Sastra: Pengertian, Teori, Sejarah, Jenis, Unsur & Fungsi

Secara umum, sastra dapat dikatakan sebagai seni bahasa. Sastra memiliki banyak bentuk, tetapi semua bentuknya disusun menggunakan media bahasa. Menurut orang-orang zaman sekarang, karya sastra memiliki bahasa yang sulit dipahami. Itu benar jika yang dimaksud adalah karya sastra lama. Padahal, karya sastra baru yang marak sekarang ini lebih sering menggunakan bahasa sehari-hari.

Yuk, simak penjelasan mengenai pengertian sastra agar kamu tidak salah paham lagi!

Pengertian Sastra

pengertian sastra berdasarkan pendapat ahli
pixabay.com

1. Menurut KBBI

Di dalam KBBI, sastra diartikan sebagai bahasa atau kitab.

2. Menurut Para Ahli

macam pengertian sastra menurut para ahli
pixabay.com

1. Mursal Esten

Sastra adalah manifestasi kehidupan manusia yang diungkapkan dengan fakta yang artistik dan imajinatif. Manifestasi tersebut diungkapkan melalui bahasa sebagai medianya.

2. Terry Eagleton

Sastra adalah karya tulis yang dibuat dengan pilihan kata yang indah dan disusun sedemikian rupa dengan cara yang unik.

3. Atar Semi

Sastra merupakan hasil karya yang pembuatannya terinspirasi dari kehidupan manusia dengan bahasa sebagai media penyampaiannya.

4. Panuti Sudjiman

Sastra adalah hasil karya seni yang mengandung unsur keindahan dan keartistikan.

5. Ahmad Badrun

Sastra merupakan kegiatan seni yang menggunakan bahasa sebagai sarana penyampaian pikiran imajinatif pembuatnya.

6. Plato

Sastra dapat dikatakan sebagai tiruan atau gambaran dari kenyataan.

7. Aristoteles

Sastra adalah kegiatan yang bisa dilakukan melalui kegiatan agama, filsafat, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.

8. Robert Scholes

Sastra bukan sebuah benda, melainkan kata-kata.

9. Sapardi

Sastra merupakan salah satu lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai media penyampaiannya.

10. Taum

Sastra adalah karya tulis dengan sifat imajinatif.

Sejarah

pengertian sastra serta sejarah sastra
pixabay.com

Ilmu mengenai sastra telah berumur sangat tua. Awal mula kemunculan sastra berasal dari Aristoteles yang menulis buku berjudul Poetica, artinya puisi. Buku tersebut ditulis pada 2000 tahun yang lalu. Buku yang ditulis Aristoteles berkisah tentang drama tragedi serta teori literatur umum.

Setelah buku tersebut menjadi cukup terkenal, istilah poetica mulai disebut dengan berbagai istilah lain. Hudson menyebut istilah poetica dengan nama The Study of Literature. Literatur berasal dari Bahasa Yunani yang artinya adalah belajar atau menulis.

Perkembangan sastra di Indonesia dibagi menjadi beberapa periode. Setiap periode memiliki keunikannya masing-masing. Hingga saat ini, sastra masih mengalami perkembangan di seluruh dunia.

Jenis-jenis

pengertian sastra serta macam-macam bentuk sastra
pixabay.com

1. Imajinatif

1. Puisi

Puisi dibuat berdasarkan gagasan yang dimiliki penulis dengan menuangkannya melalui kata-kata yang indah. Puisi ditulis dengan bentuk bait-bait yang memiliki rima atau tidak.

2. Prosa

Prosa artinya adalah karangan yang bebas. Bentuk prosa adalah cerita atau rangkaian peristiwa yang imajinatif. Prosa sendiri masih dibagi menjadi prosa fiksi dan drama. Novel, cerpen, dan novelet termasuk ke dalam prosa fiksi. Sedangkan prosa dalam bentuk drama biasanya dibuat dengan cara menulis naskah.

2. Non-Imajinatif

Sastra non-imajinatif adalah hasil karya yang tidak mengedepankan imajinasi penulis sebagai bahan pembuatannya. Contoh sastra non-imajinatif adalah kritik, biografi, esai, otobiografi, surat, memoar, sejarah, serta catatan harian.

Fungsi

pengertian sastra dan fungsi penulisan sastra
pixabay.com

1. Pendidikan

Ilmu pengetahuan juga bisa didapatkan dari membaca karya sastra. Meskipun dibuat dengan kata-kata indah yang tak lazim, tetapi sastra selalu sarat akan informasi yang bermanfaat.

2. Sosial

Karya sastra bisa membuat pembacanya sadar bahwa banyak isu sosial terjadi di sekitar mereka. Hal ini karena tak jarang penulis karya sastra mengambil topik isu sosial dalam tulisan mereka. Isu sosial sering diangkat menjadi topik karya sastra karena topik tersebut dekat dengan masyarakat.

3. Sejarah

Sejarah yang diceritakan dari masa ke masa sudah tidak orisinil karena pasti ada penambahan oleh pihak-pihak tertentu. Dalam hal ini sastra hadir untuk menjadi saksi tak hidup yang menggambarkan keadaan sebenarnya pada masa itu.

4. Hiburan

Karya sastra dapat memberikan hiburan bagi pembacanya. Biasanya karya sastra dibuat semenarik mungkin sehingga pembaca bisa membayangkan kehidupan yang belum pernah terjadi pada dirinya. Imajinasi itulah yang membuat sastra menjadi hiburan yang menarik.

5. Keindahan

Salah satu contoh karya sastra yang memberikan nilai keindahan adalah puisi. Pilihan kata yang indah menjadi penyusun utama puisi sehingga setiap bagiannya memiliki nilai estetis. Fungsi keindahan juga bisa melatih kreativitas para pembaca.

Ciri-ciri

pengertian sastra dan karakteristik sastra
pixabay.com

Sastra memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan karya tulis lain. Berikut adalah ciri-ciri sastra:

1. Berisi gambaran dari permasalahan hidup sehari-hari manusia.

2. Menggunakan tata bahasa yang memperhatikan pilihan kata.

3. Penyajian yang unik membuat orang tertarik untuk membacanya.

Teori

pengertian sastra dan macam macam teori sastra
pixabay.com

1. Psikoanalisis Sastra

Teori ini mengatakan bahwa sastra adalah gejala yang ditimbulkan dari pengarangnya. Gejala yang dimaksud adalah karya-karya indah yang dibuat oleh sastrawan. Bagi pengarang, tokoh yang ada di dalam karya mereka dianggap sebagai manusia yang benar-benar hidup.

Konflik yang muncul di dalam kehidupan tokoh dalam cerita dapat dikatakan sebagai representasi pengalaman dari pengarang. Namun, representasi tersebut biasanya tidak disadari oleh pengarangnya secara langsung. Oleh karena itu, sebuah karya sastra hadir karena adanya pikiran alam bawah sadar pengarang.

2. Sastra Struktural

Teori tidak menjadikan sastra itu sendiri sebagai objek kajiannya. Objek kajian dari teori justru sistem yang ada di dalam sastra, yaitu kumpulan aturan yang mengatur unsur dalam sastra sehingga menjadi satu kesatuan yang padu. Sistem yang dikaji bersifat abstrak, tetapi sebenarnya hal tersebut dapat dianalisis melalui teks yang ada di dalam sebuah karya. Analisis yang sistematis terhadap sebuah karya sastra dianggap dapat membentuk ilmu pengetahuan baru.

3. Feminis

Teori ini beranggapan bahwa karya sastra lahir sebagai cerminan dari sistem patriarki. Tujuan utama dari teori ini adalah membongkar praktik patriarki melalui karya sastra. Pada akhirnya, pembaca akan menyadari adanya diskriminasi dan penindasan yang selama ini diterima oleh perempuan. Teori ini juga secara khusus membahas mengenai sastra perempuan.

4. Resepsi Pembaca

Teori ini membahas bagaimana penerimaan pembaca terhadap suatu karya sastra. Pandangan ini mengatakan bahwa pemahaman terhadap suatu karya sastra tidak hanya didapatkan dari karya itu sendiri tetapi juga dari dampak yang diterima pembaca. Perbedaan penerimaan oleh pembaca ini kemudian dianalisis untuk lebih memahami suatu karya.

Unsur Karya Sastra

pengertian sastra dan unsur pembentukan sastra
pixabay.com

1. Unsur Intrinsik

1. Tema dan Amanat

Tema adalah hal paling utama dari sebuah karya. Hal ini karena tema adalah dasar dari semua unsur yang menyusun karya sastra. Sedangkan amanat adalah penyelesaian yang dibuat penulis untuk mengakhiri persoalan dalam sebuah karya sastra. Biasanya amanat juga berisi pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca.

2. Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan sebutan bagi pelaku dalam karya sastra. Di dalam karya sastra biasanya terdapat tokoh utama dan tokoh pendukung. Tokoh utama adalah pelaku yang kehidupannya digunakan sebagai bahan utama cerita. Sedangkan tokoh pendukung adalah pelaku yang membantuperan utama menjadi lebih hidup. Penokohan adalah sifat dan kepribadian yang dimiliki oleh para tokoh. Biasanya penokohan dibagi menjadi 3, yaitu antagonis (jahat), protagonis (baik), serta tritagonis (penengah).

3. Alur

Alur adalah jalan cerita di dalam sebuah karya sastra. Dalam sebuah karya sastra terdapat 2 jenis alur, yaitu alur maju dan dan alur mundur.

4. Latar

Latar adalah waktu, tempat, serta terjadinya peristiwa. Tak hanya itu, terdapat beberapa latar pelengkap, diantaranya latar material dan latar sosial. Latar material merupakan gambaran tempat kehidupan tokoh utama. Sedangkan latar sosial adalah keadaan masyarakat sekitar kehidupan tokoh.

5. Pusat Pengisahan

Pusat pengisahan merupakan sudut pandang yang digunakan dalam sebuah karya sastra. Terdapat 2 sudut pandang yang sering dipakai dalam sebuah cerita, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berasal dari luar karya sastra tersebut. Beberapa hal yang termasuk ke dalam unsur ekstrinsik adalah nilai sosial dan nilai moral.

Manfaat

pengertian sastra dan manfaat pembuatan karya sastra
pixabay.com

Ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari karya sastra. Berikut adalah beberapa manfaat sastra:

a. Sastra bermanfaat sebagai bukti atas fakta yang ada di kehidupan masyarakat.

b. Sastra bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan rohani.

c. Sastra dapat melampaui batas dan waktu.

d. Kesantunan dalam berbahasa dapat ditingkatkan melalui sastra.

e. Manusia dapat memiliki nilai kebudayaan yang lebih tinggi dengan sastra.

Aliran

pengertian sastra dan macam-macam aliran sastra
pixabay.com

1. Realisme

Aliran ini menggambarkan suatu keadaan sesuai dengan apa yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Contoh: karya sastra angkatan 45

2. Naturalisme

Aliran ini menggambarkan sesuatu dengan apa adanya, tetapi dijiwai dengan sesuatu yang kurang baik. Contoh: Pada Sebuah Kapal (Nh. Dini).

3. Neo Naturalisme

Aliran bentuk baru dari naturalisme ini tidak hanya menjiwai hal kurang baik, tetapi juga menjiwai hal-hal yang baik. Contoh: Keluarga Purnama (Ramadhan K.H).

4. Ekspresionisme

Aliran ini mengutamakan gambaran perasaan pengarangnya. Contoh: puisi-puisi Chairil Anwar.

5. Impresionisme

Aliran menggambarkan kesan yang muncul sepintas dari pengarang sastra terhadap peristiwa atau benda yang ia lihat.

6. Determinisme

Aliran ini menggambarkan suatu benda atau peristiwa hanya dari sisi buruknya. Contoh: Puisi angkatan 66.

7. Surealisme

Aliran ini membuat karya sastra dengan cara yang cukup berlebihan sehingga sulit dipahami oleh pembaca. Contoh: Lebih Dari Hitam (Iwan Simatupang).

8. Idealisme

Aliran ini memiliki kecenderungan untuk memberikan gambaran mengenai gagasan dan cita-cita pengarangnya. Contoh: Puisi Chairil Anawar.

9. Simbolisme

Aliran ini memungkin pengarangnya memasukkan simbol-simbol di dalam karyanya.

10. Romantisme

Aliran ini memungkinkan pengarangnya untuk membuat karya yang penuh dengan perasaan. Contoh: Cintaku Jauh di Pulau (Chairil Anwar).

11. Psikologisme

Aliran ini memungkinkan pengarangnya menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan kejiwaan. Contoh: Ziarah (Iwan Simatupang).

12. Didaktisme

Aliran ini memungkinkan pengarangnya untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan di dalam karyanya. Contoh: Salah Asuhan (Abdul Muis).

13. Mistisisme

Aliran ini memungkinkan pengarangnya menghasilkan karya sastra yang bertema ketuhanan dan keabadian. Contoh: Syair Perahu (Hamzah Fansuri).

Perbedaan Sastra Lama dan Sastra Baru

pengertian sastra dan ciri-ciri sastra lama serta sastra baru
pixabay.com

1. Ciri-ciri Sastra Baru

1. Bentuk karyanya berupa puisi kontemporer, novel, dan lain-lain.

2. Menggunakan bahasa sehari-hari.

3. Kemanusiaa, masyarakat, dan kehidupan remaja modern adalah tema yang sering diangkat.

4. Melalui perkembangan yang dinamis.

2. Ciri-ciri Sastra Lama

1. Bentuk karyanya berupa syair, hikaya, dan lain-lain.

2. Biasanya menggunakan Bahasa Melayu.

3. Terdapat kekakuan dalam tema yang diangkat.

4. Melalui perkembangan yang statis.

Contoh

Berikut ini adalah salah satu karya sastra dari Chairil Anwar.

pengertian sastra dan contoh karya sastra
takaitu.id

Nah, itu tadi adalah penjelasan mengenai pengertian sastra. Setelah membaca beberapa penjelasan di atas, akhirnya kita mengerti bahwa ada banyak bentuk karya sastra. Sastra tidak hanya syair-syair yang berasal dari zaman dahulu, tetapi juga karya-karya berupa novel yang sekarang marak di kalangan anak muda. Apakah kamu sudah siap menghasilkan karya sastramu sendiri?

Nirwana Pradana Maharani

Aktif dalam organisasi dan event mahasiswa semasa berkuliah di jurusan Ilmu Komunikasi. Sedang tertarik mendalami dunia fotografi. Saya juga tertarik mengikuti artikel-artikel terkait fashion dan kuliner.

Update : 15 Desember 2020 - Published : 24 Oktober 2020

Tinggalkan komentar