Riska Sri Handayani - A traveller, writer, and storyteller- Seorang penggemar travelling yang mendokumentasikan catatan perjalanannya dalam potret dan cerita.

Idul Fitri

8 min read

Perayaan Idul Fitri 1 Syawal

Idul Fitri adalah salah satu hari besar umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal berdasarkan penanggalan kalender Islam Hijriah.

Sebagai bentuk perayaan atas kemenangan melawan hawa nafsu setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan, Idul Fitri dirayakan dengan penuh suka cita oleh umat muslim di seluruh dunia.

Masyarakat muslim di setiap negara memiliki cara dan tradisi yang unik untuk merayakannya.

Dalam perayaan Idul Fitri juga terdapat kebiasaan seperti menyajikan hidangan khas, mengenakan pakaian baru dan saling mengunjungi antar keluarga serta kerabat. Berikut ini adalah berbagai hal tentang perayaan Idul Fitri.

Sejarah dan Makna Hari Raya Idul Fitri

Idul Fitri Kemenangan Perang Badar
Sumber: http://kabarrakyat.website

Pada masa jahiliyah sebelum kedatangan Islam masyarakat Arab kala itu telah memiliki hari raya sendiri yaitu hari Nairuz dan Mahrajan.

Hari raya Nairuz merupakan perayaan yang berasal dari Gereja Ortodoks Koptik.

Perayaan ini dilakukan untuk menandai tahun baru Koptik yang menurut penanggalan Masehi jatuh pada tanggal 11 September.

Sementara Mahrajan bila merujuk pada akar bahas Arab mengandung arti sebagai festival atau perayaan.

Mahrajan pada masa itu merupakan perayaan yang telah menjadi tradisi dan dilakukan sejak jaman nenek moyang.

Perayaan Mahrajan dilakukan dengan pesta pora oleh kaum jahilayah kala itu.

Seiring datangnya Islam, umat muslim tidak lagi merayakan kedua hari tersebut. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.”

Perayaan Idul Fitri sendiri berawal pada tahun ke-2 Hijriah yang juga merupakan tahun pertama umat Muslim melakukan puasa Ramadhan.

Sesungguhnya perayaan ini sebagai ungkapan syukur atas kemenangan kaum muslimin dalam perang Badar.

Sebagaimana disebutkan dalam sejarah, Perang Badar adalah pertempuran yang sangat sulit bagi Muslimin kala itu.

Jumlah lawan yang tidak seimbang, dimana pasukan umat Muslim yang hanya sekitar 300 orang harus berhadapan dengan 1000 orang lebih tentara kafir Quraisy.

Sejarah telah mencatat kemenangan gemilang umat Islam dalam perang Badar meski sebelumnya banyak yang meragukan kaum muslim akan dapat menaklukkan tentara kafir Quraisy.

Umat muslim menyambut kemenangan tersebut dengan suka cita dan merayakannya dengan penuh kemeriahan.

Idul Fitri pertama di masa nabi SAW ini menandai perayaan atas kemenangan umat muslim dalam perang Badar dan juga keberhasilan dalam melawan hawa nafsu setelah berpuasa dibulan Ramadhan.

Pada Idul Fitri pertama tersebut Rasulullah SAW menuju lapangan terbuka dan menunaikan shalat di tempat tersebut.

Hingga kini kaum muslim di seluruh dunia terus merawat tradisi perayaan hari besar Idul Fitri.

Umat muslim juga melakukan ibadah shalat Idul Fitri baik itu di masjid-masjid maupun di lapangan terbuka seperti yang dilakukan dimasa Rasulullah SAW.

Meski tak lagi merupakan perayaan atas kemenangan dalam peperangan, makna Idul Fitri sebagai perayaan hari kemenangan tidaklah berubah karena pada hari itu kaum muslim merayakan kemenangan melawan segala hawa nafsu.

Idul Fitri Perayaan Kembang Api
Sumber: https://blog.izistay.com

Tidak hanya sebatas merayakan kemenangan, hari Idul Fitri juga merupakan wujud syukur umat muslim yang telah melalui ujian selama sebulan penuh dan mencapai puncak dari pelaksanaan ibadah puasa.

Pada hari itu seorang muslim kembali ke fitrahnya.

Makna Idul Fitri sendiri bila merujuk pada asal kata berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata “Id” atau “aada” yang berarti kembali.

Baca juga:   Puasa Rajab

Sedangkan “Fitri” berasal dari kata “Ifitar” berarti berbuka. Sehingga bila diterjemahkan secara keseluruhan Idul Fitri artinya kembali berbuka atau makan.

Makna kembali ini mengacu pada keadaan umat muslim sebelumnya yang menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.

Dengan demikian pada Idul Fitri umat muslim hendaknya kembali berbuka. Hal ini sejalan dengan larangan berpuasa pada hari raya Idul Fitri dan sebagaimana hadits Rasulullah:
“Dari Anas bin Malik, Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” (HR. Bukhari)

Penetapan Hari Raya

Kaum muslim di seluruh dunia menggunakan beberapa metode dalam menetapkan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri pada 1 Syawal di setiap wilayah. Berikut ini adalah dua metode yang umum dilakukan oleh umat muslim di Indonesia.

1. Pengamatan Bulan Sabit atau Hilal

Idul Fitri Metode Hilal Pengamatan
Sumber: https://inibaru.id

Metode ini dilakukan dengan mengamati posisi bulan sabit baru atau hilal di kaki langit. Metode yang juga dikenal dengan sebutan rukyat ini menggunakan data astronomi atau ilmu falak.

Di Indonesia, pengamatan posisi bulan biasanya dilakukan di beberapa tempat yang dapat dilakukan baik dengan mata telanjang ataupun dengan bantuan teleskop.

Posisi bulan sangat penting karena merupakan penanda periode ketika telah memasuki bulan baru dalam penanggalan Hijriyah.

Hilal pertama yang muncul menjadi tanda telah masuknya bulan baru dalam kalender Islam. Namun bila hilal belum terlihat pada tanggal 29 Ramadhan maka perhitungan bulan digenapkan menjadi 30 hari.

2. Metode Hisab atau Perhitungan

Idul Fitri Metode Hisab Bulan dan Matahari
Sumber: https://thespiritualcentre.com

Secara harfiah hisab berarti perhitungan. Demikian metode ini dilakukan dengan cara melakukan penghitungan untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.

Dalam metode ini cara yang dilakukan adalah dengan menghitung posisi hilal di akhir bulan untuk menentukan dimulainya awal bulan.

Penetapan bulan baru melalui metode ini tidak memerlukan pengamatan secara langsung terhadap posisi bulan.

Kemajuan teknologi dewasa ini telah membantu metode penghitungan dengan cara hisab menjadi lebih akurat.

Penerapan dua metode tersebut diatas pada satu wilayah memungkinkan adanya perbedaan tentang masuknya 1 Syawal.

Namun demikian hendaknya perbedaan terkait tanggal berapa jatuhnya 1 Syawal tidak perlu dipertentangkan, cukup memilih salah satunya untuk dijadikan sebagai pedoman.

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Idul Fitri Shalat dan Tata Cara
Sumber: https://racoonbuzz.com

Sholat Idul Fitri menjadi penutup dari rangkaian ibadah puasa yang telah dilakukan selama bulan Ramadan.

Menunaikan ibadah shalat Idul Fitri adalah salah satu sunnah yang sayang untuk dilewatkan.

Selain beroleh pahala, dengan menunaikan shalat Idul Fitri berjamaah terbuka kesempatan untuk bertemu dengan kerabat dan saling bermaaf-maafan.

Shalat Idul Fitri dilakukan sebanyak dua rakaat dengan satu salam.

Sebelum pergi shalat hendaknya membersihkan diri terlebih dahulu dengan niat mandi dan berwudhu untuk menunaikan ibadah shalat.

Berikut ini adalah tata cara dan bacaan shalat Idul Fitri berjamaah.

1. Disunahkan memperbanyak bacaan tasbih, tahmid dan kalimat takbir sejak dari rumah,
اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ
Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar, Allaahu akbar walillaahil hamd

2. Membaca niat shalat Idul Fitri. Niat shalat sebagai makmum atupun imam adalah sebagai berikut: “Ushalli sunnata li’idil fithri rak’ataini ma’muman/imaman lillahi ta’ala”
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah ta’ala.”

3. Membaca Takbiratul Ihram (Allahu akbar) seraya mengangkat kedua tangan

4. Melakukan takbir sebanyak 7 Kali. Jumlah takbir ini di luar Takbiratul Ihram pada awal shalat. Diantara takbir tersebut membaca “Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar”

5. Membaca surah Al-Fatihah diikuti surah yang diambil dari Al-Quran lainnya (disunahkan membaca surah Qaf atau Al-A’la)

Baca juga:   Doa Buka Puasa

6. Ruku’, itidal dan sujud seperti shalat biasa kemudian kembali berdiri untuk rakaat kedua

7. Melakukan takbir sebanyak 5 Kali. Diantara takbir tersebut membaca Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar

8. Membaca surah Al-Fatihah diikuti surah pendek dari Al-Quran (disunahkan membaca surah Al Qamar atau Al Ghasiyyah)

9.Ruku’, itidal dan sujud seperti shalat biasa

10. Mengucapkan salam

11. Disunahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri

Idul Fitri di Berbagai Negara

Sebagai hari besar keagamaan, umat muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri dengan semarak penuh kemeriahan.

Ada beragam tradisi yang dilakukan diberbagai negara untuk menyambut hari kemenangan ini seperti yang dilakukan pada negara-negara berikut.

1. Turki

Idul Fitri Turki Seker Bayrami
Sumber: https://sozcu.com.tr

Perayaan Idul Fitri di Turki berlangsung selama tiga hari dan selama itu pula seluruh aktivitas di sekolah, kantor pemerintahan dan swasta diliburkan.

Pada hari pertama yang dikenal dengan sebutan Candy Festival/ Sugar Feast (Seker Bayrami) masyarakat Turki menyajikan satu hidangan khas pada perayaan ini yakni Baklava.

Penganan manis yang diisi dengan kenari cincang ini juga dibagi-bagikan kepada anak-anak.

Selain itu salah satu tradisi dalam Idul Fitri pada masyarakat Turki adalah generasi yang muda mengunjungi mereka yang lebih tua dan melakukan ziarah kubur.

2. Arab Saudi

Idul Fitri Arab Saudi Perayaan
Sumber: https://duniatimteng.id

Di Arab Saudi perayaan Idul Fitri sangat beragam dan berbeda antara kawasan yang satu dengan lainnya.

Secara umum, umat muslim Arab Saudi menyambut hari raya dengan mendekorasi rumah dan memasang aneka hiasan serta menyiapkan berbagai hidangan.

Perayaan kemudian dilakukan dengan berkumpul di rumah salah satu keluarga besar setelah menunaikan shalat Idul Fitri.

Terdapat juga tradisi dimana anggota keluarga yang telah dewasa membagikan hadiah berupa uang kepada anak-anak.

3. Malaysia dan Singapura

Idul Fitri Malaysia Singapore
Sumber: https://zafigo.com

Sementara itu di negeri jiran seperti Malaysia dan Singapura perayaan Idul Fitri hampir sama dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Umat muslim berkumpul bersama keluarga sambil menikmati santapan ketupat dan opor ayam.

Dengan mengenakan pakaian tradisional khas Melayu dan baju kurung mereka berkunjung ke rumah sanak saudara dan kerabat.

4. India

Idul Fitri India Perayaan
Sumber: https://news.okezone.com

Islam adalah agama minoritas dengan jumlah populasi muslim terbesar kedua di India.

Selain Idul Fitri, masyarakat muslim setempat juga lazim menyebut perayaan hari tersebut dengan Ramzan-Eid.

Perayaan Idul Fitri dilakukan dengan sangat meriah bahkan telah dimulai pada malam hari sebelumnya dengan mengadakan festival yang dikenal dengan nama Chand Raat.

Kaum wanita mengenakan pakaian tradisional dan menghias tangan mereka dengan henna.

Aneka penganan manis menjadi suguhan pada perayaan Idul Fitri, dan tak ketinggalan juga nasi Biryani yang sangat populer.

5. Rusia

Perayaan Idul Fitri di Rusia
Sumber: https://learnrussianlanguage.net

Populasi umat muslim di Rusia pada tahun 2020 tercatat sebesar 14,2 juta jiwa.

Dengan jumlah populasi yang cukup besar tersebut, perayaan Idul Fitri di negara ini berlangsung meriah.

Saat Idul Fitri kaum muslim berkumpul di masjid-masjid setempat untuk menunaikan shalat dan mendengarkan khutbah dari imam.

Selanjutnya mereka akan menikmati berbagai hidangan tradisional dan aneka permen yang menjadi bagian penting dalam perayaan.

Masyarakat muslim Rusia juga memiliki tradisi saling memberi hadiah saat Idul Fitri.

Idul Fitri di Indonesia

Idul Fitri Takbiran Pawai Obor
Sumber: https:/idntimes.com

Perayaan Idul Fitri di Indonesia lekat dengan tradisi ‘mudik’.

Bagi para perantau, Idul Fitri atau yang populer dengan sebutan ‘hari raya’ atau ‘lebaran’ adalah saat dimana mereka akan pulang ke kampung halaman agar dapat merayakannya bersama dengan keluarga besar.

Idul Fitri adalah momentum untuk berkumpul bersama keluarga besar. Tradisi mudik ini biasanya sudah mulai dilakukan sejak seminggu sebelum hari Idul Fitri.

Masyarakat muslim Indonesia juga memiliki hidangan khas saat lebaran yakni ketupat dan opor ayam untuk disantap bersama seusai menunaikan ibadah shalat Idul Fitri.

Baca juga:   Asmaul Husna

Selain itu ada satu budaya yang kental pada masyarakat suku Jawa di Indonesia saat merayakan Idul Fitri yakni sungkeman.

Tradisi sungkeman ini dilakukan oleh seorang anak atau mereka yang lebih muda usianya kepada yang lebih tua.

Sungkeman dilakukan dengan cara berlutut sambil mencium tangan kedua orangtua dan menyampaikan permohonan maaf.

Sedangkan kedua orangtua pada saat sungkeman akan memanjatkan doa bagi anak-anaknya.

Idul Fitri Tradisi Sungkeman di Indonesia
Sumber: http://suarabaru.id

Di Indonesia, perayaan Idul Fitri tidak hanya sebatas mengucapkan selamat hari raya, tetapi juga merupakan momen untuk saling bermaaf-maafan atas segala khilaf yang mungkin pernah diperbuat kepada sanak saudara dan kerabat.

Sementara untuk kebiasaan lainnya yang dilakukan umat muslim Indonesia saat Idul Fitri hampir sama dengan umat muslim di negara-negara lain seperti mengunjungi sanak keluarga dan kerabat serta berziarah ke makam keluarga.

Namun demikian, perayaan Idul Fitri di Indonesia tak berhenti sampai di situ.

Kemeriahan ini masih berlanjut selama beberapa hari setelah tanggal 1 Syawal dimana berbagai komunitas umat muslim berkumpul untuk melakukan kegiatan Halal bi-Halal.

Secara umum tradisi Halal bi-Halal ini bertujuan untuk mengeratkan tali silaturahmi dan mengharmoniskan hubungan dengan saling bermaaf-maafan.

Doa dan Ucapan Selamat Hari Raya

Idul Fitri Doa 1 Syawal
Sumber: https://lakpesdamtulungagung.or.id

Ada berbagai doa pada hari raya Idul Fitri yang lazim di kalangan umat muslim.

Salah satu ucapan yang yang paling populer di kalangan masyarakat muslim di Indonesia ketika mereka bertemu dengan keluarga dan kerabat adalah mengucapkan “Minal ‘Aidin wal Faizin“.

Ucapan ini sebenarnya berasal dari doa yang secara lengkapnya adalah “Allahummaj ‘alna minal ‘aidin walfaizin, yang artinya: Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali (dari Perang Badar) dan mendapatkan kemenangan.

Sebagaiman telah disebutkan sebelumnya, perayaan Idul Fitri yang dilakukan pertama kalinya pada masa Rasulullah SAW juga berkaitan dengan kemenangan umat muslim dalam perang Badar.

Sementara itu bila merujuk pada sejarah nabi SAW sebagaimana disampaikan oleh Jubair bin Nufair, ucapan yang lazim dikalangan para sahabat Rasulullah bila mereka berjumpa pada hari Idul Fitri maupun Idul Adha adalah dengan saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka” yang artinya: semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.

Doa dan ucapan lainnya yang juga bisa disampaikan pada saat Idul Fitri yaitu, “Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim” yang artinya: Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kamu, Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah.

Saling mendoakan kebaikan bagi sesama umat muslim seperti ini sangat dianjurkan dalam Islam.

Idul Fitri Ucapan dan Doa
Sumber: https://rawpixel.com

Selain itu terminologi yang paling sering digunakan oleh muslim di seluruh dunia pada Idul Fitri ataupun Idul Adha adalah “Eid mubarak” yang maknanya berarti “selamat merayakan hari raya yang diberkahi.”

Dalam pergaulan internasional kata-kata Idul Fitri ini juga sering diucapkan bersama dengan ucapan dalam bahasa Inggris yakni “Happy Eid Mubarak”.

Ucapan lainnya yang juga sering terdengar adalah “Eid sa’id” yang artinya selamat hari raya Id/Idul Fitri.

Berbagai Doa dan ucapan selamat Idul Fitri ini biasanya disampaikan secara langsung ataupun melalui  berbagai media komunikasi lainnya.

Kemajuan teknologi saat ini telah memungkinkan seseorang menggunakan fasilitas panggilan suara dan gambar atau video bila keadaan tidak memungkinkan untuk melakukan silaturahmi secara langsung.

Selain itu, kehadiran smartphone sebagai alat komunikasi telah menggantikan kartu ucapan selamat Idul Fitri yang sangat digemari beberapa dekade yang lalu.

Pada akhirnya, apapun media yang digunakan yang terpenting adalah silaturahmi pada hari besar umat Islam ini tetap terjaga meski tak dapat bertemu secara langsung.

Riska Sri Handayani - A traveller, writer, and storyteller- Seorang penggemar travelling yang mendokumentasikan catatan perjalanannya dalam potret dan cerita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *