Pengertian Hipotesis

Sebelumnya pasti sudah banyak di antara kamu yang sudah pernah mendengar kata “hipotesis”, seperti dalam sebuah penelitian, karya ilmiah, tesis, bahkan jurnal.

Meskipun sudah pernah mendengarnya, tidak semua orang paham akan pengertian hipotesis, bukan?

Oleh karena itu mari kita bahas secara lebih rinci dan mendalam, mulai dari pengertian hipotesis (secara umum, menurut beberapa ahli, menurut kbbi), sumber, fungsi, ciri-ciri, manfaat, hingga hambatan dalam membuat hipotesis dan contohnya.

Pengertian Hipotesis

ilustrasi pengertian hipotesis secara umum
Sumber: economics-update. blogspot.com

Untuk mengawalinya, kita perlu lebih dulu mengetahui apa arti hipotesis.

Pengertian hipotesis dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu:

1. Secara Umum

Secara umum, hipotesis yaitu jawaban sementara terhadap fenomena atau permasalahan yang terjadi yang kebenarannya masih perlu diuji.

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kemudian menurut KBBI, pada intinya hipotesis yaitu pengutaraan pendapat terhadap sesuatu yang dianggap benar walaupun masih perlu diuji kebenarannya.

3. Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian hipotesis menurut para ahli:

a. A. Muri Yusuf

Menurut Muri Yusuf, hipotesis adalah dugaan atau kesimpulan sementara yang diperoleh dari konstruksi peneliti dalam memandang suatu masalah penelitian.

b. Best, John W, Kahn, James V

Lalu menurut Best, John, Kahn, dan James, hipotesis adalah penjelasan sementara terhadap hubungan antar variabel atau pernyataan afirmatif formal sebagai prediksi terhadap sebuah penelitian tunggal.

c.Bruce W. Tuckman

Kemudian menurut Bruce Tuckman, hipotesis dipahami sebagai sebuah ekspektasi dari generalisasi sebuah variabel yang diasumsikan.

d.Dantes

Menurut Dantes, hipotesis adalah sebuah asumsi yang perlu diuji melalui penelitian.

e. Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti

Menurut Agus Purwanto dan Ratih Sulistyastuti, hipotesis yaitu pernyataan sementara terhadap suatu permasalahan penelitian yang belum terbukti kebenarannya serta masih perlu diuji secara empiris.

f. Fraenkel dan Wallen

Menurut kedua tokoh tersebut, hipotesis dapat dipahami sebagai pernyataan tentatif, logis, dapat diuji terhadap suatu peristiwa atau fenomena, yang dengan kata lain disebut juga dengan prediksi hasil studi.

g. Gay, Mills, Airasian, Zikmund

Sedangkan menurut Gay, Mills, Airasian, dan Zikmund, hipotesis adalah kemungkinan jawaban dari berbagai pertanyaan sebuah penelitian atau juga dapat dipahami sebagai dugaan terhadap suatu peristiwa atau fakta yang belum terbukti.

h. Prof. Dr. S. Nasution

Menurut Prof. Nasution, hipotesis dianggap sebagai segala hal yang kita amati untuk memahaminya.

i.Sudjana

Menurut Sudjana, hipotesis didefinisikan sebagai dugaan sementara atau asumsi terhadap suatu hal yang masih perlu dibuktikan.

j. Sugiyono

Sedangkan menurut Sugiyono 2017, hipotesis dipahami sebagai jawaban sementara terhadap sebuah rumusan masalah.

Sumber Hipotesis

ilustrasi sumber pengertian hipotesis
Sumber: https://penerbitdeepublish.com

Beberapa hal yang bisa dijadikan sumber hipotesis adalah analogi, reaksi individu terhadap suatu peristiwa, kebudayaan, data empiris, literatur, wawasan, serta ilmu yang mampu membentuk atau menghasilkan sebuah teori.

Ciri Hipotesis

ilustrasi ciri pengertian hipotesis
Sumber: https://shopee.co.id

Suatu pernyataan dapat dikatakan sebagai sebuah hipotesis apabila memiliki ciri-ciri seperti:

(1) dinyatakan dalam bentuk kalimat deklaratif,

(2) wajib sesuai dengan fakta dan juga mampu menjelaskan fakta,

(3) minimal menyatakan hubungan antara dua variabel penelitian,

(4) wajib dinyatakan secara terbatas dan sederhana, dan

(5) harus dapat diuji.

Fungsi Hipotesis

ilustrasi fungsi pengertian hipotesis
Sumber: https://www.i-to-i.com

Berikut adalah fungsi hipotesis menurut pendapat para ahli

1. Menurut Ary Donald

Menurut Ary Donald, hipotesis berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang suatu peristiwa, menyatakan hubungan dua konsep dalam penelitian, memberikan arah penelitian, dan juga membantu membentuk kerangka kesimpulan penelitian.

2. Menurut Prof. Dr. S. Nasution

Kemudian menurut Prof. Nasution, hipotesis mempunyai fungsi untuk menguji kebenaran dari sebuah teori, membentuk suatu gagasan dalam rangka untuk pengembangan teori, dan memperluas pengetahuan penelitian tentang suatu peristiwa yang terjadi.

3. Menurut Umi Narimawati

Menurut Umi Narimawati, hipotesis memiliki fungsi untuk memberi batasan penelitian, mempermudah pengumpulan dan pengolahan data serta variabel yang terlibat, baik dari segi macam, jumlah, dan hubungannya.

Manfaat Hipotesis

Beberapa manfaat yang diperoleh dari dibuatnya suatu hipotesis adalah:

1. Memperkecil kerja dan jangkauan penelitian

2. Membantu kesiagaan para peneliti apabila fakta dan hubungan antar fakta luput dari perhatian para peneliti.

3. Menjadi panduan dalam pengujian fakta.

4. Memfokuskan banyak fakta yang saling terpisah menjadi sebuah satu kesatuan.

Jenis Hipotesis

ilustrasi jenis pengertian hipotesis
Sumber: https://www.thebalancecareers.com

Berikut adalah penjelasan tentang macam-macam hipotesis.

1. Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik merupakan pernyataan yang sifatnya sementara atau masih berupa dugaan. Hipotesis statistik ini sendiri terbagi menjadi empat jenis, yaitu hipotesis ha dan h0 dan juga h1, serta hipotesis satu arah dan dua arah.

a. Hipotesis Alternatif “Ha”

Hipotesis Alternatif merupakan hipotesis yang bisa menjadi rumus apabila hipotesis Nol ditolak.

b. Hipotesis Nol “H0”

Hipotesis Nol merupakan hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan antara variabel independen dan dependen.

c. Hipotesis Kerja “H1”

Hipotesis H1 merupakan hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara variabel independen dan dependen.

d. Hipotesis Satu Arah

Hipotesis satu arah merupakan jenis hipotesis yang sudah dapat dipastikan arahnya.

e. Hipotesis Dua Arah

Hipotesis dua arah merupakan jenis hipotesis yang belum dapat dipastikan arahnya.

2. Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif merupakan asumsi sementara yang berkaitan dengan variabel tunggal atau atau permasalahan yang bersifat deskriptif.

3. Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif merupakan asumsi sementara yang ditujukan terhadap rumusan masalah untuk menjawab dua variabel.

4. Hipotesis Asosiatif

Hipotesis asosiatif merupakan asumsi sementara untuk menjawab ada tidaknya hubungan antara dua variabel.

Tahap Penyusunan Hipotesis

ilustrasi tahap penyusunan pengertian hipotesis
Sumber: https://www.verywellmind.com

Berikut adalah tahap cara menentukan sebuah hipotesis:

1. Penentuan Masalah

Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan masalah yang penting untuk dikemukakan karena biasanya belum jelas atau belum terdapat teori atau hukum yang mampu menjelaskan permasalahan tersebut.

2. Penentuan Hipotesis Awal

Tahap kedua yaitu menentukan praduga atau asumsi awal untuk menentukan arah pengamatan yang akan memperlancar jalannya penelitian.

3. Pengumpulan fakta

Tahap ketiga adalah pengumpulan fakta yang relevan dalam rangka mencari kebenaran.

4. Pembuatan Formulasi Hipotesis

Tahap keempat adalah memformulasikan hipotesis dengan membandingkan fakta-fakta yang ada untuk mencari yang paling relevan.

5. Pengujian Hipotesis

Tahap kelima yang juga bisa disebut tahap verifikasi ini merupakan tahap yang bertujuan menguji kebenaran hipotesis awal.

6. Penerapan

Tahap terakhir adalah melakukan penerapan atau tindakan apabila hasil hipotesis sudah diketahui atau sudah berhasil melewati tahap uji.

Hambatan Perumusan Hipotesis

ilustrasi hambatan pengertian hipotesis
Sumber: https://www.irishtimes.com

Beberapa hal yang dapat menjadi hambatan dalam perumusan hipotesis adalah

(1) tidak ada kerangka teori yang jelas,

(2) kurang menguasai teknik-teknik penelitian yang menyebabkan sulitnya merangkai kata hipotesis, dan juga

(3) ketidakmampuan peneliti dalam memanfaatkan kerangka teori.

Contoh Hipotesis

ilustrasi contoh pengertian hipotesis
Sumber: https://www.thoughtco.com

Berikut adalah beberapa contoh hipotesis dengan h0 dan h1:

1. Contoh hipotesis deskriptif

H0 : Sebungkus merk makanan ringan mengandung pengawet.

H1 : Sebungkus merk makanan ringan tidak mengandung pengawet.

2. Contoh hipotesis komparatif

H0 : Tidak ada perbedaan keuntungan yang diperoleh antara metode penjualan digital dengan metode penjualan tradisional.

H1 : Terdapat perbedaan keuntungan yang diperoleh antara metode penjualan digital dengan metode penjualan tradisional.

3. Contoh hipotesis asosiatif

H0 : Tidak ada hubungannya antara gaji dengan jumlah karyawan yang resign dari perusahaan setiap tahunnya.

H1 : Terdapat hubungan antara gaji dengan jumlah karyawan yang resign dari perusahaan setiap tahunnya.

4. Contoh hipotesis satu arah

Semakin sedikit anggota keluarga yang merokok maka akan semakin rendah risiko kesehatan keluarga tersebut.

5. Contoh hipotesis dua arah

Terdapat hubungan antara umur dengan tingkat kebugaran fisik.

Demikianlah penjelasan tentang hipotesis, mulai dari pengertian hipotesis (secara umum, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan para ahli), fungsi, ciri, tahapan pembuatan hipotesis, hambatan dalam membuat hipotesis, dan contohnya.

Semoga tulisan singkat ini semakin menambah wawasan kamu dan dapat mempermudah kamu bagi yang sedang berusaha membuat hipotesis.

Joanda Kevin

content writer

Update : [modified_date] - Published : [publish_date]

Tinggalkan komentar