selasar-loader

Apa yang membuat Steve Jobs (pendiri Apple) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Last Updated Nov 16, 2016

8 answers

Sort by Date | Votes
Habibi Yusuf
Pernah bekerja di operator telco jadi IT network engineer

GGOrnXdlTjLGO0kw6XJk6P-taFNQOux7.jpg

Perjalanan pribadi Steve Jobs terekam cukup komprehensif dalam buku biografinya yang berjudul Steve Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson. Meski belum sempat menamatkannya (tebel banget), namun saya menangkap ada beberapa hal yang membuat Steve Jobs menjadi spesial dan berhasil membuat perubahan di dunia teknologi berkat inovasi produk-produk Apple.

Yang pertama adalah karakternya yang keras kepala. Jobs sejak kecil memiliki kemauan yang keras terhadap sesuatu dan berusaha keras mewujudkannya, termasuk ketertarikannya terhadap kaligrafi membuatnya meninggalkan kuliah asalnya untuk mempelajari kaligrafi. Kengototan inilah yang membuatnya menjadi pribadi yang bekerja keras dan mengajak orang-orang untuk bersama-sama bekerja keras dengannya mewujudkan visi yang dibuatnya. Ini adalah salah satu karakter pemimpin yang menonjol dalam diri Jobs.

Selain itu, Jobs juga memiliki ambisi kesempurnaan dan memberikan perhatian yang besar terhadap detail. Ini juga yang membuat Jobs selalu merasa tidak mudah puas. Setiap produk harus betul-betul sempurna, tidak ada cacat, dan dia akan membuat anak buahnya bekerja keras untuk menghasilkan produk yang sesuai selera kesempurnaannya. Jobs sangat perfeksionis dan cenderung intimidatif terhadap pekerja di bawahnya, terutama jika tidak mampu bekerja sesuai keinginannya. Hal inilah yang membuat hampir semua produk Apple memiliki bentuk desain yang indah dan cantik, namun fungsinya tetap jagoan.

Jobs juga suka dengan hal-hal yang minimalis. Bahkan di dalam rumahnya, dia tidak suka dengan adanya banyak barang. Desain interiornya sederhana, banyak ruang kosong, seperti halnya pakaiannya yang tidak banyak. Ini juga menjelaskan selera kesempurnannya, di mana produk yang dibuat Apple memiliki konsep yang minimalis dan anggun.

Dengan berbagai karakter dan seleranya yang demikian, Steve Jobs berhasil menjadikan Apple sebagai perusahaan paling inovatif dan bernilai harganya dalam kurun waktu tertentu. Dia juga memelopori inovasi teknologi sehingga seolah apa pun yang disentuhnya menjadi emas. Sebelum lahir iPhone, kita mengenal film animasi keren produksi Pixar yang ternyata juga besutan Jobs.

Namun demikian, karakter Jobs yang seperti itu bukannya tidak memakan "korban". Beberapa kali Steve Jobs mengalami "pecah kongsi" dengan rekan bisnisnya, termasuk dengan sahabatnya yang merupakan sesama pendiri Apple, Steve Wozniak, karena sering beda haluan, apalagi Jobs terlalu keras kepala untuk berkompromi. Jobs lebih memilih bekerja dengan caranya sendiri daripada hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya.

Keras kepala, kesempurnaan, dan minimalis adalah tiga hal utama yang membuat Steve Jobs berbeda.

Ilustrasi via inovasee.com

Answered Jan 4, 2017
Adrian Benn
Master's Student in Interactive Media Technology, KTH, Sweden

Saya rekomendasikan tonton sebuah film tahun 1999 berjudul "Pirates of Silicon Valley".

LhJxicEXGan6oOFhdvnon3OBIO1PlkVH.jpg

Film ini bercerita tentang orang-orang di balik Apple (Steve Jobs + Steve Wozniak) dan Microsoft (Bill Gates, Steve Ballmer, Paul Allen), terutama pada persaingan antara Jobs dan Gates di awal pengembangan komputer.

Meskipun sebagai sebuah film banyak hal yang didramatisasi, namun Wozniak dan Daniel Kottke (rekan Jobs lainnya) menilai penggambaran film ini cukup akurat.

Beberapa hal tentang Steve Jobs yang bisa dilihat di sini.

- Steve Jobs adalah seseorang yang visioner serta revolusioner

- Kerja sama antara Jobs dan Wozniak cukup efektif. Wozniak merupakan otak di balik pengembangan Mac, namun Jobs-lah yang bisa memahami pasar. (Kerja sama antara Gates dan Ballmer juga bisa dilihat di film ini).

- Ada sebuah quote dari Jobs, "It's more fun to be a pirate than to join the navy." Pada masa itu memang muncul mitos yang menyebutkan adanya saling mencuri ide pengembangan teknologi antara Apple, Microsoft, Xerox, dan IBM. Seingat saya, tuduhan-tuduhan tersebut tidak terbukti (selain bahwa mereka saling "terinspirasi"). Cerita lengkap bisa dibaca di sini atau ringkasan relasi antara Jobs dengan Xerox di sini.

- Steve Jobs adalah orang yang persistent alias keras kepala. Dia bersikukuh untuk terus mengembangkan Macintosh, namun direksi Apple memutuskan untuk fokus pada produk lain, Apple II. Jobs pun mengundurkan diri dari Apple (mitos bahwa dia dipecat tidak tepat). Selepas dari Apple, Jobs mendirikan NeXT (yang lalu diakuisisi Apple, bersamaan dengan kembalinya Jobs ke sana), dan juga membeli divisi komputer grafis dari Lucasfilm yang ia jadikan Pixar.

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Jan 4, 2017
Miftah Sabri
Pendiri dan CEO Selasar

INfONrfNfpdOt7yrA4DYmtiiIOvZhAOv.jpg

Jobs bukan seorang programer. Dia adalah seorang creative thinker sekaligus creative doer. Tidak hanya berpikir kreatif, namun mewujudkan ide kreatifnya menjadi suatu produk yang melintasi zaman melalui apa yang ia sebut sebagai "The Great A Team". Mungkin, kuat dugaan bahwa Jobs memandang ide sebagai sesuatu yang murah bila diwujudkan tanpa eksekusi yang mahal untuk membuatnya menjadi produk layaknya Apple yang berkelas dan mahal itu.

Masa kecilnya penuh trauma karena merasa orang tua "Suriahnya membuangnya" dan menjadikannya anak angkat pasangan kelas menengah Amerika. 

Dialah seorang seniman. Dari bapak angkatnya, dia memperoleh nilai keindahan kala ayahnya membuat lemari, saat bagian belakang laci lemari tetap diraut rapi jali sama dengan yang tampak di depan yang dilihat orang ramai. Suatu hari ia menceritakan bahwa waktu kecil, ia bertanya, "Kenapa harus begitu?" Sang ayah menjawab, "Seorang seniman membuat produk bukan untuk dilihat orang ramai."

"Sama saja depan yang tampak, belakang yang tidak, harus dikerjakan sepenuh hati, diperlakukan sebagai karya seni," kira kira begitu dialognya. Tidak persis sama, tapi ini yang pernah saya lihat dalam suatu wawancara televisi dan di buku biografinya yang ditulis Sir Walter Isaacson.

Jobs melewati masa muda yang bengal sampai-sampai ia bahkan didepak dari Apple, perusahaan yang ia dirikan sendiri. Alih-alih galau, dia bangun Pixar studio dengan sepenuh hati pula. Jadilah dunia menikmati Toy Story, karya Pixar yang mendahului zamannya saat itu. 

Steve kembali ke Apple. Dia mengubah semua sifat buruknya, kemudian tumbuh menjadi pribadi yang matang dan bisa mengendalikan diri. Dia kembali memimpin "Apple duo" dengan Steve Wozniak, engineer geek yang bisa mewujudkan mimpi-mimpi kreatif Jobs menjadi kenyataan. 

Saat memberi pidato di Stanford di depan mahasiswa di sana (ia sudah mulai beruban dan lepas diserang sakit yang cukup serius), Steve Jobs berbicara tentang connecting dot, terhubungnya orang-orang di masa lalunya yang membantu dia menjadi sukses sampai membawa Apple ke tingkat sekarang ini. Hal ini penting dilakukan oleh para pengusaha tech pemula, mengumpulkan dot-dot yang ia punyai menjadi suatu "hologram" yang mengantarkan ke titik puncak.

Selain itu ada nasehat lain; stay humble dan stay foolish. Jobs pada hakikatnya tidak sedang berbicara pada mahasiswa-mahasiswa itu, tapi pada dirinya sendiri. Ketika kita menjadi pemimpin di mana pun, entah itu business, negara, maupun society, jika kita sudah bisa humble dan foolish dengan diri kita sendiri, maka insyallah kesuksesan bisa didapat.

Answered Mar 26, 2017
Yudha Pratomo
former journalist | content writer & editor | experienced

jDN0pto9aJoI4-yniFiY0GR16K9CZpgo.jpg

via pinimg.com (FR)

Kalau saya pribadi suka dengan karakter dan kebijakan dia dalam memimpin perusahaan. Jika pernah baca buku biografi judulnya Inside Steve's Brain karya Leander Kahney, di situ kita bisa mendalami bagaimana dia memimpin perusahaan. Hal yang paling saya sukai adalah pernyataan dia yang sangat tidak menyukai adanya diskusi grup dalam menentukan kebijakan perusahaan dan pembuatan produk baru Apple. Menurutnya adanya grup diskusi ini malah mempersulit perusahaan dalam membuat keputusan karena dihadapkan dengan terlalu banyak pilihan. Ia menganggap harus ada satu kepala yang bisa memahami seluruh kondisi perusahaan (Apple) dan menurutnya sosok yang pantas itu adalah dirinya sendiri. Sombong memang, hahaha, tapi inilah yang saya suka. 

Steve menurut saya memang egois, tapi egoisnya ini bisa dibawa ke arah positif. Otoriter memang, tetapi dengan segala kebijakannya yang tidak jarang kontroversial, dia bisa membawa Apple hingga sebesar ini. Steve Jobs adalah otak di balik semua produk Apple. Menurut saya, dia memang memberi perubahan pada sebuah industri teknologi. 

Mahakarya Steve Jobs sendiri buat saya ada tiga. Pertama adalah graphic interface, kedua adalah mouse (mouse komputer ini diperkenalkan pertama kali oleh Apple), dan ketiga adalah iPod yang membawa revolusi besar-besaran pada industri musik. 

Cara berpikir Steve juga sangat berbeda. Dia menganggap bahwa teknologi bukan sekadar barisan kode yang menyusun alogaritma tertentu, tetapi buat dia, teknologi adalah karya seni. Selain itu, semua produk Apple adalah karya seni menurut saya. 

Saya pribadi mengidolakan Steve Jobs, tetapi ada sosok yang sangat krusial dalam membantu Steve ini, sebenarnya, yaitu Jonathan Ive. Dia adalah kepala desain produk Apple dan Steve sendiri sangat sering berdiskusi dengan Ive ketika hendak membuat sebuah produk. 

Steve Jobs memang idola. Hahaha...

Answered Mar 27, 2017
Muhammad Iman Adi Perkasa
penulis fesyen dan pemberi advokasi atas perspektif lain dari dunia fesyen

lEgaAyCDQZ-FOpud7tsBbRCbcmmUuEcg.jpg

When he fails, he try again. Ketika orang gagal, tidak banyak yang mencoba bangkit kembali. Banyak yang menjadi lupa akan apa yang ia inginkan sebenarnya.

 

sumber gambar: internetstandard.pl

Answered May 3, 2017
Febri Ansyah
MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

Mampu membuat produk yang bisa membuat orang mengejar-ngejar karyanya.

Answered Aug 14, 2017

Hasil gambar untuk steve job

Menurut saya, Steve Jobs spesial dibandingkan kebanyakan orang adalah karena Steve Jobs adalah orang yang ulet dalam berkarya meskipun dia tidak melanjutkan kuliahnya. Meskipun begitu, Steve adalah orang yang cerdas, namun dia hanya mempelajari apa yang dia suka. Dia juga seorang yang pandai bergaul dengan sesama untuk membentuk sebuah hubungan kerja sama yang mungkin nanti akan dibutuhkan untuk berbisnis di masa depan. Steve juga orang yang tidak mudah menyerah, yaitu setelah dikeluarkan dari Apple Inc, perusahaannya sendiri. Dia tetap berusaha keras sebagai seorang bisnis. Dia mendirikan Pixar, sebuah perusahaan animasi komputer, kemudian membeli perusahaan yang bernama NeXT Computer, dan berhasil menciptakan berbagai produk termasuk NeXTSTEP yang menjadi Mac OS X. Prinsip dan pola pikir Steve Jobs telah menjadi panutan bagi petinggi perusahaan-perusahaan di dunia karena kesuksesannya. Selain itu, cara berinovasi Steve juga menjadi patokan bagi perusahaan besar dalam merancang sesuatu, yang tidak hanya memiliki fungsi yang baik, namun juga memiliki penampilan yang menarik.

Ilustrasi via merinews.com

Answered Aug 16, 2017
Rizky Aditya Darmawan
Peserta Rumah Kepemimpinan reg. Bogor

Steve Jobs memiliki konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai yang dia bawa di perusahaannya, ketika perusahaan-perusahaan lain sibuk menanggapi perusahaan kompetitornya dengan mengeluarkan produk-produk sejenis. Steve Jobs tetap fokus pada nilai-nilai yang ingin dia bawa dengan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumennya. Hal ini yang menjadikan produk Apple tetap laris meskipun dalam beberapa hal tidak unggul dari produk perusahaan lainnya

Answered Nov 2, 2017

Question Overview


14 Followers
1412 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?

Apa yang membuat Larry Page (pendiri Google) berbeda dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Sergey Brin (pendiri Google) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Steve Wozniak (pendiri Apple) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Elon Musk (pendiri Tesla Motors dan SpaceX) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Mengapa menteri ekonomi di Indonesia banyak yang berasal dari FE Universitas Indonesia?

Siapa lebih baik: Karen Agustiawan (Mantan CEO Pertamina) atau Sri Mulyani (Menteri Keuangan)?

Siapa Jakob Oetama dalam dunia jurnalistik dan media Indonesia?

Bagaimana peran orang-orang terdekat di balik kesuksesan seorang tokoh?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam hidup Anda?