Antropologi: Pengertian, Ruang Lingkup, Teori & Perkembangan

Antropologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang manusia. Tujuannya untuk menggambarkan manusia dengan cara mempelajari sejarah, ilmu sosial, ilmu hayati dan humaniora. Memahami tentang antropologi tidak cukup jika hanya mengetahui definisinya saja.

Yuk, kita bahas lebih jauh tentang pengertian antropologi, perkembangan, teori dan seluk beluk yang ada di dalamnya.

Pengertian Antropologi

Gambar Pengertian Antropologi Secara Umum
futurecdn.net

a. Secara Umum

Pengertian antropologi secara umum diartikan sebagai suatu cabang ilmu sosial yang membahas tentang budaya masyarakat. Kata antropologi secara terminologi berasal dari bahasa Yunani yakni “anthropos* yang artinya manusia dan “logos” yang artinya ilmu. Sehingga secara harfiah antropologi didefinisikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang manusia mencakup keanekaragaman fisik serta kebudayaannya. Melalui antropologi diharapkan dapat mempelajari perilaku manusia dalam bermasyarakat dengan memadukan integrasi antara tujuan biologi dan sosial budaya di kehidupan.

b. Menurut Para Ahli

Ada beberapa ahli yang juga menyampaikan tentang pengertian antropologi menurut pandangan masing-masing, diantaranya sebagai berikut:

1. William A. Haviland

William A. Haviland mendefinisikan antropologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang umat manusia untuk mengetahui perilakunya dan memperoleh pemahaman tentang keragaman hidup secara lengkap dalam kehidupan bermasyarakat. Haviland juga menyampaikan bahwa antropologi dibagi menjadi dua cabang besar yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya.

2. David E. Hunter Hubel

David Hunter Hubelmemiliki pendapat yang lebih singkat tentang pengertian antropologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang manusia secara tidak terbatas.

3. Koentjaraningrat

Koentjaraningrat adalah tokoh ahli Antropologi Indonesia yang mendefinisikan antropologi sebagai studi untuk mempelajari berbagai warna dan bentuk fisik. Menurut Koentjaraningrat , ada 5 pokok permasalahan yang dibahas dalam studi antropologi diantaranya:

  • Masalah sejarah untuk mempelajari perkembangan manusia sebagai makhluk biologis
  • Masalah sejarah untuk mempelajari manusia yang dipandang dari segi bentuk dan ciri-ciri fisik
  • Masalah persebaran untuk mempelajari beragam bahasa yang digunakan oleh manusia dalam kehidupan bermasyarakat di seluruh dunia
  • Masalah perkembangan untuk mempelajari warna kebudayaan umat manusia di seluruh dunia
  • Masalah dasar-dasar dan warna kebudayaan di masyarakat serta suku-suku di seluruh dunia

4. Rifhi Siddiq

Rifhi Siddiq mendefinisikan antropologi sebagai ilmu yang mempelajari serta mendalami kehidupan manusia dari berbagai aspek. Di dalamnya meliputi studi Tentang ilmu pengetahuan, norma, kebudayaan, konsepsi, teknologi, tradisi, seni, linguistik, serta kelembagaan.

5. Roger Keesing

Tidak jauh berbeda dari pendapat Roger Keesing yang menyatakan antropologi sebagai suatu kajian tentang manusia. Menurutnya, pengertian antropologi mengacu pada suatu usaha untuk memahami hakikat manusia, bukan hanya sekedar menafsirkannya saja.

6. Ariyono Suyono

Seorang ahli antropologi bernama Ariyono Suyonomenyampaikan pengertian antropologi sebagai suatu ilmu untuk mencapai pemahaman tentang makhluk hidup dengan mempelajari ragam warna, bentuk fisik, kepribadian, kebudayaan dan masyarakat.

7. Prof. Dr. Harsojo, SU, M.Sc

Prof. Dr. Harsojo, SU, M.Sc mengartikan antropologi sebagai pengetahuan untuk mempelajari manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

8. Zerhun Dodda Doffana

tidak jauh berbeda dari pengertian-pengertian sebelumnya, antropologi menurut Zerhun Dodda Doffanaadalah studi untuk mendalami aspek mengenai manusia.

9. Mario Blaser

Seorang ahli ini juga menyampaikan antropologi sebagai usaha untuk mempelajari dan meneliti kehidupan manusia dari segi kebudayaannya. Mario Blaser juga menekankan bahwa manusia bukan makhluk yang berasal dari monyet, sehingga ia menentang teori Darwin.

10. Melville J. Herskovits

Herskovits mengemukakan antropologi sebagai usaha untuk mempelajari manusia dan seluk-beluk kehidupannya.

Sejarah

Gambar Sejarah dan Pengertian Antropologi
techcrunch.com

Setelah membahas tentang pengertian antropologi, mari kita singgung terlebih dahulu secara singkat tentang sejarah antropologi yang perkembangannya dibagi menjadi 4 fase menurut Koentjaraningrat berikut ini:

a. Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an)

Fase pertama dimulai sekitar abad ke-15 sampai ke 16 Ketika bangsa Eropa banyak yang menjelajahi dunia. Dalam penjelajahan tersebut mereka menemukan hal-hal baru seperti suku-suku asing dan mulai mencatatnya sebagai jurnal perjalanan. Mereka mencatat ciri-ciri fisik, susunan masyarakat, kebudayaan, serta bahasa dari setiap suku yang mereka temui.

Dari fase inilah orang-orang tersebut mulai mengenal tentang bahan etnografi atau suatu deskripsi tentang bangsa-bangsa. Sejak saat itu, mulai banyak pelajar-pelajar di Eropa yang tertarik untuk mempelajari tentang bahan etnografi yang sangat identik dengan antropologi

b. Fase Kedua (tahun 1800-an)

Fase ke-2, bahan-bahan etnografi mulai disusun sebagai suatu karangan yang berlandaskan cara berpikir evolusi masyarakat. Disini antropologi bertujuan secara akademis untuk studi kontemporer mengenai ras manusia. Meskipun pada saat itu para pengumpul bahan etnografi masih menganggap bangsa Eropa lebih unggul daripada suku atau ras bangsa lain.

Dalam fase ini, juga sudah mempelajari tentang sejarah pemukiman manusia, klasifikasi bahasa, serta membandingkan antara masyarakat primitif dan kuno. Tujuannya agar dapat mengetahui tentang penyebaran kebudayaan manusia.

c. Fase Ketiga (awal abad ke-20)

Memasuki fase ketiga, bangsa Eropa mulai membangun koloni di benua lain seperti Afrika, Australia, Amerika dan Asia. Awalnya mereka mendapatkan perlawanan dari suku bangsa setempat, tapi dengan bahan-bahan etnografi mereka berhasil mempelajari kelemahan dan kebiasaan suku asli untuk kepentingan pemerintahan kolonial.

d. Fase Keempat (setelah tahun 1930-an)

Fase ke-4, perkembangan antropologi dinilai semakin pesat. Pada fase ini ada banyak perubahan tentang tujuan mempelajari antropologi pasca terjadinya perang dunia ke-2. Ilmu antropologi tidak hanya memperhatikan proses-proses perubahan penduduk pedesaan di luar Eropa, tapi juga suku-suku yang ada di daerah pedalaman seperti suku bangsa Flam, Soami dan Lapp

e. Di Indonesia

Ilmu atau studi tentang antropologi pertama kali dipelajari di Indonesia oleh para cendekiawan Belanda sebelum Perang Dunia 2. Namun pasca kemerdekaan, para antropolog Belanda mulai digantikan oleh antropolog dari Amerika Serikat. Cendekiawan dari Amerika Serikat mempunyai ketertarikan tinggi pada Asia Tenggara pasca terjadinya perang dunia. Kemudian pada tahun 1950, di Universitas Indonesia pertama kali memperkenalkan antropologi sebagai mata kuliah tambahan untuk fakultas sastra dan fakultas hukum.

Meskipun pada awal-awal penggunaan mata kuliah antropologi Ini menimbulkan pro dan kontra karena ada yang menyukai ilmu tersebut tapi banyak juga yang tidak menyukainya. Antropologi di negara berkembang masih dianggap tabu pada saat itu. Memasuki tahun 1983 hingga 1984, program studi antropologi di Universitas Indonesia mulai dipindahkan ke fakultas Ilmu Sosial/ Politik. Sementara di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Cenderawasih, program studi antropologi sudah didirikan sejak tahun 1962.

Tujuan dan Fungsi

Gambar Tujuan Fungsi dan Pengertian Antropologi
britannica.com

a. Fungsi

Mempelajari antropologi berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan seputar ilmu sosial, humaniora, biologi dan fisik. Fungsi lainnya, untuk mengembangkan pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan manusia secara biologis maupun sosiokultural.

b. Tujuan

Sementara tujuan studi antropologi secara umum untuk mempelajari kehidupan manusia guna membangun masyarakat itu sendiri. Melalui studi ini diharapkan kita dapat mempelajari tentang problema yang ada di masyarakat dan mengambil suatu inisiatif untuk pemecahan masalahnya.

Teori-Teori Antropologi

Gambar Teori-Teori dan Pengertian Antropologi
blogspot.com

Perkembangan antropologi tidak terlepas dari teori-teori yang bermunculan, diantaranya sebagai berikut:

a. Teori Evolusionisme Deterministik

Teori yang dikembangkan oleh Lewis Henry Morgan dan Edward Burnet Tylor ini menjadi teori antropologi tertua. Menurut teori ini kebudayaan terjadi karena telah mengalami fase fase atau evolusi yang mengendalikan perkembangan semua kebudayaan manusia. Melalui karyanya yang berjudul Ancient Society, Lewis Henry Morgan menggambarkan proses evolusi dan kebudayaan dengan 8 tahapan universal.

b. Teori Partikularisme

Teori evolusionisme berakhir dan digantikan teori partikularisme yang dipelopori oleh Franz Boas (1858-1942). Boas tidak menyetujui pemikiran tentang hukum universal yang menguasai kebudayaan. Karena menurutnya kebudayaan seharusnya dipahami dari sisi masyarakat dimana unsur tersebut berada meskipun hanya ada satu unsur saja. Berdasarkan teori ini mempunyai pandangan bahwa perkembangan setiap kebudayaan memiliki karakteristik yang sendiri dan tidak bisa digeneralisasikan seperti teori evolusionisme sebelumnya.

c. Teori Fungsionalisme

Teori yang dikembangkan oleh Bronislaw Malinowski (1884-1942) berpendapat bahwa setiap unsur kebudayaan berguna bagi masyarakat di mana unsur tersebut berada. Teori fungsionalisme juga menekankan bahwa perilaku dan kepercayaan merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat sehingga mempunyai peran mendasar dalam kebudayaan yang bersangkutan.

Jenis-jenis Antropologi

Dalam disiplin ilmu antropologi secara umum mempelajari macam macam berikut ini:

a. Antropologi Biologi/Fisik

Gambar Antropologi Biologi dalam Pengertian Antropologi
wikimedia.org

Antropologi biologi juga disebut antropologi fisik, sebagai cabang ilmu yang mempelajari manusia dan bukan manusia dalam ruang lingkup biologis, demografi dan evolusi. Fokus dalam cabang ilmu ini adalah untuk mempelajari faktor biologis dan sosial yang dapat mempengaruhi evolusi manusia dan primata. Di dalamnya dibagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu, contoh diantaranya berikut ini:

  • Paleoantropologi: studi yang mempelajari tentang asal-usul manusia melalui bukti-bukti fosil
  • Somatologi: studi yang mempelajari keragaman manusia dengan cara mengamati ciri-ciri fisiknya
  • Bioarkeologi: studi yang mempelajari tentang manusia melalui analisa sisa-sisa makhluk hidup ( dalam hal ini adalah manusia) yang ditemukan dalam situs situs arkeologi
  • Ekologi Manusia: studi yang mempelajari perilaku adaptasi manusia terhadap lingkungannya melalui perspektif evolusi dan ekologis. Di dalamnya mencakup pemahaman tentang perkembangan fisiologi, fisik dan genetik pada tekanan lingkungan serta variasinya.
  • Paleopatologi: ilmu yang mempelajari tentang penyakit pada masa kuno dengan melakukan pengamatan kondisi patogen pada sisa-sisa jaringan atau tulang. Selain itu juga mengamati gangguan gizi, variasi morfologi pada tulang serta bukti-bukti stres fisik makhluk hidup masa zaman purba.
  • Antropometri: studi yang mengukur, mempelajari dan menganalisis variasi fisik manusia
  • Osteologi/osteometri: ilmu yang mempelajari tentang tulang beserta struktur dan elemen-elemennya. Tujuannya untuk mengidentifikasi dan menganalisis sisa-sisa tulang agar dapat menentukan jenis kelamin, umur, perkembangan serta pertumbuhan manusia.
  • Primatologi: ilmu yang mempelajari tentang primata termasuk perilaku, morfologi dan genetiknya.
  • Antropologi Forensik: suatu ilmu terapan antropologi yang digunakan dalam ruang lingkup hukum atau legal. Umumnya digunakan untuk menganalisis kondisi korban yang tubuhnya sudah tidak utuh akibat rusak, terbakar, terpotong-potong atau lainnya.
  • Antropologi Molekuler: bidang ilmu antropologi yang mempelajari tentang evolusi, migrasi serta persebaran manusia di muka bumi melalui pendekatan molekuler.

b. Antropologi Sosial Budaya

Gambar Antropologi Sosial Budaya dalam Pengertian Antropologi
squarespace-cdn.com

Antropologi sosial adalah cabang ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan kelompok. Sedangkan antropologi budaya merupakan ilmu yang mengamati bagaimana orang-orang memahami dunia di sekitar mereka dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Dalam praktiknya dibagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu berikut:

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Prehistori: mempelajari asal usul perkembangan kebudayaan manusia dimuka bumi sebelum mereka mengenal tulisan.
  • Etnolinguistik antropologi: mempelajari tentang karakteristik tata bahasa dari suku suku bangsa yang ada di muka bumi.
  • Etnologi: studi yang mempelajari tentang kebudayaan manusia dalam kehidupan
  • Etnopsikologi: studi yang mempelajari kepribadian serta peranan seseorang kepada bangsa dalam proses perubahan nilai universal dan adat istiadat yang berpegang pada konsep psikologi.

c. Antropologi Psikologis

Gambar Antropologi Psikologis dalam Pengertian Antropologi
psychologypedia.org

Antropologi psikologi sudah dikenal sejak abad ke-18 yang bertujuan untuk membuktikan pemikiran tentang kehendak bebas, konseptual pikiran, dan jiwa spiritual. Ini sebenarnya merupakan suatu ilmu filsafat yang perkembangannya dipelopori oleh Christian von Wolff.

Di dalamnya meliputi studi untuk memahami tentang teori-teori metafisika atas jiwa dan pikiran yang dapat menjelaskan terkait psikologi empiris untuk diamati atau observasi saja. Selain itu, dalam studi antropologi psikologi ini sering menggunakan istilah kepribadian atau yang disebut dengan culture and personality. Melalui antropologi psikologi ini diharapkan dapat memahami fenomena perkembangan karakter yang terjadi dalam suatu masyarakat.

d. Antropologi Spesialisasi

Gambar Antropologi Spesialisasi dalam Pengertian Antropologi
kevinmd.com

Ada juga jenis antropologi spesialisasi yang dibagi lagi menjadi beberapa keilmuan berikut ini:

  • Antropologi Kesehatan: membahas tentang unsur-unsur budaya yang berpengaruh terhadap penyakit dan kesehatan masyarakat
  • Antropologi Ekonomi: mempelajari ekonomi dalam kehidupan manusia dengan melihat gaya hidup serta sistem pencarian makanannya secara substantif.
  • Antropologi Perkotaan: menggunakan pendekatan antropologi untuk mempelajari tentang masalah di perkotaan
  • Antropologi Kependudukan: ilmu yang mempelajari upaya penanganan masalah-masalah kependudukan dengan melakukan pengamatan terhadap latar belakang serta kondisi sosial budaya masyarakat.
  • Antropologi Pendidikan: cabang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan psikomotorik, afektif dan kognitif dalam menganalisis topik-topik di sekitar antropologi
  • Antropologi Hukum: studi antropologi yang berkaitan dengan norma sosial di mana jika ada pelanggaran yang bertentangan dengan norma sosial maka individu atau kelompok akan diberikan sanksi.
  • Antropologi Sosial: mempelajari dan menganalisis kebudayaan masyarakat dalam suatu etnis meliputi keragaman fisik seperti tradisi, perilaku, nilai-nilai budaya dan lainnya.
  • Antropologi Forensik: menggabungkan ilmu antropologi fisik dengan ondotologi dan osteologi. Penerapannya digunakan untuk mengidentifikasi jenazah.
  • Antropologi Pembangunan: tujuannya untuk membangun masyarakat dan peradaban manusia
  • Antropologi Terapan: bertujuan untuk menemukan solusi atas masalah masalah praktis kehidupan manusia, seperti permasalahan pengangguran, bencana alam, kemiskinan, dan sebagainya.

Pendekatan Antropologi

Gambar Pendekatan dan Pengertian Antropologi
newstatesman.com

Dalam antropologi juga membutuhkan pendekatan pendekatan yang bertujuan untuk mengetahui peristiwa yang dialami oleh manusia agar dapat mengkaji suatu hal secara lebih intensif. Berikut diantaranya:

a. Pendekatan Holistic

Kebudayaan dianggap sebagai suatu unsur holistik yang didalamnya terdapat unsur-unsur yang bisa dipahami dalam keadaan terpisah.

b. Pendekatan Komparatif

Pendekatan yang unik dalam mempelajari antropologi ini bertujuan untuk memahami kebudayaan masyarakat sebelum mengenal baca tulis.

Karena menurut para ahli lebih mudah mempelajari masyarakat kecil yang dinilai lebih homogen daripada masyarakat modern.

c. Pendekatan Historic

Dalam pendekatan antropologi ini berfokus tentang asal-usul unsur kebudayaan karena bersifat khusus dan unik.

Kajian Antropologi

Gambar Kajian dan Pengertian Antropologi
medium.com

Stanley Wahburn menyampaikan bahwa dalam studi antropologi terdiri dari beberapa kajian, diantaranya:

a. Antropologi Ragawi

Antropologi ragawi adalah kajian yang mempelajari tentang evolusi manusia dan keterkaitannya dengan binatang lain. Di dalam kajian ini lebih condong ke arah biologi dibandingkan ilmu sosial.

b. Antropologi Sosial Budaya

Kajian antropologi sosial budaya secara keseluruhan mempelajari tentang akulturasi, perubahan budaya serta difusi kebudayaan yang ada di kehidupan masyarakat.

c. Antropologi Etnografi, Etnologi dan Linguistik

Etnografi mendeskripsikan kebudayaan-kebudayaan yang masih ada dan digunakan hingga sekarang. Etnologi bertujuan untuk menjelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya, sedangkan linguistik berfokus untuk mendeskripsikan bahasa-bahasa yang digunakan di berbagai kebudayaan.

d. Antropologi Prahistori

Bertujuan untuk merekonstruksi asal-usul manusia dengan mencari dan mengumpulkan informasi atau fakta serta unsur kebudayaan lain yang dimilikinya.

Konsep Antropologi

Gambar Konsep dan Pengertian Antropologi
degreequery.com

A. Kebudayaan

Dalam ilmu antropologi, kebudayaan merupakan suatu konsep dasar yang paling esensial. Kebudayaan memiliki karakteristik yang unik seperti tidak dipengaruhi oleh transmisi biologis, bersifat dinamis, bersifat relatif dan mempunyai nilai kepemilikan bersama dalam masyarakat tersebut.

B. Enkulturasi

Konsep antropologi yang mempelajari tentang proses individu ketika memiliki keinginan untuk berperan dalam kebudayaan masyarakatnya sendiri. Enkulturasi umumnya berlangsung sejak individu tersebut masih kecil yang dimulai dari lingkungan keluarganya hingga ke lingkungan masyarakat.

C. Akulturasi

Akulturasi adalah suatu proses pertukaran unsur kebudayaan karena kedua kebudayaan tersebut saling berinteraksi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Akulturasi juga bisa dikatakan sebagai suatu budaya baru tanpa menghilangkan unsur asli dari budaya-budaya terkaitnya.

D. Etnosentrisme

Etnosentrisme merupakan suatu sikap dari masyarakat yang cenderung menganggap budayanya tumbuh daripada budaya lainnya. Konsep ini bersifat negatif karena masyarakatnya yang memandang rendah kebudayaan dari masyarakat lain.

E. Tradisi

Kepercayaan dan tingkah laku yang ada di kehidupan masyarakat dalam jangka waktu yang sangat lama disebut tradisi. Tradisi turut menjadi salah satu konsep penting dalam ilmu antropologi.

F. Ras dan Etnik

Ras digunakan untuk menggambarkan suatu kelompok masyarakat yang mempunyai kesamaan dalam unsur biologis. Sedangkan etnik adalah sekelompok manusia yang merasa mempunyai kesamaan nilai-nilai sosial, identitas, pola perilaku dan unsur budaya.

G. Relativitas Budaya

Konsep yang digunakan untuk menyebut suatu keadaan di mana suatu perilaku dikatakan normal di dalam suatu budaya, tapi dalam budaya lain justru dianggap tidak normal.

Metode Antropologi

Gambar Metode dan Pengertian Antropologi
simonassociates.ne

Penelitian antropologi menggunakan beberapa metode untuk mengembangkan aturan, teori serta generalisasi. Diantara metode-metode berikut bisa digunakan secara bersamaan, atau bisa juga salah satu metode lebih dominan daripada lainnya. Berikut metode metode antropologi yang harus Kamu ketahui:

1. Kelangkaan Metode yang Baku

Antropologi bisa dianggap sebagai suatu ilmu yang masih baru sehingga perlu mempunyai metode penelitian yang jelas dan sistematis.

2. Observasi Partisipan

Observasi adalah metode penelitian antropologi yang dilakukan dengan cara hidup bersama di suatu kebudayaan yang telah diteliti. Mereka atau ahli antropologi tersebut tidak hanya mempelajari budayanya saja, tapi juga meliputi bahasa serta aktif dalam kegiatan di masyarakatnya.

3. Indepth Interview

Metode penelitian ini biasanya dikombinasikan dengan metode observasi, yaitu melakukan wawancara terhadap narasumber yang dikenal dan dianggap mempunyai informasi secara rinci mengenai berbagai aspek budaya yang sedang diteliti.

4. Memperkecil Kesalahan

Metode ini dilakukan dengan cara mengulang observasi atau wawancara untuk melakukan pengecekan ulang dengan narasumber lainnya yang bertujuan agar dapat memperkecil kesalahan.

5. Kecenderungan Menggunakan Metode Tradisional

Penggunaan metode tradisional ini sebagai pengganti kuisioner atau angket tertulis, meskipun sekarang sudah banyak yang mempelajari kelompok masyarakat modern.

Manfaat Mempelajari Antropologi

Gambar Manfaat dan Pengertian Antropologi
youthworkersalliance.com

Setelah membahas secara lengkap tentang pengertian antropologi, sejarah, konsep, hingga metodologi penelitiannya, lalu yang menjadi pertanyaan apa saja manfaat mempelajari antropologi? Adapun beberapa manfaat yang bisa didapatkan melalui studi antropologi diantaranya:

  • Mengetahui pola perilaku manusia dalam kehidupan masyarakat untuk mengembangkan kebudayaan
  • Meningkatkan toleransi dan kesadaran bahwa setiap budaya mempunyai karakteristik yang berbeda
  • Meningkatkan dan memperluas wawasan mengenai karakteristik setiap suku bangsa di bumi
  • Untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan di masyarakat dan bisa mencarikan solusi untuk menyelesaikannya

Akhir Kata

Nah itulah yang bisa Kami sampaikan tentang pengertian antropologi dan seluk beluk yang ada di dalamnya. Melalui penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa studi antropologi tidak bisa dipisahkan dari keilmuan sosial, budaya dan psikologi. Karena bidang-bidang tersebut mempunyai objek penelitian yang sama yakni manusia. Semoga bermanfaat.

Siva Nur Ikhsani

Halo, aku Siva. Selain suka nulis apa saja, aku juga hobi makan dan main game, hehe :)

Update : 21 Juni 2022 - Published : 15 Desember 2020

Tinggalkan komentar