Kerajaan Majapahit

10 min read

kerajaan majapahit agama

Pernahkah Anda mendengar Sumpah Amukti Palapa? Sumpah bahwa akan terjadi persatuan Nusantara ini diikrarkan oleh Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit.

Tidak dapat dipungkiri, Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya.

Kerajaan yang mayoritas masyarakatnya menganut agama Hindu-Buddha ini diklaim sebagai kerajaan terbesar di Indonesia.

Dimanakah Letak Kerajaan Majapahit?

kerajaan majapahit ada dimana
https://melanaublogger.blogspot.com

Kerajaan Majapahit terletak di Mojokerto, Jawa Timur.

Hal ini terbukti dari ditemukannya beberapa peninggalan sejarah di daerah tersebut.

Tertulis di dalam Kitab Negarakertagama, wilayah Majapahit awalnya hanya sebuah kota kecil yang dibangun di daerah Tarik, dimana tempat itu ialah hutan belantara.

Kemudian Aria Wiraraja mengerahkan orang-orang untuk membuka lahan hutan tersebut sehingga berdirilah sebuah desa yang dinamai Majapahit.

Pada masa itu Kerajaan Majapahit meliputi daerah lama kerajaan Singosari yang hanya sebagian saja wilayah Jawa Timur.

Keberadaan Kerajaan Majapahit di Tarik didukung oleh ditemukannya Situs Medowo berupa bekas bangunan bata, fosil kayu, dan hewan di areal persawahan dan makam di Dusun Kedungklinter, Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Sidoarjo.

Berdasarkan kepercayaan Jawa Kuno, apabila terjadi penodaan pada ibukota kerajaan, maka raja yang memerintah diharuskan memindahkan ibukota.

Pada tahun 1319 M, Keraton Majapahit di Tarik berhasil dikuasai karena adanya pemberontakan Kuti.

Kemudian raja Jayanegara yang memimpin saat itu memindahkan kerajaan ke Trowulan pada tahun 1328 yang ditandai dengan arca Wisnu di Bubat dan dikisahkan pada Kitab Negarakertagama.

Kemudian berdasarkan berita Ma Huan, Ibukota Majapahit di Trowulan dihancurkan pada tahun 1478 saat Girindrawardhana berhasil mengalahkan Kertabumi.

Semenjak itu pemerintahan Majapahit berpindah ke Daha Kediri.

Kerajaan Majapahit sempat dibagi menjadi dua yaitu bagian timur yang meliputi daerah Lumajang dan bagian barat yaitu Kediri, Singasari, Jenggala dan Madura.

Peta dibawah ini dapat membantu Anda mengetahui letak geografis Kerajaan Majapahit.

Sejarah Singkat Kerajaan Majapahit

kerajaan majapahit agama
https://www.goodnewsfromindonesia.id

Pada akhir 1292, di daerah awal dibangunnya Kerajaan Majapahit, tempat itu masih hutan belantara.

Banyak pohon maja yang tumbuh disana, sama seperti kebanyakan tempat lainnya di lembah Sungai Brantas.

Di Kitab Pararaton disebutkan bahwa terciptanya nama Majapahit adalah berkat buah maja tersebut.

Setelah digulingkannya Raja Kertanegara dari Singosari oleh Raja Jayakatwang dari Kerajaan Kediri, dan diambil alih oleh Prabu Jayakatwang Raja Kediri, Raden Wijaya sebagai menantu Kertanegara, melarikan diri ke daerah Mojokerto.

Raden Wijaya yang juga dikenal dengan Kertarajasa Jayawardhana adalah pendiri Kerajaan Majapahit sekaligus raja Majapahit pertama yang memerintah pada tahun 1293-1309.

Ia bergelar Nararya Sanggramawijaya Sri Maharaja Kertarajasa Jayawardhana atau biasa disebut Prabu Kertarajasa Jayawardana.

Raden Wijaya meminta perlindungan dari Aria Wiraraja yang masih setia.

Keduanya berdiskusi dan menyepakati kerjasama untuk menggulingkan Raja Jayakatwang.

Aria Wiraraja memberi strategi kepada Raden Wijaya dengan cara pura-pura menyerahkan diri kepada Kerajaan Kediri untuk mempelajari kekuatan Raja Jakayakatwang dan pasukannya.

Bersamaan dengan itu, pada 1292-1293 pasukan Mongol menyerang Kerajaan Kediri untuk membalaskan dendam.

Hal ini menjadi peluang bagi Raden Wijaya bisa bekerjasama dengan Mongol demi menggulingkan Raja Jayakatwang.

Setelah berhasil ditumbangkan, Raden Wijaya meminta izin untuk kembali ke Mojokerto dengan ditemani oleh pengawal Mongol.

Sesampainya di Majapahit, kedua prajurit tersebut dibunuh dan pasukan Majapahit segera melancarkan serangan bagi pasukan Mongol.

Raden Wijaya kemudian memindahkan ibukota ke Trowulan,

Silsilah Raja-Raja Majapahit

Selama berdirinya Kerajaan Majapahit, terdapat raja-raja yang memimpin roda pemerintahannya, yaitu :

1. Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309 M)

kerajaan majapahit cerita
https://id.pinterest.com Wikimedia Foundation

Raden Wijaya merupakan pendiri sekaligus raja pertama dalam Kerajaan Majapahit.

Dalam prasasti tahun 1305 M bagian II dijelaskan bahwa nama beliau terdiri dari empat suku kata yakni : Kerta, Rajasa, Jaya dan Wardhana.

Unsur Kerta mengandung arti bahwa Raden Wijaya memperbaiki pulau Jawa dari kekacauan dan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat.

Unsur Rajasa mengandung arti, bahwa Raden Wijaya berjaya mengubah suasana gelap menjadi terang benderang akibat kemenangannya.

Baca juga:   Kerajaan Bima

Unsur Jaya mengandung arti, bahwa Raden Wijaya mempunyai lambang kemenangan berupa senjata tombak berujung mata tiga (Trisula muka), karena senjata itu segenap musuh hancur lebur.

Unsur Wardhana mengandung arti, bahwa Raden Wijaya menghidupkan agama, melipat gandakan hasil bumi, bagi kesejahteraan rakyatnya.

2. Kalagamet bergelar Sri Jayanagara (1309-1328 M)

ebook kerajaan majapahit
https://id.wikipedia.org/wiki/Jayanagara

Jayanagara merupakan raja kedua Majapahit yang memerintah di tahun 1309-1328.

Dari prasasti Sidateka (1323) tercantum bahwa Jayanagara bergelar Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara.

Tertulis dalam prasasti Kertarajasa (1305), Jayanegara disebut sebagai putra Tribhuwaneswari permaisuri pertama Raden Wijaya.

Pada masa pemerintahan Jayanagara di Majapahit, hubungan dengan Cina kembali pulih ditandai dengan meningkatnya perdagangan kedua negara tersebut dan banyak orang Cina yang menetap di Majapahit.

Dikutip dari Kitab Pararaton, pemerintahan Jayanagara diwarnai banyak pemberontakan oleh para pengikut ayahnya. Hal ini disebabkan karena Jayanagara bukan sepenuhnya keturunan Kertanagara murni.

Pemberontakan tersebut di antaranya peristiwa Nambi dan peristiwa Aria Wiraraja.

3. Sri Gitaraja bergelar Tribuana Tunggadewi (1328-1350 M)

foto kerajaan majapahit
https://www.wikiwand.com/jv/Tribhuwana_Wijayatunggadewi

Tribhuwana Wijayatunggadewi adalah pemimpin ketiga yang mengusai Kerajaan Majapahit tahun 1328-1351.

Pada Prasasti Singasari (1351) dan piagam Berumbung tahun 1351 diketahui gelarnya ialah Sri Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani.

Dikarenakan wafatnya Jayanagara terjadi secara tiba-tiba dan pada saat itu Jayanagara belum memiliki keturunan, maka berdasarkan silsilah kerajaan, yang berhak menggantikan kekuasaan adalah saudaranya.

Menurut Kitab Nagarakretagama, Tribhuwana naik takhta atas perintah ibunya yaitu Gayatri pada tahun 1329 menggantikan Jayanagara yang meninggal pada tahun 1328.

Pemerintahan Tribhuwana terkenal sebagai masa perluasan wilayah Majapahit ke segala arah karena bersamaan dengan itu Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa.

Pada Tahun 1343, Majapahit berhasil mengalahkan raja Kerajaan Bedahulu (Bali).

Kemudian, di tahun 1347, Adityawarman yang masih keturunan Melayu dikirim untuk menaklukkan sisa-sisa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Malayu.

Peristiwa penting dalam masa pemerintahan Tribhuwana adalah pemberontakan Sadeng dan Sumpah Palapa.

4. Hayam Wuruk bergelar Sri Rajasanagara (1350-1389 M)

kerajaan majapahit hindu buddha
https://ning-tree.blogspot.com

Hayam Wuruk merupakan putera Tribhuwana Wijayatunggadewi yang dilahirkan pada tahun 1334.

Nama Hayam Wuruk berarti “ayam yang masih muda”.

Hayam Wuruk menggantikan takhta ketika berusia 16 tahun.

Pada tahun (1350-1389) Majapahit mencapai masa kejayaannya dibawah pemerintahan Prabu Hayam Wuruk yang bergelar Rajasanegara.

Pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk, keraton Majapahit dipindahkan ke Trowulan (sekarang termasuk kedalam wilayah Mojokerto).

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk banyak tercipta karya seni diantaranya membuat Candi Surawana dan Candi Tigawangi di dekat Kediri, Candi Pari yang bercorak Campa dekat Porong, memperbaiki bendungan Kali Konto di sebelah timur Kediri, memperbaiki dan memperluas tempat suci Palah serta menyempurnakan Candi Jabung.

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, terjadi Perang Bubat yang disebabkan oleh perselisihan antara Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada dari dengan Prabu Maharaja Linggabuanawisesa dari Kerajaan Sunda di lapangan Bubat.

Perang tersebut mengakibatkan tewasnya seluruh rombongan Prabu Maharaja Linggabuanawisesa, termasuk Dyah Pitaloka Citraresmi.

Masa awal kemunduran pemerintahan Hayam Wuruk semakin terlihat seusai Perang Bubat, dimana Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada tidak terlibat langsung dalam kebijakan pemerintahan Hayam Wuruk karena digantikan oleh Gajah Enggon yang tidak secerdas Gajah Mada.

5. Kusumawardani Wikramawardhana (1389-1399 M)

kerajaan majapahit jurnal
https://www.terakota.id

Wikramawarddhana menggantikan Hayam Wuruk sebagai raja pada tahun 1389.

Ditilik dari silsilah keluarga, Kusumawarddhani bukan merupakan garis keturunan langsung dari Hayam Wuruk.

Ia adalah menantu sekaligus keponakan Hayam Wuruk.

Wikramawardhana menjadi raja kelima Majapahit yang memerintah berdampingan dengan istri sekaligus sepupunya, yaitu Kusumawardhani putri Hayam Wuruk.

Pada tahun 1400 Wikramawardhana turun takhta untuk hidup sebagai pendeta. Majapahit pun diperintah oleh Kusumawardhani.

Peninggalan sejarah Wikramawardhana berupa prasasti Katiden tahun 1395, yang berisi penetapan Gunung Lejar sebagai tempat pendirian sebuah bangunan suci.

Kemudian sepeninggal Kusumawardhani, Wikramawardhana kembali menjadi raja Majapahit.

Hingga akhirnya pada tahun 1404 terjadi Perang Paregreg, yaitu perang saudara antara Wirakramawardhana dengan Bhre Wirabhumi hingga membuat Majapahit terpecah menjadi Majapahit Barat dan Majapahit Timur.

Perang ini membawa kerugian Banyak daerah-daerah kekuasaan Majapahit di luar Jawa melepaskan diri ketika istana sibuk berperang.

Wikramawardhana juga berhutang ganti rugi pada kaisar Dinasti Ming penguasa Cina dengan nominal yang besar.

Pada tahun 1426, Kerajaan Majapahit dilanda kelaparan sehingga Bhre Tumapel, anak Wirakramawardhanaa meninggal, disusul oleh Wirakramawardhana yang meninggal setahun setelahnya.

6. Suhita bergelar Dyah Ayu Kencanawungu (1399-1429 M)

kerajaan majapahit corak
https://thereaderwiki.com/de/Suhita

Suhita adalah pemimpin wanita ketiga sekaligus terakhir di Kerajaan Majapahit.

Menurut Kitab Pararaton, Wikramawardhana sebenarnya sempat menetapkan Rajakusuma atau Hyang Wekasing Putra, anaknya dari Kusumawardhani, menjadi calon penggantinya.

Namun, takdir berkata lain, putra mahkota itu mati muda. Anak lelaki Wikramawardhana, Bhre Tumapel, yang berasal dari selir juga meninggal dunia.

Maka pada akhirnya, Dyah Suhita yang merupakan anak dari selir Wirakramawardhana dan cucu dari Bhre Wirabhumi meneruskan tahta Majapahit.

Pada masa pemerintahannya, berbagai tempat pemujaan didirikan di lereng-lereng gunung, dan disusun sebagai punden berundak, misalnya di lereng Gunung Penanggungan dan Gunung Lawu.

7. Kertawijaya atau Bhre Tumapel bergelar Brawijaya I (1447-1451 M)

kerajaan majapahit berpusat di
https://www.dictio.id

Kertawijaya naik taktha pada 1447 menggantikan Suhita. Pada masa pemerintahannya sering terjadi bencana alam yaitu gempa bumi dan gunung meletus.

Saat itu juga terjadi peristiwa pembunuhan penduduk Tidung Galating oleh keponakannya, yaitu Bhre Paguhan putra Bhre Tumapel.

Dalam prasati Wijayaparakramawardhana, dapat diketahui bahwa sistem pemerintahan yang dijalankan oleh Prabu Brawijaya I yaitu sistem pembagian kekuasaan (distribution of power) dan diatur melalui perintah Sri Paduka Maharaja.

Tercatat tindakan populernya adalah pembentukan daerah-daerah perdikan (swasembada) yang mengatur tentang nama, bentuk, susunan dan kedudukan pemerintahan desa.

Kertawijaya wafat pada tahun 1451. Kedudukannya sebagai raja digantikan Rajasawarhana.

8. Rajasawardhana bergelar Brawijaya II (1451-1453 M)

kerajaan majapahit didirikan pada tahun
https://www.dictio.id/

Rajasawardhana naik takhta menggantikan Dyah Kertawijaya, sebelum menjadi raja ia pernah menjabat sebagai Bhre Pamotan, Bhre Keling, kemudian Bhre Kahuripan.

Pemerintahan Rajasawardhana juga terdapat dalam berita cina. Disebutkan bahwa pada tahun 1452 Rajasawardhana mengirim duta besar ke Cina.

Kerajaan Majapahit mengalami kekosongan pemerintahan dari tahun 1453-1456.

Dalam catatan sejarah, hal tersebut dikarenakan perebutan kekuasaan antara Rajasawardhana Dyah Suryawikrama dan Girishawardhana Dyah Samarawijaya (putra sulung Wijayakumara dan menantu Dyah Suryawikrama).

Dalam perebutan kekuasaan tersebut, Girishawardhana berhasil memenangkannya hingga menjadi raja Majapahit IX pada tahun 1456.

9. Purwawisesa atau Girishawardhana bergelar Brawijaya III (1456-1466 M)

gambar kerajaan majapahit
https://www.dictio.id/

Dalam Kitab Pararaton, sepeninggal Rajasawardhana pada tahun 1453 sempat terjadi kekosongan pemerintahan di Kerajaan Majapahit kekosongan selama tiga tahun.

Baru pada tahun 1456, Bhre Wengker yang bergelar Bhra Hyang Purwawisesa kemudian naik takhta menggantikan raja sebelumnya.

Pada tahun 1462 terjadi gunung meletus yang mewarnai pemerintahan Girindrawardhana.

Meskipun tidak disebut dengan jelas dalam Pararaton, dapat dipastikan bahwa Bhre Kertabumi, putra Rajasawardhana melakukan kudeta karena tidak terima atas kekuasaan Girindrawardhana dan merasa berhak untuk mendapatkan takhta kerajaan.

10. Bhre Pandansalas atau Suraprabhawa bergelar Brawijaya IV (1466-1468 M)

kerajaan majapahit jaman dulu
https://www.dictio.id/

Dyah Suraprabhawa adalah raja Majapahit yang memerintah pada tahun 1466-1474, ia bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta.

Ditetapkannya Suraprabhawa sebaga Raja Majapahit membuat para keponakannya sakit hati.

Baru saja dua tahun masa pemerintahan Suraprabhawa berjalan, pada tahun 1468, keempat putra Rajasawardhana meninggalkan istana dan menyingkir ke Jinggan untuk menyusun kekuatan merebut tahta Majapahit.

Bhre Pandansalas diberitakan meninggal di dalam keraton karena serangan anak-anak Rajasawardhana, dan tahun kematiannya ditemukan dalam prasasti Trailokyapuri yang dikeluarkan oleh Girisawardhana Dyah Ranawijaya. Menurut prasasti tersebut, Suraprabhawa meninggal pada tahun 1474.

11. Bhre Kertabumi bergelar Brawijaya V (1466-1478 M)

kerajaan majapahit ada di pulau
http://www.karangsawo.com

Masuknya agama Islam di lingkungan Kerajaan Majapahit disebabkan oleh pernikahan Bhre Kertabumi dengan putri Champa yaitu Anarawati. Masa pemerintahannya terhitung cukup singkat.

Bhre Kertabhumi diketahui meninggal tahun 1400 Saka (1478 Masehi).

Teori ini mendapat dukungan dengan ditemukannya naskah Cina dari kuil Sam Po Kong Semarang yang menyebut nama Kung-ta-bu-mi (Kertabumi) sebagai raja terakhir di Majapahit.

12. Girindrawardhana bergelar Brawijaya VI (1478-1498 M)

kerajaan majapahit peninggalan
http://indonesianspaceresearch.blogspot.com

Dalam Pupuh Asmarandana, Mijil dan Sinom juga diterangkan bahwa Shri Girindrawardhana adalah pemimpin yang pandai dalam menjalankan pemerintahan.

Dengan tujuan memulihkan kebesaran nama Majapahit dengan memperluas perdagangan bersama bangsa Portugis di Malaka yang mana hal ini tidak disukai oleh Raden Patah, penguasa Kerajaan Demak yang pada waktu itu berhubungan sangat baik dengan Kerajaan Majapahit.

Berakhirnya takhta Girindhrawardhana pada tahun 1527 disebabkan oleh kekalahannya dalam adu kecerdasan dengan memecahkan teka-teki Sunan Gunung Jati dari Kasultanan Demak.

13. Patih Udara (1498-1518 M)

Patih Udara adalah seorang patih kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Dyah Ranawijaya. Pada masa-masa terakhir Kerajaan Majapahit, sebelum akhirnya diambil-alih seutuhnya oleh Kesultanan Demak, Patih Udara sempat menjadi pemimpin pada tahun 1499-1518.

Kehidupan di Kerajaan Majapahit

Kehidupan politik

Berikut ini susunan pemerintahan dari pusat ke daerah di Kerajaan Majapahit :

  • Bhumi (pusat kerajaan), dipimpin oleh Maharaja.
  • Negara (provinsi), dipimpin oleh bhre (pangeran), rajya (gubernur), natha (tuan), adipati atau bhatara.
  • Watek (Kabupaten), diperintah oleh Tumenggung
  • Kuwu (lebih tinggi dari Kecamatan), diperintah oleh demang.
  • Wanua (desa), dipimpin oleh thani.
  • Kabuyutan (dusun kecil) atau padukuhan, dipimpin oleh kepala dukuh atau seorang buyut.

Kehidupan Ekonomi

kerajaan majapahit di bidang ekonomi
https://en.wikipedia.org/wiki

Kerajaan Majapahit yang memiliki letak strategis yaitu berada di dataran rendah, dan banyaknya pelabuhan-pelabuhan menjadikan perekonomian berkembang pesat.

Mayoritas penduduk Majapahit berprofesi sebagai pedagang, ada juga pengrajin emas, perak, dan lain-lain. Komoditas ekspor kerajaan berupa lada, garam, kain, dan burung kakak tua.

Kerajaan Majapahit juga membuat mata uang dengan campuran perak, timah putih, timah hitam dan tembaga yang disebut dengan uang gobog.

Tebal uang gobog sekitar 2-6 mm, diameter 29-86 mm, dan berat antara 16-213 gram.

Terdapat relief berupa gambar wayang, alat-alat persenjataan berbentuk cakra, dan pohon beringin pada bagian depan.

Sementara di bagian belakang, uang standar Majapahit ini memiliki gambar belakang berupa relief pohon, peralatan berbentuk senjata dan berbentuk sesaji.

Baca juga:   Kerajaan Kota Kapur

Kehidupan sosial dan religi

Di dalam kehidupan sosial masyarakat kerajaan Majapahit mengenal sistem kasta seperti di India, karena kerajaan ini bercorak Hindu.

Seperti yang sudah diketahui, terdapat empat kasta, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisaya dan Sudra.

Namun terdapat golongan lain di luar lapisan tersebut, yaitu Candala, Melccha, dan Tuccha yang merupakan orang-orang terbawah dari lapisan sosial masyarakat di kerajaan Majapahit.

Agama yang menjadi mayoritas adalah Hindu dan Buddha yang hidup berdampingan dengan saling menghormati.

Masa Kejayaan

Kerajaan Majapahit mencapai puncak keemasannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang merupakan cicit dari Raden Wijaya.

Di usianya yang belia, Hayam Wuruk diangkat menjadi raja Kerajaan Majapahit. Meskipun usianya masih sangat muda, Hayam Wuruk merupakan sosok pekerja keras dan gigih.

Bersama Gajah Mada, Hayam Wuruk berhasil menaklukkan hampir seluruh wilayah nusantara dan menjadikan Majapahit sebagai kerajaan terbesar saat itu.

Dalam kitab tersebut diceritakan, kekuasaan Majapahit saat itu terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur (meskipun wilayah kekuasaan ini masih diperdebatkan).

Penyebab runtuh

Majapahit mulai menunjukkan tanda-tanda keruntuhan setelah wafatnya Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, dimana banyak adipati dan beberapa wilayah kekuasaan melepaskan diri dari Kerajaan Majapahit.

Sebelum menjadi semakin melemah akibat masuknya pengaruh Islam dari Kerajaan Demak, perselisihan di dalam keluarga kerajaan yang merupakan cikal bakal Perang Paregreg, telah lebih dulu membuat Majapahit redup.

Perkembangan agama Islam yang pesat pada masa itu menyebabkan kemunduran ekonomi di Kerajaan Majapahit karena perdagangan di Nusantara mulai diambil alih oleh pedagang Melayu yang beragama Islam.

Sumber Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Majapahit

1. Kitab

a. Kitab Paraton
b. Kitab Negarakertagama
c. Kitab Sundayana
d. Kitab Usanajawa
e. Kitab Sutasoma
f. Kitab Arjunawiwaha
g. Kitab Prapanca
h. Kitab Kunjarakarna
i. Kitab Usana Bali
j. Kitab Ranggalawe
k. Kitab Panjiwijayakrama

2. Candi

a. Candi Cetho (Karanganyar, Jawa Tengah)
b. Candi Tikus (Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, abad ke 13 atau 14 M)
c. Candi Sukuh (Desa Berjo, Karanganyar, tahun 1437 M)
d. Candi Waringin Lawang (Trowulan, Mojokerto, sekitar tahun 14 M)
e. Candi Bajang Ratu (Desa Temon, Trowulan, Mojokerto, abad ke 14 M)
f. Candi Brahu (Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, abad ke 15 M)
g. Candi Jabung (Paiton, Probolinggo tahun 1354 M)
h. Candi Wringin Branjang (Desa Gandungan, Blitar)
i. Candi Pari (Porong, Sidoarjo, tahun 1371 M)
j. Candi Surawarna (Desa Canggu, Pare, Kediri, abad ke 14 M)

3. Babad

a. Babad Parahyangan
b. Babad Tanah Jawi
c. Babad Serat Sunda

4. Prasasti

a. Prasasti Kudadu (1294 M)
b. Prasasti Sukamerta (1296 M) dan Prasasti Balawi (1305 M)
c. Prasasti Waringin Pitu (1447 M)
d. Prasasti Canggu (1358 M)
e. Prasasti Karang Bogem (1387 M)
f. Prasasti Katiden I (1392 M)
g. Prasasti Alasantan (939 M)
h. Prasasti Kamban (941 M)
i. Prasasti Hara-hara (Trowulan VI) (966 M)
j. Prasasti Wurare (1289 M)
k. Prasasti Maribong (Trowulan II) (1264 M)
l. Prasasti Canggu (Trowulan I)

5. Catatan dari Luar Negeri

a. Dinasti Ming
b. Dinasi Tang

Tempat wisata yang menjadi daya tarik di sekitar wilayah kerajaan Majapahit seperti Candi Wringin Lawang, Museum Trowulan Mojokerto, dan Maha Vihara Majapahit.

3 Fakta Menarik dari Kerajaan Majapahit

Diikrarkannya Sumpah Palapa oleh Patih Gajah Mada

film kerajaan majapahit gajah mada
http://nuswantaranews.blogspot.com

Berikut Sumpah Palapa seperti dimuat dalam kitab Pararaton:

“Sira Gajah Mada Pepatih amangkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada : “Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, saman ingsun amukti palapa.”

Artinya : Beliau Gajah Mada menjabat Patih Mangkubumi tidak ingin menikmati palapa, beliau Gajah Mada berkata : “Kalau sudah kalah seluruh Nusantara, saya akan menikmati palapa : Kalau sudah kalah Gurun, Seram, Tanjungpura, Haru, Pahang (Semenanjung), Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik (Singapura), pada waktu itulah saya menikmati palapa.

Kedatangan putri Kerajaan Champa menyebabkan Majapahit runtuh

Awal abad ke-15, Kerajaan Champa mengirim seorang putri bernama Anarawati.

Sejak kedatangan putri Champa itu, Brawijaya mudah sekali dipengaruhi oleh putri Champa yang menjadi permulaan kehancuran kerajaan Majapahit.

Anarawati mempunyai tujuan untuk membuat kerajaan Majapahit runtuh dengan mengubah keyakinan dari Hindu-Buddha menjadi Islam, agama yang dianut oleh Kerajaan Champa.

Keruntuhan Majapahit dikarenakan sering terjadinya perang internal

a. Pemberontakakan Rangga Lawe (1309)
b. Pemberontakan Lembu Sora (1311)
c. Pemberontakan Nambi (1316)
d. Pemberontakan Kuti (1319)
e. Perang Paregreg (1401)

Dari ulasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Majapahit ini memiliki tokoh-tokoh hebat dibalik sejarah perjuangannya sehingga bisa dinobatkan sebagai kerajaan Hindu terbesar di Pulau Jawa sebelum masuknya pengaruh islamisasi ke Nusantara.

Kerajaan Malaka

Anas Fauzi
6 min read

Kerajaan Banjar

Anas Fauzi
7 min read

Kerajaan Gowa Tallo

Anas Fauzi
9 min read

Kerajaan Bima

Siva Nur Ikhsani
9 min read

Kerajaan Mughal

Siva Nur Ikhsani
9 min read

Kerajaan Pagaruyung

Siva Nur Ikhsani
9 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *