Farida Alviyani Hi, I'm Alvi. writing, traveling and photography enthusiast,

Perang Teluk 1

6 min read

perang teluk 1 Iran Irak

Perang teluk 1 merupakan peperangan antara Irak dan Iran di wilayah Teluk Persia yang berlangsung selama 8 tahun dari 1980 – 1988, perang ini juga seringkali disebut dengan perang Irak-Iran.

Peperangan dengan kekuatan imbang di antara keduanya tersebut menggunakan taktik yang mirip dengan perang dunia yaitu dengan pos-pos pertahanan parit, serangan bayonet, pos pertahanan senapan, dan sebagainya.

Latar Belakang Perang Teluk 1

Terjadinya perang Teluk 1 antara Iran dan Irak dilatar belakangi oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

1. Perseteruan Irak dan Iran di masa lalu

latar belakang perang teluk 1
jejaktapak.com

Irak dan Iran terlibat perseteruan yang diakibatkan dari permusuhan sejak lama antara Kerajaan Persia (sekarang negara Iran modern) dengan Kerajaan Mesopotamia yang berada di lembah sungai Tigris-Eufrat (saat ini menjadi negara Irak).

Ketegangan antara keduanya berawal dari persaingan antara bangsa Arab dan bangsa Parsi yang tidak bisa menerima keunggulan dan dominasi dari yang lain, serta adanya permasalahan etnis.

Pada zaman dulu Irak mendukung perjuangan etnik minoritas Arab di Iran untuk mendapatkan kebebasan dan pemisah, sedangkan Shah Iran mendukung perjuangan otonomi suku Kurdi di Irak, selain itu keduanya juga memiliki orientasi politik luar negeri yang berbeda.

Beberapa saat kemudian, negara Iran menjadi pro Barat dan negara Irak pro Uni Soviet.

2. Sengketa wilayah Iran dan Irak

sengketa perang teluk 1
amazon.com

Ada dua wilayah yang menjadi sengketa antara Irak dan Iran diantaranya adalah Sungai Shatt yang bagi Irak sangat penting karena menjadi satu-satunya jalan keluar dari Irak menuju laut.

Letak sungai Shatt sendiri sangat strategis yaitu di perbatasan dan mengarah langsung ke teluk Persia.

Persengketaan atas wilayah tersebut sempat mereda pada tahun 1975 berkat adanya perjanjian Algiers sebelum pecahnya perang antara dua negara tersebut.

Wilayah lainnya yang menjadi sengketa antara keduanya adalah provinsi Khuzestan yang kaya akan minyak.

Selama ini Khuzestan merupakan bagian dari wilayah Iran, namun sejak tahun 1969, Irak mengatakan bahwa.

Khuzestan adalah bagian dari wilayahnya yang diserahkan ke Iran pada saat penjajahan Inggris.

Alhasil kedua negara tersebut bersikeras saling mengklaim bahwa provinsi Khuzestan adalah wilayahnya.

3. Munculnya Revolusi Islam oleh Iran

revolusi islam perang teluk 1
rferl.org

Khomeini yang menjadi pemimpin Iran memiliki ambisi untuk menyebarkan revolusi islam negaranya ke negara-negara lain.

Sasaran pertama Khomeini adalah Irak karena pada saat itu di Irak, minoritas Sunni menindas dan menguasai mayoritas Syiah serta minoritas Kurdi memiliki kedekatan etnik linguistik dengan bangsa Persia.

Selain itu, Khomeini juga memiliki dendam pribadi terhadap rezim Baghdad yang pernah mengusirnya dari Irak saat ia melakukan kampanye melawan pemerintahan Shah pada tahun 1978.

Baca juga:   Perang Puputan

Pemerintah Iran kemudian menghasut suku Kurdi dan umat Syiah untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Irak dan mendirikan republik negara baru yang sesuai dengan paham islam yang mereka anut seperti di Iran.

Di sisi lain, rezim Baghdad juga mencoba menghasut minoritas Kurdi untuk membantu perjuangan otonomi arab dan membantu Jenderal Iran serta pengikut Bachtiar yang berada di pengasingan dalam menyusun kekuatan untuk menumbangkan pemerintahan Khomeini.

Irak berusaha sekuat mungkin untuk mencegah revolusi Islam di Iran, disisi lain Irak juga mencoba memanfaatkan kondisi internal Iran yang tidak stabil setelah revolusi islam dengan mencoba menguasai wilayah-wilayah Iran.

4. Percobaan pembunuhan terhadap pejabat Irak

percobaan pembunuhan perang teluk 1
thewire.in

Deputi Perdana Menteri Irak, tariq Azis, menghadapi percobaan pembunuhan pada tahun 1980.

Atas kejadian tersebut, Irak langsung merespon dengan mendeportasi ribuan warga Syiah berdarah Iran untuk keluar dari wilayah Irak dan menangkapi sejumlah orang yang diduga terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut.

Saddam Hussein menuduh Iran bahwa ada agen dari Iran yang terlibat atas percobaan pembunuhan Tariq azis dan menyalahkan negara tersebut, yang pada akhirnya masalah ini menjadi cikal bakal meletusnya perang antara keduanya.

Penyebab Khusus Perang Teluk 1

sebab khusus perang teluk 1
upgrisemelekete.blogspot.com

Selain sebab-sebab khusus yang telah kita bahas di latar belakang, ada sejumlah penyebab khusus yang membuat pecahnya perang Teluk 1, diantaranya adalah

· Pada 1 April 1980 terjadi serangan granat terhadap wakil Perdana menteri Tariq azis yang diduga bertanggung jawab atas aksi sursesi di Iran.

· Saddam Husein melancarkan serangan terhadap Khomeini pribadi dan melanggar perjanjian Algiers, serta mengusir ribuan kaum Syiah berdarah Iran dari wilayah Irak.

Menteri Luar Negeri Iran, Shodeh Ghozadeh memutuskan hubungan diplomasi dan berjanji akan menumbangkan rezim Baath yang berkuasa di Irak.

· Baik Irak maupun Iran telah bersiap untuk perang dengan menempatkan pasukan militer mereka dalam jumlah banyak di daerah perbatasan.

· Saddam Husein memutuskan secara sepihak perjanjian Algiers yang telah berjalan selama 5 tahun karena menganggap kedua belah pihak tidak dalam posisi seimbang pada saat perjanjian tersebut dibuat, hal tersebut kemudian ditanggapi oleh Iran pada tanggal 20 September 1980 sebagai pernyataan perang.

Kekuatan Kedua Belah Pihak

1. Kekuatan Irak

senjata irak perang teluk 1
the-trench.org

Dalam kecanggihan persenjataan dan finansial, Irak memiliki kekuatan militer yang jauh lebih unggul daripada Iran.

Hal tersebut dikarenakan Irak sangat mudah mendapatkan pasokan senjata dari negara-negara Arab seperti Yordania, Oman, dan Arab berkat hubungan solidaritas yang kuat.

Akan tetapi pasokan senjata dari negara-negara tersebut dirasa kurang oleh Irak karena masih belum bisa menandingi senjata Uni Soviet, akhirnya Irak meminta bantuan persenjataan kepada Uni Soviet namun ditolak.

Meskipun begitu, Irak masih terus mendapatkan suplai persenjataan atas persetujuan raja Hussein yang mendukung Irak secara terang-terangan, senjata tersebut dibongkar ke Aqaba sebelum dikirimkan ke Irak melalui jalur darat dimana terdapat 45 kapal suplai dengan muatan sekitar 200.000 ton.

Baca juga:   Perang Yom Kippur

Dengan bantuan tersebut, Irak tidak kesulitan mendapatkan persenjataan untuk bertempur melawan Iran dan dapat meningkatkan serangannya sedikit demi sedikit.

Selain mendapatkan bantuan persenjataan, Irak juga mendapat bantuan berupa dana untuk persenjataan mereka dari negara-negara Arab yang totalnya ditaksir mencapai 35 miliar dolar, belum termasuk devisa yang dimiliki oleh Irak sendiri dan dari penghasilan minyaknya.

2. Kekuatan Iran

senjata Iran perang teluk 1
businessinsider.com

Iran juga mendapatkan bantuan dari negara-negara lain seperti Turki, Taiwan, Libia, Korea Selatan, dan Suriah, namun bantuan tersebut terbatas dan tidak sebanding dengan banyaknya bantuan yang diterima oleh Irak.

Pada serangan pertama yang dilakukan Irak, Iran sempat kaget walaupun militernya kemudian dapat merespon dengan cepat dan melakukan serangan balasan dengan serangan udara yang didukung oleh pesawat pembom Phantom.

Walaupun dengan persenjataan yang serba terbatas dan mengalami penurunan pendapatan sehingga harus menggunakan uang tabungan, Iran tetap optimis melawan Irak dengan menggunakan strategi perang panjang agar bisa menggulingkan pemerintahan Saddam Husein.

Dengan segala keterbatasannya, pasukan Iran memiliki keunggulan dalam angkatan udaranya yang memiliki persenjataan modern dan canggih dalam jumlah yang besar.

Persenjataan tersebut diantaranya adalah 250 buah pesawat pembom phantom, 57 pesawat pengangkut tempur C 130, 200 buah F 4 yang dilengkapi dengan peluru kendali Phoenix, 160 buah F 6, 120 buah F 5, dan 80 buah F 14.

Sedangkan angkatan darat mereka memiliki setidaknya 3000 buah tank, 800 tank M60 dan M47 buatan Amerika Serikat, 1500 buah Iranian Lion, 760 buah Chief Tank, dan 250 buah Scorpion yang mana ketiganya buatan Inggris.

Selain itu, pasukan laut Iran juga dipersenjatai dengan puluhan kapal patroli, pesawat pengintai P36, 3 buah kapal selam tank, 4 destroyer spruance yang berfungsi sebagai pengebom pantai dan penghancur kapal selam, serta satu seri hydroglesseur yang jumlahnya melebihi milik militer Inggris sehingga mereka bisa mendarat di air dangkal di teluk Persia.

Untuk pertahanannya, negara Iran dibantu oleh pasukan Pasdaran yang lahir bersamaan dengan revolusi Iran.

Kelompok pasdaran hanya menggunakan senjata ringan seperti bazooka dan senapan mesin, namun mampu mengumpulkan rakyat untuk membentuk organisasi pertahanan sipil sehingga petani, serikat buruh, dewan pabrik, serta dewan-dewan desa turut andil dalam mempertahankan wilayah mereka.

Peta Perang

perang teluk 1 peta penyerangan
paxsisms. wordpress.com

Di atas tersebut merupakan peta perang teluk 1 antara Irak dan Iran.

Jalannya Perang

kronologi perang teluk 1
middleeastmonitor.com

Perang Teluk 1 diawali dengan penyerangan Iran di Irak pada saat acara Konferensi Ekonomi Internasional yang diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Asia pada April 1980.

Jatuhnya bom secara tiba-tiba tersebut membuat acara konferensi gagal dan ditanggapi oleh Irak sebagai pernyataan perang Iran.

Pada tanggal 4 September 1980, Iran kembali melancarkan serangan ke beberapa wilayah Irak seperti Mustapha, desa Khanaqin, Qata Mandali, Zurbatiyah, dan Muzayriah serta instalasi minyak Neft Khaneh sehingga puluhan warga Irak harus menjadi korban.

Baca juga:   Perang Baratayuda

Serangan tersebut direspon oleh Irak tak sampai sebulan setelahnya dengan meluncurkan serangan balasan dengan menghancurkan pusat-pusat persenjatan berat dan pangkalan udara Mehrabat, Teheran, Iran.

Atas serangan tersebut Irak berhasil menduduki wilayah sengketa kedua negara tersebut yaitu Pulau Tumb besar dan Pulau Tub kecil yang telah dikuasai oleh Iran selama ratusan tahun.

Irak menganggap bahwa mereka telah menang atas Iran, namun ternyata iran membalas dengan melakukan serangan ke wilayah Wasit dan Basra.

Setelah itu, aksi saling menyerang antara kedua kubu terus berlanjut selama delapan tahun.

Hingga akhirnya Irak menghancurkan sumur minyak di Norwuz pada bulan April 1983 yang memberikan dampak ke negara-negara di sekitarnya.

Kehancuran sumur minyak Norwuz berdampak buruk pada lingkungan seperti tercemarnya sumber air di wilayah sekitar teluk dan menyebabkan harga air minum mengalami kenaikan drastis bahkan setara dengan lima kali harga minyak mentah standar OPEC.

Dampak tersebut terus dirasakan oleh Kuwait, Bahrain, dan Qatar hingga perang berakhir.

Akhir Perang

berakhirnya perang teluk 1
alfredyaghobzadehphotography.com

Perang yang terjadi selama 8 tahun berakhir seri, baik dari pihak Irak maupun Iran tidak ada yang menang ataupun kalah.

Pada akhirnya, kedua belah pihak resmi melakukan gencatan sejata dan mengakhiri perang pada tahun 1988 setelah Iran bersedia menerima Resolusi dari Dewan Keamanan PBB nomor 598.

Resolusi tersebut berisi Iran diminta untuk gencatan senjata yang mengacu pada perjanjian Algiers antara kedua belah pihak yang telah berlaku sebelumnya sejak tahun 1975.

Perjanjian tersebut memiliki tujuan untuk meredam perselisihan antara keduanya.

Dampak Perang Teluk 1

dampak politik perang teluk 1
ifpnews.com

Perang berlarut-larut yang berlangsung selama 8 tahun dengan kekuatan yang seimbang dan berakhir seri membuat kedua belah pihak baik Iran maupun Irak merasakan dampak yang teramat besar.

Selain memakan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak yang dipercaya mencapai angka satu juta korban baik dari militer maupun warga sipil, Irak dan Iran juga merasakan dampak ekonomi yang berat.

Kerugian materi yang harus ditanggung kedua negara tersebut diperkirakan sekitar 500 ribu dollar, yang menyebabkan terhambatnya perkembangan ekonomi negara, terutama Irak yang memiliki hutang luar negeri ke sejumlah negara tetangga.

Dampak perang teluk 1 juga dirasakan oleh dunia terutama negara-negara yang mengandalkan pasokan minyak dari Irak dan Iran untuk produksi industri mereka seperti Jepang dan Negara Barat.

Hal tersebut dikarenakan ladang-ladang minyak Iran di pulau Khark dan Abadan serta Irak di daerah Basra, Kirkuk, dan Fao mengalami kerusakan parah.

Berakhirnya perang antara kedua negara tersebut ternyata tidak membuat ketegangan berakhir, episode peperangan negara Timur Tengah masih berlanjut di masa depan dengan pecahnya perang Teluk 2.

Farida Alviyani Hi, I'm Alvi. writing, traveling and photography enthusiast,

Perang Kemerdekaan

Miftachul Arifin
11 min read

Perang Baratayuda

Miftachul Arifin
11 min read

Perang Salib

Miftachul Arifin
10 min read

Perang Teluk 2

Farida Alviyani
6 min read

Perang Yarmuk

Miftachul Arifin
11 min read

Perang Tabuk

Miftachul Arifin
11 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *