selasar-loader

Apa manfaat menuangkan pikiran/isi hati ke dalam tulisan bagi Anda?

Last Updated Apr 4, 2017

Bagi sebagian orang, menulis bisa membuatnya merasakan kenikmatan tersendiri sampai-sampai rasanya gelisah kalau tak menulis dalam jangka waktu agak lama.

8 answers

Sort by Date | Votes
Febrina Rachmayanti
Literature and a touch of make-up

-JhMBmpw-4DwIPPB94a0PPBgMW2Q0YxS.jpg

via hipwee.com (FR)

Menuangkan pikiran maupun isi hati pada tulisan banyak manfaatnya. Salah satu manfaatnya adalah kondisi emosional yang akan terlatih. Mengapa? Hal tersebut disebabkan ketika kita menuangkan segala pikiran dan isi hati kita ke tulisan, otomatis, kita juga menuangkan segala yang kita rasakan dalam benak kita. Apakah itu perasaan sedih, senang, kecewa, marah, atau yang lainnya. Namun, walaupun kita merasa bebas dalam menuangkan segala isi pikiran kita, kita harus tetap mengontrol hal tersebut. Sesuatu yang berlebihan tentunya berdampak buruk bagi diri sendiri maupun lingkungan. Oleh karena itu, penuangannya harus disesuaikan dengan kadarnya. Boleh mencurahkan segalanya, namun agar esensi manfaat tersebut tidak berkurang, harus selalu dikontrol penggunaannya.

Answered Apr 4, 2017

SpAG8MuT5TvfLFMzxkEJgsioJVRjdO7l.jpg

via bsu.edu (FR)

Kalau merujuk pada buku "Men are from Mars, Women are from Venus", menulis merupakan salah satu cara komunikasi yang ampuh guna menyampaikan apa yang mungkin tidak dapat ditumpahkan melalui lisan. Hal inilah yang setidaknya menjadikan menulis merupakan cara yang cukup solutif dalam membangun relasi baik intrapersonal maupun interpersonal. Kebiasaan inilah yang akhirnya diakomodasi dalam linimasa media sosial yang 80%-nya pasti memiliki cerita tulisan yang ingin disampaikan seseorang kepada publik. Menulis adalah identitas.

Answered Apr 6, 2017

Hasil gambar untuk menulis

Sumber gambar via http://www.si-pedia.com/ (SUM)

Setiap orang memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda-beda. Ada orang yang memiliki kepribadian introvert (tertutup), ada pula yang ekstrovert (terbuka). Bagi sebagain orang yang tertutup, ia akan tidak mudah menceritakan permasalahan dalam kehidupannya kepada orang lain. Mereka akan cenderung memilih untuk menyimpannya sendiri dan memikirkannya seorang diri.

Sebagai solusinya, seseorang yang tertutup dapat menuangkan pikirannya ke dalam sebuah tulisan. Mereka bisa menuliskan permasalahan hidup yang mereka hadapi ke dalam sebuah tulisan. Mereka dapat menuangkan dalam sebuah diary, cerita, puisi, novel, dan sebainya. Hal ini selain dapat mengurangi beban dalam pikirannya, juga dapat membuat mereka mendapatkan keuntungan dari hasil tulisannya, jika tulisannya dimuat dalam surat kabar atau diterbitkan untuk diperjualbelikan.

Saya teringat perkataan dari seorang dosen saya. Beliau mengatakan bahwa seseorang boleh mendapatkan ilmu setinggi-tingginya. Akan tetapi, jika seseorang itu tidak menuliskan dalam sebuah tulisan, maka akan sia-sia saja ilmu yang didapatkannya. Pesan yang saya dapatkan dari pesan beliau adalah bahwa dengan menulis, seseorang dapat menyebarkan ilmu yang ia dapatkan kepada orang lain. Ilmu yang dimaksud di sini bukan hanya ilmu pengetahuan secara umum tetapi juga ilmu tentang pengalaman hidup. Selain itu, hal yang penting juga dari sebuah tulisan adalah bahwa tulisan dapat menjadi dokumentasi pengalaman hidup sehingga dapat diturunkan kepada anak-cucunya kelak. 

Answered Apr 7, 2017
Syaifuddin Sayuti
Happy Holiday...

Hasil gambar untuk MENULISLAH

Sumber gambar via https://www.kitamuda.id/ (SUM)

Menulis itu adalah pelepasan. Melepaskan "kesumpekan" hidup. Dan dengan menulis seseorang bisa "menancapkan tanda" dalam kehidupan. Maka, jika Anda ingin dianggap oleh dunia, menulislah.

Answered Apr 8, 2017
Yati Haryati
Guru Honor Yayasan :-)

saSw48HO6vjsMoNBvi5rwkLtC1pjSZzG.jpg

Menulis adalah cara bagaimana menuangkan isi hati dan pikiran dalam bentuk rangkaian kata, dengan menulis beban pikiran yanga ada di hati jadi plong daripada curhat ke orang yang salah lebih baik dituangkan rasa gelisah dan gundah gulana dalam bentuk rangkaian kata  :-)

Answered Apr 8, 2017
Annisa Sri Aulia Mutiara
Pecinta sepakbola. Penikmat sastra.

twbLjeX31CGBD620vfXMquG0NHXaPK34.jpg

Saya adalah orang yang terbilang suka berbicara dan senang bergaul. Meskipun begitu, tidak melulu saya bisa menceritakan segala pikiran dan isi hati saya kepada semua orang. Di balik sisi ekstrovert saya, tentu tetap ada beberapa hal yang menganggu pikiran dan hanya bisa saya pendam. Ketika mengalami hal seperti itu, pelarian saya adalah menulis. Dengan menulis, saya bisa mencurahkan apapun perasaan yang sedang saya rasakan. Saya bisa bercerita apa saja, bebas dan lepas.

Manfaatnya tentu saya akan merasa lebih tenang setelah menulis. Beban pikiran terasa berkurang dan biasanya saya akan mendapatkan mood positif kembali setelah menulis.

 

sumber gambar: www.gradschools.com

Answered Apr 22, 2017
ihkam aufar
ihkamaufar

PGIYhMYOlbKN0MBbJs4cAiK1PvbLGQAe.jpg

Bagi saya menulis menjadi semacam cara saya untuk merapikan berbagai hal, mulai dari kenangan, pemaknaan, sampai pada letupan perasaan yang barangkali saat kejadian/momen dalam tulisan itu terjadi memiliki dampak yang sebesar itu bagi hidup saya pribadi.

Yang menarik saya belakangan juga sedang merapikan tulisan, sampai di titik saya memilih menempatkan tumblr sebagai wadah ceracau, Wordpress sebagai tempat tulisan ringan, dan website resmi sederhana saya sebagai sebuah "puncak" dari pemaknaan atau pikiran saat itu.  khusus untuk wordpress dan website saya memang masih dalam proses merapikan sekaligus mengisi kembali, tapi bahkan manfaat ketika itu terjadi bagi saya pribadi ternyata cukup signifikan, 

Saya jadi lebih mudah, dan akhirnya menciptakan kelegaan tersendiri saat saya telah melepaskan suatu tulisan saya entah di tumblr, wordpress ataupun website saya. lega dengan rasa yang berbeda ditiap tempatnya. 

Answered Apr 22, 2017

Hasil gambar untuk menulis diary

Sangat penting sebagai dokumentasi sekaligus catatan yang bisa saya buka sewaktu-waktu di saat sedang sedih, butuh inspirasi atau melihat apakah saya pernah mengalami masalah yang sama atau lebih berat di masa lalu. Saya lebih suka menulisnya dalam buku harian walaupun sudah ada teknologi blog saat ini.

Gambar via blogspot.com

Answered May 9, 2017