selasar-loader

Apakah tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa LPDP?

LINE it!
Answered Jan 05, 2017

Hana Fitriani
awardee LPDP PK 85

us7CzcZjNTGoEppo8nCkGF2sLkryyTCo.png

Saya adalah awardee beasiswa LPDP batch 3 2016. Namun, saya sudah mengikuti seleksi beasiswa LPDP dua kali. Pertama, saya gagal dan kedua, saya (alhamdulillah) berhasil. Saya coba menjawab dengan merangkum pengalaman gagal dan berhasilnya saya.

Pada intinya, LPDP akan memberikan investasi (dalam hal ini beasiswa) kepada orang yang klik dengan ruh mereka, mempunyai visi yang sama, dan mempunyai potensi besar untuk memberikan return sebaik-baiknya bagi LPDP dan Indonesia (tentu dengan ada batasan kuota jumlah penerima dan persediaan dana juga).

Beberapa lesson learned yang saya dapatkan dari dua kali seleksi saya tentang LPDP adalah sebagai berikut.

1. LPDP adalah Investor

Kali kedua saya mengikuti seleksi LPDP, hal penting yang saya perbaiki adalah mindset beasiswa. Saya memperbarui pandangan saya bahwa LPDP selayaknya investor. Dia akan memberikan suntikan dana hingga 1 miliar per tahun untuk awardee-nya. Selayaknya investor, LPDP akan memberikan dana kepada orang-orang yang mempunyai peluang besar untuk memberikan keuntungan balik bagi LPDP, apalagi dengan investasi dana yang cukup besar. Keuntungan intangible yang diinginkan LPDP adalah potensi berkontribusi dan menjadi pemimpin yang baik di Indonesia. Dengan memiliki mindset ini, saya bisa mengetahui poin-poin prioritas yang perlu saya gali lebih dalam.

2. Penting?

Setelah memahami proses pemberian beasiswa dari kacamata pemberi dana, saya menakar apakah rencana S2 saya adalah investasi yang bagus untuk Indonesia dan apakah ilmu dan diri saya bisa jadi suatu hal yang bermanfaat untuk sesama dalam jangka waktu dekat. Pada dasarnya, hampir semua ilmu penting dan akan bermanfaat untuk diterapkan di Indonesia. Namun, pada kenyatannya, tidak semua ilmu bisa dan mendesak untuk diterapkan di Indonesia, entah karena masyarakat yang belum siap atau kondisi sebenarnya masih tidak memungkinkan, dsb.

Pada awalnya, sangat sulit untuk menjawab dan meyakinkan diri sendiri bahwa ilmu yang akan saya tekuni benar-benar penting untuk pelaku UKM Indonesia. Apalagi, mengingat kebanyakan UKM sudah bisa menggunakan Facebook, Instagram, dan e-commerce untuk keperluan dagang mereka. Kemudian, saya melakukan banyak pencarian di internet tentang UKM dan potensi digital marketing di Indonesia. Saya mendapatkan data tentang jumlah UKM dan kontribusi terhadap GDP, kondisi UKM yang sudah go digital, prioritas pemerintah pada UKM, dll.

Dari pencarian itu, saya menghubungkan berbagai informasi dan akhirnya menyimpulkan bahwa bidang studi ini penting melihat kondisi UKM saat ini yang berpotensi tinggi namun tidak optimal. Selain itu, hal ini juga sejalan dengan roadmap pemerintah.

Tujuan dari pencarian ini adalah mencari tahu apakah jalan yang ditempuh memang penting sesuai dengan kondisi saat ini, bukan berdasarkan asumsi semata. Oleh karena itu, sangat penting untuk tahu dengan detail bagaimana yang terjadi di masyarakat sekarang dan potensi di masa depan.

3. Mencari Jalan Terbaik

Setelah mengetahui latar belakang dan kondisi di masyarakat Indonesia, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana jalan paling efektif untuk menyelesaikan masalah yang ada? Berhubung saya berada dalam konteks LPDP, apakah perlu menempuh S2/S3? Jika ya, kampus mana yang terbaik dan mengapa? Negara mana yang terbaik?
Sebisa mungkin, adakan perbandingan satu kampus dengan kampus lainnya. Bandingkan kampus-kampus tersebut dengan melihat kurikulum, dosen-dosen, dan spesialisasinya. Selain itu, perhatikan juga negara tujuan, apakah negara tersebut menunjang perkembangan ilmu tersebut?

4. Mau Ke Mana?

Tidak hanya poin tentang kampus dan pilihan bidang studi, rencana ke depan setelah menyelesaikan studi juga menjadi sangat penting untuk dipersiapkan. Investasi dana 1M dari pemberi beasiswa akan berjalan tidak optimal apabila tidak ada perencanaan yang matang.

Rencana ke depan mencakup apa yang akan dikerjakan, di mana akan bekerja, serta bagaimana berkontribusi dengan ilmu yang sudah dimiliki setelah lulus kuliah. Menentukan rencana setelah kuliah sebisa mungkin spesifik dengan nama rencana tempat bekerja, sehingga bisa lebih meyakinkan karena sudah ada basisnya. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan mengenai prospek karier bidang studi tersebut di Indonesia, di sektor mana saja ilmu itu diperlukan, dan bagaimana memberikan manfaat bagi masyarakat melalui jalur yang ditempuh.

5. Tuhan yang Menentukan

Pada akhirnya, memang Tuhan yang menentukan. Usaha lain yang tidak kalah penting yang saya lakukan adalah memohon doa restu dari suami dan orang tua. Alhamdulillah, setelah dipastikan beberapa kali, suami dan orang tua saya sangat mendukung langkah yang saya ambil. Selain itu, bersama dengan keluarga, kami berbagi rezeki dengan orang-orang yang membutuhkan serta meminta doa dari mereka.

Pelajaran penting yang ingin saya bagi adalah dukungan orang terdekat dan sedekah merupakan senjata yang cukup ampuh untuk mendorong doa-doa kita.

 

Ilustrasi via ugm.ac.id

443 Views
Fajri Muhammadin

Salam kenal Mbak Hana... Kenalkan, saya Fajri M. Muhammadin dari PK 2 tahun 2013 dulu, inshaaAllah minggu depan berangkat S3 untuk beasiswa lanjutan. Banyak pengalaman saya sudah tidak relevan lagi sekarang, tapi mungkin ada satu dua hal yang bisa saya tambahkan.  Jan 6

Hana Fitriani

Salam kenal Mas Fajri, sepakat banget dengan insight dari Mas Fajri :)  Jan 6

Rahmi Kasri

Sepakat:) nah untuk meyakinkan investor ini, datanglah dengan CV yang baik dan rapi:) jejerin pengalaman2 organisasi, penghargaan2, karya2 tulis, jaringan profesional/social cultural yang kita miliki, dst.

Yg lebih penting adalah kenapa diri kita yg pantas menerima lpdp. Bukan krn hasil studi kita akan abcd tetapi krn diri kita akan menggunakan abcd itu dengan cara A melalui jaringan B dst. Nilainya lebih ada di diri kita, bukan di jurusan/kampusnya. Cari nilai baik di diri kita, pasti ada (Saya jg penerima LPDP).
  Jan 6

Hana Fitriani

Nice Mbak Rahmi, salam kenal :)  Jan 6

Write your answer View all answers to this question