selasar-loader

Apa pengalaman paling horor yang pernah Anda alami?

Last Updated Apr 3, 2017

8 answers

Sort by Date | Votes
Pebriansyah Ariefana
member AJI Jakarta, pe@jalankaki, gado-gado lover

dlwj03vCnxTGal7-sycOrJd5bBTBFC3j.jpg

via netdna-cdn.com (FR)

Hanya satu, kalau terburu-buru tak bisa menahan buang air besar. Lalu mampir ke kamar mandi SPBU, setelah buang air, ternyata tidak ada gayung untuk membersihkan. Ini sangat horor.

Answered Apr 4, 2017
Mhd Fadly
Freelancer, penulis

-2VxvW2k7moYiQbOuAfQhW089HcAgrRy.jpg

via bp.blogspot.com (FR)

Saya tidak percaya akan hantu sejauh ini, yang saya percaya adalah adanya makhluk yang bernama jin yang masuk ke dalam dimensi manusia untuk mengganggu manusia itu sendiri. atau lebih kepada ilusi mata.

Namun, jika di tanya tentang hal yang berbau hantu dalam pandangan umum orang seperti adanya kuntilanak, pocong atau begu ganjang di kampung saya (Medan) saya punya pengalaman atas mereka semua.

Pertama, ketika saya tinggal di sebuah pesantren yang di kelilingi lembah, dulu nama pesantrennya PPI Salman Al-Farisi di Kecamatan Galang, Deli Serdang - Sumatera Utara. ketika akan salat Subuh saya bangun lebih awal sekitar jam 3.30 pagi, pergi ke masjid dan ingin berwudhu ke kamar mandi masjid yang terletak di bawah lembah masjid tersebut. Sehabis berwudhu naik ke atas dan berdo'a lepas wudhu sembari menghadap kiblat (menghadap ke lembah) di mana arah kiblat tersebut terdapat pohon durian yang besar di seberang lembah. Saat itulah sekonyong-konyong pandangan saya melihat sosok putih dengan tangan yang merentang berada di pohon durian yang semakin lama semakin mendekat ke arah saya.

Kedua yang tidak pernah saya lupakan adalah ketika saya di pesantren lainnya, yaitu di pesantren Ibadurrahman, Stabat - Langkat - Sumatera Utara. Ada suatu kegiatan di pesantren tersebut yang dinamakan uji mental. biasanya dilakukan pada malam Jum'at di mulai tengah malam. Peserta uji mental hanya disuruh untuk berjalan dari satu titik pos ke titik pos lainnya di mana dalam perjalanan tersebut para senior akan menakut-nakuti peserta uji mental.

Cerita ini terjadi saat ujian untuk penyisihan anggota Sapala (Santri Pencinta Alam) - Pramuka. Berhubung saat itu saya sudah senior saya kebagian tugas jaga pos-pos perjalanan peserta tes mental tersebut. Tes mental kali ini diadakan bukan di sekitaran pesantren melainkan diadakan di pinggiran Sungai Wampu. Pada saat tes mental tersebut, tidak banyak keganjilan yang terjadi, tetapi setelah kumpul lepas salat Subuh, duduk berkumpul sambil santai berbagi cerita pengalaman-pengalaman junior yang mengikuti tes mental. Nah di sinilah baru menemukan keganjilan tersendiri, ketika para junior mengatakan bahwa mereka melihat sosok pocong di belakang saya waktu menjaga pos tadi malam, sedangkan saat itu rekan-rekan yang bertugas menakut-nakuti tidak berada di sekitaran pos jaga saya.

Answered Apr 4, 2017

Hasil gambar untuk horor

via brilio.net (SUM)

Menurut KBBI, horor memiliki definisi 'sesuatu yang menimbulkan perasaan ngeri atau takut yang amat sangat'. Mengapa saya mendefinisian kata horor? Hal ini karena banyak orang yang menganggap bahwa horor selalu dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis, seperti jin, setan, dan makhluk halus lainnya. Padahal sebenarnya, horor tidak selalu bermakna demikian. Jika dilihat dari definisi di KBBI, horor dapat didefinisikan sebagai seseorang yang merasakan takut teramat sangat. Rasa takut ini tidak hanya dikarenakan makhluk gaib tetapi sebenarnya bisa diakibatkan karena hal-hal lainnya. 

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya akhir semester lalu, aku mengalami suatu kejadian yang menakutkan. Peristiwa menakutkan yang aku alami mungkin tidak menakutkan bagi orang lain. Akan tetapi, begitulah yang aku rasakan. Peristiwa itu adalah pertama kali dan semoga tidak akan terulang lagi bagi kehidupan saya selanjutnya. 

Kala itu adalah hari Sabtu, tepatnya pada sore hari. Waktu itu, aku baru sampai di stasiun UI sehabis pulang dari tempat ayahku yang berada di daerah Jakarta Pusat. Ketika itu, saya membawa sekardus yang berisi makanan yang dibawakan ayahku dari kampung halaman. Karena memang, kala itu ayahku sehabis balik dari kampung halaman saya yang berada di Jawa Tengah bagian tengah. 

Sesampainya di stasiun UI, aku pun membawa kardus yang berat itu keluar dari stasiun. Melihat beratnya beban yang aku bawa, aku pikir, tidak mungkin jika aku pulang ke kosan dengan "bus kuning", bus yang diksediakan kampus untuk mengangkut mahasiswa. Jika aku pulang dengan bus kuning, aku harus melewati jembatan "siratalmustaqim", sebutan bagi jembatan penyebarangan dari depan Resimen Mahasiswa menuju kosan yang berada tengah-tengah di permukiman warga. Bayangkan, aku harus membawa tas gembolan yang berisi laptop dan harus membawa sekardus yang entah isinya apa sehingga tanganku enggan membawa kardus itu lama-lama.

Aku pun akhirnya memutuskan untuk memesan ojek online saja. Aku pun langsung memesannya dan seketika driver sudah aku dapatkan. Ku katakan kepada driver bahwa aku berada di seberang stasiun. Selama aku menunggu, aku melihat ada seorang laki-laki setengah baya menyeberang. Gayanya nyentrik macam anak rock. Ketika laki-laki itu menyeberang, aku tidak sadar bahwa laki-laki itu berada tak jauh dari sampingku. Sambil memainkan gawai, aku melirik ke laki-laki yang berada di sampingu itu. Kulihat ia berulang kali melihat ke arahku. Pandangan yang sangat tajam layaknya seorang laki-laki yang menyimpan perasaan dendam kepada seseorang. 

Aku pun mulai merasakan perasaan yang tidak enak karena ada bau-bau negatif dari sikap laki-laki itu. Lama dengan perasaan yang sangat tidak menyenangkan, aku tersadar bahwa ada peraturan ojek online tidak boleh menerima penumpang dari dalam kampus UI. Seketika perasaan panik pun muncul dari dalam diriku. Cukup lama aku menunggu, driver ojek online itu pun menelpon mengatakan bahwa aku disuruh ke berpindah dari tempat itu dengan alasan takut dengan ojek pangkalan.  Ketika aku terima telepon dari driver ojek online, laki-laki itu semakin mengawasiku dan aku mulai yakin laki-laki itu mungkin akan menimbulkan keributan ketika driver ojek itu menjemputku. 

Seketika itu, aku pun pergi ke jalan "taman rusa", jalan penghubung stasiun ke FIB UI. Ketika itu suasana sepi karena memang hari itu adalah hari libur. Aku pun dengan susah payah membawa beban yang sangat berat itu  menuju FIB melewati "taman rusa". Sambil menahan sakit yang aku rasakan di tanganku, aku pun melangkah dengan kaki cepat menuju ke FIB. Sesekali aku melihat ke arah belakang dan masih kulihat sosok laki-laki yang mengerikan itu. Laki-laki itu masih mengawasiku dengan mata tajamnya, ditambah perawakan badannya yang besar menambah kengerian dari sosok laki-laki itu. 

Sesampainya di halte bikun dekat FIB, aku tidak melihat seorang driver ojek online satu pun. Aku pun menunggunya dengan sabar. Beberapa lama kemudian, driver ojek online itu menghubungiku dan apakah kamu tahu apa yang dia katakan? Ia membatalkan pemesanan itu dengan alasan tidak berani dengan ojek pangkalan yang ada di sekitar stasiun UI padahal sebelumnya ia sudah menyuruhku menjauh dari tempat itu. Seketika, perasaan marah, sedih, kecewa, dan takut bercampur menjadi satu. Ingin rasanya aku menangis saat itu tetapi sayangnya aku tahan. Ketika perasaan berkecambuk itu kurasakan, setengah jam kemudian, datang bus kuning dari arah FE UI. Alhamdulillah, kataku dalam hati. Ketika bus itu berhenti, aku pun langsung naik sambil mengangkat kardus yang berat itu dengan susah payah. Akhirnya, dengan sangat terpaksa, aku pun menguatkan tenaga mengangkat kardus itu untuk melewati "jembatan siratalmustaqim".

Sesampainya di kamar kosan, aku pun langsung mengadu kepada teman-teman sekosan. Dengan semangatnya, aku menceritakan kejadian hari itu kepada meraka. Tentunya dengan air mata ketakutan. Yang aku pikirkan ketika kejadian itu adalah kericuhan yang dapat ditimbulkan antara driver ojek online yang kupesan dengan ojek pangkalan. Aku hanya memikirkan akibat-akibat yang mungkin dapat ditimbulkan dari perbuatanku, seperti yang terjadi di berita-berita di media sosial atau televisi. 

Answered Apr 4, 2017
Gagar Asmara Sofa
Sarjana Psikologi. Penulis syair, puisi, dan prosa di gagarasmara.tumblr.com

em42pUwH851nn0FJn3h7FF5hbhrodEoA.jpg

via grist.org (FR)

Ditinggalkan orang yang dicinta, didatangi orang yang tidak disuka. Ini adalah pengalaman paling horor.

Answered Apr 6, 2017
Venusgazer E P
A man who loves reading, writing, and sharing

dUrQ41FBgA8f1BGFPeS1mRPXtdbFAnDH.jpg

via blogspot.com (FR)

Ketika SMA karena ada acara pramuka saya harus pulang kemalaman. Dari kota kecamatan terpaksa naik bus AKAP karena angkutan sudah tidak ada lagi. Sebetulnya sejak awal saya sudah was-was dengan situasi saat itu. Apalagi sedang turun hujan walau tidak lebat.

Tempat saya harus turun berseberangan dengan kuburan yang terkenal angker. Ada beberapa pohon besar dan tua di sana. Tempat ini biasa disebut Alang-alang Amba. Bagi mereka yang sering melintasi jalur selatan Jawa (Gombong-Karanganyar) pasti tahu. Banyak kejadian-kejadian aneh dan sering terjadi kecelakaan di sana. Salah satunya kecelakaan maut bus Margo Kencono sekitar awal tahun 90-an. 

Mbah kakung saya juga sering bercerita hal-hal horor tentang kuburan tersebut. Sering terjadi penampakan-penampakan di sana. Kendaraan yang tiba-tiba mogok pun sudah tidak terhitung banyaknya.

Nah, ketika turun dari bus saya sudah merasakan keanehan-keanehan. Suasana begitu sepi dalam rintik hujan. Bulu kuduk saya berdiri karena seperti tampak bayangan orang-orang tua berdiri di jembatan. Saya mulai mendengar bunyi-bunyian aneh dan juga bau-bauan yang tidak sedap.

Jarak dari jalan besar ke rumah kurang lebih 1 kilometer. Dan saya harus melalui 500 meter dulu untuk bisa mencapai rumah penduduk terdekat. Di sebelah kanan dan kiri jalan tidak beraspal itu adalah sawah-sawah tanpa penerangan.

Saya ambil langkah seribu agar cepat sampai rumah. Namun kaki rasanya begitu berat dan sepertinya tidak sampai-sampai. Pandangan saya hanya lurus ke depan tanpa berani tolah toleh. Bulu kuduk saya terus saja merinding. Doa-doa saya sepertinya tidak cukup manjur untuk menghilangkan ketakutan saya.

Ketika mulai memasuki lingkungan penduduk, rasa takut tetap tidak hilang. Apalagi tidak tampak seorang pun. Hujan membuat orang lebih memilih tinggal dalam rumah. Saya terus berlari sekuat-kuatnya. Dalam pandangan saya sekilas tampak bayangan putih-putih bergelantungan di pohon-pohon yang ada di muka saya.

Akhirnya sampai juga di rumah, dengan terengah-engah dan baju basah oleh keringat. Sampai rumah tidak berani lagi untuk mandi atau sekedar cuci muka karena kamar mandi kami berada di luar rumah dan terbuka.

 

 

Answered Apr 13, 2017
Isumi
Antusias tentang serba-serbi gaya hidup

LkpJ8zeG-7kmvX0DjN-22uIlBVALxUDI.jpg

Hampir menemui ajal adalah hal paling horor yang pernah saya alami. Beberapa kali, saya pernah mengalami kecelakaan motor bahkan hingga terluka di beberapa bagian tubuh. Namun, yang paling terkenang justru malah yang tidak meninggalkan bekas luka di tubuh tetapi di pikiran.

Kejadiannya di Kota Bontang (Kalimantan Timur), sekitar tahun 2010/2011 ketika saya baru bisa naik motor dan masih belum lama mengajar di sana. Malam itu, saya mencoba berkendara sendirian ingin membeli makanan ke komplek perumahan PKT (Pupuk Kaltim). Namun, karena saya pendatang baru yang belum terlalu paham daerah Bontang jadinya saya tersesat.

Seingat saya, saat itu pas mati listrik jadi kondisi jalanan pun sangat gelap. Ketika saya menyadari ternyata salah jalan dan belum tahu kondisi jalan untuk putar balik. Jadi, saya mulai deg-degan takut nyasar ke arah jalan yang menuju Samarinda. Entah mengapa, bodohnya saya spontan malah mencoba melawan arus saja (dengan kecepatan normal) karena berpikir jalanan begitu sepi. Lalu, tiba-tiba pas di tikungan muncul cahaya lampu dari sebuah truk yang melaju dengan kecepatan sedang. Sontak, saya langsung berhenti dan memiringkan diri ke arah trotoar. Untungnya, tidak ada yang terluka walaupun nyaris menyerempet badan truk. Akan tetapi, suara teriakan sang supir dan cahaya lampu truk itulah yang kadang masih terkenang horor dalam pikiran saya.

Meskipun begitu, saya tidak fobia berkendara sendirian dengan motor. Saya tetap move on dan berusaha ingat untuk tidak egois di jalanan karena menyangkut jiwa banyak orang. Jadi, bukan karena saya takut mati tetapi yang paling saya takutkan jika matinya menyusahkan orang lain karena kebodohan atau kesalahan saya (walau tidak disengaja). Silakan petik himahnya ya. Waspadalah, waspadalah!

 

#SayembaraSELASAR (Saya pilih MacBookPro)

Answered Apr 17, 2017
Christie Damayanti
Just disabled woman, architect, urban planner, author, philatelist; motivator

ixQnqrA_bw-WK0POewiM5hbvgq8GgJCn.jpg

Haha..

Aku yakin bahwa hantu itu memang ada. Tuhan menciptakan mereka. Mereka memang mengganggu kita untuk tidak turut perintah Tuhan dan mereka mau menjadikan kita budaknya.

Aku ga mau cerita tentang ini karena pengertian tentang inipun antar kita, berbeda. Tp yang jelas aku sama sekali tidak menampik bahwa mereka ada didesitar kita.

Ceritaku :

Waktu aku baru melahirkan anak kedua, sepulang dari rumah sakit aku sempat tinggal di rumah orang tuaku selama 1 bulan sebelum kembali ke rumahku karena anak keduaku prematur. Aku butuh bantuan mamaku karena anakku kecil dan kurus sekali. Aku takut untuk menggendongnya.

Aku tidur di kamar belakang lantai bawah. Cukup besar dan ada jendela ke arah ruang belakang.

Tempat tidurku berhadapan dengan lemari baju, di mana pintu lemarinya adalah kaca cermin, desainku, supaya ruang kamarku ini semakin terlihat luas.

Suatu saat, aku menggendong bayiku sambil menyusuinya. Aku duduk di ranjang menghadap pintu lemari cermin.

Tiba-tiba aku melihat seseorang di jendela belakang dari cermin. Kupikir supirku, karena memang itu ruang belakang menuju gudang. Orang di sana tidak akan melihatku walau mereka tahu ada aku di kamar, karena jendela kaca dengan stiker gelap.

Akan tetapi, ketika aku mengamati orang tersebut yang hanya berdiri saja tanpa bergerak, tiba-tiba wajahnya ke arahku, dan.... aku hanya melihat wajah rata, tanpa mata hidung ataupun mulut!

Hah!

Aku tersentak tetapi seingatku aku tidak takut. Hanya bengong dan bingung. Anakku dalam dekapanku, tetap nyaman di dadaku.

Setelah itu, tidakk terjadi apa-apa dan tidak pernah melihat lagi di manapun. Karena aku percaya Tuhan selalu ada di sisiku.

 

 

sumber gambar : line-scdn.net

Answered Apr 17, 2017
Dewa Ayu Fitriyanti
Mahasiswa fakultas psikologi

Pengalaman horor yang pernah saya alami adalah ketika saya di rumah seorang diri untuk menjaga adik , dan mendangar suara kucing yang mengeong kencang , disaat itulah saya merasa ketakutan dan menjerit menangis.

 Dewa Ay Fitriyanti _ 1706980204 _ Wikramawa 13

Answered Aug 8, 2017

Question Overview


12 Followers
712 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana implementasi growth hacking atau akuisisi user baru yang paling efektif untuk sebuah produk media digital?

Mengapa Indonesia merupakan negara yang miskin?

Bagaimana pendapat Anda terkait pernikahan beda agama?

Perubahan seperti apa yang Anda inginkan di Indonesia?

Mengapa teleskop tidak bisa melihat lebih jauh dari 13,8 miliar tahun cahaya?

Apa sebab munculnya ekstremisme di dunia ini?

Mengapa langit berwarna biru?

Bagaimana nasib perempuan-perempuan Jerman setelah Nazi kalah dalam Perang Dunia II?

Bagaimana cara Nazi mengenali orang Yahudi pada Perang Dunia II?

Apa yang bisa Indonesia lakukan untuk meningkatkan kejayaan industri filmnya?

Apa pengalaman terburuk yang pernah Anda alami seumur hidup?

Apa pengalaman terbaik/terindah yang pernah Anda alami sepanjang hidup Anda?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Bagaimana rasanya ditipu/difitnah/dizalimi oleh orang lain?

Apa hal yang paling berbahaya/berisiko yang pernah Anda lakukan?

Apa pengalaman yang paling mengesankan selama hidup Anda?

Apa cerita nyata yang Anda alami tapi banyak orang tidak percaya?

Apa cerita hebat mengenai orang tua Anda yang akan ceritakan ke anak Anda?

Apa pengalaman kehidupan yang paling berkesan dalam diri Anda?

Apa hal paling menyedihkan yang pernah Anda dengar, baca, dan lihat?

Apa cerita paling menyeramkan yang pernah Anda tahu?

Jika Anda percaya akan keberadaan makhluk halus, bagaimana cara membuktikan bahwa apa yang Anda yakini itu ada?

Apa pengalaman paling mistis/supranatural yang pernah Anda rasakan?

Mengapa banyak kecelakaan terjadi di sekitar segitiga bermuda?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?