Miftachul Arifin Peminat genre fantasi dalam perbukuan, penulisan, dan perfilman yang ingin terus belajar berkarya. Saya pun penggemar musik-musik orkestra, terutama dari biola, cello, dan piano.

Kisah Nabi Muhammad

8 min read

Nabi Muhammad SAW menjadi nabi paling akhir (Khataman Nabiyyin) sebagai penutup risalah para nabi sebelumnya dan penghulu alam semesta, yang diutus Allah untuk membawa kedamaian dan menyebarkan ajaran agama Islam kepada seluruh umat manusia.

Setelah Beliau wafat, tidak ada nabi lagi yang menjadi utusan Allah SWT.

Kisah kehidupan Rasulullah penuh hikmah perjuangan yang menggetarkan hati.

Meskipun beliau seorang nabi dan rasul serta manusia pilihan Allah SWT, beliau juga tetap menjalani kehidupan dengan berbagai ujian, menerima cobaan dan tantangan dalam berdakwah menyebarkan agama Islam.

Untuk meneladani Nabi Muhammad SAW, ada baiknya mengetahui hikayat perjalanan hidup beliau dari lahir hingga wafat melalui cerita lengkap di bawah ini.

Periode Sebelum Kenabian

Garis Nasab

kisah nabi muhammad anak
Sumber: https://www.efrideplin.com

Hanya pada batas sebagai pengetahuan bersama, bagan di atas merupakan gambaran lengkap garis nasab Rasulullah SAW yang bisa ditarik hingga Nabi Adam AS menurut banyak sumber dan pendapat, baik tepercaya dan dapat dipertanggungjawabkan maupun tidak.

Hari Lahir Nabi Muhammad SAW (Sejarah Maulid Nabi)

kisah nabi muhammad asli
Sumber: https://tirto.id

Rasulullah SAW dilahirkan pada hari Senin, malam 12 Rabiul Awwal (kalender Islam) di Kampung Bani Hasyim, Makkah atau 23 April 571 Masehi (Tahun Gajah) sebagai anak yatim, karena ayahnya Abdullah wafat di Yatsrib (Madinah) enam bulan sebelum Beliau lahir.

Abdullah wafat di rumah pamannya dari bani Najjar di Madinah.

Ayahnya tidak meninggalkan apa-apa kecuali 5 ekor unta dan sahaya perempuan.

Banyak peristiwa besar di luar daya nalar manusia terjadi sejak kelahiran Nabi Muhammad.

Tanda-tanda menakjubkan yang menunjukkan era baru dan rahmat bagi alam dan kehidupan manusia akan segera dimulai.

Di antara peristiwa tersebut, yakni Singgasana Kisra Anusyirwan (Raja Persia) yang bergoyang-goyang hingga menimbulkan bunyi dan runtuhnya 14 balkon istananya; api sesembahan Kaum Majusi atau Zoroaster di kuil pemujaan di Persia (kini Iran) juga padam; surutnya Danau ‘A’ yang dikultuskan oleh orang-orang Persia; serta tenggelamnya Tasik Sava atau semenanjung yang dianggap suci oleh rakyat Persia.

Masa Persusuan dan Masa Kecil

Sesuai tradisi bangsa Arab pada waktu itu, Abdul Muthalib menyerahkan cucunya Muhammad Saw kepada Halimah binti Dzuaib As-Sa’diyah, salah seorang perempuan dari Bani Sa’ad.

Padahal pada saat itu, daerah tempat tinggal Bani Sa’ad sedang dilanda paceklik.

Bersama Bani Sa’d, Muhammad kecil hidup nomaden selama empat tahun di Gurun Arab.

Namun, keikhlasan Halimah diberi balasan oleh Allah SWT, melalui tanda-tanda keistimewaan dalam diri Nabi Muhammad SAW.

Ibu susuan Rasulullah dapat menyusui kembali, padahal air susunya telah dinyatakan kering sebelumnya.

Keledai dan kambing kurus miliknya pun menjadi berisi dan gemuk-gemuk.

Begitu pula kondisi lahan di daerah sekitar tempat kediaman Halimah yang lambat laun kembali subur.

Kisah paling santer didengar oleh umat Islam pada masa ini adalah peristiwa “pembelahan dada” oleh dua orang berbaju putih –yang terakhir diketahui sebagai dua malaikat, ketika Rasulullah SAW yang berusia empat tahun.

Malaikat Jibril menelentangkan nabi Muhammad, lalu membelah dadanya dan mengeluarkan hati serta segumpal darah, kemudian mencuci dan menatanya kembali ke tempatnya.

Setelah disapih hingga berumur dua tahun, Nabi Muhammad pun dikembalikan kepada ibunda yang mulia, Aminah.

Wafatnya Ibu dan Kakek Nabi Muhammad SAW

Pada tahun keenam dari umur beliau SAW, ibunya membawanya pergi ke Madinah untuk berziarah ke makam ayahnya, menemui paman-pamannya di sana, dan tinggal sementara di kota tersebut.

Baca juga:   Doa Buka Puasa

Namun ketika baru sampai di desa Abwa, yakni suatu desa yang terletak antara kota Makkah dan Madinah, Ibunya, Aminah meninggal dunia.

Ibundanya dikuburkan di Kampung Abwa’.

Maka beliau Saw diasuh oleh Ummu Aiman di bawah tanggungan sang kakek tercinta, Abdul Muthalib.

Setelah dua tahun dibesarkan oleh kakeknya, pada tahun kedelapan dari umur beliau, giliran Abdul Muthalib kakek beliau yang menyusul meninggal dunia, maka beliau selanjutnya diasuh dan dibesarkan oleh Abu Thalib yang notabene adalah paman beliau.

Nabi Muhammad SAW Diasuh oleh Abu Talib

kisah nabi muhammad waktu masih kecil
Sumber: https://ganaislamika.com

Abu Thalib dikenal sebagai seorang dermawan meski kehidupannya fakir atau tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya.

Beliau rajin berbagi dan bersedekah kepada sesama.

Hanya dengan keadaan sederhana tersebut, Nabi Muhammad SAW dapat berkembang dan tumbuh dengan baik sehingga membentuk karakter dan jiwanya bersama pamannya.

Beliau diasuh serta dijaga pamannya sampai pada usia lebih dari 40 tahun.

Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah

Sejak usia belia, setibanya di Makkah dari perjalanan dagang ini Nabi Muhammad terkenal dengan julukan Al-Amin, yang artinya adalah orang yang dapat dipercaya.

Khadijah binti Khuwailid yang merupakan seorang janda dan saudagar kaya raya tertarik untuk mempekerjakan beliau.

Kedekatan di antara Nabi Muhammad dan Khadijah kemudian terus berlanjut.

Meskipun Khadijah merupakan seorang janda berusia 40 tahun, Nabi Muhammad SAW yang pada waktu itu berusia 25 tahun tidak keberatan untuk menikahi Khadijah.

Beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, yaitu dua bulan sesudah kedatangannya.

Setelah itu Nabi Muhammad Saw pindah ke rumah Khadijah untuk memulai lembaran baru dari kehidupannya.

Masa Kenabian dan Perjuangan Dakwah

Pengangkatan sebagai Nabi dan Rasul (Sejarah Nuzulul Qur’an)

kisah nabi muhammad pertama kali menerima wahyu
Sumber: https://republika.co.id

Menjelang akan mendapatkan wahyu pertama dalam usia ke-40, Rasul mendapatkan sebuah mimpi Malaikat Jibril turun menghampirinya.

Rasul pun menyendiri di Gua Hira, tepatnya di sebelah atas Gunung Jabal Nur.

Ia merenung dan gelisah, memikirkan mimpi yang dialaminya dan kondisi kaumnya yang ada dalam zaman jahiliyah.

Di sinilah kali pertama diperlihatkan kepada beliau, bahwa mimpinya adalah benar.

Malaikat Jibril menghampiri Rasulullah SAW yang menyendiri di Gua Hira dan memeluknya sangat erat, kemudian menyampaikan wahyu dari Allah SWT pada tanggal 17 Ramadan.

Turunnya surat Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai wahyu pertama Alquran menandai dimulainya periode kenabian (Nubuwwah)

Permulaan Dakwah

Segera setelah mendapatkan wahyu yang pertama, Nabi kemudian melakukan dakwah pertamanya secara rahasia.

Adapun di antara orang-orang yang kali pertama beriman (As-Sabiqun al-Awwalun) dan mengikuti beliau, dari kalangan laki-laki adalah sahabat beliau Abu Bakar bin Kuhafah (Abu Bakar Al-Shiddiq); anak angkat beliau Zaid bin Haritsah; dari kalangan wanita adalah istri beliau, Khadijah; pengasuh beliau, Ummu Aiman; seorang budak, Bilal bin Rabah; dan dari kalangan anak-anak adalah sepupu beliau Ali bin Abi Thalib.

Usai melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun, kemudian turunlah perintah Allah SWT dalam surat Al Hijr: 94 (QS 15 ayat 94) kepada Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan.

Mayoritas penduduk Makkah mengabaikan atau mengejek Beliau hanya sebagai Nabi lain pada waktu itu.

Namun, saat Rasulullah mengutuk politeisme dan penyembahan berhala, para pemimpin suku di Makkah mulai melihat Nabi Muhammad dan pesan Beliau sebagai ancaman.

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj (Mendapat Perintah Shalat)

kisah nabi muhammad isra mi'raj
Sumber: https://republika.co.id

Peristiwa luar biasa Isra dan Mi’raj terjadi pada tahun kesebelas kenabian Rasulullah, dan bermula setelah istrinya Khadijah dan pamannya Abu Thalib wafat, serta umat Islam dalam keadaan sengsara pada Tahun Kesedihan (‘Amul Huzni).

Allah menghibur Nabi Muhammad SAW di tengah-tengah kesedihannya dengan mengutus Malaikat Jibril mendampingi Beliau melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang disebut dengan Isra, kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsa naik sampai ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT yang disebut sebagai Mi’raj.

Puncak perjalanan ini adalah perintah ibadah sholat 5 waktu yang wajib dikerjakan oleh seluruh umat Islam.

Seluruh perjalanan ini berlangsung hanya dalam waktu satu malam.

Periode Madinah (Peristiwa Hijrah dan Peperangan)

Hijrah ke Madinah (Keputusan yang Mengubah Hidup)

kisah nabi muhammad hijrah dari mekah ke madinah
Sumber: http://dncommunity.id

Ketika kehidupan Nabi Muhammad dalam bahaya, karena perlakuan kasar dan tindakan menyakiti bertambah keras dari kalangan Quraisy, akhirnya Nabi memerintahkan para pengikutnya untuk meninggalkan kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 M.

Baca juga:   Ayat Kursi

Peristiwa ini menandai awal dari kalender Islam, yakni tahun Hijriah.

Para kaum Anshar menyambut beliau dengan suka cita penuh kegembiraan di Madinah.

Nabi diberi kekuatan politik yang cukup besar, membangun sebuah model pemerintahan Islam atau kekhalifahan, serta mendirikan Masjid Nabawi termasuk mensyari’atkan adzan.

Perang Badar Kubra (2 Hijriah)

kisah nabi muhammad saw singkat
Sumber: https://republika.co.id

Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan tahun kedua hijriah, bertepatan dengan 13 Maret 624 Masehi.

Perang Badar Kubra terjadi ketika Nabi Muhammad Saw keluar kota Madinah dengan membawa pasukan kecil kaum Muslim sebanyak 313 personil.

Ketika kaum kafir Quraisy mengetahui hal tersebut, maka mereka mengumpulkan pasukannya yang berjumlah 1000 personil.

Kedua pasukan ini bertemu di Badar.

Allah SWT menolong pasukan Islam dalam pertempuran ini dengan mendatangkan para malaikat yang ikut bertempur bersama mereka.

Barisan pertahanan pasukan Quraisy mundur dalam kekacauan meinggalkan korban mati dari pihak mereka sebanyak 70 orang dan tertawan sebanyak 70 orang juga.

Perang Khandaq atau Ahzab (5 Hijriyah)

kisah nabi muhammad cerpen
Sumber: https://www.wattpad.com

Perang ini dinamakan Khandaq (parit), karena strategi pertahanannya menggunakan parit yang digali sepanjang 5 kilometer dalam Kota Madinah.

Perang ini juga dinamakan dengan perang Ahzab, karena musuh merupakan gabungan kekuatan para musuh Islam, yakni kaum musyrikin Makkah, beberapa kelompok dari kaum Yahudi dan orang-orang munafikin di dalam Madinah yang saling bersekutu mengepung Kota Madinah.

Jumlah mereka sebanyak 10.000 orang yang dipimpin oleh Abu Sufyan.

Salman Al-Farisi kemudian menyarankan kaum Muslimin untuk menggali parit.

Selama dalam pengepungan terhadap kaum Muslimin itu, Nabi berdoa kepada Allah SWT untuk kehancuran musuh.

Doa Nabi Muhammad SAW didengar Allah SWT.

Tuhan mengirim angin puting beliung yang memporak-porandakan pasukan sekutu, dan mereka lari pontang panting meninggalkan kota Madinah pada malam itu juga.

Perang Mu’tah (8 Hijriyah)

kisah perang mu'tah lengkap
Sumber: https://twitter.com

Perang Mu’tah yang terkenal itu terjadi pada bulan Jumadil Awal 8 Hijriyah, di suatu tempat yang bernama Mu’tah (suatu desa di sebelah tenggara Laut Mati) di arah perjalanan ke negeri Syam –saat ini tempat tersebut bernama Kurk.

Penyebabnya adalah utusan pembawa surat dari Nabi Muhammad SAW kepada para penguasa Bushra (bawahan Kaisar Heraklius) dibunuh.

Padahal dalam hukum perang, seorang pembawa pesan tidak boleh dibunuh.

Pergerakan pasukan Muslim pada perang ini kemudian disebut-sebut sebagai tonggak pertama umat Islam melaksanakan peperangan hingga jauh ke luar batas jazirah Arab.

Kendati peperangan memang banyak berlangsung pada zaman Rasulullah, bukan berarti intisari kehidupan Beliau hanya berkutat pada perang semata, karena Islam pada dasarnya adalah agama perdamaian.

Haji Wada’

kisah nabi muhammad tentang amanah
Sumber: https://www.wattpad.com

Nabi Muhammad SAW beserta seluruh sahabatnya pada hari Sabtu tanggal 25 Dzulqo’dah tahun 10 hijriah, berangkat menunaikan ibadah haji wada’ atau haji terakhir menuju kota Makkah.

Dalam wukufnya pada tanggal 9 Dzulhijjah di Arafah, Beliau menyampaikan khutbah terakhir yang dikenal dengan nama Khutbatul Wada’.

Setelah selesai menunaikan ibadah haji, Nabi Muhammad SAW pulang ke Madinah dengan selamat.

Dengan berakhirnya tahun kesepuluh dari hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, maka telah sempurna misi Beliau di Madinah selama sepuluh tahun kurang dua bulan dan sebelas hari.

Mukjizat dan Anugerah yang Luar Biasa

Banyak kumpulan hadits yang diceritakan para sahabat mengenai berbagai mukjizat Beliau.

Berikut sejumlah kecil di antara banyaknya mukjizat Nabi Muhammad SAW yang mengandung cerita tersendiri:

Membelah Bulan

Mukjizat Nabi Muhammad SAW membelah bulan terjadi akibat dari permintaan penduduk Makkah dan tantangan kaum kafir Quraisy pada zaman itu, yang belum percaya bahwa Muhammad SAW merupakan salah seorang nabi utusan Allah SWT.

Lantas mereka menantang Nabi Muhammad untuk membelah bulan.

Kemudian beliau menunjuk ke bulan dan atas izin Allah SWT, bulan itu terbagi menjadi dua.

Meskipun orang-orang kafir melihat peristiwa ini terjadi tepat di depan mereka, tetapi tak lantas membuat orang-orang kafir percaya.

Mereka (orang kafir) malah menyebut Nabi sebagai seorang pesulap dan apa yang dilakukan Rasulullah merupakan sihir yang nyata.

Baca juga:   Doa Qunut

Sehingga mereka tetap ingkar dan menunggu konfirmasi dari para musafir yang masih dalam perjalanan.

Air Memancar dari Sela-sela Jari

Peristiwa ini terjadi ketika hari perjanjian Al-Hudaibiyah.

Pada saat itu rombongan Nabi Muhammad SAW merasa kehausan.

Usai berwudu, mereka mendekati Beliau dan mengaku kehabisan air untuk wudu dan minum, selain hanya sepanci air kecil yang tersisa dan jelas tidak cukup untuk semuanya.

Rasulullah menanggapi kesusahan ini dengan meletakkan tangannya ke dalam panci, lalu air mulai mengalir dari jari-jemarinya seperti sumber mata air.

Akhirnya semua orang (sekira 300 orang sahabat) bisa minum dan melakukan wudu hari itu.

Meramalkan Istri

Nabi Muhammad SAW meramalkan salah seorang istrinya akan menunggangi unta merah, dengan banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas di sekitarnya.

Ramalan ini terbukti dialami Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab.

Beberapa mukjizat Nabi Muhammad SAW yang membuat takjub para sahabat adalah keberadaannya yang tak lekang oleh waktu, meski Rasulullah telah wafat diiringi duka dan kesedihan seluruh umatnya.

Duka dan Kesedihan

Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Baginda Nabi Muhammad SAW wafat dalam usia 63 tahun pada Senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah atau 8 Juni 632 Masehi, setelah mengalami sakit kepala dan demam tinggi beberapa hari.

Empat puluh tahun usianya dijalani sebelum ditetapkannya sebagai Nabi di Makkah, 23 tahun menjalankan masa dakwahnya: 13 tahun sesudah Rasulullah menjadi Nabi di Makkah, dan 10 tahun beliau jalani di Madinah sesudah hijrah.

Malaikat Maut Izin Mencabut Nyawa Rasulullah dan Kesedihan Jibril

Saat Rasulullah merasakan sakit yang luar biasa, beliau meminta Aisyah agar mendekat kepadanya.

Malaikat Jibril datang menemui Beliau dan berkata, “Malaikat Maut ada di pintu, meminta izin menemuimu, dan tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu.”

Nabi Muhammad SAW mengizinkan Malaikat Maut masuk.

Malaikat Maut berkata dengan lembut, “Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan. Jika tidak, saya akan pulang.”

Rasulullah memilih bertemu dengan Allah SWT.

Malaikat Maut mulai mencabut nyawa Rasulullah SAW sesuai izinnya.

Ketika roh Nabi Muhammad telah sampai di perut, Beliau berkata, “Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut.”

Mendengar ucapan ini, Jibril memalingkan wajahnya.

Rasulullah bertanya, “Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang wajahku?”

Jibril menjawab, “Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka Rasulullah, sedangkan Rasulullah sedang merasakan sakitnya maut?”

Saat Malaikat Maut mencabut nyawa Nabi Muhammad SAW, Beliau berada di atas pelukan sang istri ketiganya, Siti Aisyah RA.

Duka Para Sahabat

Saat Nabi Muhammad wafat, timbul kesedihan mendalam bagi Abu Bakar Ash Shidiq.

Ketika Nabi Muhammad SAW wafat, sahabat Abu Bakar sedang tidak berada di Madinah.

Setelah mendengar kabar tersebut, maka beliau langsung pergi ke rumah Aisyah dan masuk ke dalam untuk melihat jasad Nabi Muhammad, seraya membuka kain penutup wajah jenazah Rasulullah SAW dan kemudian menciumnya dan terus menangis.

Jenazah Nabi Muhammad SAW Dimakamkan

kisah nabi muhammad ketika wafat
Sumber: https://www.wattpad.com

Jenazah Rasulullah dimandikan dan dikafani tiga helai kain, tidak ada baju dan surban padanya.

Kemudian Kaum Muslimin menshalati jenazah Beliau secara bergantian tanpa imam.

Pertama kaum lelaki, kemudian wanita, lalu anak-anak.

Jenazah Nabi Muhammad SAW dimakamkan usai penetapan dan pembai’atan Abu Bakar menjadi Khalifah (pemimpin kaum Muslimin) pengganti Beliau selesai, pada malam rabu tengah malam.

Letak makam agak ditinggikan sekira satu jengkal dari permukaan tanah, lalu Bilal memercikkan air di atasnya.

Jenazah Beliau dimakamkan di rumah Aisyah, tempat di mana Beliau wafat (saat ini menjadi salah satu bagian dalam kompleks Masjid Nabawi –Masjid Nabi—salah satu masjid pertama yang dibangun oleh Muhammad di Madinah, Arab Saudi).

Kesuksesan Rasulullah Muhammad SAW sebagai pemimpin politik diakui di seluruh jazirah Arab selatan hingga aktif di Kekaisaran Timur, Persia, dan Etiopia setelah Beliau wafat.

Keturunan dan Silsilah

kisah nabi muhammad ringkasan
Sumber: https://cariduit-dot.blogspot.com

Itulah sirah singkat Rasulullah selama hidupnya yang penting diketahui dan selalu diingat, menjadi inspirasi, dan pegangan pada masa sulit, terutama sebagai umat muslim.

Beliau SAW yang berhasil membawa perubahan menyebarkan ajaran Islam menjadi peradaban yang besar hingga ke seantero dunia.

Miftachul Arifin Peminat genre fantasi dalam perbukuan, penulisan, dan perfilman yang ingin terus belajar berkarya. Saya pun penggemar musik-musik orkestra, terutama dari biola, cello, dan piano.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *