Elga Octavianata Biologist | Surveyor | Teacher | Translator | Writer

Manajemen Produksi

7 min read

manajemen produksi adalah

Ilmu manajemen sangatlah beragam cabangnya.

Salah satunya adalah yang berkaitan dengan dunia bisnis yang disebut dengan manajemen produksi.

Ilmu ini sangat dibutuhkan bagi para pelaku usaha yang sudah dapat memproduksi sendiri barang yang akan mereka jual.

Lalu apa itu sebenarnya manajemen produksi dan apa fungsi serta manfaatnya bagi sebuah perusahaan?

Yuk kita simak penjelasan detailnya di bawah ini.

Pengertian Manajemen Produksi

pengertian manajemen produksi adalah
Sumber: tekno.kompas.com

Pengertian manajemen produksi dapat kita ketahui dari menjabarkan dua istilah yang tersemat di dalamnya, yaitu manajemen dan produksi.

Kata manajemen memiliki arti luas yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang berhubungan dengan proses dalam pengambilan keputusan.

Tentunya proses dan keputusan yang diambil adalah untuk mendapatkan hasil dan pencapaian perusahaan yang maksimal.

Sedangkan, kata produksi memiliki arti seluruh proses dalam menambahkan nilai pada barang atau jasa agar terpenuhi kebutuhan manusia.

Jadi, dapat kita menyimpulkan bahwa manajemen produksi adalah seluruh aktivitas pengelolaan barang dan jasa menjadi bernilai lebih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pengertian Menurut Para Ahli

manajemen produksi menurut para ahli adalah
Sumber: samiinstansi.blogspot.com

Arti dari manajemen produksi ini juga ditinjau, dipelajari dan diteliti oleh beberapa pakar pada bidang ekonomi dan bisnis.

Beberapa para ahli dengan teori mereka sendiri mendefinisikan pengertian dari manajemen produksi sebagai berikut:

1. Agus Ahyari

Pengertian manajemen produksi menurut Agus Ahyari adalah usaha pengelolaan kegiatan yang merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengkoordinasi proses produksi secara optimal.

2. Fogarty dalam Eddy Herjanto

Pengertian manajemen produksi menurut Fogarty Eddy Herjanto adalah proses berkesinambungan yang efektif dan efisien dalam mengintegrasikan sumber daya menggunakan sistem manajemen untuk mencapai tujuan tertentu.

3. Handoko

Pengertian manajemen produksi menurut Handoko adalah usaha-usaha transformasi bahan mentah menjadi produk dan jasa melalui pengelolaan sumberdaya, tenaga kerja, peralatan mesin dan bahan mentah secara optimal.

4. Heizer dan Reider

Pengertian manajemen produksi menurut Heizer dan Reider adalah proses pengubahan input menjadi output dari barang dan jasa melalui serangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai tertentu.

5. Irham Fahmi

Pengertian manajemen produksi Irham Fahmi adalah penggunaan ilmu dan seni oleh pihak manajerial dalam mengarahkan dan mengatur untuk mencapai hasil produksi yang diinginkan.

6. Sofyan Assauri

Pengertian manajemen produksi menurut Sofyan Assauri adalah pengaturan dan pengkoordinasian yang efektif dan efisien dalam penggunaan berbagai sumber daya seperti bahan baku, alat, dana dan manusia untuk menambahkan atau menciptakan nilai guna dari sebuah barang atau jasa.

7. Sukanto

Pengertian manajemen produksi menurut Sukanto adalah kegiatan pengubahan faktor produksi menjadi hasil produksi untuk menciptakan barang dan jasa sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Tentunya kegiatan ini memerlukan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengawasan.

Ciri-Ciri

ciri-ciri manajemen produksi adalah
Sumber: hotcourses.co.id

Sistem manajemen produksi ini berbeda dari sistem manajemen lainnya.

Sistem ini memiliki ciri-ciri yaitu sebagai berikut:

  • Produksi dilakukan secara besar-besaran, produk tidak memiliki variasi yang banyak dan sudah distandarisasi
  • Adanya product layout (pembagian kerja dalam departemen khusus di setiap fasilitas produksi)
  • Adanya peralatan mesin khusus
  • Operator memiliki kemampuan yang terbatas
  • Jika ada mesin bermasalah, maka seluruh alur produksi berhenti
  • Sumber daya/pekerja tidak banyak
  • Persediaan bahan baku mentah sedikit
  • Dibutuhkan orang yang ahli dalam pemeliharaan mesin
  • Mesin pemindah barang menggunakan conveyor atau fixed path equipment

Tujuan

tujuan manajemen produksi adalah
Sumber: 04510.jp/times/articles

Sebagai suatu sistem pengelolaan yang digunakan perusahaan, manajemen produksi memiliki tujuan yang menjadikannya layak untuk digunakan.

Baca juga:   Manajemen Konstruksi

Tujuan tersebut secara umum adalah untuk mencapai tingkat kualitas dan kuantitas hasil produksi yang tepat dan terukur.

Hal ini harus dilakukan karena jumlah barang yang diminta oleh konsumen berbeda-beda, sehingga perlunya pengontrolan dan pengawasan yang baik agar tidak terjadi kesalahan jumlah produksi.

Terlebih, jika jumlah barang yang diproduksi melebihi permintaan konsumen, maka akan ada inventarisasi kelebihan produk.

Namun jika jumlah produksi kurang, maka akan ada kekurangan produk dari permintaan konsumen.

Hal tersebut harus diatasi dengan sistem manajemen produksi itu sendiri.

Fungsi

fungsi manajemen produksi adalah
Sumber: nikkei.com/article

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sistem manajemen produksi tidak hanya melulu mengenai proses pengubahan barang menjadi bernilai.

Namun juga terdapat berbagai kegiatan yang penting di dalamnya.

Kegiatan ini direfleksikan menjadi sebuah fungsi dari manajemen produksi yang mana fungsi-fungsi tersebut adalah:

1. Perencanaan

Di dalam memproduksi barang dengan jumlah yang banyak, diperlukan sistem perencanaan yang matang agar tidak terdapat error yang fatal.

Perencanaan juga diperlukan untuk mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan terutama kemungkinan buruk yang akan terjadi saat proses produksi berjalan.

Dalam mengatasi hal itu, sistem manajemen produksi adalah solusinya.

Fungsi perencanaan ini, ada beberapa hal yang perlu difokuskan, yaitu perencanaan terhadap:

  • Pilihan jenis barang yang akan diproduksi
  • Kualitas barang seperti apa yang ingin dimiliki
  • Berapa jumlah barang yang akan diproduksi
  • Jenis bahan baku dan persediaannya
  • Sistem pengendalian produksi

Dengan memfokuskan pada poin-poin di atas, fungsi perencanaan manajemen produksi dapat berjalan dengan lancar yang mana akan berdampak positif terhadap proses produksi.

2. Jasa Pendukung

Sistem produksi yang baik memerlukan kesempurnaan produk dari barang atau jasa yang mereka ciptakan atau berikan.

Untuk mewujudkan kesempurnaan ini, diperlukan jasa pendukung yang cukup penting.

Jasa tersebut adalah jasa terkait desain produk, terkait teknologi dan terkait cara penggunaan mesin dan peralatan produksi yang digunakan.

3. Proses Pengolahan

Fungsi ini menginisiasi seluruh teknik dan metode dalam proses produksi.

Perannya penting dalam proses in dan out dari hasil produksi itu sendiri.

Dengan sistem manajemen produksi, sangat mudah untuk membuat proses dan hasil produksi yang maksimal, efektif dan efisien.

Tentunya proses ini membutuhkan sumber daya manusia dalam pemanfaatannya.

4. Pengendalian/pengawasan

Pada fungsi yang keempat ini, seluruh kegiatan proses produksi dapat terkontrol dengan baik.

Proses pengendalian atau pengawasan ini berperan dalam pengawasan produk agar sesuai dengan standar pabrik atau perusahaan.

Jika produk yang dipasarkan sesuai dengan standar tertentu maka jumlah penjualan tidak menurun dan akan berdampak positif bagi eksistensi perusahaan.

Ruang Lingkup

ruang lingkup manajemen produksi adalah
Sumber: fengchaoli.com/archives

Berdasarkan tingkat keputusan dan pengaruh sistem produksi, manajemen produksi membagi ruang lingkupnya menjadi:

1. Keputusan Tingkat Strategis

Keputusan ini merupakan keputusan yang sifatnya untuk jangka panjang pabrik atau perusahaan.

Terdapat dua aspek dari keputusan ini, yaitu:

a. Identifikasi dan Desain Produk

Sebelum dibuat, produk harus diteliti terlebih dahulu serta dirancang desainnya termasuk desain kemasan.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk memenuhi kepuasan pelanggan.

Dengan desain sedemikian rupa, produk akan menarik minat konsumen.

Untuk itu perlu adanya analisis yang mendalam mengenai desain produk ini agar keputusan yang diambil tepat sasaran.

Baca juga:   Manajemen Puskesmas

b. Perencanaan Proses

Proses produksi harus melibatkan perkembangan teknologi terkini agar konversi bahan mentah menjadi produk berjalan lebih efisien dan menghasilkan produk yang berkualitas.

Perencanaan harus dapat mencakup skala produksi yang besar.

c. Pemilihan Lokasi dan Tata Letak Pabrik

Hal yang perlu menjadi pertimbangan selanjutnya adalah penentuan lokasi tempat produksi.

Letak geografis dari suatu pabrik sangat berpengaruh pada kelancaran sistem produksi.

Lokasi yang baik akan membuat biaya produksi menjadi relatif lebih rendah dengan cara menekan biaya transportasi dan distribusi barang.

Terdapat beberapa faktor utama dalam memilih lokasi pabrik, diantaranya:

Lokasi harus dekat dengan sumber bahan baku

Lokasi harus dekat dengan pasar dimana produk dijual

Tersedianya fasilitas transportasi yang memadai

Tersedianya karyawan/tenaga kerja

Harus memperhatikan sumber dari tenaga pembangkit

d. Desain Sistem Penanganan Material

Pemilihan material dalam menjalankan operasional proses produksi juga sangat penting.

Selain untuk faktor kenyamanan, bahan material juga harus tahan lama atau memiliki durabilitas yang tinggi serta aman digunakan.

Jarak antar tempat produksi, intensitas aliran dan ukuran juga harus diperhitungkan.

e. Perencanaan Kapasitas

Fungsi yang terakhir ini berkaitan dengan penetapan setiap aset pada pabrik yang meliputi mesin in dan output produksi serta peralatan transportasi.

2. Keputusan Tingkat Operasional

Keputusan-keputusan pada tingkat ini akan berhubungan dengan keputusan jangka pendek yang diambil oleh perusahaan.

Berikut aspek-aspek yang terdapat dalam keputusan tingkat operasional.

a. Perencanaan Produksi

Perencanaan produksi berkaitan dengan rencana pengoperasian mesin dan peralatan pabrik guna memenuhi jumlah produk sesuai permintaan pelanggan.

Rencana yang dibuat berlaku untuk proses produksi yang berjalan sehari-hari.

b. Pengendalian Produksi

Proses produksi yang sedang berjalan harus dipantau agar sistem tetap berjalan dengan baik.

Cara memantau atau mengendalikan hasil produksi ini adalah dengan menganalisis dan membandingkan hasil produksi dengan hasil produksi sebelumnya.

Hasil produksi harus sesuai dengan standar yang berlaku.

c. Kegiatan Lainnya

Perusahaan juga dapat melakukan aktivitas lain seperti pengurangan biaya, pemeliharaan mesin produksi dan pengontrolan inventaris serta evaluasi sistem kerja.

Aspek-Aspek

aspek-aspek manajemen produksi adalah
Sumber: cyberctm.com

Di dalam sistem manajemen produksi, terdapat tiga aspek utama yang harus diketahui.
Aspek-aspek ini penting dalam upaya perusahaan mencapai hasil produksi yang sesuai tujuan.

Berikut daftar aspek-aspek tersebut.

1. Perencanaan

Rencana yang dilakukan pada proses produksi adalah untuk terjaminnya sistem produksi yang berjalan secara sistematis.

Tentunya bahan baku, kuantitas dan kualitas barang harus diperhatikan.

2. Pengendalian

Alur produksi haruslah dikendalikan dengan cara yang tepat.

Produksi dapat dikendalikan dengan cara:

  • Menyusun rencana strategis
  • Membuat jadwal kerja yang sistematis
  • Memiliki target yang ingin dicapai

3. Pengawasan

Produk yang sudah jadi, harus mendapatkan pengawasan penuh terhadap:

  • Kualitasnya
  • Apakah sudah memenuhi standar
  • Apakah sudah sesuai jadwal produksi

Faktor Pendukung

faktor pendukung manajemen produksi adalah
Sumber: gvm.com.tw/article

Terdapat 2 faktor pendukung utama pada sistem manajemen produksi, yaitu (1) division of labour dan (2) revolusi industri.

Division of labour merupakan sistem kerja pada perusahaan atau pabrik yang menempatkan pekerjanya di bagian-bagian tertentu agar fokus pada satu keahlian saja.

Dengan adanya sistem ini, produktivitas pekerja akan meningkat dan alur produksi menjadi lebih efisien.

Revolusi industri adalah penggunaan mesin produksi secara besar-besar yang terjadi pada tahun 1750-1850.

Dalam kurun waktu tersebut banyak perusahan dan pabrik yang mulai mengganti tenaga manusia dengan mesin.

Dari sinilah sistem produksi menggunakan mesin terus dikembangkan hingga saat ini.

Contoh Manajemen Produksi

contoh manajemen produksi adalah
Sumber: gvm.com.tw/article

Banyak perusahaan yang telah menerapkan sistem manajemen produksi ini.

Beberapa perusahaan tersebut adalah pada perusahaan tambang batu bara dan timah, yang melakukan proses ekstraktifnya.

Baca juga:   Manajemen Informatika

Selain itu juga terdapat pada perusahaan meubel dan tas yang menggunakan proses fabrikasinya serta pada perusahaan tambang minyak bumi dengan proses analitiknya mengubah minyak bumi menjadi solar, bensin dan kerosin.

Manajemen Produksi Vs Manajemen Operasional

manajemen produksi vs manajemen operasional adalah
Sumber: news.ddtc.co.id

Pengertian mengenai manajemen produksi dan manajemen operasional sering tidak jelas atau simpang siur.

Padahal, kedua sistem ini memiliki arti yang berbeda.

Manajemen produksi adalah seluruh aktivitas yang semua keputusannya berpusat pada manajer dan dilakukan untuk menghasilkan barang atau jasa yang bernilai lebih pada perusahaan tertentu.

Sedangkan manajemen operasional adalah suatu upaya yang dilakukan pada seluruh sumber daya yang ada pada perusahaan untuk mendapatkan keefektifan dan keefisienan dalam pengelolaan.

Bagaimana Agar Produksi Berjalan Efektif?

manajemen produksi yang efektif adalah
Sumber: ekonomi.bisnis.com

Proses produksi dapat dikatakan sukses adalah jika seluruh alur proses telah berjalan dengan lancar.

Namun, terkadang terdapat kendala-kendala yang menyulitkan dan bahkan hingga membuat proses produksi terhenti.

Tentunya hal seperti ini tidak diinginkan.

Berikut adalah beberapa solusi untuk menjalankan produksi yang efektif.

1. Menggunakan metode forecasting

Metode forecasting dapat diartikan sebagai metode meramalkan kejadian.

Maksudnya bukan meramal zodiak oleh ahli astrologi.

Namun, ramalan ini dilakukan oleh seorang ahli ekonomi yang telah mempelajari pergerakan pasar.

Dengan kata lain, perusahaan harus mempelajari riwayat penjualan dan tren pasar.

Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat mengerti apa yang diinginkan oleh konsumennya.

Dengan cara ini, perusahaan dapat membuat ramalan atau perkiraan untuk pengadaan stok barang, bahkan menguranginya.

2. Mengetahui Kapasitas Produksi

Pergerakan pasar sangat sulit untuk diprediksi.

Terkadang konsumen sangat ingin sekali membeli produk yang dipasarkan oleh perusahaan.

Artinya, demand atau permintaan pasar sedang meningkat.

Secara otomatis perusahaan ingin meningkatkan produksinya dengan skala yang lebih besar.

Namun, sebelum melakukan hal itu, perusahaan harus terlebih dahulu mengetahui kapasitas produksi dari perusahaannya.

Jika kapasitas produksi ini telah diketahui, barulah keputusan-keputusan yang diambil akan efektif.

Bisa saja perusahaan harus menambah mesin produksi atau mempercepat waktu proses produksi guna menutupi permintaan pasar tersebut.

Sehingga, kekurangan stok tidak terjadi yang berdampak pada terhambatnya proses pemenuhan kebutuhan pada pelanggan.

3. Menggunakan sistem perencanaan produksi yang otomatis

Dunia teknologi saat ini sangat pesat perkembangannya.

Penerapan sistem teknologi ini dalam perusahaan akan berdampak positif.

Sangat jelas, bahwa jika menggunakan teknologi akan mempercepat proses produksi.

Perangkat lunak yang tercipta dari teknologi ini dapat juga membantu perusahaan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Perusahaan dapat menggunakan sistem teknologi ini menjadi pengatur jadwal otomatis yang mengatur jalannya produksi tepat waktu.

Selain itu, dari perangkat lunak tersebut dapat diatur fungsi untuk melihat kinerja mesin dan jumlah tenaga kerja yang aktif.

Dengan begitu seluruh aktivitas perusahaan berjalan dengan sangat efisien begitu juga dengan proses administrasi seperti pencatatan biaya dan lain-lain.

4. Memperhatikan persediaan barang

Barang yang diproduksi harus selalu dicek agar sesuai target.

Jangan sampai adanya kelebihan barang sehingga terjadinya pemborosan bahan baku.

Dalam hal ini, perusahaan harus dapat mengontrolnya.

Barang harus diproduksi sesuai dengan permintaan konsumen sehingga tidak memakan tempat penyimpanan atau gudang.

Dalam dunia industri, teknik pengurangan barang sesuai stok ini disebut Lean Manufacturing.

5. Memiliki jadwal pemeliharaan mesin

Hal terakhir yang harus diperhatikan perusahaan adalah adanya jadwal pemeliharaan mesin produksi.

Penjadwalan ini bertujuan untuk meminimalisir kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi pada mesin produksi.

Karena jika terjadi kerusakan, hal fatal dapat terjadi yang mengakibatkan proses produksi berhenti tiba-tiba.

Dalam istilah industrinya adalah production downtime.

Nah, itu tadi hal-hal penting yang wajib kita pelajari mengenai manajemen produksi.

Semoga bermanfaat.

Elga Octavianata Biologist | Surveyor | Teacher | Translator | Writer

Manajemen Informatika

Anas Fauzi
5 min read

Tingkatan Manajemen

Anas Fauzi
5 min read

Jurusan Manajemen

Elga Octavianata
7 min read

Manajemen Strategi

Elga Octavianata
7 min read

Manajemen Pemasaran

Anas Fauzi
7 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *