ke provinsi ini mereka akan melihat adanya perbedaan arsitektur atau bentuk tempat tinggal dari satu tempat dengan tempat yang lain.

Tidak jarang para wisatawan dari mancanegara datang untuk melihat keindahan ini, entah hanya untuk dinikmati estetikanya atau bahkan bisa dijadikan pengetahuan atau penelitian.

gambar rumah adat papua beserta keterangannya
Sumber: jimmynelson.com

Mereka memiliki jenis tempat tinggal yang tidak sama antara satu suku dengan suku yang lainnya, selain karena banyaknya suku di dalamnya, juga disebabkan karena mereka masih menjaga adat istiadat dan kearifan lokal suku mereka.

Meskipun demikian, mereka memiliki rasa saling menghargai yang sangat tinggi atas perbedaan dengan sesama.

Keindahan natural yang dimiliki rumah adat ini terletak pada nilai filosofis dan bahan-bahan material yang membentuknya.

Jenis-jenis rumah adat Papua

Berikut ini macam-macam rumah adat papua beserta ciri khas dan keunikannya:

1. Honai

nama nama rumah adat papua
Sumber: mamikos.com

Apakah kamu tahu apa nama rumah adat suku Dani di Papua?

Suku ini menempati rumah adat yang bernama Honai.

Kata Honai sendiri berasal dari kata “hun” yang artinya laki-laki dan “ai” yang artinya rumah, atau apabila diartikan secara keseluruhan artinya menjadi rumah untuk laki-laki.

Memang rumah adat Honai ini hanya boleh dihuni oleh laki-laki, dan biasanya terletak di daerah lembah dan pegunungan.

Ciri khas rumah adat Honai

pengertian rumah adat papua
Sumber: wajibbaca.com

Apabila dilihat sekilas, bentuk rumah ini mirip seperti jamur karena atapnya yang kerucut dan ditutupi dengan jerami, serta dinding yang terbuat dari kayu.

Bentuk atap yang kerucut dengan penataan jerami ini memiliki fungsi untuk menjaga keawetan dinding kayu dan menjaganya dari udara dingin diluar.

Umumnya, Honai tidak memiliki jendela, dan hanya ada satu pintu untuk satu rumah.

Sedangkan untuk tinggi bangunannya sendiri mencapai 2,5 meter dan luas ruangannya hanya sekitar 5 meter saja.

Ciri khas lainnya adalah adanya lingkaran di tengah untuk membuat perapian sebagai penerangan sekaligus menghangatkan badan.

Fungsi rumah adat Honai

sejarah rumah adat papua
Sumber: papuanews.org

Kegunaan dari bangunan Honai dibagi menjadi dua bagian, ada lantai atas dan lantai bawah.

Lantai atas biasanya digunakan untuk tempat tidur dengan beralaskan rumput yang telah dikeringkan.

Sedangkan lantai bawah difungsikan untuk tempat berkumpul dan melakukan kegiatan.

Tidak hanya itu, tempat yang paling bawah biasanya juga digunakan untuk menyimpan mumi atau mayat yang telah diawetkan.

Serta menyimpan benda-benda sebagai simbol adat mereka, seperti alat-alat perang.

2. Ebai

apa nama rumah adat papua
Sumber: indonesiatraveler.id

Kata Ebai berasal dari kata “ebe” yang artinya tubuh, dan “ai” yang artinya tempat tinggal atau rumah.

Berbeda dengan Honai, rumah Ebai ini diperuntukkan untuk para ibu, anak perempuan, dan anak laki-laki.

Namun, ketika anak laki-laki mereka sudah beranjak dewasa, mereka tidak lagi tinggal disini dan akan pindah ke rumah Honai

macam macam rumah adat papua
Sumber: batasnegeri.com

Rumah Ebai selain untuk tempat tinggal, ini juga digunakan sebagai tempat pendidikan anak-anak perempuan.

Mereka diajari tentang hal-hal yang harus dipersiapkan untuk bekal mereka sebelum menikah.

Baca juga:   Rumah Adat Sulawesi

Bentuk rumah adat Ebai cenderung lebih kecil dan pendek dari Honai, tetapi tetap memiliki bentuk yang relatif sama.

Sedangkan untuk letaknya sendiri biasanya berada disamping kanan dan kiri rumah Honai.

3. Wamai

rumah adat papua dan penjelasannya
Sumber: indonesiatraveling.com

Rumah adat yang satu ini sangat berbeda dengan yang lainnya, karena khusus diperuntukkan bagi hewan peliharaan.

Rumah ini dihuni hewan ternak, seperti babi, anjing, dan ayam yang dimiliki oleh si keluarga.

rumah adat papua dan keterangannya
Sumber: tanahnusantara.com

Untuk bentuk dan ukurannya sendiri tidak ada aturan yang baku, cukup menyesuaikan jumlah dari hewan yang dimiliki.

Umumnya, rumah adat ini berbentuk persegi tetapi ada juga yang memiliki bentuk lain.

4. Kariwari

cara membuat rumah adat papua
Sumber: arsitektour.wordpress.com

Kariwari adalah salah satu rumah adat di Papua yang ditinggali oleh suku Tobati-Enggros. Mereka adalah suku yang berada di tepi danau Sentani, Jayapura.

Fungsi rumah Kariwari ini sama dengan Ebai, sama-sama untuk mendidik anak mereka sebelum menikah, hanya saja rumah ini diperuntukkan untuk anak laki-laki yang berusia sekitar 12 tahun.

Anak-anak ini dididik menjadi seorang laki-laki yang tangguh untuk menghadapi berbagai pengalaman hidup dan cara-cara mencari nafkah untuk kedepannya.

Contohnya, mereka diajari bagaimana cara membuat perahu, berperang, memahat, bahkan membuat senjata.

Sehingga secara tidak langsung mereka juga belajar untuk bertanggung jawab atas pekerjaan mereka dan menjadi seseorang yang berani.

Bentuk Bangunan Rumah Adat Kariwari

rumah adat papua berbentuk melingkar melambangkan
Sumber: skyscrapercity.com

Rumah adat Kariwari memiliki bentuk yang berbeda dengan rumah-rumah lainnya, jika umumnya terlihat seperti jamur, rumah ini justru berbentuk limas atau segi delapan sedang atapnya kerucut dan luas yang lebih besar.

Untuk tinggi dari bangunannya, kurang lebih mencapai 20 hingga 30 meter. Sangat tinggi bukan?

Meskipun demikian, rumah ini terdapat 3 lantai di dalamnya.

Lantai pertama biasanya diperuntukkan bagi para remaja laki-laki, sedangkan lantai kedua untuk tempat tidur para laki-laki dan juga sebagai tempat pertemuan kepala suku.

Baca juga:   Rumah Adat Nias

Lantai yang paling atas, biasanya untuk berdoa atau meditasi, hal ini sesuai dengan kepercayaan masyarakatnya yaitu mendekatkan diri kepada leluhur mereka.

Selain itu, tingginya bangunan juga dimaksudkan untuk menahan hembusan angin yang sangat kuat.

Material yang digunakan untuk atap adalah daun sagu, tetapi ada pula yang menggunakan material khusus atap sehingga mempunyai kesan yang lebih modern.

Lalu, lantainya terbuat dari kulit kayu sedangkan dindingnya berasal dari potongan pohon bambu.

Melihat bentuknya yang menjulang tinggi, bangunan ini tetap dilengkapi besi-besi yang didalamnya berfungsi supaya tetap kuat dan tidak ikut terbang dengan hembusan angin.

5. Rumsram

rumah adat papua dan keunikannya
Sumber: arsitektour.wordpress.com

Rumsram merupakan salah satu rumah adat Papua timur yang dihuni oleh suku Biak Numfor.

Rumah ini ditujukan untuk para anak laki-laki, mereka disini diajari tentang bagaimana mencari nafkah, bertanggung jawab sebagai seorang kepala keluarga nantinya, serta bagaimana menjadi seseorang yang kuat dan tangguh.

Anak-anak dari suku Biak ini belajar memahat, sampai berperang di rumah ini.

Bentuk rumah adat Rumsram

Bisa dilihat apda gambar atau foto di atas, bentuk rumah Rumsram yaitu persegi, hampir mirip dengan rumah panggung dengan dihiasi beberapa ukiran di bagian-bagian tertentu.

Atapnya ada yang berbentuk seperti perahu terbalik dengan filosofi tentang mata pencaharian mereka yang umumnya sebagai nelayan.

Tinggi dari bangunan ini biasanya mencapai 6 hingga 8 meter, dan terdiri dari dua lantai di dalamnya.

Lantai rumah Rumsram terbuat dari lapisan kulit kayu, kemudian dindingnya berasal dari batang bambu yang telah dicacah, dan atapnya dari daun sagu.

Selain itu, rumah ini mempunyai dua buah pintu di bagian belakang dan depan, serta beberapa jendela.

Demikian ulasan tentang berbagai macam rumah adat Papua dan penjelasannya, semoga memberikan pengetahuan baru untuk kamu semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *