Farida Alviyani Hi, I'm Alvi. writing, traveling and photography enthusiast,

Perjanjian Saragosa

4 min read

terjadinya perjanjian saragosa

Perjanjian Saragosa atau yang juga dikenal dengan perjanjian Saragoza, merupakan sebuah perjanjian antara Portugis dan Spanyol untuk membagi kekuasaan atas wilayah bumi Timur.

Hal tersebut dikarenakan kedua pihak yang telah menyepakati sebuah perjanjian pembagian dunia sebelumnya, menemukan tanah baru yang kaya akan rempah yaitu Kepulauan Maluku dan bersaing untuk menguasainya.

Maka dari itu keduanya memutuskan untuk mengambil jalan diplomasi dalam penyelesaian masalah mereka.

Latar Belakang Perjanjian Saragosa

latar belakang perjanjian saragosa
informazone.com

Latar belakang terjadinya perjanjian Saragosa tidak lepas dari sejarah penjajahan Bangsa Indonesia oleh negara-negara Eropa yang ingin menguasai sumber daya alam Indonesia terutama rempah-rempah.

Seperti yang telah banyak dijelaskan dalam catatan sejarah bahwa Portugis merupakan negara pertama yang mendarat di wilayah Indonesia dan melakukan penjajahan, menyusul kemudian Spanyol sehingga menimbulkan sengketa.

Sebelumnya, kedua negara tersebut telah terikat perjanjian Tordesillas yang menyepakati pembagian dunia menjadi dua yaitu bagian Timur dan Barat yang garis lurusnya ditarik di Kepulauan Tanjung Harapan dari Kutub Utara ke Kutub Selatan.

Dalam kesepakatan tersebut Spanyol mendapatkan wilayah kekuasaan atas belahan Barat, sementara Portugis berkuasa atas sisi Timur.

Dengan pembagian tersebut, Portugis akhirnya berlayar ke arah benua Afrika dan menyusuri sepanjang garis pantai bagian barat hingga mendarat di India.

Perjalanan Portugis tak selesai di India, mereka meneruskan perjalanan ke arah tenggara hingga rombongan yang dipimpin oleh Diogo Lopes De Sequeira tersebut menemukan Malaka pada tahun 1509 dan berhasil menaklukan wilayah tersebut dua tahun kemudian walaupun kejayaan tersebut hanya berlangsung sebentar.

Perjalanan Portugis untuk mencari pulau rempah-rempah terus berlanjut dan akhirnya Portugis berhasil menemukan pusat rempah-rempah yaitu Maluku pada tahun 1512.

Dengan segera, Portugis menjalin hubungan dan bersekutu dengan Kerajaan Ternate yang ada di sana kemudian membangun benteng pertahanan.

Sembilan tahun kemudian, tepatnya pada 1521, rombongan Spanyol yang sebelumnya telah berhasil menemukan Filipina juga mendarat di Maluku.

Baca juga:   Perjanjian Renville

Saat kedatangan Spanyol, Portugis telah memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku sehingga Portugis menganggap kedatangan Spanyol sebagai ancaman.

Dengan ambisi yang sama yaitu ingin menguasai rempah-rempah di Maluku, keduanya kemudian terlibat dalam pertikaian yang memanfaatkan pertikaian Kerajaan setempat yaitu Ternate dan Tidore.

Portugis yang sejak awal kedatangannya telah menjalin hubungan dengan Kerajaan Ternate tentu saja bersekutu dengan Kerajaan Ternate sedangkan Spanyol menjalin persekutuan dengan Kerajaan Tidore di mana masing-masing akhirnya terlibat dalam peperangan.

Meskipun demikian, kedua belah pihak beberapa kali mencoba untuk mengakhiri persaingan dengan menempuh jalan damai karena sejatinya tujuan utama mereka datang ke Maluku adalah untuk rempah-rempah, bukan untuk berperang.

Keduanya bahkan sama-sama mengirimkan beberapa ahli di bidang matematika, astronom, navigator, dan kartograf agar bisa membagi wilayah Maluku sebagaimana yang tertulis dalam perjanjian Tordesillas karena dalam perjanjian tersebut, wilayah Asia tenggara belum masuk dalam pembagian karena baru ditemukan.

Tujuan

tujuan diadakannya perjanjian saragosa
parararam.com

Tujuan utama diadakannya perjanjian Saragosa adalah untuk menghentikan persaingan dan perebutan wilayah Maluku oleh Portugis dan Spanyol.

Selain itu, juga agar mereka tidak turut andil atau memanfaatkan konflik Kerajaan lokal yang tengah berseteru hingga memperparah keadaan.

Tokoh Perjanjian Saragosa

Tokoh yang terlibat dalam Perjanjian Saragosa merupakan perwakilan dari masing-masing pihak yang mana baik Portugis dan Spanyol sama-sama mengirimkan satu orang delegasi yang mewakili dalam perundingan.

1. Pihak Spanyol

Delegasi pihak Spanyol yang mewakili dalam perundingan perjanjian saragosa adalah Kaisar Charles V.

2. Pihak Portugis

Sedangkan dari pihak Portugis yang menjadi delegasi dalam perundingan adalah Raja John 3.

Waktu dan Tempat Perjanjian Saragosa

tempat diadakan perjanjian saragosa
gurupendidikan.com

Perundingan antara Portugis dan Spanyol sebagai usaha untuk mengakhiri persaingan antara keduanya di Maluku tersebut dilakukan di Saragosa, Spanyol pada tanggal 22 April 1929.

Selanjutnya, perjanjian tersebut diberi nama sesuai dengan tempat dilaksanakannya perundingan yaitu Saragosa.

Isi Perjanjian

hasil perundingan perjanjian saragosa
theinsidemag.com

Hasil dari perundingan tersebut adalah pembagian wilayah Timur yang di antara keduanya dipisahkan oleh sebuah garis bujur sekitar 17o sebelah timur kepulauan maluku atau garis demarkasi sekitar 297,5 marine leagues ( 952 mil laut ) dari Maluku.

Lebih jelasnya, isi perjanjian Saragosa yang telah disepakati oleh Portugis dan Spanyol adalah sebagai berikut :

1. Seperti perjanjian sebelumnya, dunia dibagi menjadi dua di bawah pengaruh Portugis dan Spanyol, dimana kekuasaan Spanyol membentang ke Barat mulai dari Meksiko hingga Filipina sedangkan Portugis menguasai wilayah Brazil dan membentar ke Timur hingga Maluku.

2. Seluruh bagian laut dan Benua yang ada di sebelah barat garis yang telah ditentukan di atas merupakan wilayah kekuasaan Portugis, termasuk wilayah Asia dan kepulauan lain yang ditemukan oleh Portugis.

3. Wilayah kekuasaan Spanyol hanya Samudra Pasifik yang artinya setelah perjanjian ini selesai ditandatangani, Spanyol harus mengangkat kaki dari Maluku. Meskipun demikian, Portugis membiarkan Spanyol menduduki Filipina yag sebelumnya telah ditemukan Spanyol.

Peta

Poin utama dalam isi perjanjian saragosa adalah pembagian wilayah kekuasaan Portugis dan Spanyol dengan lebih rinci daripada yang ada dalam perjanjian Tordesillas yang diprakarsai oleh Paus sebelumnya.

Berikut adalah peta pembagian wilayah kekuasaan Portugis dan Spanyol pasca perjanjian Saragosa.

pembagian wilayah perjanian
thinglink.com

Dampak

dampak penandatanganan perjanjian saragosa
catatan17september.blogspot.com

Sebagai dampak, sesuai keputusan yang telah disepakati dalam perundingan perjanjian Saragosa, maka Spanyol harus meninggalkan wilayah Maluku dan kembali memusatkan perdagangannya di Filipina.

Hal tersebut otomatis membuat Portugis kembali menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku tanpa ada lagi gangguan yang mengancam posisi tersebut setelah Spanyol angkat kaki dari Maluku yang disebut-sebut sebagai wilayah terkaya.

Bagi Spanyol, dampak dari isi perjanjian Saragosa adalah kemenangan Portugis akan tanah Maluku membuat posisi Spanyol tampak sedikit berada di bawah kuasa Portugis karena secara langsung Spanyol diusir dari wilayah tersebut sedangkan Portugis kembali dengan bebas memonopoli perdagangan.

Tak hanya itu, di mata dunia, kedudukan Spanyol juga menurun karena dianggap kalah dan gagal menguasai tanah kaya Maluku.

Spanyol yang masih dapat menguasai wilayah Filipina kemudian langsung mengklaim kekuasaan atas wilayah tersebut karena merekalah yang pertama kali menemukannya.

Baca juga:   Perjanjian Aqabah

Sedangkan Portugis dengan mudah menaklukkan Kerajaan Ternate yang sebelumnya menjadi sekutunya.

Dampak perjanjian Saragosa rupanya tidak hanya dirasakan oleh Portugis dan Spanyol yang terlibat langsung di dalamnya, namun juga dirasakan oleh dunia dan Maluku sebagai wilayah yang diperebutkan.

Perjanjian Saragosa membuat Kepulauan Maluku menjadi terkenal oleh masyarakat dunia sebagai lokasi perdagangan yang strategis dan dijuluki sebagai The Richest Island in the World karena kekayaan hasil alamnya yang berupa rempah-rempah yang mana paling dicari di dunia.

Perjanjian tersebut juga mengubah pandangan dunia tentang bentuk bumi, sebelumnya bangsa Spanyol dan sebagian besar masyarakat dunia menganggap bahwa bentuk bumi adalah datar, namun setelah sampainya Spanyol dan Portugis di Maluku, mereka mulai mempercayai bahwa bumi berbentuk bulat.

Meskipun demikian, perjanjian saragosa tetap memberikan dampak yang menguntungkan bagi kedua belah pihak karena baik Portugis maupun Spanyol tetap mendapatkan wilayah jajahan yang kaya akan hasil alam yang melimpah dan tak terbatas.

Berbeda dengan Portugis dan Spanyol, hasil dari perjanjian tersebut justru sangat merugikan bagi wilayah yang menjadi pertikaian yaitu Maluku karena dengan kekuasaan Portugis di Maluku, masyarakat Maluku harus mengalami penjajahan.

Masyarakat dan dua kerajaan lokal yaitu Ternate dan Tidore harus mengalami kekejaman dan kesewenang-wenangan Portugis yang sangat berambisi untuk melakukan monopoli dagang atas hasil alam Maluku, bahkan mereka tidak lagi memiliki hak atas tanah mereka sendiri karena kebijakan yang diberlakukan secara sepihak oleh Portugis.

Hal tersebut menimbulkan munculnya berbagai gejolak pertentangan dan perlawanan dari masyarakat Maluku, apalagi setelah terbunuhnya Sultan Harun yang merupakan Raja Tidore di tangan Portugis.

Itu tadi ulasan lengkap mengenai perjanjian Saragosa yang melibatkan dua Bangsa dalam usaha memperebutkan wilayah dengan kekayaan alam tak terbatas untuk dikuasai sekaligus menjadi awal mula sejarah penjajahan di Indonesia.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan atas artikel di atas, silahkan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar.

Farida Alviyani Hi, I'm Alvi. writing, traveling and photography enthusiast,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *