Investasi: Pengertian, Jenis, Tujuan, Macam & Manfaat

Investasi merupakan kegiatan penanaman modal berupa dana atau sumber daya lainnya oleh perorangan maupun kelompok atau organisasi untuk dikelola oleh pihak lain dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Investasi dapat dibedakan menjadi aktiva riil dan finansial. Terdapat berbagai jenis investasi diantaranya deposito, saham, obligasi, dan reksadana. Setiap jenis investasi memiliki tingkat keuntungan juga risiko yang berbeda-beda.

Sebelum memutuskan jenis investasi yang cocok untuk anda, ada baiknya menyimak ulasan pengertian investasi dan informasi detailnya berikut ini.

Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

pengertian investasi secara umum
Investasi ibarat menanam tanaman, setelah tumbuh subur bisa dipanen. Sumber: sultraprov.go.id

a. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Per 1 Oktober 2004, Standar Akuntansi Keuangan membuat sebuah pernyataan yang memuat pengertian investasi, yaitu suatu aktiva yang digunakan oleh lembaga atau badan usaha untuk percepatan kekayaan atau acceleration of wealth dengan cara menerima hasil investasi seperti bunga, dividen, royalti, uang sewa, dan lain-lain. Hubungan yang terjadi antara pihak investor dan investee atau lembaga yang menaungi investasi tersebut seperti hubungan perdagangan yang saling menguntungkan.

b. Sophar Lumbantoruan

Sophar Lumbantoruan (1996), seorang ahli pajak dan keuangan, menjelaskan pengertian investasi sebagai penyertaan modal kepada perusahaan atau tempat lain yang nantinya berkembang menjadi keuntungan bagi kedua pihak.

c. Lypsey

Menurut Lypsey (1997), investasi merupakan pengeluaran barang dan aset yang tidak diperlukan saat ini untuk ditanam dan tumbuh di perusahaan lain. Lypsey juga berpendapat bahwa investasi diklasifikasikan menjadi tiga berdasarkan periode waktunya, yaitu investasi jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.

d. Farid Harianto dan Siswanto Sudomo

Farid Harianto dan Siswanto Sudomo dalam buku mereka yang berjudul Perangkat dan Teknik Analisis Investasi di Pasar Modal Indonesia (2001), mengemukakan bahwa investasi ialah suatu kegiatan yang menempatkan dana pada satu atau lebih aset dalam periode tertentu dengan harapan akan menerima hasil keuntungan atau peningkatan dari jumlah yang diberikan.

e. Martono dan D.Agus Harjito

Martono dan Agus Harjito dalam buku Manajemen Keuangan (2002) menerangkan soal investasi, yaitu menanam dana di sebuah aset atau aktiva dengan harapan di masa depan akan menerima pendapatan.

f. Suta

Ary Suta, penulis buku Menuju Pasar Modal Modern, memiliki pendapat bahwa investasi adalah penempatan sejumlah dana kepada pihak lain dengan harapan dana tersebut akan dikelola, ditinggikan nilainya, dan memberikan umpan balik yang positif terhadap penanam dana.

Baca juga:   Manajemen Laba

g. Sadono Sukirno

Sadono Sukirno melalui bukunya Mikro Ekonomi (2004), mengatakan bahwa investasi berarti sebuah pembelanjaan atau pengeluaran para penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang dan perlengkapan produksi, teknologi dan inovasi terkini untuk produksi, kemudahan distribusi produk, dan jasa-jasa lain yang belum ada di perekonomian.

h. Tandelilin

Investasi menurut Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi karya Eduardus Tandelilin (2010) adalah komitmen untuk memberikan dana atau sumber daya lainnya di masa ini dengan tujuan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

i. Martalena dan Malinda

Buku Pengantar Pasar Modal. Edisi Pertama tahun 2011 karya Martalena dan Maya Malinda, memuat tentang definisi investasi, yakni suatu bentuk penundaan konsumsi akan dana, aset, maupun kegiatan lain di masa sekarang demi konsumsi di masa depan, dengan tambahan ada risiko ketidakpastian sehingga dibutuhkannya sebuah kompensasi atas penundaan tersebut serta pemberian kelebihan jika berhasil.

j. Kasmir dan Jakfar

Kasmis dan Jakfar, para pengarang buku Studi Kelayakan Bisnis (2012), menerangkan arti investasi sebagai penanaman modal dalam suatu proyek baik proyek fisik seperti pembuatan jalan dan pembangunan pabrik maupun proyek non fisik seperti penelitian, yang berjangka waktu relatif panjang dan bisa ditanamkan di berbagai jenis usaha.

Fungsi dan Tujuan

pengertian investasi dan fungsi
Tujuan dan sasaran penting untuk direncanakan sebelum melakukan investasi. Sumber: dissectingmoney.com

Melakukan penanaman modal pada pihak lain tentu tidak mudah. Para investor termotivasi dari tujuan, fungsi, dan harapan dari investasi itu sendiri, yaitu agar mendapatkan penghasilan tetap karena rutin memperoleh penghasilan dari si pengguna modal, memperbesar usaha dengan modal dari investasi, jaminan atas bisnis karena adanya modal, mengurangi persaingan, dan menambah relasi dengan perusahaan atau lembaga lain.

Manfaat

pengertian investasi jangka panjang
Investasi akan terasa manfaatnya di masa depan. Sumber: jw.org

Di dunia bisnis, investasi sungguh berarti bagi pemilik usaha dan investor. Mereka saling bekerja sama untuk mendapatkan keuntungan. Si pengguna modal atau investee dapat membesarkan usahanya untuk memperoleh keuntungan yang banyak, sedangkan investor yang sudah memberikan dananya untuk modal mendapatkan umpan balik juga.

Manfaat lain kita berinvestasi adalah untuk memenuhi kebutuhan di masa depan, layaknya seperti menabung, tanpa terjerat utang dan piutang. Aset juga bisa bertambah dan ditingkatkan dengan berinvestasi. Yang paling penting, membiasakan diri untuk hidup hemat demi masa depan yang lebih baik.

Jenis

pengertian investasi dan jenis
Properti rumah termasuk ke dalam jenis aktiva riil. Sumber: rumah2in1.com

Secara universal, investasi terbagi menjadi dua jenis berdasarkan bentuk atau wujudnya, yaitu aktiva riil dan aktiva finansial.

1. Aktiva Riil

Riil sendiri berarti nyata, sungguh, dan berwujud. Sehingga aktiva riil adalah investasi yang kasat mata dan memiliki wujud fisik. Contohnya seperti investasi uang tunai, emas dan logam mulia lain, properti, tanah, dan lain-lain.

2. Aktiva Finansial

Sedangkan aktiva finansial berbentuk surat-surat berharga, yang tidak secara eksplisit berwujud fisik, atau yang bisa dicairkan menjadi uang tunai atau bentuk fisik lainnya. Contohnya antara lain deposito, saham, reksa dana, pendidikan, dan lain-lain.

Baca juga:   Pengertian Pariwisata

Macam-Macam

pengertian investasi mata uang asing
Investasi bisa dilakukan dengan valuta asing. Sumber: propertree.id

Berikut ini adalah contoh-contoh dan macam-macam investasi.

1. Deposito

Deposito adalah simpanan uang yang diberikan sebagai modal kepada seseorang atau badan usaha dengan syarat dan jaminan si investor ini akan mendapat keuntungan berupa bunga atau dividen secara rutin dalam kurun waktu tertentu atau sesuai dengan perjanjian yang dibuat. Bentuk investasi deposito ada deposito berjangka dan sertifikat deposito.

2. Saham

Perusahaan-perusahaan umumnya melakukan investasi berbentuk saham untuk diperjualbelikan di pasar modal maupun ke perusahaan lain. Ketika perusahaan tersebut berhasil meraih keuntungan maka pemilik saham selaku investor juga mendapatkan keuntungannya.

3. Obligasi

Obligasi adalah investasi dengan cara memberikan pinjaman modal kepada para investee. Kelebihan dari obligasi adalah biasanya bunga yang dipatok kepada para peminjam modal lebih tinggi daripada deposito. Akan tetapi, ini justru membuat risiko bangkrutnya peminjam modal lebih tinggi sehingga utang tidak dapat dibayarkan apalagi menghasilkan laba.

4. Reksa Dana

Reksa dana adalah tempat menghimpun uang legal yang sekarang populer digunakan oleh perusahaan dan masyarakat umum. Uang secara kolektif terkumpul dan akan dikelola oleh manajer reksa dana. Keuntungan dan kerugian akan dibagi rata di reksa dana kepada seluruh investor. Reksa dana menjadi tempat berkumpulnya para investor, mulai dari pemula hingga ahli.

5. Asuransi

Asuransi adalah bentuk investasi yang paling aman dibanding yang lainnya. Karena hasil yang diberikan beragam dan bisa dimanfaatkan jika dibutuhkan. Polis asuransi bisa berbentuk tabungan, jaminan kesehatan, pendidikan, jaminan hari tua, ketenagakerjaan, dan lain-lain. Meski waktu untuk berinvestasi asuransi cukup lama dan hasilnya mungkin tidak terlalu besar, setidaknya mendapat perlindungan untuk berbagai hal di masa depan.

6. Emas dan Logam Mulia

Emas batangan, permata, berlian, dan logam mulia lainnya menjadi alat investasi yang cukup aman. Harga emas kemungkinan besar stabil dan relatif meningkat sedikit demi sedikit. Hanya saja, keuntungan yang dihasilkan tidak terlalu besar.

7. Properti

Investasi dalam bentuk properti merupakan investasi yang menguntungkan, apalagi properti dan tanah di wilayah perkotaan, pusat industri, dan peradaban. Investasi riil ini harga jualnya jarang turun dan relatif naik terus menerus.

8. Komoditas

Investasi komoditas ini berarti kita dapat menginvestasikan hasil produk sumber daya kita baik alami maupun buatan seperti contoh minyak, hasil tani, produk hewani, dan lain-lain. Kita bisa memberikan kepada para petani atau peternak dengan garansi setelah produk dijual kita mendapatkan imbalan sesuai perjanjian.

9. Valuta Asing

Investasi valuta asing memanfaatkan perubahan naik turunnya kurs mata uang asing. Sederhananya, kita membeli mata uang asing ketika harga belinya rendah dan menjualnya ketika harga jualnya tinggi. Dengan demikian bisa mendapatkan keuntungan. Tapi tidak sembarangan berinvestasi valuta asing, ada aturan yang perlu diperhatikan. Contoh investasi valas (valuta asing) ialah perdagangan kontrak asing, investasi tradisional kurs asing, dan lain-lain.

Contoh Pengembalian Investasi

pengertian investasi dan contoh pengembalian
Pengembalian investasi bisa berupa uang. Sumber: depositphotos.com

Dalam investasi, ada pula istilah pengembalian investasi yang akrab disebut return of investment atau ROI. Kita harus menghitung seberapa untung atau nilai profitabilitas dalam investasi. Kita langsung saja ke contohnya:

1. Uang

Anggap saja si A memiliki uang Rp100.000.000 menganggur di rekeningnya. Ia memutuskan untuk memanfaatkannya dengan cara berinvestasi. A memberi modal untuk perusahaan B dengan catatan harus memberikan A imbalan dengan persentase tertentu.

Setelah diberikan, ternyata penghasilan B Rp125.000.000. Sehingga akan muncul rumus seperti ini: ROI = (Keuntungan bersih / modal yang ditanamkan) x 100% Berarti ROI = (125.000.000 – 100.000.000 / 100.000.000) x 100% Hasilnya adalah 25%, artinya ROI yang diperoleh Rusli adalah 25% lebih besar dari modal yang ditanamkan.

2. Saham

Suatu hari Fafifu membeli 100 saham dengan harga Rp100 lalu menjualnya kembali dengan harga Rp120 tahun depannya. Berarti kita mendapat untung Rp20. Menghitung persentasenya dengan cara: (harga jual – harga beli) / modal atau harga beli x 100% Sehingga akan menjadi: (120-100) / 100 x 100% = 20%. Dan persentase untung atau pengembalian investasi kita selama waktu menunggu satu tahun adalah 20%.

Faktor Penentu Investasi yang Baik

pengertian investasi dan faktor penentu
Sebelum melakukan investasi kenali dulu perusahaan yang ingin ditanamkan modal dari kita. Sumber: newschannel20.com

Supaya sukses melakukan investasi dan menghasilkan keuntungan di masa mendatang, ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan investasi.

Pertama yang harus kita lihat adalah kondisi perekonomian si pengguna modal. Selidiki latar belakang perusahaan, prospek keuntungan per bulannya, dan informasi selengkapnya agar investasi dari kita aman dan terpercaya.

Selanjutnya adalah perkembangan teknologi. Semakin canggih alat produksi maka yang lama akan ditinggalkan dan tentu membutuhkan modal untuk mengganti serta merawatnya.

Terakhir, lihat pendapatan nasional. Ini merupakan indikasi yang dapat menentukan pola konsumsi masyarakat juga secara tidak langsung. Jika pendapatan nasional tinggi, maka pendapatan masyarakat juga ikut tinggi. Dengan tingkat konsumsi tinggi maka perusahaan akan lebih banyak memproduksi barang dan jasa sehingga lebih mencetak laba.

Jasa Investasi Online Terpercaya

pengertian investasi dan contoh aplikasi
Contoh aplikasi investasi saham yang dapat digunakan. Sumber: irfan.id

Investasi bisa dimulai dan dipelajari melalui aplikasi daring yang menawarkan investasi. Menurut duwitmu.com, ada beberapa jasa dan layanan investasi daring terpercaya dan menguntungkan bagi investornya.

Kriteria terpercaya menurutnya seperti kemudahan mengakses, jumlah mininum investasi yang terjangkau, proses cepat, tidak terbatas pada satu negara, terdapat monitoring investasi, serta adanya edukasi tentang investasi itu sendiri. Di antaranya adalah Reksa Dana, P2P, Tabungan Emas Online, Saham, Obligasi Negara, Forex, Robo Advisor, Surat Berharga Negara, dan Tabungan Berjangka.

Sekian pengertian investasi dan penjelasannya. Semoga Selasares tidak bingung lagi soal investasi dan cara kerjanya. Ingat! Pasti akan selalu ada risiko kegagalan dalam berinvestasi seperti dana hangus dan hilangnya aset lain. Tetap cermat dan bijak dalam berinvestasi.

Tinggalkan komentar