selasar-loader

Apa fakta sejarah Indonesia yang penting namun belum banyak diketahui masyarakat Indonesia sendiri?

Last Updated Nov 20, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Tigor Dalimunthe
Lelaki dan Ganteng

Salah satu sejarah yang menarik adalah tentang Jakarta tempo dulu, saya ingat dua dari sekian banyak fakta penting terkait cerita sejarah di Jakarta, yaitu:

1. Eksekusi mati Pieter Erberveld yang sangat terkenal (asal usul nama Kampung Pecah Kulit)

2. Pembantaian Angke tahun 1740 yang menewaskan puluhan ribu etnis Tionghoa.

 

Answered Jan 26, 2017
Muhammad Ihsan Harahap
A History graduate

K-Vkw1QDEZNudej9-CjMTq6Ex7DGrbF9.jpg

Hal yang paling penting dalam sejarah Indonesia namun belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia sendiri adalah, pertama, fakta bahwa wilayah yang sekarang menjadi wilayah administratif Indonesia dijajah tidak selama 350 tahun. Bahkan jika generalisasi itu ingin dipaksakan, maka kita dijajah secara keseluruhan hanya setelah ekspedisi militer Belanda pada tahun 1905, artinya, kita hanya dijajah 40 tahun! 

Kedua, Penting juga dipahami kalimat 'dijajah Belanda', karena Belanda, sebagai sebuah negara, baru menjadikan kita sebagai jajahan di permulaan tahun 1800. VOC yang berdagang (even yes, they had their own troops) tidak bisa disebut sebagai Belanda dikarenakan ia adalah korporasi dengan saham yang tidak hanya dipunyai oleh pengusaha dan penguasa yang ada di wilayah Kerajaan Belanda.

Ketiga, saya ingin mengingatkan bahwa wilayah Indonesia yang kita ketahui sekarang, dulunya adalah kumpulan dari ribuan kerajaan tradisional berukuran besar dan kecil. Kedatangan VOC bukan untuk menjajah dalam pengertian politik, tetapi semata-mata untuk berdagang. Mereka berinteraksi sedemikian rupa dengan kerajaan-kerajaan tradisional di sepanjang wilayah Nusantara dengan dinamika masing-masing: ada kerajaan yang merasa diuntungkan dengan kerjasama perdagangan dengan VOC, namun banyak juga yang mengeluhkan pendekatan VOC bahkan berperang dengan VOC, salah satunya dikarenakan kebiasaan VOC untuk memonopoli komoditas, terutama rempah-rempah di wilayah yang sekarang kita sebut Kepulauan Banda, Maluku, Makassar, bagian Timur Indonesia, dan seterusnya.

Keempat, ada sebuah buku menarik karya ahli hukum keturunan Belanda bernama G. J. Resink yang berjudul (terjemahan) Bukan 350 Tahun Dijajah. Buku ini diterjemahkan dan diterbitkan oleh penerbit Komunitas Bambu dan berisi kumpulan esai almarhum Prof. G. J. Resink tentang sejarah wilayah dan hukum di Indonesia. Ini adalah bacaan yang menarik sekali untuk menambah insight dari pertanyaan yang diajukan ini.

Answered Mar 7, 2017