Inovasi Drone Agriculture untuk Solusi Penyebaran Desinfektan Bidang Pertanian.

Fenomena munculnya eceng gondok di Bengawan Solo yang diperkirakan hingga 5 km membuat masyarakat menjadi resah. Pasalnya eceng gondong yang walaupun terlihat indah namun bisa membahayakan ketika menjadi penyebab banjir jika memasuki musim hujan.

Selain mengganggu ekosistem perairan, eceng gondok juga berpotensi menyebabkan penyumbatan pintu air saat musim hujan tiba, yang berpotensi menimbulkan dampak serius bagi masyarakat sekitar.

Proses pembersihan pun dilakukan oleh para relawan agar ekosistem sungai tidak terganggu oleh eceng gondok. Jika dilihat dari banyaknya jumlah eceng gondok yang ada di Bengawan Solo maka diperlukan relawan yang tidak sedikit bahkan jika ada bisa juga ditunjang dengan teknologi yang akan mempercepat proses pembersihan. 

Pada Minggu (29/10) lalu Universitas Bojonegoro (Unigoro) berhasil mengudarakan drone agrikultur with sprinkle system hasil karya mahasiswa dan dosen Unigoro.

Saat itu terjadi penumpukan eceng gondok di sekitar sungai di kecamatan Malo, agar tidak merusak ekosistem maka masyarakat dan mahasiswa serta dosen Unigoro kemudian menyemprotkan larutan eco enzim ke tanaman eceng gondok dengan drone agrikultur with sprinkle untuk mempercepat pembusukan agar bisa dimanfaatkan sebagai kompos.

Drone agrikultur karya universitas Bojonegoro ini dapat membantu proses pembersihan kawasan yang memiliki banyak limbah eceng gondok.

Universitas Bojonegoro telah berhasil membuat dua jenis drone yakni Tron racing untuk dokumentasi dan drone agrikultur untuk menyemprotkan eco enzim.

Drone agriculture diproduksi pada tahun 2021, pada awalnya tujuan pembuatan drone ini adalah untuk menyebarkan jenis pupuk granule dan menyemprotkan pupuk dalam larutan cair.

Universitas Bojonegoro telah memproses paten trend akupuntur With sprinkle system sehingga karya mahasiswa teknik industri universitas Bojonegoro beserta dosen ini dapat berkontribusi untuk agrikultur yang ada di Indonesia.

Sejauh ini trending dimanfaatkan untuk pertanian guna menyemprotkan desinfektan untuk pengoperasiannya sendiri ground agrikultur system dapat dijalankan secara manual dan otomatis untuk proses penyemprotan enzim pada eceng gondok perlu dioperasikan secara manual sebab akan lebih signifikan dalam proses penyebaran eco enzym

Untuk penyemprotan sendiri hanya butuh waktu 5 menit untuk menyebarkan 10 liter enzim ke limbah eceng gondok masuk kategori sangat cepat dengan hasil yang efisien

Untuk wilayah tanpa penghalang seperti Bengawan Solo maka drone agrikultur with sprinkle system yang dibuat universitas Bojonegoro dapat disetting secara otomatis yang mana akan mempermudah pembersihan Bengawan Solo dengan cepat tanpa menghabiskan banyak energi dari para relawan.

Karenanya drone agrikultur sprinkle system buatan universitas Bojonegoro akan sangat bermanfaat untuk bidang pertanian sejauh ini pemanfaatan drone agrikultur untuk menyebarkan desinfektan di lahan pertanian namun bisa juga dimanfaatkan untuk pembersihan eceng gondok di wilayah Bengawan solo. Proses penyemprotan eco enzim yang dilakukan di kabupaten Moro dapat dengan cepat karena drone dilengkapi dengan 4 nozzle dan dorongan angin dari propeller baling-baling yang menyebabkan proses penyebaran lebih cepat.

Inovasi karya mahasiswa dan juga dosen unigoro ini akan berkontribusi positif pada bidang pertanian pasalnya masyarakat jadi mudah untuk melakukan penyemprotan desinfektan penyebaran pupuk hingga melakukan pembersihan sampah tanaman seperti pada kasus eceng gondok di kabupaten Malo pemanfaatan drone agrikultur yang bisa dikendalikan dengan manual maupun auto akan memudahkan siapapun yang menggunakan drone agrikultur karya  unigoro dengan mudah.

Ini adalah prestasi yang membanggakan dari mahasiswa dan dosen unigoro dengan berkontribusi langsung pada masyarakat di bidang agriculture.

Admin

Update : [modified_date] - Published : [publish_date]

Tinggalkan komentar