Rumah Adat Banten (Suku Baduy)

Sebagai negara yang kaya akan adat dan budaya, Indonesia terkenal memiliki beragam rumah adat yang jumlahnya mencapai puluhan buah.

Nah, salah satu rumah adat  yang cukup menarik perhatian ini adalah rumah adat Baduy yang dibangun dengan konsep ekologi.

Dibuat dengan 100% material mengambil dari alam, bangunan-bangunan rumah ini masih terjaga hingga sekarang, tanpa sedikitpun tergerus arus modernisasi.

Seperti apa sih arsitektur rumah adat Banten (Suku Baduy) yang terkenal akan kesederhanaannya itu?

Berikut ulasan lengkapnya, yang sudah kami siapkan khusus buat kamu.

Happy reading, guys!

Mengenal Rumah Adat Banten (Suku Baduy)

batu pondasi rumah adat baduy berasal dari batu alami
Sumber gambar: www.twitter.com

1. Sejarah Singkat

Suku Baduy merupakan masyarakat asli Banten yang sudah menghuni wilayah sekitar kaki pegunungan Kendeng secara turun-temurun.

Jika dari Kota Rangkasbitung, daerah ini berjarak 40 km, tepatnya di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidimar, Kabupaten Lebak.

Rumah adat yang dibangun oleh Suku Baduy ini merupakan rumah adat yang memiliki prinsip ekologis untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Secara fisik, rumah ini punya struktur yang tinggi membentuk rumah panggung, yang seluruh materialnya mengambil dari alam tanpa menggunakan komponen modern, seperti paku.

Rumah ini adalah simbol kesederhanaan dari penghuninya, yang dibangun dengan asas ingin mendapat perlindungan serta kenyamanan, sesuai naluri alamiah manusia.

Tak hanya itu, lingkugan warga Baduy juga dikenal punya sifat kekeluargaan yang kental, sehingga dalam mendirikan rumah adat ini selalu dipakai jalan gotong royong dan saling membantu tanpa pamrih.

Mereka bisa saja menyumbang material bangunan, komponennya saja, atau juga dengan tenaganya.

Melalui asas gotong royong inilah, penduduk kampung ini bisa mendirikan 10 rumah adat dengan luas 100-200 meter persegi dalam waktu sehari.

Hal ini dimungkinkan, sebab mereka sudah terbiasa menyiapkan semua material terlebih dahulu, lalu tinggal memasang komponen-komponennya.

Selain disebut rumah adat Baduy, rumah ini juga dinamakan rumah adat banten dan Sulah Nyanda.

2. Filosofi

Seperti halnya rumah adat di daerah lain, rumah adat Baduy juga dibuat bukan sekedar untuk rumah hunian saja.

Sebab, untuk masyarakat setempat, bangunan ini adalah lambang jati diri dan kepribadian masing-masing penghuninya.

Oleh sebab itu, pembuatannya juga harus mematuhi aturan adat dan tidak bisa dibangun sembarangan.

Prinsip utama dalam pembangunan rumah ini adalah harus memenuhi syarat ekologis, yang ramah lingkungann, dan tidak merusak alam.

Misalkan saja untuk struktur tanah yang miring, adat setempat melarang warganya untuk mengubah bentuk tanah ini, baik  dengan mengolah atau mengubahnya untuk tujuan diratakan

Untuk mengadopsi perbedaan ketinggian tanah ini, Suku Baduy punya cara yang unik untuk memecahkannya, yakni dengan memasang tiang penyangga yang berbeda pula ketinggiannya.

Penggunaan paku juga dilarang menurut peraturan adat setempat, dan sebagai penggantinya dipakai metode tradisional coak dan purus atau memakai tali awi temen yang ternyata hasilnya cukup maksimal.

Cara ini bisa dilihat pada konstruksi lantainya yang hanya diikat atau dijepit pada sebilah bambu kerangkanya.

Tak hanya itu, pembangunan rumah adat ini, juga hanya diperbolehkan menghadap selatan atau utara saja, dengan pemukiman yang diatur saling berhadap-hadapan.

Sebab, menurut kepercayaan adat setempat, dua arah ini bisa memberikan kebaikan, sementara arah timur dan barat bisa memberikan keburukan.

Peraturan adat ini membuktikan bahwa kondisi alam sekitar tetap terjaga alami meski sudah dibangun puluhan pemukiman.

Ciri Khas

perkambungan rumah adat baduy
Sumber gambar: www.tripzilla.id

Setiap rumah adat selalu memiliki ciri tersendiri, baik kekhasan yang bisa dilihat dari fisiknya maupun fungsinya.

Begitu halnya dengan rumah adat Baduy ini, yang punya kearifan lokal yang membdedakannya dengan rumah adat yang lain.

Berikut adalah ciri khas rumah adat Baduy.

  • Bangunan rumah dibuat dengan model panggung, sehingga lantainya tidak menyentuh tanah.
  • Setiap tiang penyangga rumah, selalu dilengkapi batu landasan yang terbuat dari batu-batu kali alami.
  • Dinding rumah dibuat dari anyaman bambu.
  • Tidak memiliki jendela.
  • Atap mempunyai dua bagian, di mana sisi kiri bentuknya lebih memanjang dibandingkan dengan sisi kanan.
  • Atap dibuat dari daun nipah, ijuk, ataupun daun kelapa.
  • Lantai dibuat dari potongan bambu.

Konstruksi Bangunan

pintu rumah adat baduy tidak dikunci
Sumber gambar: www.pinterest.com

Seperti konstruksi rumah pada umumnya, rumah adat Baduy juga memiliki pondasi, tiang, lantai, dinding, pintu, dan atap.

Perbedaanya, ada di bagian jendela, dimana rumah adat Baduy ini dibangun tanpa memakai jendela.

Hal ini disebabkan supaya penghuninya mau keluar rumah jika ingin melihat suasana luar rumah.

Uniknya, bentuk dari semua rumah adat Baduy ini sagat mirip satu sama lain.

Sehingga, besar atau kecil bangunan rumah ini tidak bisa dipakai sebagai parameter kekayaan penghuninya.

Status kekayaan warga Baduy ditentukan oleh banyak atau sedikitnya tembikar yang ada di rumah mereka.

Semakin banyak jumlah tembikar yang terbuat dari kuningan tersebut, menandakan penghuninya memiliki derajat yang tinggi dan terhormat di kalangan masyarakat.

1. Pondasi

konstruksi pondasi rumah adat baduy
Sumber gambar: www.khatulistiwa.info

Kontur tanah yang dipakai dalam bangunan rumah adat Baduy umumnya tidak rata, baik karena miring atau bergelombang.

Karena itu, sebagai pondasi bawah, diletakkan batu kali berbentuk datar dan besar yang disusun bertumpuk.

Uniknya, batu-batu ini tidak dipecah dan tidak ditanam dalam tanah.

Tujuannya adalah untuk landasan penyangga bangunan serta menjaganya dari bahaya longsor atau tanah gerak.

2. Tiang 

konstruksi tiang rumah adat baduy
Sumber gambar: www.goodnewsfromindonesia.id

Dalam konstruksi rumah adat Baduy, tiang rumah dibuat dari balok kayu yang dipasang tanpa adanya finishing.

Jenis kayu yang dipakai ini pun harus yang kuat serta tahan lama.

Misalnya saja, kayu ulin, akasia, mahoni, dan jati.

Untuk menyambung satu tiang dengan tiang yang lain, digunakan metode coak dan purus.

Untuk penguatan, dipasang juga pasak kayu tanpa paku.

3. Lantai

konstruksi lantai rumah adat baduy
Sumber gambar: www,detik.com

Kerangka yang dibuat untuk bagian lantai, memakai bahan bambu.

Untuk sisi atasnya ditutup mamakai bambu yang sudah dipecah dan dibuat rata.

Lantai ini difungsikan juga untuk duduk lesehan dan tempat tidur, dengan membentangkan tikar pandan.

Sebab, di rumah ini memang tidak ada kursi ataupun kamar tidur khusus yang ada dipan atau kasur nya.

Tikar tersebut baru dibentangkan saat akan digunakan, kemudian dilipat kembali setelah selesei dipakai.

Hal ini menunjukkan jika bagian rumah ini juga memiliki berbagai fungsi yang fleksibel.

Di bagian lantai ini juga, terdapat lubang yang fungsinya untuk sirkulasi udara, sebab konstruksi rumah ini tidak memiliki jendela.

4. Dinding

konstruksi dinding rumah adat baduy
Sumber gambar: www.indonesiakaya.com

Dinding rumah dibikin dari anyaman pohon bambu berikut juga dengan tulangannya.

Anyaman yang dibuat ini, disnyam dalam arah vertikal dan disebut dengan nama Sarigsig.

Metode pembuatannya berdasarkan kira-kira saja dan tidak ada patokan ukuran khusus yang mesti diikuti.

Tapi, umunya untuk dinding bagian atas, anyamannya dibuat dengan jarak yang jarang.

Sementara, untuk bagian bawah, dibuat dengan anyaman yang rapat.

Untuk memantau keamanan sekitar, di bagian dinding ini juga dilengkapi sebuah lubang kecil berukuran 10×10 cm hingga 10×15 cm.

5. Pintu

konstruksi pintu rumah adat baduy
Sumber gambar: www.docplayer.info

Pintu rumah adat Baduy juga dibuat dari anyaman bambu dalam arah vertikal.

Dua buah potongan kayu yang tersusun jadi sebuah palang, juga dipasang di pintu ini sebagai fitur keamanan.

Dengan palang ini juga, pintu bisa dibuka dan ditutup dari arah luar.

Umumnya, di semua rumah adat Baduy, hanya punya satu pintu masuk saja, yang disebut dengan istilah Panto.

Di depan pintu masuk ini, biasanya juga dilengkapi tangga untuk naik dan turun rumah, yang disebut dengan nama Taraje.

Konon, pintu ini tidak pernah dikunci oleh pemilik rumah walaupun kondisinya kosong karena ditinggal pergi.

6. Atap

konstruksi atap rumah adat baduy
Sumber gambar: www.phosphone.wordpress.com

Rangka untuk bagian atap rumah adat Baduy dibuat dari kayu dan bambu.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bagian atapnya sendiri dibuat dari beberapa lapis daun nipah yang sudah dikeringkan dan disebut dengan istilah Sulah Nyanda.

Kata “Nyanda” sendiri, bermakna sikap bersandar, yakni bersandar dalam posisi miring dan agak merebah ke belakang atau seperti posisi seorang ibu yang baru saja melahirkan.

Hal ini tampak dari struktur Sulah Nyanda yang dibikin memanjang serta punya derajat kemiringan yang lebih rendah di kerangka atap bawah.

Pada bagian atas atap, terdapat hiasan mirip dengan tanduk yang dibuat dari sabut aren yang dibuat bentuk bulat, lalu diikat.

Bagian Ruangan Rumah

tiang rumah adat baduy berbeda-beda
Sumber gambar: www.wix.com

Layaknya rumah yang ada pada umumnya, rumah adat Baduy juga di bagi menjadi beberapa ruangan.

Masing-masing ruang tersebut, dibuat dengan tujuan dan fungsi berbeda.

Berikut adalah pembagian ruangan dari rumah adat Baduy.

1. Soroso

bagian soroso rumah adat baduy
Sumber gambar: www.travelingyuk.com

Bagian ini merupakan area paling depan rumah adat Baduy, layaknya teras atau beranda yang ada di rumah-rumah yang lain.

Area ini biasa dipakai oleh penguhi rumah untuk santai-santai dan juga menerima tamu.

Anak-anak perempuan yang suka menenun, biasanya juga melakukan kegiatannya di ruangan ini.

2. Tepas

pembagian ruang tepas rumah adat baduy
Sumber gambar: www.indonesiakaya.com

Masuk ke dalam rumah, ada ruangan yang disebut Tepas yang berada di tengah dan dibangun dengan bentuk memanjang ke arah belakang..

Ruangan ini difungsikan sebagai tempat berkumpul keluarga, tempat digelarnya tasyakuran, serta untuk pertemuan.

Area ini juga dipakai untuk lokasi rehat serta istirahat jika malam sudah datang.

Ruangan ini umumnya berbentuk huruf L tanpa disertai sekat atau dinding pembatas.

3. Imah

pembagian ruang imah rumah adat baduy
Rumah Sumber gambar: www.adatradisional.com

Bagian ini ada di sisi belakang rumah, yang fungsinya dipergunakan sebagai dapur untuk tempat memasak dan menyimpan bahan makanan.

Uniknya, ruangan ini adalah ruang utama lho dalam struktur bangunan rumah adat baduy.

Oleh sebab itu, kepala keluarga dan istrinya sering menjadikannya sebagai tempat tidur.

4. Leuit

ruangan leuit rumah adat baduy
Sumber gambar: republika.co.id

Selanjutnya, ruangan yang dinamakan Leuit ini, dipakai untuk menyimpan bermacam hasil bumi penghuninya, atau kalau di rumah lain umumnya disebut sebagai lumbung padi.

Area ini merupakan simbol ketahanan pangan penghuninya.

Oleh sebab itu, demi menjaga keamanannya, biasanya puun, yakni ketua adat setempat, akan membacakan mantra-mantra spesial untuk memberi perlindungan.

Puun juga memiliki otoritas dalam menentukan pembangunan lumbung ini, yang dihitung berdasarkan hitungan bulan.

Masyarakat setempat juga beranggapan bahwa malapetaka akan datang jika hitungan tersebut salah.

Keunikan Arsitektur

rumah adat baduy adalah ruah tradisional banten
Sumber gambar: www.abusyamil2004.wordpress.com

Setiap rumah adat memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dengan bangunan rumah yang ada pada umumnya.

Nah, berikut ini adalah keunikan yang dimiliki oleh rumah adat Baduy dilihat dari arsitekturnya.

  • Konstruksi bangunannya tidak memakai jendela.
  • Konstruksi bangunannya tidak memiliki kamar tidur, dipan, ataupun kasur, karena penghuni rumah langsung tidur di lantai.
  • Lantai juga dipakai untuk duduk lesehan, sebab rumah tidak dilengkapi perabotan kursi.
  • Semua bangunan rumah adat Baduy memiliki bentuk yang mirip satu sama lain.
  • Tiang penyangga rumah adat Baduy memiliki ketinggian yang berbeda-beda, mengikuti kontur permukaan tanah.

Proses Pembangunan rumah

rumah adat baduy diwariskan secara turun-temurun
Sumber gambar: www.nengsyera.wordpress.com

Karena lahan untuk pembuatan rumah semakin terbatas, dan butuh biaya yang tak sedikit juga, maka pembangunan rumah adat Baduy ini tidak bisa sembarangan dimulai.

Meskipun tersedia lahan kosong juga, pembangunan ini tidak bisa serta-merta dilaksanakan.

Sebab, setiap warga yang ingin membangun rumah, harus mengantongi surat ijin dari pemangku adat.

Selain berisi ijin pembangunan, dalam surat ini juga ditentukan di mana posisi rumah akan dibangun dan berapa juga luas rumahnya.

Setiap rumah baduy yang dimiliki warga, tidak sama luasannya satu sama lain.

Tak hanya itu, pembangunan rumah adat Baduy ini juga memakai patokan arah selatan-barat sejalan dengan sinar matahari.

Hal ini dimaksudkan supaya cahaya matahari dan angin akan masuk ke rumah lewat celah-celah dinding, sehingga membawa dampak kesehatan.

1. Dimensi

contoh dimensi rumah adat baduy
Sumber gambar: www.albantanipro.blogspot.com

Warga Baduy tidak kenal dengan ukuran yang umum dipergunakan oleh masyarakat modern.

Sebab itulah, mereka juga tidak pernah mengetahui berapa ketinggian ataupun luas rumah yang dihuninya.

Bangunannya hanya dibuat dengan ilmu kira-kira saja, serta dari kebiasaan yang sudah dipakai secara turun-temurun.

Cara ukurnya, cukup memakai acuan tubuh manusia yang akan tinggal di rumah tersebut.

Contohnya, untuk memutuskan berapa lebar pintu, mereka menamakannya dengan istilah sanyiru asup, yakni dengan mempergunakan ukuran tubuh seorang laki-laki/kepala keluarga dengan tangan bertolak pinggang.

Sementara, untuk mengukur dimensi tingginya, cukup diputuskan dengan memakai tinggi seorang laki-laki/kepala keluarga dengan meletakkan telapak tangan di atas kepala.

Meskpun dimensi rumah adat baduy ini berbeda sat sama lain, umumnya rumah-rumah ini berukuran 7×7 meter, 9×10 meter, dan 12×10 meter.

2. Sistem Drainase

batu kali sistem drainase rumah adat baduy
Sumber gambar: www.humaspdg.wordpress.com

Sistem drainase adalah sebuah sistem saluran air di kawasan pemukiman penduduk yang fungsinya untuk mengatur laju aliran air hujan.

Warga Suku Baduy sendiri, tidak mengenal sistem drainase secara khusus, melainkan hanya menggunakan jalan di sela-sela antar rumah sebagai salurannya.

Sistem ini dibuat dengan cara sangat sederhana, yakni dengan memasang batu kali mengelilingi rumah, dengan tujuan untuk menghadang tergerusnya tanah karena terbawa aliran air hujan saat mengucur deras dari atas atap.

Sistem drainase tradisional seperti ini ternyata secara tak langsung memberikan dampak terhadap usaha konservasi air, yakni dengan memastikan agar air bisa mersesap kembali ke dalam tanah.

3. Struktur Pemukiman

gambar struktur pemukiman rumah adat baduy
Sumber gambar: www.antaranews.com

Warga etnis Baduy punya pola pemukiman berbentuk klaster.

Setiap pemukiman dibatasi oleh pagar alam berupa hutan yang mengelilingi sebuah perkampungan, sekaligus sebagai batas wilayah antar  pemukiman.

Setiap perkampungan memiliki rumah dinas yang dihuni oleh pemangku adat, yakni Puun, Girang Serat, dan Jaro.

Selama menjabat, para pemangku adat ini wajib menghuni rumah dinas tersebut.

Orientasi rumah warga biasa ditentukan dari letak rumah dinas Puun, yang umumnya ada di bagian paling selatan.

Rumah pejabat lain dan rumah warga biasa tidak boleh berada di belakang atau disamping rumah ini.

Rumah dinas Girang Serat dan Jaro ada di depan bagian kanan dari rumah dinas Puun.

Sementara, di sebelah depan bagian kiri, berisi rumah para mantan pemangku adat.

Setelah para pejabat ini paripurna dari tugasnya, barulah rumah dinas-rumah dinas ini akan ditinggalkan.

Setelah deretan rumah dinas itu, barulah berdiri barisan rumah warga biasa lainnya.

Nah, itu tadi ulasan lengkap rumah adat Baduy yang pastinya asyik untuk dipelajari.

Jika kamu ada pertanyaan seputar rumah adat Baduy ini, silakan tulis di kolom komentar ya.

Jangan lupa, like and share juga ya, biat teman-temanmu tahu dengan pengetahuan yang menarik ini.

Anas Fauzi

Hallo! Saya adalah seorang engineer. Selain menyukai dunia blogging, saya juga senang membaca dan menanam.

Update : [modified_date] - Published : [publish_date]

Tinggalkan komentar