selasar-loader

Bagaimana hukum memakan daging kuda dan buaya menurut Islam?

Last Updated Apr 1, 2017

TCoy0Cpu7x3zU_cz2w7IDuzq-OZfN3Nx.jpg

Sumber: http://www.topikislam.com/2016/10/ciri-ciri-makanan-minuman-binatang-yang-halal-dan-haram.html

2 answers

Sort by Date | Votes
Mhd Fadly
KPI Fak. Agama Islam UMSU, Alumni Pon-pes Ibadurrahman Stabat

28kdE8OdxZDy0QFTZemGAWqoK7fMB39F.jpg

via bp.blogspot.com (FR)

Sebagaimana yang pernah saya jawab terkait halal dan haram. kaidah ushul yang di pakai pertama sekali adalah "Apa-apa yang termasuk bentuk peribadatan, hukum dasarnya adalah haram. kecuali adanya perintah. dan sebaliknya yang bersifat sesuat (bukan peribadatan) maka hukum dasarnya adalah halal, kecuali ada larangannya"

secara sederhana batasan ibadah adalah hubungan antara manusia dan Rabb sang penciptanya. Sholat, Puasa, Haji, Membaca Al-Qur'an dll. sedangkan selain dari itu (hubungan antara manusia dan makhluk ciptaan Allah lainnya pada umumnya tidak terkait dalam bentuk peribadatan kecuali sudah ada batasan seperti Zakat).

Pertanyaannya adalah hukum memakan kuda dan buaya, artinya ini tidak ada kaitannya dengan bentuk peribadatan. jika di ambil dari kaidah ushul fiqh di atas maka hukum dasar dari bentuk makanan apapun adalah halal untuk di makan oleh orang-orang yang beriman.

namun, Allah memberi batasan dalam Al-Qur'an yaitu larangan untuk memakan bangkai, darah dan daging babi. artinya ada bentuk pelarangan. artinya di ayat ini kuda dan buaya belum termasuk hal yang di larang oleh Allah.

Sejauh pustaka yang pernah saya baca, untuk kuda saya belum pernah menemukan dalil yang melarang untuk memakannya. berbeda dengan Buaya, buaya dapat dikatakan hewan yang dilarang untuk dimakan disebabkan oleh hidup di dua alam.

untuk lebih jelasnya silahkan di baca di link berikut:

https://rumaysho.com/1046-hukum-hewan-yang-hidup-di-dua-alam.html

Answered Apr 4, 2017
Nauval El-Hessan
Quranic disciple

ZN5uPE5bH2zhLvsKXWp58u4g1zIzFMm_.jpg

via ceritaperut.com (FR)

Kuda adalah halal. Berdasar pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari jalur Asma' binti Abu Bakr: "Kami menyembelih kuda di zaman Rasulullah saw. dan memakannya." (Shahih Bukhari Volume 7, Hadits No. 5510-5512). Selain itu, di dalam Qur'an, terutama surah Al-Maidah ayat 3-6 tidak disebutkan bahwa yang diharamkan adalah kuda. Ini sekaligus menjawab tentang buaya. Menurut saya, buaya adalah halal untuk dimakan. Saya mendasarkan pada Qur'an, dalam hadits masih banyak perdebatan terlebih dalam dunia fiqih.

Kita lihat sebagian surat Al-Maidah ayat 3: "Diharamkan bagimu bangkai, darah, babi, dan hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali sempat kamu sembelih, dan yang disembelih untuk berhala...", sisanya tidak saya kutip karena tidak lagi berbicara tentang makanan yang diharamkan.

Akan tetapi, terdapat pendapat bahwa binatang buas bertaring adalah makruh. Itu didasarkan pada hadits riwayat Muslim dari jalur periwayatan Ibnu Abbas dan Abu Hurairah yang kurang lebih berbunyi demikian: "Rasulullah saw bersabda, 'Setiap hewan liar yang bertaring adalah haram memakannya" dan dalam redaksi lain: "Rasulullah melarang kami memakang hewan liar yang bertaring serta burung yang memiliki kuku untuk mencengkeram." (Shahih Muslim Volume 5, Hadits No. 1932-1934).

Namun, telah kita lihat bahwa hukumnya hanya sampai makruh karena yang diharamkan oleh Qur'an hanya seperti yang sudah kutipkan di atas. Dengan demikian, menurut saya buaya dan kuda adalah halal karena Qur'an hanya mengharamkan satu jenis hewan, yaitu babi. Wallahu'alam.

Answered Apr 5, 2017