Doa Buka Puasa

18 min read

doa buka puasa

Puasa merupakan rukun Islam yang ketiga, yang mana wajib hukumnya untuk dikerjakan pada bulan Ramadhan bagi umat muslim di dunia.

Di mana hikmah berpuasa sangat lah berlimpah, apalagi amalan berpuasa di bulan Ramadhan tersebut.

Tak ketinggalan jua, dengan puasa Sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah yang memiliki banyak manfaat dan keutamaannya.

Beserta amalan-amalan Sunnah lainnya ketika berpuasa seperti membaca doa buka puasa yang sesuai dengan Sunnah Rasulullah dan berbagi makanan ke sesama umat muslim yang kurang mampu.

“Sesungguhnya surga mempunyai suatu pintu yang dinamakan “Rayyan”.

Pada hari kiamat nanti pintu tersebut akan berseru kepada orang-orang yang telah berpuasa untuk memasuki surga melalui pintu itu.

Setelah semuanya masuk, ditutuplah pintu itu,” (HR. Bukhari-Muslim)

Dan Rasulullah bersabda:

“Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan yang ia dapatkan; ketika ia berbuka maka ia gembira dengan bukaannya, dan ketika ia bertemu Rabbnya maka ia gembira dengan puasanya”, (HR.Bukhari dan Muslim).

Doa Buka Puasa

doa buka puasa sesuai sunah
Sumber: id.theasianparent.com

Puasa menurut bahasa memiliki arti sebagai menahan atau mencegah.

Menahan diri dari makan dan minum, hawa nafsu serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, dengan syarat tertentu untuk meningkatkan ketakwaan bagi seorang muslim.

Amalan yang berlimpah pahala dan wajib untuk dilakukan sebelum berbuka puasa adalah dengan berdoa.

Doa berbuka puasa memang sudah tak asing lagi bagi umat muslim, bahkan hampir seluruh umat muslim di dunia hafal dengan doa berbuka puasa.

Tetapi tahukah kamu, bahwa doa berbuka puasa ada yang secara umum sudah kita ketahui dan ada pula doa berbuka puasa sesuai Sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah.

Berikut doa berbuka puasa secara umum dan sesuai Sunnah, Arab, latin beserta artinya:

Doa Buka Puasa I

Bacaan Doa Berbuka Puasa Arab:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Bacaan Doa Berbuka Puasa Latin:

“Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin”.

Arti Doa Berbuka Puasa:

“Ya Allah, untuk-Mu atau karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih”.

Doa Buka Puasa II

Bacaan Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Arab:

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، اَللَّهُمَّ تَقَبَّل مِنَّا، اِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيمُ

Bacaan Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Latin:

“Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim”.

Arti Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah:

“Ya Allah, untuk-Mu atau karena-Mu kami berpuasa, atas rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami.

Sesungguhnya, Engkau Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR.Ibnu Sunni dan lainnya).

Doa Buka Puasa III

Bacaan Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Arab:

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

Bacaan Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Latin:

“Allahumma inni as-aluka bi rohmatikal latii wasi’at kulla syain an taghfirolii”.

Arti Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah:

“Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang mencakup segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”

Doa Buka Puasa IV

Bacaan Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Arab:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Bacaan Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Latin:

“Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah”.

Arti Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah:

“Telah hilang dahaga (rasa haus), telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta’ala.” (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Hakim, dan Nasa’i).

Dengan tercantumnya doa berbuka puasa dari hadis, tentu bacaan serta lafaznya, benar-benar datang dari Rasulullah sehingga menjadi lebih utama untuk diamalkan.

Macam-macam Puasa Wajib Dan Niatnya

Puasa wajib atau fardhu merupakan puasa yang harus dikerjakan oleh semua umat muslim di dunia.

Apabila mengerjakannya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, dan apabila tidak mengerjakannya akan mendapat dosa.

Puasa wajib ada tiga yaitu Puasa Ramadhan, Puasa Nazar dan Puasa Denda/Kifarat/Qadha.

1. Puasa Ramadhan

doa buka puasa menurut sunnah
Sumber: legit.ng

Puasa Ramadhan adalah puasa wajib yang dikerjakan pada bulan ke-sembilan pada kalender Hijriyah secara penuh dimulai dari hari pertama hingga hari terakhir pada bulan Ramadhan.

Firman Allah tentang perintah untuk berpuasa:

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا کُتِبَ عَلَیۡکُمُ الصِّیَامُ کَمَا کُتِبَ عَلَی الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّکُمۡ تَتَّقُوۡنَ

Terjemahan:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”. (QS. Al Baqarah ayat 183).

Diriwayatkan dari Thaihah bin ‘Ubaidillah bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah.

Orang itu bertanya, “Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku puasa yang diwajibkan Allah atasku!”.

Rasulullah bersabda, “Puasa di bulan Ramadhan”.

Orang itu bertanya lagi, “Apakah ada lagi yang wajib atasku?”

Rasulullah menjawab, “Tidak, kecuali jika kamu berpuasa sunnah (muttafaq’alaih).”

Dan Rasulullah bersabda:

“Islam itu dibangun atas lima dasar, yaitu mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, puasa Ramadhan, menunaikan zakat, dan naik haji.” (muttafaq’alaih).

Datangnya bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim di dunia.

Di mana, di bulan mulia ini umat muslim berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan.

Keistimewaan pada bulan Ramadhan pun sungguh luar biasa tiada tandingannya, terdapat malam yang disebut-sebut sebagai malam seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar (malam ketetapan), malam paling penting di bulan Ramadhan di mana pada malam itu diperingati sebagai malam diturunkannya Al-Qur’an.

Rasulullah bersabda:

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian untuk melakukan ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu.

Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan)” (HR. Ahmad).

Adapun niat untuk berpuasa di bulan ramadhan diucapkan setelah makan sahur.

Berikut ini bacaan niat puasa Ramadhan yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Ramadhan Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Ramadhan Latin:

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala”

Arti Niat Puasa Ramadhan:

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”

2. Puasa Nazar

Nazar memiliki arti sebagai janji (pada diri sendiri), ketika ingin mendapatkan sesuatu.

Tetapi yang lebih utama dari nazar ialah niat dalam mengucapkan nazarnya tersebut.

Pada Saat Umar bin Khattab kembali dari Thaif, beliau bertanya kepada Rasulullah mengenai nazarnya.

Ia mengatakan bahwa “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku pernah bernazar pada masa jahiliah untuk melakukan itikaf sehari di Masjidil Haram.

Apa pendapatmu, Rasulullah?”. Rasulullah Saw bersabda, “Pergilah (ke sana) dan beritikaflah sehari.” (HR. Muslim)

Sesuai hadist yang berbunyi:

“Barang siapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut.

Barang siapa yang bernazar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah memaksiati-Nya.” (HR. Bukhari no. 6696).

Puasa nazar adalah puasa yang wajib dilakukan jika seseorang yang menginginkan sesuatu dan orang tersebut mengucapkan janji untuk berpuasa.

Tetapi, jika nazar tersebut tidak bisa dilakukan maka wajib membayar kafarat dengan memberi makan kepada 10 orang fakir miskin.

Berikut ini bacaan niat puasa Nazar yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Nazar Arab:

تَعَالىَ لِلّٰهِ النَّذَرِ صَوْمَ نَوَيْتُ

Bacaan Niat Puasa Nazar Latin:

“Nawaitu Shauma Nadzri Lillahi Ta’aala”

Arti Niat Puasa Nazar:

“Saya niat puasa nazar karena Allah Ta’aala”

Puasa nazar dapat dikerjakan ketika keinginan seseorang tersebut sudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Nah, jika seseorang sudah mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginannya, maka lebih baik disegerakan untuk membayar puasa nazarnya.

Hikmah dari mengerjakan puasa nazar adalah meningkat kan rasa syukur kepada Allah SWT dan sebagai pengingat untuk tidak ingkar janji.

3. Puasa Denda (Kifarat)

doa buka puasa dan artinya
Sumber: mediajabar.com

Puasa wajib yang ketiga adalah puasa denda (Kifarat/qadha).

Puasa denda di laksanakan apabila seseorang tidak mengerjakan puasa ramadhan (hutang puasa).

Perintah untuk melakukan puasa Qadha terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 184;

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Ayyāmam ma’dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, wa ‘alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa’āmu miskīn, fa man taṭawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn”

Artinya :

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya.

Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

Seorang muslim yang sakit, sedang melaksanakan perjalanan jauh (musafir), wanita yang sedang haid, diperbolehkan untuk tidak melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan.

Walaupun tidak melaksanakan puasa pada saat bulan Ramadhan, ia harus tetap mengganti atau membayar puasanya di bulan yang lain (dianggap sebagai hutang puasa).

Berikut ini bacaan niat puasa Denda/Kifarat/Qadha yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Denda/Kifarat/Qadha Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Denda/Kifarat/Qadha Latin:

“Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.”

Arti Niat Puasa Denda/Kifarat/Qadha:

“Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala”

Macam-macam Puasa Sunnah Dan Niatnya

Puasa sunnah adalah puasa yang hukumnya sunnah, yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan pun tidak akan mendapat dosa.

1. Puasa Syawal

doa buka puasa mengganti puasa ramadhan
Sumber: ihram.asia

Puasa Syawal adalah puasa yang dilakukan pada bulan Syawal selama enam hari, yang bisa dilakukan secara berturut-turut, ataupun bisa juga dengan cara selang-seling asalkan puasanya dengan jumlah yang sama yaitu enam hari.

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa setahun.” (HR.Muslim).

Keistimewaan berpuasa pada bulan Syawal adalah pahalanya yang setara dengan berpuasa setahun penuh.

Akan tetapi, yang harus diingat adalah jangan berpuasa pada tanggal 1 Syawal.

Karena pada hari tersebut, seluruh umat muslim di dunia sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri sehingga diharamkan atau dilarang untuk mengerjakan puasa.

Bagi yang ingin mengerjakan puasa Sunnah Syawal bisa dilakukan pada awal bulan (kecuali tanggal 1 Syawal), pertengahan bulan maupun akhir bulan dengan puasa selama enam hari.

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Syawal yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Syawal Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Syawal Latin:

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala”.

Arti Niat Puasa Syawal:

“Saya niat berpuasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala”.

2. Puasa Arafah

doa buka puasa sunah
Sumber: pondokislam.com

Rasulullah bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ

Terjemahan:

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapus kan dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang.” (HR.Muslim).

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah (bertepatan dengan wukuf di padang Arafah untuk yang sedang beribadah haji).

Puasa Sunnah Arafah memiliki keistimewaan bagi yang mengerjakannya yaitu penghapusan doa setahun lalu dan setahun yang akan datang serta dijaga Allah untuk tidak berbuat dosa atau maksiat (berdasarkan HR.Muslim).

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Arafah yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Arafah Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Arafah Latin:

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta‘ala”.

Arti Niat Puasa Arafah:

“Saya niat berpuasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta’ala”.

3. Puasa Asyura

doa buka puasa arab
Sumber: news.berdakwah.net

Puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan pada setiap tanggal 10 pada bulan Muharram.

Muharam adalah bulan tarbiyah, bulan sakral yang dimuliakan dan salah satu di antara empat bulan yang Allah Swt mewajibkan hamba-Nya untuk menghormatinya.

Bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Sya’ban, di mana pahala akan dilipatgandakan untuk amalan-amalan kebaikan.

Kesunahan puasa di bulan Muharam didasarkan pada hadits riwayat Abu Hurairah:

“Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?’

Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharam,” (HR Ibnu Majah).

Dan dalam hadis riwayat Muslim disebutkan sebagai berikut:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Allah, Muharam.” (HR. Muslim)

Keistimewaan dari puasa Sunnah Asyura adalah bagi siapa saja yang mengerjakan puasa tersebut dosa-dosa setahun yang lalu akan dibersihkan.

Sesuai dengan sabda Rasulullah:

“Puasa hari Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu.” (HR.Muslim).

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Asyura yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Asyura Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Asyura Latin:

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala”.

Arti Niat Puasa Asyura:

“Saya berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala”.

4. Puasa Syaban (Nifsu Sya’ban)

doa buka puasa nisfu sya'ban
Sumber: almunawwar.net

Sebagaimana dengan bulan Dzulqa’dah, Dzulhijah, dan Muharram.

Bulan Sya’ban juga merupakan kenikmatan yang luar biasa karena Allah melipat gandakan pahala pada amalan-amalan kebaikan yang dilakukan pada bulan-bulan mulia tersebut.

Hal itu senada dengan riwayat dari Aisyah Ra, ia berkata:

“Rasulullah Saw biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa.

Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan.

Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Sya’ban yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Syaban Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Syaban Latin:

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Sya‘bana lillahi ta‘ala”.

Arti Niat Puasa Syaban:

“Saya berniat puasa sunah Sya‘ban esok hari karena Allah Ta’ala”.

5. Puasa Senin-Kamis

doa buka puasa sunah senin kamis
Sumber: mtalbarokah.org

Bagi sebagian umat muslim, puasa Senin-Kamis sudah tidak asing untuk dilakukan secara rutin.

Puasa sunah Senin-Kamis adalah puasa yang dilaksanakan pada setiap hari Senin dan Kamis.

Puasa Senin-Kamis merupakan puasa sunnah yang dianjurkan dan kerap dikerjakan oleh Rasulullah.

Rasulullah bersabda:

“Berbagai amalan dihadapan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR.Titmizi).

Dalam hadits di atas, Rasulullah menjelaskan bahwa hari Senin dan Kamis merupakan hari yang di dalamnya segala amal dan perbuatan manusia diperiksa malaikat dihadapan Allah.

Dan ketika Amalan Rasulullah sedang dihadapkan kepada Allah, beliau sedang menjalankan puasa.

Hal istimewa lainnya adalah bahwa hari senin adalah hari Nabi Muhammad dilahirkan, dan di hari Kamis Beliau kerap melakukan perjalanan.

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Senin-Kamis yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Senin Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Senin Latin:

“Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatal Lillaahi Ta’aalaa”.

Arti Niat Puasa Senin:

“Saya niat puasa pada hari senin, sunah karena Allah Ta’ala”.

Bacaan Niat Puasa Kamis Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Kamis Latin:

“Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatal Lillaahi Ta’aalaa”.

Arti Niat Puasa Kamis:

“Saya niat berpuasa pada hari kamis, sunah karena Allah Ta’ala”.

6. Puasa Daud

baca doa buka puasa
Sumber: ceramahmotivasi.com

Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan dengan cara hari ini berpuasa dan esoknya tidak tetapi puasa tersebut dilakukan secara rutin, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

Dikarenakan puasa Daud dikerjakan dengan frekuensi yang sering, banyak umat muslim yang tidak mampu melakukannya secara Istiqomah karena terlalu berat dan sulit untuk dikerjakan secara rutin.

Sesuai dengan sabda Rasulullah:

“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Daud.

Ia tidur setengah malam, dan bangun sepertiga malam, kemudian tidur (lagi) seperenam malam, dan ia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari.” (HR.Bukhari Muslim).

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Daud yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Daud Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Daud Latin:

“Nawaitu shouma daawuda sunnatan lillaahi ta’aalaa”.

Arti Niat Puasa Daud:

“Saya niat berpuasa Daud, sunnah karena Allah Ta’ala”.

7. Puasa Ayyamul Bidh

doa buka puasa ayyamul bidh
Sumber: nasihatsahabat.com

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada pertengahan bulan.

Waktu penetapan puasa ayyamul bidh, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan pada kalender Hijriyah.

Puasa Ayyamul Bidh dikenal juga dengan nama puasa putih karena pada saat itu bulan sedang bersinar terang sehingga yang terlihat hanyalah warna putihnya saja.

Berdasarkan hadist yang menjadi acuan puasa Ayyamul Bidh, yang berbunyi:

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati:

[1] berpuasa tiga hari setiap bulannya,

[2] mengerjakan shalat Dhuha,

[3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur”. (HR. Bukhari No. 1178)

Dan berdasarkan hadist:

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An-Nasai no. 2345)

Keistimewaan bagi siapa saja yang mengerjakan puasa Ayyamul Bidh adalah mengerjakan puasa tiga hari setiap bulannya setara dengan mengerjakan puasa sepanjang tahun dikarenakan pahala satu amal perbuatan baik setara dengan adalah sepuluh pahala amal perbuatan baik.

Sebagaimana dengan hadist yang berbunyi:

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari No. 1979)

Oleh sebab itu, puasa sunnah Ayyamul Bidh adalah puasa yang dianjurkan untuk menambah tabungan pahala umat Muslim.

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Ayyamul Bidh yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Latin:

“Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala.”

Arti Niat Puasa Ayyamul Bidh:

“Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih sunnah karena Allah Ta’ala”.

8. Puasa Dzulhijjah

doa buka puasa beserta artinya
Sumber: twitter.com

Puasa Dzulhijjah adalah puasa yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Dzulhijjah hingga 7 Dzulhijjah.

Sedangkan pada tanggal 8 Dzulhijjah terdapat puasa Tarwiyah sedangkan pada tanggal 9 Dzulhijjah terdapat puasa Arafah.

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Dzulhijjah yang lengkap, Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 1-7 Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 1-7 Latin:

“Nawaitu Shauma Syahri Dzilhijjati sunnatan lillahi ta’aala”

Arti Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 1-7:

“Saya niat puasa bulan Dzulhijjah Sunnah karena Allah Ta’ala”

9. Puasa Tasu’a

doa buka puasa sesuai sunnah
Sumber: doaniatsholat.blogspot.com

Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram.

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda:

‏أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Terjemahan:

“Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (syahrullah) Muharram.

Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu” (HR. Muslim, no. 1982).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata,

“Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada hari itu, mereka berkomentar,

‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.’

Rasulullah SAW pun menjawab, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’.

Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi SAW sudah wafat” (HR. Muslim no. 1916).

Dan dari Ibnu Abbas RA. ia berkata;

Rasulullah saw bersabda: “Seandainya tahun depan aku masih hidup, niscaya aku benar-benar akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharram).” (HR.Muslim no. 1134)

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Tasu’a yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Tasu’a Arab:

نويت الصوم في يوم تاسوعاء سنة لله تعالي

Bacaan Niat Puasa Tasu’a Latin:

“Nawaitu As Shauma fi Yaumi Taasu’a Sunnatan Lillahi Ta’ala”

Arti Niat Puasa Tasu’a:

“Saya niat puasa Tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala.”

10. Puasa Tarwiyah

doa buka puasa tarwiyah dan arafah
Sumber: twitter.com

Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah (sebelum hari wukuf).

Berdasarkan hadis shahih dari Siti Hafshah r.a. dia berkata,

“Ada empat macam yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW yaitu Puasa Asyura (10 Muharram), puasa 10 hari (di bulan Dzulhijjah), puasa 3 hari pada setiap bulan, dan salat dua rakaat sebelum salat Subuh.”

Hari Raya Idul Adha merupakan patokan hari di mana sebelum hari raya Idul Adha terdapat dua puasa Sunnah yang sangat istimewa yaitu puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah.

Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah adalah ibadah sunnah yang sangat disarankan untuk dikerjakan oleh umat muslim.

Bagi siapa saja yang mengerjakan puasa Sunnah Tarwiyah, maka dosa-dosannya pada tahun lalu akan dibersihkan dan dijaga oleh Allah SWT untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak baik, dosa atau maksiat di tahun yang akan datang.

Salah satu nikmat bagi yang mengerjakan puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah adalah mereka juga akan merasakan nikmatnya beribadah seperti yang dirasakan oleh para jamaah haji.

Adapun keutamaan puasa sunah Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arafah (9 Dzulhijjah) bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji berdasarkan beberapa hadist Nabi Muhammad SAW adalah:

Bagi yang melaksanakan dua puasa Sunnah (Tarwiyah dan Arafah) akan dianugerahi oleh Allah SWT dengan kemuliaan, yaitu:

1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya, dan menambah rezekinya,
2. Allah akan menjamin kehidupan rumah tangganya,
3. Allah akan membersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu,
4. Allah akan melipat gandakan amal dan ibadahnya,
5. Allah akan memudahkan kematiannya,
6. Allah akan menerangi kuburnya selama di alam Barzah,
7. Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar,
8. Allah akan menyelamatkannya dari kejatuhan kedudukan di dunia ini,
9. Allah akan menaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Tarwiyah yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً للهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah Latin:

“Nawaitu Shaumat Tarwiyata Sunnatan lillahi ta’aala”

Arti Niat Puasa Tarwiyah:

“Saya niat berpuasa Tarwiyah Sunnah karena Allah Ta’ala”

11. Puasa Rajab

Puasa Rajab jatuh pada bulan ketujuh kalender Islam (Hijriah), di mana umat muslim di dunia berlomba-lomba untuk mengamalkan puasa Rajab..

Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya di surga ada sungai berwarna Rajab, warnanya lebih putih daripada susu, rasanya lebih manis daripada madu.

Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Nabi Muhammad SAW menganjurkan dan membolehkan umat Islam untuk memperbanyak puasa di bulan Rajab.

Berikut ini bacaan niat puasa sunnah Rajab yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin dan artinya:

Niat Puasa Rajab Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّهِ تَعَالى

Niat Puasa Rajab Latin:

“Nawaitu shouma syahri Rajaba sunnatan lillahi ta’aala”

Arti Niat Puasa Rajab:

“Saya berniat puasa Rajab sunnah karena Allah ta’ala.”

Amalan Sunnah Berbuka Puasa

1. Membaca Bismillah dan doa buka puasa

doa buka puasa yang benar
Sumber: viportal.co

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala (yaitu membaca ‘bismillah’).

Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan:

“Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858).

Amalan Sunnah ketika berbuka puasa ialah dengan membaca bismillah lalu kemudian diikuti membaca doa berbuka puasa.

Keutamaan dalam doa selalu diawali dengan bismillah.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

Bismillahirrahmannirrahiim.

Artinya: “Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”

Hal apapun yang akan dikerjakan, seperti hendak berdoa, sholat, makan, minum, dan tidur hendaklah diawali dengan membaca bismillah tentu akan mendapatkan pahala yang berlimpah.

Dari Wahsyi bin Harb dari ayahnya dari kakeknya bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ »

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?”

Beliau bersabda: “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.”

Beliau bersabda: “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (HR. Abu Daud no. 3764, hasan).

Dengan mengucap bismillah, dapat mengingatkan kita akan kebesaran serta kasih sayang-Nya.

Dan keistimewaan lainnya dalam mengucapkan bismillah ialah dapat menjadi pembuka pintu rezeki dan menghindari gangguan setan.

2. Menyegerakan berbuka puasa

doa buka puasa ramadhan yang shahih
Sumber: fabfit.co.id

Ada tiga perkara dalam ajaran Islam yang wajib disegerakan. Perkara tersebut adalah shalat, berbuka puasa, dan menikah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957, Muslim no. 1098)

Dan dalam sebuah hadis Qudsi, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ: أَحَبَّ عِبَادِى إِلَىَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرَا.

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling cepat berbuka.” (HR. At-Tirmidzi)

Menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu Sunnah dari Rasulullah.

Apabila azan Maghrib sudah berkumandang, yang merupakan tanda sudah waktunya untuk berbuka puasa, maka janganlah menunda-nunda untuk membatalkan puasa.

Selain mendapatkan pahala ketika menyegerakan berbuka puasa, hal tersebut juga lebih utama untuk dikerjakan daripada menjalankan ibadah-ibadah yang lainnya, termasuk diantaranya menjalankan ibadah sholat maghrib.

لَا تَزَالُ أُمَّتِى عَلَى سُنَّتِى مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُجُوْمَ

“Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa.” (HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275)

3. Berbuka dengan kurma atau seteguk air putih

doa buka puasa ramadhan sesuai sunnah
Sumber: sayidaty.net

Berbuka puasa dengan kurma ataupun seteguk air putih merupakan salah satu Sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah.

Sesuai dengan hadis:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاء

“Dari Anas bin Malik, ia berkata :

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.”

Anjuran berbuka puasa dengan kurma atau seteguk air putih memang memiliki manfaat yang bagus untuk kesehatan.

Kurma adalah salah satu buah yang kaya akan serat, sehingga dapat mengurangi rasa lapar ketika berbuka puasa walaupun hanya dengan mengkonsumsi 7 buah kurma.

Kurma kaya akan gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Meskipun berbuka puasa dengan kurma, tubuh kita tetap mendapatkan pasokan energi yang cukup.

Sedangkan air putih dapat mendinginkan lambung setelah satu harian tidak terisi apapun.

Setelah makan kurma dan minum air putih, kita dapat melanjutkan ibadah sholat Maghrib.

Baru setelah itu dapat memulai makan dengan porsi yang cukup.

4. Berbuka dengan secukupnya

doa buka puasa yang shahih
Sumber: dailyhotels.id

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

مَا مَلأَ ابْنُ آدَمَ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسَبِ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ فَاعِلاً فَثُلُثُ لِطَعَامِهِ وَثُلُثُ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

“Tidak ada tempat paling buruk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya.

Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya.

Kalaupun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR. Ahmad, an-Nasa’i dan At-Tirmidzi).

Ketika berbuka puasa, hendaklah kita untuk tidak berlebihan dalam makan dan minum serta tidak melupakan adab, baik ketika makan ataupun minum.

Adab makan dan minum yang benar sesuai Sunnah Rasulullah adalah makan ataupun minum tidak berdiri, tidak sambil berbicara ketika mulut penuh dengan makanan, mengambil makanan secukupnya dari makanan yang berada dekat dengan posisi duduk.

Berbuka puasa dengan duduk bersama keluarga merupakan salah satu cara untuk mempererat hubungan kekeluargaan, sambil bersyukur mengucap doa atas rezeki yang halal serta kesehatan yang diberikan sehingga dapat berkumpul bersama.

Makan dengan porsi yang cukup ketika berbuka puasa sangat baik untuk kesehatan.

Apalagi setelah berbuka puasa, kita hendak menunaikan sholat wajib dan sholat tarawih ketika bulan ramadhan.

Apabila makan dengan porsi banyak hingga kekenyangan bisa jadi kita melalaikan sholat fardhu.

Melalaikan sholat ketika puasa merupakan kerugian yang besar, sebab ketika puasa pahala kita dilipat gandakan serta dihapuskan segala dosa bertahun-tahun yang lalu.

5. Berdoa ketika sedang berbuka puasa (mustajabnya doa)

doa buka puasa ramadhan yang benar
Sumber: says.com

Dari Abdullah bin ‘Amr al-‘Ash berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya bagi orang berpuasa, pada waktu berbuka tersedia doa yang makbul, diantaranya dengan membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَلِيْ

“Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu.” (HR. Ibnu Majah)

Memperbanyak doa ketika berbuka puasa merupakan salah satu waktu mustajabnya doa, sebab Allah mencintai umat-Nya yang rajin berdoa sebagai pengingat keberadaan-Nya.

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396).

6. Bersedekah dengan memberi makanan berbuka

doa buka puasa ramadhan dan artinya
Sumber: m.123ru.net

Bersedekah dengan memberi makanan berbuka termasuk salah satu Sunnah yang sering dikerjakan oleh Rasulullah.

Wanita yang berhalangan untuk mengerjakan puasa, dengan bersedekah makanan berbuka dapat menambah keberkahan serta pahalanya hampir sama dengan orang yang mengerjakan puasa.

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192)

Selain mempererat silaturahmi, berbagi makanan berbuka puasa dapat juga dijadikan sebagai ajang pengingat diri.

Diluaran sana, mungkin ada banyak orang yang kurang mampu, yang berbuka dengan seadanya.

Dan alangkah baiknya jika kita mampu maka kerjakanlah bersedekah itu.

Amal dari bersedekah pun tidak akan putus di hari itu saja, serta orang yang menerima sedekah tersebut pun akan mengenang kebaikan tersebut serta mendoakan kita.

Begitu pula sebaliknya, jika ada yang memberi/berbagi/bersedekah makanan berbuka puasa kepada kita, maka balaslah kebaikannya dengan cara bersedekah pula.

Tetapi jika tak mampu untuk membalasnya, cukup dengan doa yang tulus.

“Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.” (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih).

Adapun dengan membaca doa Sunnah ini:

“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii”

Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku”. (HR. Muslim no. 2055)

Lalu bagaimana jika kita berbuka puasa ditempat orang lain, kerabat ataupun tetangga dekat?

Maka balaslah jua dengan cara yang sama yaitu dengan mengundangnya berbuka puasa bersama di rumah.

Apabila tidak mampu membalasnya, maka doakanlah hingga kau merasa yakin doamu itu sudah mampu membalas kebaikannya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

“Afthoro ‘indakumush shoo-imuuna wa akala tho’amakumul abroor wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah.”

“Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo’akan agar kalian mendapat rahmat.” (HR. Abu Daud no. 3854 dan Ibnu Majah no. 1747 dan Ahmad 3/118, shahih)

7. Berdoa ketika menikmati susu saat berbuka puasa

doa buka puasa dan niat puasa
Sumber: m.rediff.com

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ. وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

“Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa:

“Allaahumma baarik lanaa fiihi wa ath’imnaa khoiron minhu”.

(Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya).

Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa:

“Allaahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu”

(Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya).

Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.” (HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322, hasan)

Berbuka puasa dengan susu merupakan salah satu amalan Sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah.

Ketika menikmati segelas susu, jangan lupa untuk berdoa atas rezeki yang telah diberikan.

“Tiga hal yang tidak boleh ditolak jika diberi; bantal, minyak wangi, dan susu” (HR. Tirmidzi)

“Dihidangkan kepada Nabi pada malam ketika beliau di-isra’-kan, di Iliyya, dua gelas terdiri dari khamr dan susu.

Beliau memandang keduanya lalu mengambil susu. Maka Jibril berkata kepada beliau,

‘Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkanmu kepada fitrah. Seandainya engkau mengambil khamr, niscaya umatmu akan tersesat” (HR. Bukhari 5202, Muslim 3758)

8. Minum dengan 3 nafas disertakan membaca bismillah

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa minum dengan tiga nafas.

Jika wadah minuman didekati ke mulut beliau, beliau menyebut nama Allah Ta’ala.

Jika selesai satu nafas, beliau bertahmid (memuji) Allah Ta’ala.

Beliau lakukan seperti ini tiga kali.” (Shahih, As Silsilah Ash Shohihah no. 1277).

Makan dan minum secara perlahan dengan mengucap Alhamdulillah pada setiap tarikan nafas yang merupakan kebiasaan Rasulullah yang patut untuk ditiru.

Adapun dengan itu merupakan tata cara makan yang baik sesuai dengan adabnya sehingga dapat mendatangkan pahala.

9. Berdoa sesudah makan

“Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum.” (HR. Muslim)

Makanan adalah rezeki dari Allah dan wajib bagi kita untuk mensyukurinya atas kenikmatan dan Kuasa-Nya tersebut dengan doa.

Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan:

“Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin”

(Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi)

10. Tetap sholat tepat waktu

doa buka puasa sesuai sunnah nabi
Sumber: elliswhittam.com

Sama halnya dengan menyegerakan berbuka puasa, sholat wajib pun juga harus segera dikerjakan apabila sudah membatalkan puasa.

Sholat magrib merupakan sholat wajib, yang mana jika ditinggalkan akan mendapat dosa.

Setelah mengetahui doa berbuka puasa sesuai dengan Sunnah, serta macam-macam puasa wajib maupun Sunnah, semoga dapat memotivasi kita untuk mengamalkannya dengan sebaik-baiknya baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya.

Doa Sholat Dhuha

Desi Dian
7 min read

Sholawat Nabi

Desi Dian
7 min read

Idul Adha

Siva Nur Ikhsani
20 min read

Doa Qunut

Desi Dian
8 min read

Ayat Kursi

Desi Dian
8 min read

Asmaul Husna

Desi Dian
11 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *