Pengertian Bullying

Berdasarkan hasil penelitian Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter tahun 2014, dapat diketahui bahwa setiap sekolah yang ada di Indonesia dapat ditemukan kasus bullying.

Sayangnya, kasus bullying ini tidak hanya ditemukan di lingkungan sekolah, tetapi juga tempat kerja, tengah masyarakat, bahkan di rumah.

Sehingga, perlu bagi kita untuk lebih mengetahui lebih mendalam tentang bullying ini, sehingga kita lebih sadar, peka, dan paham dengan tindakan bullying di sekitar kita.

Nah, langsung saja mari kita bahas satu per satu secara singkat dan padat, mulai dari pengertian bullying, jenis, unsur, dan cara mengatasinya.

Pengertian Bullying

ilustrasi pengertian bullying
Sumber: https://www.romania-insider.com

Sebelum membahas secara detail, mari kita terlebih dahulu memahami pengertian bullying, mulai dari definisi secara umum hingga menurut berbagai lembaga dan ahli.

A. Secara Umum

ilustrasi pengertian bullying secara umum
Sumber: https://www.verywellfamily.com

Secara umum, bullying atau yang dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata perundungan, dapat dipahami sebagai segala bentuk kekerasan atau penindasan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih berkuasa terhadap orang atau pihak lain dengan sengaja dan secara terus menerus dengan maksud untuk menyakiti.

B. Menurut KBBI

ilustrasi pengertian bullying menurut kbbi
Sumber: https://catatanpringadi.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, bullying atau perundungan dipahami sebagai aktivitas yang mengganggu, menyusahkan, dan mengusik secara terus-menerus.

C. Menurut Para Ahli

ilustrasi pengertian bullying menurut ahli
Sumber: https://www.verywellmind.com

Berikut adalah pengertian bullying menurut para ahli, termasuk para ahli psikologi:

1. Menurut Ken Rigby

Ken Rigby adalah seorang profesor di School of Education and the Hawke Research Institute di University of South Australia.

Menurut Profesor Rigby, bullying merupakan keinginan untuk menyakiti pihak lain oleh seseorang atau kelompok orang yang lebih kuat.

Tindakan bullying ini diperlihatkan melalui aksi yang berulang, tidak bertanggung jawab, dan dilakukan secara senang agar korban menderita.

2. Menurut Sally A. Black dan Ericka Jackson

Kemudian menurut Sally A. Black dan juga Ericka Jackson, bullying dipahami sebagai perilaku agresif bersifat proaktif oleh satu atau sekelompok anak-anak terhadap satu atau sekelompok anak-anak lainnya.

Pengertian bullying dari Sally dan Ericka ini juga dijelaskan bahwa ada beberapa aspek yang ada dalam tindakan bullying, yaitu ketidakseimbangan kemampuan kognitif, status sosial, dilakukan secara berulang, keterampilan, fisik, unsur menyingkirkan, mendominasi, dan menyakiti.

3. Menurut Dan Olweus

Kemudian menurut Dan Olweus, seorang psikolog berkebangsaan Swedia-Norwegia, bullying merupakan perilaku agresif dan represif yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap pihak yang tidak memiliki pertahanan kuat atau sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan/ kekuatan sistematis secara terus menerus dari waktu ke waktu.

4. Menurut Barbara Coloroso

Sedangkan menurut seorang penulis Barbara Coloroso, bullying dipahami sebagai perilaku intimidasi yang dilakukan oleh pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah yang dilakukan secara sengaja, berulang, dan bertujuan untuk melukai korban, baik dari sisi fisik maupun emosional.

5. Menurut Inu Wicaksana

Lalu bagaimana dengan pendapat ahli dari Indonesia?

Nah, menurut seorang dokter spesialis jiwa Inu Wicaksana, bullying merupakan perlakuan kekerasan secara psikologis oleh seseorang atau sekelompok orang dalam jangka waktu yang panjang terhadap pihak yang memiliki pertahanan diri lemah.

Dimana pelaku bullying ini mempunyai keinginan untuk menakuti atau melukai korban yang membuat korban berada dalam kondisi tertekan.

D. Menurut Berbagai Lembaga

ilustrasi pengertian bullying menurut berbagai lembaga
Sumber: https://www.irishtimes.com

Berikut adalah pengertian bullying menurut beberapa lembaga:

1. Menurut Yayasan Semai Jiwa Amini (Sejiwa)

ilustrasi pengertian bullying menurut sejiwa
Sumber: https://www.youtube.com

Menurut Yayasan Sejiwa, kata “bullying” berasal dari kata dalam bahasa Inggris “bull” yang berarti banteng yang suka menanduk.

Secara keseluruhan, bullying merupakan tindakan agresif pada korban yang lemah, dapat dihina, dan tidak dapat membela diri sendiri, yang dilakukan secara sengaja dan juga berulang.

2. Menurut American Psychiatric Association (APA)

ilustrasi pengertian bullying menurut american psychiatric association
Sumber: https://www.youtube.com

Sedangkan menurut lembaga dari Amerika Serikat ini, bullying yaitu perilaku agresif yang dapat dibedakan dalam tiga kondisi:

(1) perilaku berulang yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu,

(2) perilaku negatif dengan maksud membahayakan atau merusak, dan

(3) ketidakseimbangan kekuasaan atau kekuatan dari para pihak yang terlibat.

Jenis Bullying

ilustrasi pengertian bullying jenis
Sumber: https://irmadevita.com

Lalu apa saja jenis-jenis bullying? Ini dia beberapa contohnya!

1. Perundungan Elektronik (Cyber Bullying)

ilustrasi pengertian bullying cyberbullying
Sumber: https://discoveries.childrenshospital.org

Di era digital saat ini, cyber bullying merupakan salah satu jenis perundungan yang sering terjadi.

Cyber bullying atau perundungan elektronik ini biasanya terjadi melalui media elektronik, seperti sosial media (Instagram, Facebook, Line, dll) hingga sms, email, dan melalui laman (website).

Para korban cyber bullying biasanya merasa tersakiti secara emosional, terintimidasi, dan juga tersudutkan.

2. Perundungan Fisik (Physical Bullying)

ilustrasi pengertian bullying physical bullying
Sumber: https://www.mvpkids.com

Perundungan fisik adalah jenis bullying yang paling mudah dilihat karena cukup mudah diidentifikasi, seperti melakukan kekerasan fisik (menampar, mencekik, menendang, memukul, meninju, menggigit, dll) hingga merusak hingga menghancurkan barang-barang yang dimiliki oleh korban.

3. Perundungan Relasional/ Non-Verbal Tidak Langsung (Relational Bullying)

ilustrasi pengertian bullying relational bullying
Sumber: https://www.liveabout.com

Perundungan jenis adalah yang paling sulit teridentifikasi dan terjadi ketika para pelaku mencoba memutus hubungan sosial terhadap korban secara sistematis dengan berbagai tindakan, seperti penghindaran, pengabaian, dan pengucilan.

4. Perundungan Seksual (Sexual Bullying)

ilustrasi pengertian bullying sexual bullying
Sumber: https://www.irishtimes.com

Perundungan seksual adalah tindakan memalukan dan berbahaya terhadap seseorang secara seksual.

Beberapa contoh diantaranya adalah catcalling, melakukan gerakan vulgar, hingga menyentuh bagian tubuh

5. Perundungan Sosial (Social Bullying)

ilustrasi pengertian bullying social bullying
Sumber: https://www.darlingsteps.com

Perundungan sosial adalah tindakan yang mengakibatkan jatuhnya reputasi dan rusaknya hubungan seseorang atau sekelompok orang, seperti bohong, fitnah, dan berbagai tindakan yang mempermalukan dan mengucilkan.

6. Perundungan Verbal (Verbal Bullying)

ilustrasi pengertian bullying verbal bullying
Sumber: https://www.healthforteens.co.uk

Perundungan verbal merupakan bullying yang paling sering ditemukan, baik di kaum perempuan maupun laki-laki.

Beberapa contoh bentuk perundungan verbal adalah mer.emehkan, ejekan, kritikan yang kejam, menghina ras, fitnah secara personal, sarkasme, hingga memaki.

7. Perundungan Non-Verbal Langsung

ilustrasi pengertian bullying non verbal bullying
Sumber: https://www.parents.com

Merupakan perundungan yang terjadi dengan melibatkan kontak verbal dan juga fisik, seperti menampilkan gesture mengejek (melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, melirik sinis, dll)

Unsur Bullying

ilustrasi pengertian bullying unsur
Sumber: https://www.laparent.com

Unsur-unsur yang menyertai dalam perilaku bullying sehingga menjadi indikator dalam menentukan terjadi atau tidaknya sebuah bullying adalah

(1) adanya teror dari satu pihak ke pihak lain,

(2) adanya ketidakseimbangan kekuatan,

(3) memiliki motif untuk mencederai,

(4) adanya tindakan kekerasan secara repetisi atau pengulangan atau ancaman lebih lanjut,

(5) tidak hanya menggunakan kekuatan fisik, dan

(6) adanya indikasi kesenangan yang diperoleh pelaku dan tekanan pada korban.

Pihak-Pihak dalam Bullying

ilustrasi pengertian bullying pihak-pihak
Sumber: https://psychcentral.com

Apabila diperhatikan, pihak-pihak yang terlibat dalam bullying dapat kita bedakan menjadi empat macam, yaitu:

1. Pelaku Bullying (Bullies)

Merupakan pelaku utama dalam bullying secara fisik maupun emosi melukai pihak lainnya.

Menurut banyak pakar, pelaku bullying memiliki beberapa ciri yang bisa diidentifikasi, diantaranya adalah impulsif, kesulitan membangun empati, mempunyai konsep positif tentang kekerasan, dan juga agresif.

2. Korban Bullying (Victim)

Merupakan pihak atau target dari pelaku bullying yang hanya memperlihatkan sedikit perlawanan terhadap pelaku.

Seperti halnya dengan pelaku bullying, korban bullying juga memiliki beberapa karakteristik yang bisa diidentifikasi, seperti pendiam, berperilaku secara hati-hati, dan sensitif.

3. Pelaku dan Korban (Bully-Victim)

Merupakan pelaku bullying dengan tindakan agresif, namun juga menjadi korban dari bullying atau tindakan agresif.

Karakteristik dari seorang bully-victim adalah mengalami kesulitan dalam dunia akademik dan dalam belajar, reaktivitas, alami penolakan dari teman sebaya.

4. Pihak Tidak Terlibat (Neutral)

Merupakan pihak netral yang tidak terlibat dalam bullying.

Selain empat pihak di atas, terdapat pula pendapat lain tentang macam pihak yang terlibat dari seorang psikolog, Christina Salmivalli.

Menurutnya, ada enam macam pihak yang terlibat dalam bullying, yaitu:
1. Bully

Merupakan pelaku utama bullying.

2. Assisting the Bully

Merupakan pihak yang ikut terlibat aktif dalam bullying namun masih sangat bergantung pada pelaku utama bullying.

3. Reinforcing the Bully

Merupakan pihak yang mendukung terjadinya bullying, seperti menyaksikan bullying, memprovokasi, dan mengolok-olok korban bullying.

4. Defender

Merupakan pihak yang membantu korban bullying, namun juga berpotensi menjadi korban bullying pula.

5. Outsider

Merupakan pihak yang mengetahui terjadinya bullying tetapi tidak mengambil tindakan seperti seolah tidak peduli karena ada rasa takut apabila menjadi korban bullying selanjutnya.

6. Victim

Merupakan pihak yang menjadi sasaran bullying.

Contoh Bullying

ilustrasi pengertian bullying contoh
Sumber: https://www.verywellfamily.com

Berikut adalah beberapa contoh bullying yang bisa terjadi di sekitar kita:

1. Bullying di Sekolah

Contoh bullying di sekolah yaitu pemalakan, memerintah juniornya untuk tidak melakukan atau melakukan sesuatu dengan paksaan, mengolok-olok nama orang tua, meminta melakukan tindakan di luar nalar saat ospek, dan juga memberikan hukuman fisik yang tidak berdasar.

2. Bullying di Masyarakat

Contoh bullying di masyarakat yaitu menyebarkan fitnah dan gosip, memaki atau menjelekkan seseorang di muka umum, dan mempermalukan seseorang di depan umum.

3. Bullying di Rumah

Contoh bullying di rumah yaitu mengancam anak, memarahi anak tanpa sebab, memanggil dengan nama julukan yang cenderung berkonotasi negatif (si gendut, si kurus, si besar, dll), dan juga sering membandingkan anak satu dengan anak lainnya, atau dengan teman-temannya.

4. Bullying di Tempat Kerja

Contoh bullying di tempat kerja yaitu melakukan balas dendam karena ada permasalahan masa lalu dengan rekan kerja atau atasan, mengatakan kata-kata kasar, melakukan pengucilan di lingkungan tempat kerja, pengrusakan atau pencurian hasil kerja, membuat lelucon atau ejekan terhadap seseorang, menyebar fitnah dan gosip di lingkungan tempat kerja, membuat peraturan seenaknya, hingga merendahkan hasil kerja orang lain.

5. Bullying di Dunia Maya

Contoh bullying di dunia maya yaitu melakukan pencemaran nama baik di media sosial, mengirimkan pesan singkat maupun video yang mengintimidasi atau berupa ancaman, penguntitan (stalking) di dunia maya, mengunggah hal yang memalukan bagi seseorang, melakukan ujaran kebencian, dan juga menyebar berita bohong yang berkaitan dengan seseorang atau pihak-pihak tertentu.

Dampak Bullying

ilustrasi pengertian bullying dampak
Sumber: https://www.dailypost.co.uk

Bullying tidak hanya berdampak buruk pada fisik, namun yang justru lebih parah dan patut menjadi perhatian adalah dari sisi mental dan gangguan yang bersifat sosial.

Bagi korban bullying, mereka akan mengalami gangguan mental seperti depresi, cemas, hingga kualitas tidur yang menurun.

Hal ini dapat terjadi karena korban bisa tidak mampu menahan berbagai bentuk bullying yang ia terima.

Sehingga, ada pula kecenderungan bagi para korban bullying untuk keluar dari rasa depresi dengan praktik percobaan bunuh diri hingga penggunaan obat-obatan terlarang.

Di samping itu, korban bullying biasanya juga memiliki self esteem yang rendah dibandingkan mereka yang tidak menjadi korban bullying, seperti merasa tidak aman, konsentrasi terganggu, penilaian diri yang buruk, tertutup, menghindari interaksi sosial, hingga kepercayaan diri yang rendah.

Sehingga, tidak jarang korban bullying menjadi lebih pendiam atau tertutup dan juga mengalami penurunan prestasi akademik.

Dampak jangka panjang yang juga harus diperhatikan adalah, pertama, munculnya arasa ingin balas dendam.

Hal ini sangat berbahaya karena korban bullying dapat berpotensi menjadi pelaku bullying di masa depan dan akan menghasilkan korban-korban bullying yang baru; yang artinya mata rantai bullying yang tidak akan pernah putus.

Kedua yaitu korban bullying akan cenderung sulit menaruh kepercayaan pada orang lain di masa mendatang.

Kondisi ini dapat terjadi karena trauma masa lalu dari orang-orang di sekitarnya yang melakukan tindakan bullying.

Lalu bagaimana dengan pelaku bullying? Apakah ada dampak buruk baginya? Tentu saja ada.

Para pelaku bullying akan memiliki perasaan berkuasa, bersifat agresif, dan memiliki tingkat empati dan toleransi yang rendah.

Kondisi ini akan berdampak buruk pada masa depan, dimana ia bisa saja tidak memiliki banyak teman atau relasi.

Bahkan, apabila tidak dikendalikan, para pelaku bullying ini dapat bertindak di luar batas dan menjurus ke arah kriminalitas.

Cara Mengatasi Bullying

ilustrasi pengertian bullying cara mengatasi
Sumber: https://www.rmany.com

Bullying memang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.

Oleh karena itu, perlu adanya beberapa tindakan pencegahan dan penanganan bullying.

Berikut beberapa contoh tindakan yang bisa kita lakukan:

1. Menanamkan Nilai Moral Sedini Mungkin

Cara ini adalah yang paling dasar dan harus dilakukan oleh para orang tua untuk mencegah terjadinya bullying, khususnya anak agar tidak menjadi pelaku bullying

2. Pemberdayaan Pada Anak

Hal kedua yang harus dilakukan adalah mengajarkan cara-cara untuk dapat mengidentifikasi terjadinya bullying, melawan apabila menjadi target bullying, dan bisa memberikan bantuan apabila menemukan bullying di sekitar mereka.

3. Menjalani Konseling

Solusi pencegahan ini diperuntukkan bagi pelaku dan korban bullying dan juga para orang tua agar pola pikir dan tindakan lebih terarah.

Sehingga para pelaku tidak lagi melakukan bullying dan para korban juga bisa tercegah dari bullying selanjutnya.

4. Membangun Komunikasi yang Baik

Hal ini perlu untuk terus mendampingi anak dalam proses perkembangannya dan agar mau terbuka kepada orang tuanya apabila memiliki masalah atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Di samping itu, komunikasi yang baik juga membantu untuk orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moral sejak dini dengan lebih mudah.

5. Membentuk Lembaga Khusus Menangani Bullying

Tindakan ini dimulai bersama masyarakat sekitar, seperti dengan membentuk kelompok masyarakat yang peduli dengan bullying.

6. Melakukan kampanye anti bullying

Hal alternatif lain yang bisa digunakan adalah dengan melakukan kampanye tentang bullying secara masif, baik dengan social media ataupun di pusat-pusat pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi.

Sehingga semua orang dapat terinformasikan dengan baik apa saja bentuk bullying itu, lalu bagaimana cara mengidentifikasinya, dan dampaknya.

Dapat disimpulkan bahwa bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan oleh satu pihak kepada pihak lain yang lebih lemah atau tidak memiliki kuasa.

Melalui penjabaran dan contohnya di atas, kita dapat mengetahui jenis-jenis bullying yang dapat ditemukan di sekitar kita, sekaligus mengetahui pula bahwa bullying dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan masyarakat maupun tempat kerja.

Selain itu, dampak yang ditimbulkan juga cukup berbahaya dan bisa dialami oleh pelaku bully dan juga korban bully.

Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus bisa mawas diri dan saling menolong apabila terjadi bullying karena ternyata memberikan dampak negatif yang berkepanjangan, baik bagi pelaku maupun korban.

Joanda Kevin

content writer

Update : [modified_date] - Published : [publish_date]

Tinggalkan komentar