Drama: Pengertian, Struktur, Unsur, Jenis, Ciri & Contoh

Drama adalah suatu karya seni sastra yang berupa naskah dialog dan dapat dipentaskan. Ada banyak tema yang bisa diangkat menjadi drama, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga cerita fantasi. Drama dimainkan berdasarkan naskah yang sebelumnya telah dibuat.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai pengertian drama dan pementasannya? Yuk, ikuti terus artikel di bawah ini sampai habis!

Pengertian Drama

macam pengertian drama secara umum
Sumber: pixabay.com

1. Menurut KBBI

Menurut KBBI, drama merupakan sebuah drama atau kisah.

2. Menurut Para Ahli

pengertian drama menurut kbbi
Sumber: pixabay.com

a. Moulton

Drama adalah kisah hidup seseorang atau sekelompok orang yang digambarkan melalui gerakan.

b. Balthazar Vallhagen

Drama adalah sekumpulan gerakan yang dilakukan berdasarkan watak dan sifat manusia.

c. Ferdinand Brunetiere

Drama merupakan sesuatu yang harus melahirkan kemauan dengan gerakan.

d. Budianta dkk

Drama merupakan karya sastra yang menampilkan gerakan, percakapan, serta dialog yang dilakukan tokohnya.

e. Tim Matrix Media Literata

Drama adalah kesenian yang menampilkan kisah hidup manusia.

f. Seni Handayani

Menurutnya, terdapat 2 jenis drama, yaitu drama tertulis dan drama yang bisa dipentaskan.

g. Wildan

Drama merupakan kesenian yang terdiri dari 2 jenis, yaitu drama tertulis dan drama yang dipentaskan.

h. Anne Civardi

Drama dapat dikatakan sebagai kisah yang digambarkan melalui gerakan dan lisan.

i. Krauss

Drama berasal dari sebuah nyanyian yang digabungkan dengan dialog.

k. Tjahjono

Drama lahir bukan hanya untuk dibaca naskahnya tetapi juga untuk dipentaskan.

l. Tambojang

Drama merupakan tontonan yang dimulai pada suatu malam dan berakhir pada malam yang sama.

m. E. R. Reaske

Drama adalah gambaran kegiatan manusia yang dicerminkan melalui tindakan, penampilan, serta dialog para tokohnya.

n. Sumarjo

Drama merupakan karya sastra yang dibuat dalam bentuk naskah yang bisa dipentaskan.

Ciri-ciri

pengertian drama dan karakteristik drama
Sumber: pixabay.com

1. Prosa modern yang berbentuk naskah dan sengaja dibuat untuk dipentaskan

2. Bisa berbentuk prosa maupun puisi

3. Terdiri dari dialog yang akan diperankan oleh para tokohnya

4. Pemikiran penulis disampaikan melalui watak dan sifat para tokohnya

5. Terdapat konflik sebagai unsur penting pembangun drama

6. Naskah yang baik adalah naskah yang dibuat berdasarkan konflik

7. Gaya bahasa dalam drama dapat memberikan gambaran mengenai keadaan masyarakat setempat

Struktur

pengertian drama dan struktur pembuatan drama
Sumber: pixabay.com

1. Babak atau Episode

Struktur ini digunakan sebagai pembeda satu waktu dengan waktu lainnya dalam sebuah pementasan drama.

2. Adegan

Adegan adalah salah satu struktur drama yang menunjukkan suatu peristiwa atau kejadian.

3. Dialog

Dialog adalah percakapan yang dilakukan antartokoh.

4. Prolog

Prolog adalah pengantar yang dibacakan pada awal dimulainya pementasan drama.

5. Epilog

Epilog adalah penutup yang dibacakan pada akhir selesainya pementasan drama.

Unsur

pengertian drama dan unsur pementasan drama
Sumber: pixabay.com

1. Tema

Tema adalah unsur paling dasar yang membangun cerita dalam sebuah pementasan drama.

2. Alur

Alur adalah urutan kejadian atau peristiwa di dalam sebuah pementasan drama.

3. Tokoh

Tokoh adalah pelaku yang ada di dalam pementasan drama.

4. Peran

Peran adalah watak dan sifat yang dimiliki setiap tokoh dalam sebuah pementasan drama.

5. Latar

Latar adalah setting terjadinya peristiwa di dalam sebuah pementasan drama.

6. Amanat

Amanat adalah nilai atau pelajaran yang ingin disampaikan pembuat drama untuk para penonton.

Jenis-jenis

pengertian drama dan macam-macam bentuk drama
Sumber: pixabay.com

1. Berdasarkan Penyajian Lakon

a. Tragedi: jenis drama ini menceritakan kisah sedih tokoh utama dengan akhir cerita yang juga menyedihkan.

b. Opera: jenis drama ini memungkinkan semua dialognya dilakukan dengan cara bernyanyi.

c. Komedi: jenis drama ini menceritakan kisah lucu dan jenaka dari para tokohnya.

d. Tragi Komedi: jenis drama ini menggabungkan drama tragedi dan drama komedi.

e. Melodrama: jenis drama ini memungkinkan beberapa adegan di dalamnya diiringi oleh musik.

f. Tablo: jenis drama ini memungkinkan tokohnya hanya melakukan gerakan dan suara, tidak ada dialog seperti biasanya.

g. Farce: jenis drama ini disampaikan secara jenaka oleh para tokohnya.

2. Berdasarkan Sarana

a. Drama panggung

b. Drama televisi

c. Drama radio

d. Drama film

e. Drama wayang

f. Drama boneka

3. Berdasarkan Naskah

a. Tradisional: para pemeran tidak membawa naskah sama sekali ketika tampil.

b. Modern: para pemain membawa naskah saat tampil, tetapi tidak menutup kemungkinan mereka untuk improvisasi.

4. Berdasarkan Sastra Cakapan

a. Drama prosa: naskahnya berasal dari prosa.

b. Drama puisi: naskahnya berasal dari puisi.

5. Berdasarkan Kuantitas Cakapan

a. Pantomim: jenis drama ini hanya menggunakan gerakan tubuh tanpa menyampaikan dialog.

b. Minikata: jenis drama ini hanya menggunakan beberapa verbal secara terbatas.

c. Dialog-monolog: jenis drama ini banyak menggunakan dialog dan monolog.

6. Berdasarkan Pengaruh Unsur Seni

a. Opera: jenis drama ini mengutamakan musik dalam pementasannya.

b. Sendratari: jenis drama ini mengutamakan tarian dalam pementasannya.

c. Tablo: jenis drama ini tidak menggunakan dialog dalam pementasannya.

7. Bentuk Lainnya

a. Drama absurd: jenis drama ini sengaja melanggar aturan dan kaidah pementasan drama.

b. Drama baca: jenis drama ini naskahnya lebih cocok dibacakan daripada dipentaskan.

c. Drama borjuis: jenis drama ini secara spesifik mengangkat tema borjuis untuk dipentaskan.

Langkah Penulisan Naskah Drama

pengertian drama dan langkah penulisan yang benar
Sumber: pixabay.com

1. Membuat daftar pengalaman dan kejadian menarik yang pernah kita alami

2. Memilih salah satu peristiwa dari daftar yang telah dibuat

3. Mengembangkannya menjadi cerita beserta tokoh dan naskahnya

4. Tambahkan latar yang mendukung cerita

5. Buat pengembangan topik lain

6. Buat dialog berdasarkan catatan yang telah dibuat

Sejarah

pengertian drama dan sejarah pemenasan drama
Sumber: pixabay.com

Pada awalnya drama dianggap berasal dari Yunani Kuno. Padahal, sebenarnya drama asalnya dari Mesir Kuno. Terdapat bukti pembuatan teks naskah drama dalam beberapa piramida Mesir.

Tujuan

pengertian drama dan tujuan pementasan drama
Sumber: pixabay.com

1. Sebagai sarana pengembangan bakat

2. Sebagai sarana hiburan masyarakat setempat

3. Sebagai sarana menambah wawasan mengenai pementasan drama

Fungsi

pengertian drama dan fungsi pementasan drama
Sumber: pixabay.com

1. Memberikan hiburan melalui dialog para tokohnya

2. Berfungsi sebagai sarana penyebaran kebudayaan

3. Berfungsi sebagai sarana pelestarian kebudayaan

4. Memberikan wawasan yang penting bagi pendidikan

Manfaat

pengertian drama dan manfaat pementasan drama
Sumber: pixabay.com

1. Meningkatkan rasa percaya diri individu maupun kelompok

2. Meningkatkan kemampuan pengontrolan emosi

3. Belajar memahami orang lain dan menghargai pendapat orang lain

4. Menjadi sarana edukasi

Pembabakan dalam Drama

pengertian drama dan pembabakan dalam drama
Sumber: pixabay.com

1. Periode kebangkitan (1966-1942)

2. Periode pembangunan (1942-1945)

3. Periode awal perkembangan (1945-1950)

4. Periode perkembangan (1950-1965)

Prinsip dalam Kritik Drama menurut Goethe

pengertian drama dan prinsip pementasan drama
Sumber: pixabay.com

1. Seniman hendak melakukan apa?

2. Seberapa baik seniman dapat melakukan hal tersebut?

3. Apa manfaatnya?

Membaca dan Memahami Drama

pengertian drama dan memahami drama secara baik dan benar
Sumber: pixabay.com

1. Menentukan Alur dalam Naskah Drama

Peristiwa yang memiliki urutan kejadian dari awal sampai akhir secara berurutan disebut dengan alur maju. Sedangkan naskah drama yang menggunakan flashback disebut dengan alur campuran.

2. Menentukan Penokohan dalam Naskah Drama

Tokoh utama biasanya digambarkan dengan sosok protagonis yang baik dan bertanggungjawab. Sedangkan tokoh antagonis merupakan pihak yang selali iri dan menyalahkan tokoh utama.

3. Menentukan Amanat dalam Naskah Drama

Amanat di dalam drama sifatnya ada, tapi tidak bisa dicari secara langsung. Pesan ini biasanya tersirat di dalam keseluruhan isi drama.

Contoh Naskah Drama Pendek

Bestari

foto pengertian drama dan contoh naskah drama
Sumber: pixabay.com

Siswa dengan seragam Taman Kanak-kanak itu merengek kepada neneknya, “Pokoknya aku tidak mau pulang!” “Sudah..sudah. Kalau memang bukunya belum selesai dibaca, boleh Shana bawa pulang. Besok kalau sudah selesai, dikembalikan lagi, ya, ke Mbah Topo,” kata tukang becak itu. “Tidak mau, Mbah. Shana mau baca sambil naik becak! Ayo antar Shana keliling dulu,” rengek anak kecil itu. “Shana, Mbah Topo sudah mau pulang ke rumah. Becaknya sudah mau tidur itu, lho,” kata nenek Shana.

Padahal hari sudah semakin gelap. Lelaki 60-an tahun itu sudah terlihat letih setelah seharian mengayuh becaknya. Mulai memberesak buku bacaan yang ada di belakang tempat duduk penumpang di becaknya. Mata sayunya, ditambah dengan keringat yang terus bercucuran, menandakan bahwa ia ingin segera pulang dan menikmati makan malam. Namun, rengekan dari siswa yang lugu itu memberikan energi untuknya kembali mengayuh becaknya.

“Waduh, Mbah. Bagaimana ini? Saya jadi tidak enak sama Mbah Topo,” kata nenek Shana.

foto pengertian rama dan contoh naskah drama yang baik dan benar
Sumber: pixabay.com

“Heh, Topo, rajin sekali kamu jam segini baru pulang,” kata Pak Wage, salah satu tukang becak lainnya. “Iya, Ge. Tadi masih mengantar Shana menghabiskan bacaannya dulu,” jawab Pak Topo. Pak Topo melanjutkan perjalanannya menuju rumah setelah berpamitan dengan Pak Wage. Dengan tatapan ketus Pak Wage memperhatikan Pak Topo yang perlahan menghilang dari pandangannya.

foto pengertian drama dan contoh naskah drama pendek dan singkat
Sumber: pixabay.com

Langit Kota Yogyakarta hari ini cerah dengan suara latar nyanyian burung gereja. Pukul 05.00 pagi Pak Topo sudah bersiap menunggu penumpang di pertigaan depan Bank BPD DIY. Tak hanya Pak Topo, di sepanjang pinggiran jalan raya itu ada jejeran tukang becak lain yang juga mencari nafkah.

“Selamat pagi, Bu. Mau ke pasar? Mari dengan saya saja!” kata Pak Wage kepada ibu-ibu calon penumpang. “Terima kasih, Pak. Saya sudah langganan dengan Pak Topo,” kata ibu itu sambil tersenyum. Pak Topo yang melihat kejadian tersebut merasa tidak enak hati kepada Pak Wage. Memang Pak Wage dilewati lebih dahulu oleh ibu itu, tapi dia yang di belakang justru dipilih. Sambil mulai mengayuh becaknya, Pak Topo menyemangati Pak Wage supaya segera mendapatkan penumpang juga.

Namun, lagi-lagi ditanggapi ketus oleh Pak Wage. “Wage, kalau kamu begitu terus sama si Topo, malah penumpang semakin jauh dari kamu, lho. Rezeki orang, kan, sudah diatur sama Tuhan. Sudah, terima saja,” kata Pak Sunar, tukang becak lainnya, mencoba mengingatkan Pak Wage. “Tapi aku capek, Nar. Cuma gara-gara punya banyak bacaan, orang-orang lebih suka naik becaknya Topo. Nanti kalau aku juga menyediakan buku di becakku, dikira ikut-ikutan!” Pak Wage menjawab dengan nada tinggi.

“Ya, terserah kamu mau bagaimana. Pokoknya rezeki sudah ada yang mengatur, tugas kita tinggal bersyukur saja. Sudah, itu saja nasihatku buat kamu,” kata Pak Sunar sambil pergi mengayuh sepedanya.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam ketika Pak Wage berjalan menuju rumah Pak Topo. Dengan wajah lesu, ia berjalan cepat sambil menggerakkan mulutnya seperti orang berbicara tapi tanpa suara. Meski lesu, wajahnya terlihat memendam sesuatu yang amat serius. Pak Wage langsung mengetuk pintu rumah Pak Topo ketika ia sampai. Tak lama, Pak Topo keluar dari dalam rumahnya dengan wajah yang penasaran.

“Ada apa, Ge?”

“Aku mau curhat, Po.”

“Curhat bagaimana, ya?”

“Jadi begini, kamu tahu, kan, kita ini sama-sama sudah lama mbecak. Kita berjuang bersama-sama dari awal. Mulai sewa becak di Pak Hari kita juga sama-sama. Ekonomi keluarga kita juga sama pas-pasannya,” Pak Wage mulai bercerita. “Iya, aku masih ingat awal perjuangan kita mbecak. Terus bagaimana?”

“Kamu tahu juga, kan, kalau 3 bulan lagi tahun ajaran baru. Anakku mau masuk SMA, aku takut tidak bisa menyekolahkan dia.”

“Lalu aku bisa bantu apa, Ge?”

“Sejak kamu mulai mbecak bawa-bawa buku bacaan, pendapatanku makin hari makin berkurang. Orang-orang pasti lebih memilih kamu karena becakmu menarik. Banyak yang maunya langganan sama kamu.”

“Astagfirullahaladzim..aku minta maaf kalau aku mengurangi rezekimu, Ge. Tujuanku menyediakan bacaan murni karena aku sendiri dari kecil suka membaca dan ingin menularkannya ke orang-orang.”

“Iya, awalnya aku iri denganmu. Aku selalu berdoa yang buruk untukmu. Tapi sekarang aku sadar kalau aku tidak boleh begitu. Aku kesini mau minta maaf…”

“..dan minta didoakan semoga pekerjaanku lancar, anakku bisa masuk SMA. Sudah, itu saja,” kata Pak Wage mengakhiri.

Pak Wage langsung berpamitan kepada Pak Topo, tapi ditahan untuk tidak pulang terlebih dahulu. Pak Topo berhenti sejenak. Terlihat seperti memikirkan sesuatu.

“Begini saja, Ge. Kan, di kampung kita ini memang banyak tukang becak. Bagaimana kalau semua tukang becak di kampung kita ini menyediakan bacaan di becaknya masing-masing. Selain menularkan gemar membaca kepada orang-orang menjadi lebih mudah karena dilakukan banyak orang, kita tidak akan saling iri satu sama lain. Harapannya dengan ideku ini, pendapatan tukang becak di kampung kita bisa sama rata dan menjadi lebih baik,” ucap Pak Topo dengan penuh semangat.

“Tapi, uang kita, kan, juga pas-pasan. Dari mana kita bisa dapat buku untuk mengisi becak?”

“Tenang saja. Untuk yang pertama ini, aku bisa bagi-bagi koleksi buku yang sudah kupunya untuk kalian. Nanti, kalau penumpang mulai tertarik, biasanya mereka akan sukarela menyumbang buku kepada kita,” terang Pak Topo.

Mendengar penjelasan dari Pak Topo, Pak Wage menjadi berkaca-kaca. Ia yang selama ini selalu berbuat buruk kepada Pak Topo sangat merasa bersalah.

foto pengertian drama dan contoh naskah drama cerita anak
Sumber: pixabay.com

Meski hari masih sangat pagi, para tukang becak di kampung Pak Topo sudah bersiap di depan rumah Pak Topo untuk menerima pembagian buku bacaan. Kemarin mereka sudah mengadakan musyawarah bersama Pak Topo dan Pak Wage. Semuanya menyetujui ide menarik dari Pak Topo. Mereka semua sangat berterima kasih kepada Pak Topo yang mau menyumbangkan bukunya kepada rekan-rekan seperjuangannya.

Wajah sumringah itu masih terbentuk di wajah Mbah Topo yang sudah semakin renta. Dengan apa yang telah ia dapatkan sampai hari ini, entah pengalaman maupun bantuan materi, ia sangat bersyukur. Tidak ada lagi perselisihan yang terjadi antara ia dengan teman-temannya. Kini mereka semua sama, keadilan yang berhasil diciptakan oleh Mbah Topo. Salah satu mimpinya sudah terwujud dan ia mulai menggapai mimpi yang lain.

Nah, itu tadi adalah penjelasan mengenai pengertian drama. Setelah membaca penjelasan di atas, diharapkan pembaca mampu memahami pengertian drama secara lebih detail. Menonton drama dengan memahami unsur-unsurnya bisa menambah pengetahuan untuk diri kita sendiri dan orang lain. Sambil menonton kita bisa melakukan analisis terhadap drama tersebut. Lebih baik lagi jika kita terinspirasi dan ikut membuat drama yang bisa dipentaskan.

Nirwana Pradana Maharani

Aktif dalam organisasi dan event mahasiswa semasa berkuliah di jurusan Ilmu Komunikasi. Sedang tertarik mendalami dunia fotografi. Saya juga tertarik mengikuti artikel-artikel terkait fashion dan kuliner.

Update : 15 Desember 2020 - Published : 12 November 2020

Tinggalkan komentar