Kelompok Sosial: Pengertian, Ciri, Fungsi & Faktor Pembentuk

Kelompok sosial dapat diartikan sebagai interaksi antara sekumpulan individu yang memiliki kesamaan identitas dan latar belakang hingga tercipta solidaritas sosial sebagai satu kesatuan. Pengelompokan sosial menjadi wadah untuk berinteraksi dan pemenuhan kebutuhan sebagai makhluk sosial. Salah satu karakteristiknya adalah adanya kesadaran kolektif serta ikatan yang erat dalam kelompok. Hal utama yang mendorong terbentuknya kelompok sosial adalah diri sendiri dan faktor kesamaan. Secara positif keberadaan kelompok sosial membuka peluang terjalinnya hubungan dan interaksi sosial. Sementara sisi negatifnya memicu timbulnya konflik baik internal maupun antar kelompok.

Untuk mengetahui detail Pengertian Kelompok Sosial beserta tipe dan contoh-contohnya, simak pemaparan berikut ini.

Pengertian Kelompok Sosial

pengertian kelompok sosial secara umum
Sumber: nytimes.com

1. Secara Umum

Secara umum, kelompok sosial berarti sekumpulan manusia yang sadar atas keanggotaan dan keikutsertaannya yang saling berinteraksi satu sama lain. Kelompok terbentuk dari individu-individu yang merupakan bagian atau anggota dari masyarakat. Setiap kelompok pasti berbeda-beda karena sifat individu dan lingkungan sekitarnya. Ia akan membentuk sebuah budaya kelompok. Pada dasarnya, individu-individu tersebut biasanya memiliki latar belakang serta kesadaran interaksi yang sama.

2. Menurut Para Ahli

a. George Simmel

Ahli sosiologi, George Simmel, mengungkapkan pikirannya tentang kelompok sosial, yaitu sekumpulan individu yang berinteraksi, berkegiatan, dan berperasaan untuk membentuk keutuhan yang sistematis, terorganisir, dan saling bertimbal balik.

b. Robert Bierstedt

Robert Bierstedt, seorang pakar sosiologi asal Amerika Serikat, menyampaikan pengertian kelompok sosial sebagai suatu kelompok yang memiliki beragam jenis interaksi yang dapat dibedakan dengan cara melihat ada atau tidak adanya struktur organisasi atau hierarki, kesadaran akan keanggotaan, dan hubungan sosial yang terjadi antar individu atau antar kelompok.

c. Willa Huky

D. A. Willa Huky dalam Pengantar Sosiologi mengatakan bahwa kelompok sosial adalah satu unit atau gabungan dari dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan berkomunikasi.

d. Joseph S. Roucek dan Roland L. Warren

Dua ahli sosiologi bernama Joseph S. Roucek dan Roland L. Warren melalui buku Sociology: an Introduction, mengemukakan definisi kelompok sosial, yaitu kelompok yang beranggotakan dua atau lebih individu yang di antaranya ada interaksi yang dapat dimengerti oleh orang lain atau anggota lainnya.

e. Emile Durkheim

Sosiolog asal Perancis, Emile Durkheim, menyatakan arti kelompok sosial sebagai sekumpulan individu yang saling berhubungan dan berinteraksi sehingga terjadi sebuah solidaritas sosial.

f. Mayor Polak

J. B. A. F Mayor Polak dalam bukunya Sosiologi: Suatu Buku Pengantar Ringkas, menjelaskan bahwa kelompok sosial merupakan sejumlah orang dalam satu wadah di mana satu sama lain memiliki hubungan seperti sebuah sistem atau struktur untuk mewujudkan kepentingan bersama.

Baca juga:   Pengertian Narkoba

g. W. G. Sumner

Menurut William Graham Sumner, kelompok sosial ialah sekumpulan orang yang memiliki ciri khas tertentu, kesamaan identitas dan latar belakang, saling berinteraksi, dan kesadaran kolektif sebagai suatu kesatuan.

h. Robert K. Merton

Kelompok sosial menurut Robert K. Merton, yaitu sejumlah individu yang saling berinteraksi mengikuti pola yang ada dan matang.

i. Hendropuspito

Pengarang buku Sosiologi Agama dan Sosiologi Sistematik, Hendropuspito, menerangkan bahwa kelompok sosial itu sebagai sekumpulan individu yang nyata dan dibentuk teratur untuk mencapai tujuan dan kepentingan bersama dengan masing-masing individu memiliki peranannya sendiri serta saling berhubungan.

j. Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto, pakar sosiologi Indonesia, kelompok sosial merupakan suatu himpunan atau kesatuan manusia yang saling berikatan satu sama lain yang saling memengaruhi dan berhubungan timbal balik.

Awal Mula Pembentukan dan Perkembangan

pengertian kelompok sosial dan perkembangan
Sumber: britannica.com

Pada dasarnya, manusia yang merupakan makhluk sosial membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Kelompok sosial bahkan sudah terbentuk di masa manusia prasejarah. Ia secara alami terjalin karena manusia membutuhkan manusia lainnya untuk bertahan hidup, mencari makan, dan saling membantu.

Seiring berkembangnya zaman, manusia mulai memiliki minat yang berbeda-beda. Oleh karena itu kelompok sosial hadir untuk memfasilitasi manusia yang memiliki minat dan/atau kepentingan yang sama. Penerimaan anggota baru, cara anggota kelompok berperan dan bertindak, sampai jumlah anggota pun berbeda-beda, Ada kelompok sosial yang menjadi mayoritas dan ada yang menjadi minoritas.

Lalu, tidak jarang dalam suatu kelompok mengalami konflik dan pertikaian untuk mencapai tujuan bersama. Pemenuhan hasrat sosial manusialah yang menjadi motivasi utama lahirnya kelompok sosial hingga kini.

Fungsi dan Tujuan

pengertian kelompok sosial dan fungsi
Sumber: cleanpng.com

Secara universal, tujuan dan fungsi pengelompokkan sosial adalah sebagai berikut.

  • Wadah manusia untuk berinteraksi dengan manusia lainnya.
  • Sarana antar individu untuk melakukan kegiatan bersama sehingga mendorong produktivitas.
  • Memudahkan individu agar terpenuhi kebutuhannya di kelompok tersebut.
  • Tempat mengembangkan potensi diri dan sosial.
  • Menjadi ruang untuk manusia yang memiliki latar belakang, minat, dan/atau kepentingan yang sama.
  • Ruang untuk berbagi pikiran, pendapat, perasaan, dan hal-hal lain.

Ciri-Ciri

pengertian kelompok sosial dan karakteristik
Sekolah secara tidak langsung membentuk kelompok sosial. Sumber: afifafra.blogspot.com

Masing-masing kelompok sosial tentu memiliki ciri khas atau karakteristiknya sendiri yang membedakannya dengan kelompok sosial lain. Namun, ada juga ciri-ciri yang umumnya dimiliki oleh kelompok sosial baik yang terstruktur (formal) maupun yang tidak terstruktur (non formal).

  • Adanya sejumlah manusia yang membentuk kesatuan yang nyata dan bisa dikenali.
  • Adanya kesadaran pribadi dan kolektif terhadap perannya masing-masing dalam kelompok.
  • Adanya sikap saling memengaruhi satu sama lain antar anggota secara timbal balik.
  • Adanya ikatan erat antara anggota kelompok untuk memperoleh tujuan bersama.
  • Adanya status sosial yang dapat mengatur kebijakan dan tingkah laku anggota-anggotanya.

Faktor Pembentuk

pengertian kelompok sosial dan faktor penentu
Jarak menjadi salah satu faktor pembentuk kelompok sosial. Sumber: chapelboro.com

Faktor pembentuk kelompok sosial yang utama adalah dua hal, yaitu diri sendiri dan kedekatan atau kesamaan. Diri sendiri yang pertama menentukan kelompok sosial mana yang akan dipilih, tetapi ada beberapa kelompok sosial yang tidak sengaja diikuti seperti keluarga.

Yang kedua adalah kedekatan atau kesamaan. Kesamaan ciri-ciri fisik, sikap, watak, dan lainnya dapat meninggikan peluang seseorang berinteraksi dengan yang lainnya dan membentuk suatu kelompok sosial. Sama halnya dengan kedekatan jarak dan lingkungan antar individu, semakin dekat semakin besar kemungkinannya untuk berinteraksi. Jarak yang jauh dapat menyulitkan antar individu untuk saling mengetahui informasi dan sebagainya.

Baca juga:   Pengertian Giro

Fisik yang sama namun watak yang berbeda dan sebaliknya juga dapat memengaruhi pembentukan kelompok sosial. Semua tergantung dari hubungan dua faktor utama tadi.

Syarat

pengertian kelompok sosial dan ketentuan
Budaya yang sama menjadi salah satu syarat suatu kelompok sosial. Sumber: en.wikipedia.com

Tidak semua interaksi sosial antar individu atau sehimpun orang dapat dikatakan kelompok sosial. Ia memiliki beberapa syarat agar dapat dinamai demikian.

  • Kelompok sosial butuh yang namanya proses, sistem, dan waktu.
  • Terdapat kesadaran diri dan kolektif bahwa individu tersebut adalah bagian atau anggota dari kelompok itu.
  • Adanya kaidah, struktur, budaya, dan pola perilaku tertentu.
  • Punya rasa saling memiliki satu sama lain di tiap anggotanya, semakin kuat maka hubungan semakin erat.

Tipe-Tipe dan Contohnya

pengertian kelompok sosial dan jenis
Komunitas Relawan Independen (KRI). Sumber: min.co.id

1. Berdasarkan Kesadaran, Hubungan, dan Organisasi Sosial

a. Kelompok Statistik

Kelompok statistik adalah kelompok sosial yang terbentuk karena suatu persamaan dan bisa diukur tetapi para anggotanya tidak membentuk organisasi, tidak berhubungan sosial, dan bahkan tidak sadar akan kesamaan yang dimilikinya, Ia memiliki data fakta baik berupa angka, diagram, infografis, dan lainnya. Contoh sederhananya seperti kelompok penduduk laki-laki atau perempuan usia tertentu di suatu kota. Mereka termasuk ke dalam satu kelompok sosial tapi belum tentu semuanya mengenal satu sama lain dan berinteraksi.

b. Kelompok Kemasyarakatan

Kelompok sosial satu ini sadar akan kesamaan yang dimiliki anggotanya, tetapi tidak membentuk hubungan sosial maupun sebuah organisasi. Contohnya orang-orang kaya atau miskin se-Indonesia tidak membuat aliansi ataupun organisasi.

c. Kelompok Sosialisasi

Kalau kelompok sosialisasi, para anggotanya sadar akan persamaan yang dimiliki dan saling berinteraksi, tetapi tidak membuat organisasi. Contoh gampangnya adalah teman sebaya di sekolah.

d. Kelompok Asosiasi

Kelompok terakhir jenis ini adalah yang memiliki semuanya, yaitu kesadaran akan persamaan, hubungan sosial, dan tergabung dalam sebuah organisasi. Contohnya seperti OSIS, himpunan mahasiswa jurusan atau fakultas, partai politik, lembaga bakti sosial, klub olahraga atau seni, dan macam-macam.

2. Berdasarkan Prosesnya

a. Kelompok Nyata

Sesuai dengan namanya, kelompok nyata berarti kelompok yang anggotanya nyata, hadir, dan bersifat tetap. Sebagian besar kelompok sosial jatuh ke kelompok ini. Contohnya seperti kelompok sesuai jenis kelamin, usia tertentu, OSIS, klub olahraga atau seni, partai politik, lembaga sosial, keluarga, dan masih banyak lagi.

b. Kelompok Semu

Sedangkan kelompok semu adalah jenis kelompok sosial yang sifatnya sementara, tidak terstruktur, tidak ada kesadaran persamaan, hubungan sosial, maupun aturan. Proses pembentukannya juga terjadi secara spontan dan tidak direncanakan. Contohnya seperti kerumunan saat macet, pengunjung yang datang ke swalayan atau pasar, pejalan kaki di trotoar jalan, dan sebagainya.

3. Berdasarkan Keintiman Antar Anggotanya

a. Bangsa dan Negara

Kelompok sosial yang tergolong di kategori bangsa dan negara memiliki keterikatan nasionalisme antar anggotanya. Keintiman hubungannya didasar pada kesamaan nasib, sejarah, dan tujuan bersama dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Contohnya seperti masyarakat negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, dan lain-lain.

b. Masyarakat

Masyarakat berarti satuan sosial yang umum dan luas dengan ciri khas masing-masing dan beragam pula. Ia mencakup pemerintahan dan penduduknya. Seberapa luas sebuah masyarakat, tergantung pengukuran masing-masing individu atau sistem pendidikan yang mengajarkannya. Masyarakat bisa dibagi-bagi sesuai dengan bidang atau kategori tertentu seperti pekerjaan, pendidikan, pemukiman, status sosial, usia, jenis kelamin, generasi, teknologi, dan lainnya.

Baca juga:   Pengertian Sastra

c. Etnis

Kelompok sosial etnis didasari oleh persamaan garis keturunan, leluhur, atau suku yang sama. Anggota kelompoknya bisa ditandai dengan adanya kesamaan bahasa, budaya, adat, dan tradisinya. Contohnya seperti etnis Tionghoa, Jawa, Sunda, Minangkabau, Bugis, Indian, Eskimo, Aborigin, Dayak, Asmat, dan lain-lain.

d. Komunitas

Anggota kelompok komunitas terdiri dari individu-individu yang memiliki kesamaan kepentingan dalam wilayah tertentu. Mereka menjalin hubungan emosional dan sosial yang sama dengan adat yang lahir dari komunitas tersebut. Ada dari kelompok ini yang hidupnya saling bergantungan. Contohnya seperti komunitas pecinta alam, pendaki gunung, peduli lingkungan, memasak, petani, dan sebagainya.

e. Organisasi Sosial

Organisasi sosial adalah kelompok sosial yang berkembang pesat dan berhubungan intim antar anggotanya di masyarakat yang secara struktur dan sistemnya juga jelas dan formal. Ciri utamanya dapat dengan mudah dikenali, yaitu secara resmi dibentuk, peran anggota yang jelas, pengelolaan organisasi yang jelas dan sistematis, serta adanya identitas yang jelas. Contohnya seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM), partai politik, karang taruna, panti asuhan, yayasan, dan lain-lain.

f. Paguyuban

Paguyuban adalah jenis kelompok sosial yang memiliki persatuan dan kesamaan secara batin dan rohani yang murni. Hubungannya bersifat alami, kuat, kekal, dan didasari dengan garis keturunan antara anggotanya. Selain memiliki rasa persaudaraan yang tinggi, paguyuban memiliki struktur organisasi. Contohnya seperti paguyuban keturunan Pangeran Diponegoro, paguyuban warga Betawi, paguyuban Pasundan, paguyuban marga Tionghoa, dan lain-lain.

g. Patembayan

Patembayan merupakan salah satu kelompok sosial yang memiliki keterikatan antar anggota yang lemah dan berjangka waktu relatif singkat. Ia dibentuk dari pemikiran rasional dengan mempertimbangkan untung rugi yang dapat diperoleh anggota ketika membuat atau bergabung. Jika sudah tidak berkepentingan, anggota bisa meninggalkan patembayan. Contohnya adalah serikat buruh, persekutuan dagang, organisasi pekerja pabrik atau industri, dan semacamnya.

Dampak

pengertian kelompok sosial dan efek
Penindasan orang-orang berkulit hitam oleh orang-orang kulit putih. Sumber: pinterest.com

1. Positif

Kehadiran kelompok-kelompok sosial membawa pengaruh positif, di antaranya adalah:

  • Adanya wadah untuk menampung orang-orang dengan minat, tujuan, dan kepentingan yang sama.
  • Bisa bersama-sama mencapai tujuan bersama dan saling tolong-menolong.
  • Sesama manusia bisa saling berinteraksi, berkomunikasi, dan menjalin hubungan.
  • Timbul rasa nyaman dan merasa saling memiliki satu sama lain.
  • Lebih teratur karena terdapat peraturan kelompok.
  • Semakin formal dan terorganisasi, peran, tanggung jawab, serta pembagian kerja para anggota semakin jelas juga.

Dan dampak positif lainnya.

2. Negatif

Nampaknya kelompok sosial juga tidak hanya membawa dampak positif, ia juga berdampak negatif seperti:

  • Menimbulkan konflik akibat perbedaan ideologi dan pemikiran baik antar anggota maupun antar kelompok.
  • Ada kecenderungan kelompok-kelompok untuk bersaing satu sama lain sehingga memicu kesenjangan (ada kelompok superior atau mayoritas dan ada kelompok inferior atau minoritas)
  • Meski ada aturan yang mengatur, tetap ada kemungkinan dilanggarnya aturan tersebut.
  • Rendahnya toleransi akan menyebabkan ketidakseimbangan sosial.

Oleh karena itu, kunci utama dari segala perbedaan adalah sikap toleransi dan saling memahami. Perbedaan memang tidak bisa dipungkiri karena pada dasarnya manusia diciptakan berbeda-beda.

Nah, itu dia pengertian kelompok sosial dan seluk beluk lainnya. Jika masih bingung silakan tanya di kolom komentar.

Tinggalkan komentar