Perjanjian Versailles

4 min read

foto perjanjian versailles

Perjanjian Versailles adalah perjanjian damai antara Jerman dan sekutu untuk mengakhiri Perang Dunia 1.

Perjanjian ini dianggap merugikan Jerman karena berdampak besar terhadap kekuatan militer serta politik juga keuangan Jerman yang dibabat habis oleh pihak sekutu.

Anehnya tujuan sekutu menekan Jerman sangat bisa dirasakan pada perjanjian ini. Berikut ulasan singkat mengenai Perjanjian Versailles:

Latar Belakang Perjanjian Versailles

1. Berakhirnya Perang Dunia 1

Foto perjanjian Versailles berakhirnya perang dunia 1
pixabay.com

Berakhirnya Perang Dunia 1 ditandai dengan kemenangan blok sekutu serta kekalahan blok sentral.

Perang Dunia 1 terjadi pada rentang tahun 1914 – 1918 .

Perang ini melibatkan beberapa negara bagian Eropa dan terbagi menjadi 2 bagian yang saling bertentangan, yaitu Blok Sekutu (Entente) yang terdiri dari Britania Raya, Perancis, dan Rusia,

serta Blok Sentral yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, serta Italia. 

Perang Dunia disebut juga sebagai perang mengerikan sepanjang sejarah Eropa, pasalnya perang ini menewaskan sekitar 9 juta tentara militer dan 21 ribu warga sipil luka-luka.

Di tengah-tengah perang, Italia menyatakan keluar dari blok sentral dan berpindah ke blok sekutu (Entente).

Keputusan Italia untuk keluar dari blok sentral dikarenakan Italia merasa dirugikan oleh blok sentral dan memilih berpihak pada blok sekutu.

Sekitar 10 bulan sebelum Perang Dunia 1 diakhiri, Woodrow Wilson yang saat itu menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat menulis sebuah draft yang berisi “Empat Belas Butir”.

Inti dari draft tersebut berisi seputar politik, ekonomi, serta menandai babak baru lahirnya organisasi Liga Bangsa-bangsa (saat ini bernama Perserikatan Bangsa-bangsa).

Tujuan draft yang diusulkan Woodrow Wilson salah satunya juga sebagai pencegahan dari timbulnya perang di masa depan.

“Perdamaian Tanpa Kemenangan” agar menjadi berakhirnya perang dari segala perang.

Empat Belas Butir tersebut juga dinamai perjanjian perang antara pihak sekutu dan pihak sentral atau merupakan cikal bakal dari Perjanjian Versailles.

Saat pimpinan Jerman bersedia untuk menandatangani perjanjian tersebut, 4 negara mengadakan pertemuan di Perancis guna membahas kelanjutan isi perjanjian.

Keempat negara tersebut adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Italia (blok sekutu sebagai pemenang Perang Dunia 1). 

Terdapat beberapa perubahan dari perjanjian tersebut yang digagas oleh kontingen sekutu Eropa yakni pembebanan penuh diberikan kepada Jerman atas kerugian yang dialami seluruh negara yang terlibat Perang Dunia 1.

Baca juga:   Perjanjian Renville

Hal tersebut dipicu karena Jerman dianggap sebagai blok yang memulai peperangan.

Setelah pertemuan keempat negara tersebut diselenggarakan di Paris, Wilson menyerahkan draft tersebut ke pimpinan Jerman untuk ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1919. 

2. Pembuka Perang Lanjutan

Akibat Perjanjian Versailles yang merugikan Jerman, banyak kerugian materi yang diterima Jerman.

Namun, bukan Jerman namanya jika tidak bisa bangkit dalam waktu yang pesat.

Oleh sebab itu, sebelum Jerman bangkit lebih cepat, pihak sekutu menyiasati kemajuan Jerman dengan cara membatasi angkatan militer Jerman serta perbaikan terhadap negara-negara sekutu.

Jerman pun menyatakan perang dengan Perancis akibat perjanjian ini.

Mengapa Jerman merasa diperlakukan tidak adil melalui perjanjian ini adalah tidak lain sebab perjanjian versailles disepakati secara sepihak.

Ternyata dampak perjanjian ini dirasakan setelah beberapa puluh tahun kemudian.

Tepatnya bulan September 1939.

Saat Inggris dan Perancis menyatakan siap berperang melawan Jerman yang saat itu sudah dikuasai api amarah dan hasutan dari Hitler untuk menolak dan melanggar Perjanjian Versailles yang sudah ditandatangani pada tanggal 28 Juni 1919.

Isi Perjanjian Versailles

Isi gambar perjanjian Versailles
theworldwar-prod.s3.amazonaws.com

Perjanjian damai namun merugikan salah satu pihak?

Apa isi Perjanjian Versailles hingga dianggap merugikan Jerman?

Berikut isi Perjanjian Versailles yang sudah dirangkum menjadi beberapa poin penting:

  1. Jerman harus menyerahkan sebagian negara jajahannya kepada negara lain
  2. Wilayah Barat sungai Rheinland diberikan pada Perancis
  3. Ganti rugi materi yang wajib dibayar Jerman senilai 132 Miliar Yard 
  4. Kota Danzig menjadi kota yang bebas di bawah Liga Bangsa-bangsa
  5. Jerman dilarang memproduksi senjata militer
  6. Pasukan militer Jerman dibatasi hanya beberapa ribu orang saja serta dilarang wajib militer

Tokoh yang Menandatangani

Gambar tokoh yang menandatangani perjanjian Versailles
theinsidemag.com

Perjanjian ini diprakarsai oleh beberapa tokoh yang menyebabkan Jerman sangat merugi.

Selain disebutkan di atas yaitu Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson, terdapat beberapa tokoh lain yang terlibat, di antaranya yaitu:

  1. Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson
  2. Perdana Menteri Britania Raya David Lloyd George
  3. Perdana Menteri Perancis Georges Clemenceau 
  4. serta dari Italia yaitu Vittorio Orlando 

dalam hal ini tidak satupun perwakilan negara Jerman diundang untuk merumuskan bersama perjanjian versailles sehingga dapat disimpulkan bahwa Jerman sangat dirugikan pada perjanjian ini.

Dampak

Gambar perjanjian Versailles munculnya Kekuasaan Hitler
assets.pikiran-rakyat.com

Dampak yang besar dirasakan Jerman terutama pada bidang politik dan militer serta kerugian materi yang tidak kalah besar.

Ditambah pada waktu itu terjadi inflasi besar-besaran yang mengakibatkan Jerman diharuskan melunasi seluruh kerugian perang terhadap negara sekutu.

Berikut ini dampak Perjanjian Versailles bagi Jerman:

1. Kerugian yang Besar bagi Jerman

Salah satu isi Perjanjian Versailles menyatakan bahwa seluruh kerugian materi perang dibebankan pada Jerman.

Kebetulan saat itu terjadi inflasi di negara bagian Eropa sehingga membuat Jerman memiliki hutang yang menggunung pada negara lain.

Pernyataan isi dari perjanjian tersebut memutuskan bahwa Jerman sebagai pemicu perang maka kerugian materi ditanggung penuh oleh Jerman.

2. Kemunduran Politik Jerman

Selain kerugian materi yang amat besar bagi Jerman, kemunduran politik juga menyerang negara ini.

Perdagangan senjara (ekspor – impor) dilarang beroperasi bagi Jerman. 

Apalagi produksi senjata juga dibatasi untuk mengurangi terjadinya perang susulan yang lebih besar dari Jerman, mengingat angkatan militer Jerman yang kuat.

3. Melemahnya Militer di Jerman

Jerman dikenal dengan angkatan militer yang kuat dan senjata yang canggih, oleh sebab isi Perjanjian Versailles yang ditandatangani pada tanggal 28 Juni 1919 menyebabkan dilarangnya wajib militer di Jerman.

Saat perang lanjutan setelah damainya Perang Dunia 1, angkatan darat Jerman dibatasi hanya 100.000 orang saja dan angkatan laut hanya 15.000 orang.

Selain itu tidak diperbolehkannya operasi angkatan udara bagi Jerman.

Selain dibatasi angkatan perang dan pelarangan wajib militer di negara Jerman, Jerman juga dilarang memproduksi senjata militer baik untuk negara lain sekalipun.

Kapal perang milik Jerman pun disita dan tidak diperbolehkan beroperasi. Hal ini tentu sangat menyulitkan Jerman menjalankan operasi militernya. 

4. Munculnya Kekuasaan Hitler

Adolf Hitler dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan keras.

Pada masa kepemimpinan Hitler Jerman merupakan negara otoriter yang menganut paham kedisiplinan yang sangat kuat.

Terlebih kemampuan demagogi Hitler yang baik menjadikannya terkenal keras dan memberontak.

Namun, dengan dikuasainya Jerman oleh Hitler, politik Jerman menjadi lebih kuat dari negara musuh.

Hitler menghasut masyarakat Jerman untuk menolak keras Perjanjian Versailles karena tujuan sekutu menekan Jerman sangat erat dirasakan pada perjanjian tersebut.

Akhirnya seluruh masyarakat banyak yang mendukung kepemimpinan Hitler dalam upaya menegakkan kembali negaranya.

Namun, mereka juga harus bersedia mengikuti apa alur pemerintahan yang dipegang Hitler.

5. Pemberontakan Jerman

Hasil Perjanjian Versailles yang menginginkan runtuhnya Jerman malah mengakibatkan Jerman bertindak lebih keras.

Terlebih saat Jerman dikuasai oleh Adolf Hitler. 

Dengan kepiawaiannya menyuarakan penghapusan perjanjian versailles, Hitler berhasil memproduksi kembali senjata militer di Jerman secara diam-diam.

Hal ini tentu sudah menyalahi Perjanjian Versailles yang sebelumnya telah disepakati bersama. 

Beberapa saat setelah itu Jerman secara terang-terangan melanggar Perjanjian Versailles dengan lebih banyak memproduksi senjata perang dan memperkuat pasukan militer. 

Akhirnya berkat kekuatan tersebut Jerman mampu mengembalikan Austria untuk berada dipihaknya serta menduduki Rhineland kembali.

Selain Rhineland dan Polandia, Jerman juga menduduki Ceko sebagai negara jajahannya. 

Akhirnya 2 tahun setelah kejadian tersebut, Jerman berhasil membalaskan dendamnya kepada sekutu dengan kemenangan mutlak bagi Jerman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *