Pengertian E-Commerce

Tak bisa dipungkiri, berkembanganya jaringan digital, turut berpengaruh terhadap pola belanja manusia.

Jika dulu seseorang harus datang ke toko fisik untuk membeli sesuatu, maka di era sekarang, belanja barang bisa dilakukan dalam jaringan internet.

Nah, aktifitas berbelanja lewat internet bisa dilakukan melalui e-commerce.

Tapi, sebenarnya apa sih pengertian e-commerce itu?

Daripada terus bertanya-tanya, berikut kami sudah merangkum pengertian e-commerce secara sederhana untuk Anda.

Silakan dibaca, ya!

Pengertian E-Commerce

artikel pengertian e commerce secara umum dan menurut para ahli
isoflat.com

Definisi e-commerce bisa dijelaskan berikut ini.

1. Secara Umum

E-commerce merupakan kegiatan jual, beli, pemasaran dan penyebaran produk, baik itu barang ataupun jasa, dengan menggunakan jaringan telekomunikasi internet dan jaringan komputer.

Selain itu, e-commerce juga dapat didefinisikan sebagai kegiatan dalam transaksi jual/beli barang, servis/pelayanan, transmisi data atau data, dengan menggunakan jaringan elektronik yang dihubungkan dengan internet.

Istilah e-commerce berasal dari istilah electronic commerce atau perdagangan elektronik.

2. Menurut Para Ahli

a. Jony Wong (2010:33)

E-commerce diartikan sebagai proses jual, beli, dan pemasaran produk barang atau jasa, lewat sistem elektronik, seperti televisi, radio, dan internet.

b. Loudon (1998)

E-commerce merupakan proses yang dikerjakan oleh konsumen saat membeli dan produsen saat menjual beragam produk yang dimiliki secara elektronik, dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, dengan memakai komputer sebagai perantara dalam bertransaksi bisnis.

c. McLeod Pearson (2008 : 59)

E-commerce atau perdagangan elektronik diartikan sebagai pemakaian jaringan komputer dan komunikasi untuk melakukan proses bisnis.

d. Shely Cashman (2007:83)

Yang dimaksud e-commerce adalah transaksi bisnis yang dilakukan lewat jaringan elektronik, seperti internet, yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki jaringan internet tersebut.

e. Vermaat

Definisi e-commerce adalah suatu transaksi bisnis yang dilakukan dalam jaringan internet, di mana siapa saja yang terhubung dengan internet, berarti orang tersebut bisa berpartisipasi dalam aktifitas e-commerce.

Sejarah

artikel sejarah e commerce
softwareseni,co,id

E-commerce pertama kali muncul pada tahun 1960-an, saat model bisnis memakai Electronic Data Interchange atau EDI mulai populer.

Aktifitas ini makin meningkat saat American Standards Institue mulai mengembangkan sistem ASC X12 pada tahun 1979.

Sistem ini sering dipakai untuk kegiatan saling tukar dokumen, dengan memakai sebuah perangkat elektronik.

Aktifitas ini terus berkembang sampai tahun 1980-an dan 1990-an.

Kemudian berdirilah salah satu raksasa e-commerce dunia, Amazon dan eBay, yang selanjutnya merevolusi sektor e-commerce.

Dengan perkembangan saat ini, konsumen pun dapat membeli barang apapun dengan mudah secara online.

Jenis-Jenis

artikel jenis-jenis e commerce
gmnwebsolutions.com

Ada beberapa jenis transaksi yang bisa dilakukan dalam model bisnis e-commerce, yakni sebagai berikut.

1. Business to Business (B2B)

E-commerce B2B dilakukan oleh 2 pihak yang sama-sama mempunyai kepentingan bisnis.

Kedua pihak ini saling mengetahui dan memahami bisnis yang dilakukan.

Biasanya, jenis bisnis ini diadakan secara kontinyu, dalam bentuk langganan.

Misalnya adalah tarnsaksi bisnis antara produsen dan suplier, yang melakukan aktifitas jual-beli secara online, baik dari konsultasi barang hingga pada masalah pembayaran.

2. Business to Consumer (B2C)

E-commerce jenis B2C dilakukan oleh pihak penjual dengan pihak pembeli, yang dilakukan layaknya jual-beli biasa.

Hanya saja, transaksinya memakai platform online, seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, Shopee, dan lain-lain.

3. Consumer to Consumer (C2C)

Model e-commerce C2C terjadi antara konsumen ke konsumen.

Misalnya saat ada seseorang yang menjual barang bekas pakai, di mana barang tersebut pernah dipakainya.

Tapi karena sudah tidak dimanfaatkannya, jadilah barang tersebut dijual kepada orang lain.

4. Consumer to Business (C2B)

C2B merupakan kebalikan dari model transaksi B2C.

Pihak konsumen dalam jenis e-commerce ini, bertindak sebagai penjual, dan perusahaan bertindak sebagai pembeli.

Transaksi C2B memang tidak umum, tapi ini bisa saja terjadi dalam platform e-commerce.

5. Business to Administration (B2A)

Jenis e-commmerce B2A menjalankan bisnis yang mencakup transaksi yang dijalankan secara online, antara pihak perusahaan dengan pihak administrasi publik.

Bisnis ini semakin meningkat, seiring banyaknya investasi yang dilakukan oleh lembaga pemerintah.

6. Online to Offline (O2O)

Jenis e-commerce O2O menjalankan bisnisnya dengan cara menarik customer dari onlien ke toko fisik.

Model bisnis seperti ini, akan melakukan identifikasi konsumen terlebih dahulu di media online, lalu melakukan pendekatan sehingga ia meninggalkan kebiasaannya untuk belanja online.

Komponen

Materi Komponen e commerce
medium.com

Dalam praktik jual/beli di e-commerce, terdapat beberapa komponen standard dalam operasionalnya, yakni sebagai berikut.

1. Produk

Di dalam e-commerce tersedia berbagai macam produk yang dijual, dari produk fisik sampai produk digital.

  • Produk fisik: baju, celana, makanan, gadget, barang elektronik, dan lain-lain.
  • Produk digital: software, ebook, membership, musik, dan lain-lain.

2. Tempat Menjual Produk

Semua aktifitas e-commerce dilakukan sepenuhnya lewat internet.

Sehingga diperlukan hosting atau domain untuk membuka layanan website penjualan produknya.

E-commerce untuk tempat menjual produk ini contohnya adalah Bukalapak, Tokopedia, OLX, Shopee, dan lain-lain.

3. Cara Menerima Pesanan

Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk menerima order atau pesanan.

Di antaranya adalah dengan menggunakan fitur chatting, SMS, whatsapp, email, telepon, dan lain-lain.

4. Metode Pembayaran

Metode pembayaran yang diberlakukan dalam e-commerce, bisa dilakukan melalui pembayaran elektronik, COD, maupun transfer.

  • Pembayaran elektronik: internet banking, credit card, Go-Pay, Shopee Pay, OVO, Link Aja, Dana, dan lain-lain.
  • Pembayaran Cash On Delivery (COD): pembayaran langsung bertemu antara penjual dan pembeli.
  • Pembayaran lewat transfer: pembayaran dilakukan dengan transfer langsung ke rekening penjual.

5. Metode Pengiriman

Barang-barang yang dibeli dari e-commerce biasanya dikirim dengan menggunakan jasa ekspedisi atau jasa ojek online.

  • Jasa Ekspedisi: JNE, JNT, TIKI, POS Indonesia, dan lain-lain.
  • Jasa ojek online: Grab Send, Go-Send, dan lain-lain.

6. Customer Service

Di dalam operasional ecommerce, sangat penting untuk memiliki layanan pelanggan.

Sebab, apa saja bisa terjadi di dalam transaksi e-commerce, sebab penjual dan pembeli tidak saling bertemu.

Kegiatan yang dilakukan customer service, biasa dilakukan lewat FAQ, formulir online, email, chatting, social media, dan telepon.

Manfaat

artikel pengertian e commerce
singlegrain.com

Kehadiran e-commerce memberikan manfaat untuk berbagai pihdak, baik untuk pengusaha maupun kepada konsumen.

1. Bagi Pengusaha

  • Memudahkan kegiatan jual beli.
  • Memangkas dana pemasaran.
  • Memudahkan komunikasi konsumen dan produsen.
  • Bisa menjangkau target pasar yang luas.
  • Penyebaran informasi jadi lebih cepat dan mudah.
  • Proses pembayaran jadi lebih cepat dan mudah.

2. Bagi Konsumen

  • Bisa belanja kapan saja selama 24 jam.
  • Bisa melihat pilihan produk terbaik, dengan harga sesuai.
  • Bisa membeli berbagai produk, dengan membandingkannya terlebih dahulu antar penjual atau e-commerce.

Dampak

artikel dampak e commerce
zumic.com

Berkembangnya e-commerce dalam dunia digital marketing, membawa berbagai dampak positif dan negatif.

1. Dampak Positif

  • Terbukanya aliran pendapatan baru.
  • Meningkatkan peluang market exposure.
  • Dapat memperluas jangkauan pasar global (global reach).
  • Dapat mengurangi biaya operasional (operating cost).
  • Memberi kemudahan untuk membangun dan meningkatkan loyalitas konsumen.
  • Menigkatkan value chain atau mata rantai penghasilan.
  • Dapat mempersingkat waktu produksi.
  • Bisa menigkatkan manajemen penjualan.

2. Dampak Negatif

  • Adanya potensi penipuan dan kecurangan.
  • Ada kemungkinan pencurian data informasi yang berharga dan rahasia.
  • Berpotensi kehilangan pelanggan, akibat adanya system error atau  human error.
  • Adanya potensi pembobolan akun.
  • Ada kemungkinan terjadinya black campign oleh kompetitor, yang berakibat buruk bagi bisnis.
  • Berpotensi kerugian akibat kesalahan sengaja atau tidak disengaja, baik dari system error atau  human error.

Contoh E-Commerce 

Artikel Contoh E-Commerce 
logotypes.101.com

Perkembangan e-commerce saat ini sangat pesat, terbukti dengan munculnya berbagai e-commerce dalam berbagai bidang.

1. Business to Business (B2B)

  • Ralali: menyediakan perlengkapan kantor, rumah tangga, industri, pertanian, dan restoran.
  • Electronic City: menyediakan peralatan elektronik rumah tangga dan kantor.
  • Mbiz: menyediakan perlengkapan rumah tangga, kantor, industri, pertanian, dan restoran, serta menyediakan jasa perbaikan dinding dan housekeeping.

2. Business to Consumer (B2C)

  • Blibli: menyediakan aksesoris, kosemetik, fashion, elektronik pribadi, perabotan, perlengkapan anak dan perlengkapan olahraga.
  • Lazada: menyediakan aksesoris, elektronik pribadi, kosmetik, dan fashion.
  • Shopee: sama dengan Blibli.
  • Tokopedia: sama dengan Blibli.
  • Bukalapak: sama dengan Blibli.

3. Consumer to Consumer (C2C)

  • Kaskus: terkadang digunakan untuk jual/beli barang bekas.
  • Tokopedia: terkadang dipakai juga untuk jual/beli barang bekas.
  • OLX: menyediakan beragam produk dari kebutuhan pribadi, kendaraan, dan perlengkapan rumah tangga.

4. Consumer to Business (C2B)

  • iStock: menyediakan foto, ilustrasi, dan video digital untuk keperluan komersial.
  • Freelancer: menyediakan jasa freelence yang bisa dipakai jasanya untuk keperluan bisnis.
  • Upwork: sama dengan Freelancer.

5. Business to Public Administration (B2A)

  • Accela: membantu pemerintah dalam menjalankan administasi publik dengan sistem software as a service.
  • Qlue: menyediakan software untuk membantu kerja lembaga pemerintahan dan perusahaan, mencakup sistem administrasi kendaraan dan aplikasi analisa.

Perkembangan E-Commerce di Indonesia

Artikel Perkembangan E-Commerce di Indonesia
softwareseni,co,id

Belakangan ini, perkembangan e-commerce di Indonesia cukup pesat.

Bahkan, Indonesia menempati puncak dari 10 negara yang e-commerce nya tumbuh begitu cepat.

Pada tahun 2018, e-commerce di Indonesia mengalami pertumbuhan 78%.

Dari angka tersebut, 17.7% nya ada di sektor transaksi jual/beli tiket pesawat dan booking hotel.

Sebanyak 11,9% transaski, berasal dari jual/beli baju dan alas kaki.

Sementara, untuk jual/beli alat kosmetik dan produk kesehatan ada di angka 10%.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai pengertian e-commerce, yang beberapa tahun terakhir begitu berkembang di Indonesia.

Kami berharap, semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca semuanya.

Jika ada pertanyaan seputar pengertian e-commerce, silakan menuliskannya secara langsung di kolom komentar di bawah.

Anas Fauzi

Hallo! Saya adalah seorang engineer. Selain menyukai dunia blogging, saya juga senang membaca dan menanam.

Update : [modified_date] - Published : [publish_date]

Tinggalkan komentar