selasar-loader

Apa risiko terlalu sering meminum kopi?

Last Updated Apr 4, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Saverinus Suhardin
Ners, Pembaca, Penulis, Pengajar

sf3aS7vhf_2cUdT_1hqQGZ5KjluckFOD.jpg

Saya merupakan penikmat kopi cukup lama. Kalau tidak salah, saya mulai menikmati kopi sejak SMA. Kata 'menikati' itu mengandung makna tiap hari minum kopi. Kalau sehari tidak minum, dalam mulut terasa kurang enak. Selain itu, kepala cenderung terasa pusing. Begitu minum kopi lagi, langsung bersemangat kembali.

Masa sebelum itu, minum kopi hanya pada saat tertentu saja. Misalnya saat bertamu ke rumah orang atau sedang mengikuti suatu acara. Malahan, saat SD saya dilarang keras oleh orang tua untuk minum kopi.

Saya belum tahu apa alasan mereka (orang tua) melarang. Saya menduga agar persediaan kopi di rumah tidak cepat habis. Yang jelas, setiap kali mau minum kopi, orang tua saya kompak mengatakan, "Jangan minum kopi, nanti kamu bodoh!".

Saya tidak tanya lagi kenapa kopi bisa bikin bodoh. Saya turuti saja apa yang dikatakan orang tua. Lagian, orang tua mana yang mau mencelakakan anaknya sendiri. Kalau pun saya tanya, belum tentu saya mendapat jawaban yang baik. Jawaban dengan nada marah, sudah pasti.

Baik, kita kembali ke masa setelah SMA. Saya semakin menggilai kopi. Frekuensi semakin meningkat. Kalau biasanya sekali sehari, saat itu bisa 2 bahkan lebih tiap harinya. Apalagi saat mengerjakan tugas kuliah, kopi merupakan salah satu komponen yang harus ada.

Setelah lulus kuliah, kebiasaan minum kopi terus saya lakoni. Saya betul-betul menikmati kegiatan tersebut. Itulah kenapa saya selalu menelepon ke kampus agar rutin dikirimi kopi. Saya takut kalau persediaan kopi di rumah habis.

Hingga sebulan yang lalu, saya mulai merasakan efek yang tidak diinginkan. Memang belum jelas, apakah gejala yang saya rasakan itu akibat minum kopi atau bukan. Tapi, jika sore harinya saya minum kopi, maka gejala tersebut akan muncul saat malam menjelang tidur.

Saya merasakan lambung penuh,sehingga selalu berserdawa. Selain itu, saya juga merasakan jantung berdebar-debar serta perasaan tidak enak (cemas). Kondisi itu membuat saya kesulitan tidur hingga subuh. Biasanya, jam 05.00 baru bisa tidur. Sayangnya, jam 06.00 harus terbangun lagi karena lingkungan sudah ramai. Terpaksa harus absen kerja. Tidak mungkin saya masuk kerja dengan stamina yang loyo, wajah kusut,  dan mengantuk. 

Semenjak itu saya berhenti total minum kopi. Perlahan, gejala-gejala yang saya alami mulai berkurang. Saya semakin yakin kalau semuanya itu disebabkan minum kopi. Mungkin tubuh saya sudah tidak mampu lagi memberi kompensasi terhadap akumulasi kafein yang berlebih dalam tubuh.

Kondisi yang saya alami tersebut senada dengan hasil penelitian Intan dan Kuarniawaty (2016), dimana kopi dapat menyebabkan orang hipertensi. Menurut penjelasan mereka, kandungan kafein yang ada dalam kopi dapat memicu produksi hormon adrenalin. Efek peningkatan hormon adrenalin itulah yang menyebabkan peningkatan sekresi asam lambung (timbul gejala serdawa); peningkatan tekanan darah (timbul gejala jantung berdebar-debar), dan peningkatan aktivitas otot (timbul gejala cemas dan berkeringat).

Perlu diingat, efek di atas terjadi bila kandungan kafein terlalu banyak sehingga tidak bisa dikompensasi oleh tubuh sendiri. Selain itu, mungkin ada hubungan juga dengan lamanya waktu minum kopi (peminum kopi bertahun-tahun).

Baiklah selaser sekalian, itulah pengalaman saya terkait keseringan minum kopi. Saya sadar, apa yang saya alami tidak selamanya berlaku juga bagi Anda. Sebab, setiap manusia itu unik adanya. 

Tidak usah takut untuk minum kopi, asalkan tidak berlebihan. Sebaiknya minum kopi saat pagi hari. Sebab, jika diminum sore atau malam, kemungkinan kita akan kesulitan tidur. Semoga pengalaman saya ini bermanfaat buat Selaser semuanya. Salam berbagi....

Answered Apr 4, 2017
Yuni Astuti
Jaga kesehatan dengan cukup minum air

sm7v85yy1IRwuC_kMKEK-lBclaSyWw6I.jpg

via 8share.com (FR)

Meskipun saya masuk dalam golongan emak-emak - karena jumlah laki-laki sepertinya lebih banyak yang suka kopi - saya juga salah satu penggemar kopi. Meskipun bukan kopi hitam, akan tetapi kopi yang sudah dimix dengan bahan tambahan lain.

Kegemaran ngopi ini berawal ketika masih kuliah sebagai calon perawat. Biasalah, yang namanya mahasiswa tentunya banyak tugas kuliah yang  selalu ada datang silih berganti. Ketika mengerjakan tugas di asrama sering saya menyediakan kopi dan cemilan agar mata tetap terjaga, mengusir rasa kantuk. Konon, kopi merupakan salah satu jenis minuman yang mempunyai sifat addiction, penggemarnya akan merasa ketagihan dan jika tidak meminumnya dalam waktu satu hari saja, sepertinya ada yang terasa kurang.

Kebiasaan ngopi ini berlanjut hingga saya bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit swasta di Semarang. Kenapa? Perawat pembagian waktu kerjanya menggunakan sistim shift, ada 3 periode waktu kerja. Dinas pagi mulai pukul 07.00-14.00 WIB, dinas siang pukul 14.00- 21.00 dan dinas malam pukul 21.00-07.00. Nah, ketika kebetulan mendapat jadual dinas malam selama 3 malam, bisa dibayangkan betapa beratnya menahan rasa kantuk jika selama 3 malam berturut-turut tidak tidur sama sekali. Sebenarnya, sebagai perawat kita bisa bergantian istirahat sejenak akan tetapi rasanya kurang etis jika selama bertugas menjaga orang sakit kita justru pulas tertidur. Siapa yang akan bertindak, jika terjadi sesuatu dengan pasien kita..?

Sebagai solusinya, kopi sebagai teman yang setia di sela-sela dinas malam di rumah sakit. Memang, ketika secangkir kopi telah masuk dalam tubuh kita, rasa bugar mengalir kembali ke seluruh tubuh dan dalam waktu singkat rasa kantukpun segera sirna. Dan bersyukurnya, tidak ada efek negatif yang saya rasakan kala itu. Tidak ada rasa perih di lambung, detak jantungpun juga normal-normal saja. Aahhh...kopi yang begitu menggoda harumnya, dan selalu kucecap pahit dan manisnya ketika hati ini sudah tak kuasa menahan rindu, kala itu.

Sekarang, beda dulu beda cerita.

Sejak tahun akhir 2013 saya terdeteksi bahwa katub jantung saya ternyata ada gangguan dan hampir mengalami kebocoran. Akhirnya saya harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengobatan. Dan...saran dokter yang saya rasakan paling susah untuk ditaati adalah berpisah dengan kopi. Pembaca, coba bayangkan jika anda yang sudah ketagihan minum kopi tiba-tiba harus berhenti begitu saja, tanpa ada latihan bertahap terlebih dahulu. Tersiksa....!

Hingga pada suatu hari, tekanan darah saya drop dan kepala terasa pusing yang tak tertoleransi. Dulu memang kopi sering saya jadikan terapi jika tekanan darah saya menurun, dan berhasil dengan sukses. Saking tidak betah menahan rasa pusing yang berkepanjangan, akhirnya saya nekad minum kopi. Hanya 3 sendok teh, ya...hanya sedikit. Apa yang terjadi...?

Jantung langsung memacu detaknya melebihi angka normal, dada serasa tertindih benda berat dan nafas tersengal-sengal. Akhirnya, tempat tidur saya dipindah ke rumah sakit untuk sementara waktu, hanya gegara 3 sendok kopi.

Answered Apr 5, 2017
Hari Nugroho
Suka single origin kopi Indonesia

5J9liikMLILkVcMY2EJ39cQjwkLoT-ir.jpg

 

Meminum kopi telah menjadi budaya sejak lama, apalagi di masa sekarang, dimana kedai kopi menjamur diberbagai sudut kota, baik jaringan kedai kopi besar, ataupun kedai kopi kecil bahkan hanya sekedar tukang keliling dengan thermos dijinjing dan rentetan kopi yang tergantung.

Banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat meminum kopi bagi kesehatan, namun banyak pula penelitian yang mengungkap efek tidak baik jika terlalu banyak mengkonsumsi kopi.

Zat aktif dari kopi adalah caffeine, caffeine ini tak hanya terdapat di dalam kopi, namun juga pada teh, minuman soda, serta minuman energy. Dengan demikian intoksikasi caffeine sangat mungkin terjadi pada kita, apalagi jika banyak mengkonsumsi jenis-jenis minuman tersebut. Dan caffeine ini termasuk dalam jenis stimulant.

Sama seperti stimulant lainnya, caffein akan mempengaruhi jumlah neurotransmitters di dalam otak, khususnya merangsang pengeluaran dopamine lebih banyak. Memang jika dibandingkan dengan zat stimulant lain, jumlah dopamine yang dikeluarkan di otak cenderung jauh lebih sedikit. Oleh karena itu National Institute on Drug Abuse (NIDA) menyatakan kalau caffein ini tidak bikin kecanduan karena hal tersebut, meskipun jika menghentikan konsumsi caffein dapat menyebabkan gejala-gejala putus zat.

Mayo clinic di Amerika, menganjurkan konsumsi caffeine tidak lebih dari 400 mg per hari, hal ini setara dengan konsumsi 4 cangkir kopi seduh atau 10 kaleng minuman energy atau soda. Tentu harus dipertimbangkan juga masing-masing kopi mempunyai kadar caffeine yang berbeda-beda, akan lebih baik jika hanya 1 atau 2 cangkir kopi yang kita konsumsi dalam sehari

Lalu apa yang terjadi jika konsumsi kopi kita berlebihan? Berbagai efek akan kita rasakan ketika konsumsi kopi kita berlebihan, diantaranya adalah :

1. Jantung berdebar-debar, tidak heran hal ini terjadi karena kopi (khususnya caffeine) memang merupakan stimulan yang akan meningkatkan aktifitas jantung dan berwujud dengan denyut jantung yang lebih cepat, serta peningkatan tekanan darah.

2. Gelisah, dan cemas dapat terjadi ketika konsumsi kopi berlebihan.

3. Kejang otot, salah satu studi menemukan bahwa kejang otot sering terjadi pada konsumsi kopi berlebihan, otot kelopak mata salah satu yang tersering mengalami, sehingga terlihat seperti banyak berkedip atau berkedut.

4. Gangguan tidur, atau insomnia dapat terjadi pada over consumption caffeine.

5. Peningkatan tekanan intra okular atau tekanan bola mata. Peningkatan tekanan bola mata yang terus menerus dapat menyebabkan terjadinya gloukoma yang bisa berakibat kebutaan. 

6. Halusinasi. Sebuah studi menemukan bahwa orang yang kebanyakan konsumsi caffeine dapat mengalami halusinasi khususnya halusinasi auditorik, mendengar sesuatu seperti nyanyian dan lain-lain.

7. Osteoporosis. Meskipun bukti ilmiahnya belum kuat, namun diyakini bahwa konsumsi kopi berlebihan akan mengganggu penyerapan kalsium, yang dapat berakibat pada gangguan tulang khususnya pada orang-orang tua.

8. Gangguan lambung. Bagi orang yang sensitif, konsumsi kopi yang banyak dapat mengiritasi lambung.

Demikian diantara kerugian jika kita mengkonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan. Ada baiknya kita mengkonsumsi 1 - 2 cangkir kopi saja dalam satu hari, supaya mendapat manfaat dari kopi tersebut.

 

Answered Apr 12, 2017