selasar-loader

Mana yang lebih tepat, aparat penegak hukum menginduk ke ideologi bangsa kepentingan rakyat atau ideologi presiden dan kepentingan presiden?

Last Updated Mar 31, 2017

Akhir-akhir ini fenomena penegakan hukum di Indonesia semakin aneh dan cenderung tidak adil, seakan membenarkan istilah publik tentang "Tumpul keatas dan Tajam kebawah". Semakin sering kita lihat penangkapan yang dilakukan oleh polisi yang terkesan aneh, mulai dari penangkapan para tokoh GNPF MUI yang terkesan semacam counter attack atas dari kejadian sebelumnya (Penjarakan Ahok), pendataan para ulama, penangkapan penulis buku Jokowi Undercover, penetapan kasus tersangka terhadap penyebar pertama video dugaan penistaan agama oleh Ahok, penegakan kasus pabrik semen kendeng. Namun disisi lain penegakan hukum yang lamban terjadi terhadap kasus yang melibatkan tokoh politik teras, diantaranya ahok dalam kasus dugaan penistaan agama, Kasus reklamasi Teluk Jakarta, dan penanganan kasus kendeng. Barangkali saya yang terlalu subjektif dan salah menilai fenomena ini, disinilah mari kita mulai berdiskusi

No answers yet