selasar-loader

Siapakah Ayah Anda? Dapatkah Anda mengisahkan perjalanan hidup Ayah yang Anda ketahui?

Last Updated Mar 30, 2017

_UbuaH10CSNZl4IZ0Mp0hJTU1u6jL9b4.jpg

7 answers

Sort by Date | Votes
Tegar Hamzah
Pegawai Pelabuhan Indonesia II, Ditempatkan di Gresik, Tinggal di Surabaya

UIIyFWXfAG8tA_wFjcLlIDydXToC-3yn.jpg

via hipwee.com (FR)

Ayah saya anak bungsu dalam keluarganya, dilahirkan di lingkungan masyarakat minang, padang panjang, tapi besar di kota besar Jakarta karena andung (kakek) merantau bersama keluarga besarnya yang lain di tahun 60-70 an. Sebuah perantauan yang tidak disengaja karena Saat itu kakek, nenek, dan anak-anaknya lari dari kejaran tentara pemerintah, karena kakek bergabung dengan PRRI. Jadilah itu ayah saya saat masih balita sempat berkelana beberapa waktu di dalam hutan menghindari kejaran tentara soekarno, itu sebutan bibi saya untuk tentara pemerintah. Hehe.

Ayah saya bernama Edward, entah mengapa sepertinya banyak orang minang yang namanya bergaya kebarat-baratan, mungkin saya harus tanya di selasar. Hehe, tapi kalau ayah saya bilang, andung melihat ayah lahir dengan kulit yang putih mirip bule, maka jadilah ayah saya bernama agak kebarat-baratan.

Ayah saya dulu sepertinya seorang aktivis, pernah ikut pemuda muhammadiyah, tarekat tasawuf bahkan N11 (Negara islam indonesia), bahkan pernah kuliah di universitas milik N11 yang ilegal, universitas dipati ukur, baru ketauan ilegal beberapa tahun setelah lulus, untungnya ijazahnya saja yang disita, tak habis pikir kalau ayah juga dianggap aktivis kunci N11. Ayah bilang, dulu rumah andung 'hanya' diintai intel, tak sampai diberangus. Fiuh.

Ayah seorang yang cerdas, lulusan terbaik sekolah asisten apoteker kesad (milik angkatan darat) yang padahal kalau beliau mau masuk FKUI cukup menunjukkan ijazah saja, tapi entah kenapa, tidak kejadian, kurang motivasi kata beliau.

Kini beliau alhamdulillah sehat dengan 4 anak, saya, adik perempuan saya, satu menantu dan almarhum adik. Selepas pensiun aktivitas beliau kini lebih banyak dihabiskan di rumah sembari mengkaji quran dan menulis.

Answered Mar 31, 2017
Febrina Rachmayanti
Literature and a touch of make-up

uQhFRUzkpl8QGUTeqI_anrhUdfTbnguU.jpg

via bp.blogspot.com (FR)

Ayah saya bukan seorang presiden, maupun seorang menteri. Beliau hanya seorang laki-laki yang sangat bertanggung jawab pada keluarganya. Meskipun kami tidak terlalu dekat, tetapi ayah selalu menjadi sosok semangat saya menjalani lika-liku kehidupan.
Aku mengetahui perjalanan hidup ayah, tentunya sampai yang kelam sekalipun. Saat umurnya masih 15 tahun, Ayah sudah mandiri. Beliau bahkan sudah mencari uang sendiri untuk biaya pendidikanya. Kegigihan beliau untuk melanjutkan pendidikannya membuat ia menjadi pribadi yang tekun. Kemiskinan yang melanda keluarganya dahulu tidak mejadikan dirinya lemah. Namun, hal tersebut justru membuat beliau bangkit dan berkembang sehingga sekarang menuai hasil dari setiap usahanya.

Answered Mar 31, 2017
Ib Ra
My IQ would be perfect if im not too lazy to do the test

5XPH1duHDOo9effnqG3qtt2d_bll_eRC.jpg

Ayah.

He's one of a few peoples I respect on my life.

He's the one who teach me almost everything I understand in this world.

He is the one who bring me to this world. Well, my mother is the one who delivered it, offcourse.

Ayah, ayahku adalah orang yang terlahir di keluarga berada. Dia tidak pernah merasakan susah saat kecil. Tidak pernah ada cerita dia berjalan kaki ke sekolah. Tidak pernah ada cerita dia kesusahan makan. Karena itu, cara pembelajaran ayahku mungkin berbeda dengan kalian. Ayah kalian mungkin dapat memberikan pelajaran dari pengalaman langsung mereka, seperti saat mereka susah, mereka mungkin menceritakan hal itu agar kalian termotivasi untuk menjadi lebih baik dari mereka dan membuat kalian bersyukur atas kehidupan kalian sekarang.

Tetapi, ayahku berbeda. Ayahku memotivasiku melalui kesenangan, bukan kesusahan. Beberapa faktor yang menjadi alasan dia membesarkanku dengan cara tersebut adalah karena kakekku memang sangat berada dan karena dia percaya, dengan memberikan cerita kesuksesan leluhur, maka kita akan lebih termotivasi untuk menjadi jauh lebih baik dari mereka. Ayahku selalu berkata, keluarga itu yang utama, leluhur kita banggakan, asal usul tidak dilupakan, harga diri dan martabat selalu dijaga.

Ayahku selalu berkata, "Hidup ktia memang tidak pernah susah, tapi bukan berarti kita harus bersantai. Terlahir di keluarga terhormat itu jauh lebih berat daripada terlahir dari keluarga tidak berada. Tuntutan selalu ada di kita, tuntutan dari dalam keluarga, maupun tuntutan untuk menjaga harga diri dan martabat di hadapan yang lainnya, di saat kau terlahir di keluarga ini, bebanmu berat. Kau harus sukses. Tidak ada di keluarga yang tidak sukses. Dalam meraih kesuksesan, kesampingkan seluruh omongan orang lain. Kau akan menjumpai banyak orang yang berkata, 'Wajar aja, dia kan anak orang kaya.' Ya, kata-kata paling menyedihkan untuk didengar saat mendapatkan suatu prestasi, 'WAJAR AJA, DIA KAN ANAK ORANG KAYA.' Selain itu, dalam kehidupan, kita banyak menjumpai rintangan, termasuk dalam berteman. Banyak orang berteman atas latar belakang, bukan karena mereka ingin berteman. Itulah salah satu musuh terbesar di kehidupan."

He always told me that thing, always repeat it everytime he got the chance to say it. Dia mengajarkan bagaimana cara menghadapi kritik orang lain. Dia mengajari untuk menghargai orang lain. Dia mengajari bahwa dalam kehidupan, kita pasti akan menghadapi rintangannya, dan semua orang pasti akan menghadapi rintangan-rintangan yang berbeda. 

Ya, Ayahku memang tidak akan bisa memotivasiku tentang cerita saat dia kecil karena keadaannya tidak berbeda denganku saat ini. Yang bisa ia jelaskan hanyalah bagaimana dia dan para leluhur dapat mempertahankan harga diri keluarga ini, bagaimana cara menjaga martabat keluarga ini, dan bagaimana cara mengatasi seluruh perkataan-perkataan dan pandangan negatif orang lain terhadap kita.

Ya, beberapa orang berkata bahwa terlahir di keluargaku sangatlah beruntung, but little they know, it is even harder.

Di saat kita mendapat penghargaan, people will always say, "Wajarlah, duitnya banyak, bisa private tutor." Saat kita memasuki sekolah unggulan, "Wajarlah, uangnya banyak, jangan-jangan nyogok tuh." Well, I heard that word once from someone, when my brother got accepted into one of the most prestigious university in the world.

Tetapi, saat kita melakukan kesalahan, atau bahkan itu bukan kesalahan, saat kita ingin menikmati apa yang kita punya, some people will say, "Sombong banget, sih, pamerin mobil, mentang-mentang kaya." Do we even want to show you our wealth? No, we just want to enjoy it. Saat kita melakukan kesalahan, tersulut emosi, dan terlibat dalam pertikaian, some people will say, "Ah, dia mah santai, paling juga gak bakal kena kasus, bekingannya banyak." Yeah, I really hate when people say something like that.

Ayahku selalu mengajariku untuk tetap sabar, rendah hati, dan berbagi ilmu terhadap orang lain. Jadilah orang yang baik, maka orang lain akan segan terhadapmu, tidak perlu menunjukkan diri dengan bergaya, cukup dengan perilaku dan prestasi.

Ayahku saat muda sangatlah mirip denganku, pemuda yang penuh hasrat tentang hal baru. Pemuda yang nakal, ceria, dan mudah bergaul. Ayahku selalu menekankan satu hal, "Nakal boleh, asal tidak keterlaluan." Aku terlahir di keluarga muslim, tetapi banyak hal yang kulanggar, seperti alkohol. Hal ini juga terjadi saat ayahku masih muda. Saat dia tahu aku melakukan ini, all he said was, "Jangan keseringan, minum boleh, tapi jangan keseringan, nanti kebiasaan. Coba dikurangin. Kalau mau dugem, ya joget aja kalo bisa, ga perlu minum." Hal yang sama pernah kakekku ungkapkan kepada ayahku saat dia masih muda. Dia mengerti tentang kehidupan sosial kita. Dia mengerti bagaimana mengatasinya, dan bagiku, pengertiannya adalah hal yang terbaik. Mungkin bagi beberapa orang, hal ini memang aneh dan sulit dimengerti, tapi memang seperti itulah kehidupan kita.

Ayahku selalu berkata, kita lelaki, tidak boleh keras terhadap perempuan. Perempuan itu disayang, bukan dibentak atau dipukuli, bahkan untuk sekedar menghina saja tidak boleh. Di mata ayahku, perempuan dan laki-Laki itu sederajat, tetapi kita sebagai laki-laki harus sadar bahwa kita adalah pemimpin. Seorang pemimpin tidak boleh berbuat kasar terhadap perempuan, hanya pengecut yang kasar terhadap perempuan.

Hal itulah yang menjadi peganganku dalam memperlakukan my fiance. Dalam hal menghargai orang lain, ayahku lah panutanku.

Ayahku adalah seorang yang keras, tetapi juga lembut dan baik hati. Dia keras terhadap sikap kita di publik. Dia selalu ingin kita menjaga martabat keluarga karena untuk sekian kalinya, keluarga adalah utama. Menjaga sikap untuk menjaga harga diri dan martabat keluarga adalah yang terpenting.

Dalam berteman, ayahku selalu mengajarkanku agar selektif dalam berteman. Yang dimaksud selektif adalah memilih orang yang benar benar dapat dipercaya dan dapat dijadikan teman dekat. Tetapi untuk sekedar berteman,...(more)

Answered Apr 1, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

5yCVVPDzkfvqFDPrP8XyaFrzSzy3nIY9.jpg

Sumber gambar dari dokumen pribadi (via M)

Ayah saya bernama Marakarma, lelaki kelahiran Wajo, 14 Juli 1940. Lelaki sabar dan piawai mengerjakan banyak hal, termasuk berbelaja, memasak, bertukang, suka menanam tanaman, dan ngemong cucu. Tak banyak bicara tetapi sekalinya marah, lebih menakutkan daripada marahnya Ibu. Seperti Ibu, Ayah sangat bangga dengan anak laki-laki satu-satunya (adik bungsu saya). Pekarangan rumah hijau oleh jerih-payahnya menanam dan memelihara tanaman disertai warna-warni bebungaan menghiasi. Beberapa kali saya menulis tentangnya di blog saya. Berikut adalah tiga tulisan tentang beliau.

Answered Apr 3, 2017
Naya Avena Aubree Dista
Im 16 and im American-Chinese Indonesian.

9VxRl_dvIyP-egSos3yYtJNF_JfzAp4f.jpg

via blogspot.com (FR)

Ibrahim II,  he told me to write an answer to this question! So I will! 

Pertama-tama, sorry if I use 2 languages in an answer karena saya tidak terbiasa menulis maupun berkata dengan satu bahasa secara lengkap.

Okay, my father was born on 15th November 1970 in Upper East side of Manhattan (Borought Manhattan), New York City, United States of America. (174E *2th St Upper East Side.) Dia kemudian bersekolah di College Du Leman in Canton Geneva, Switzerland, dan kemudian he moved to Eton CollegeAfter finished secondary school, he got into Harvard. 

Setelah itu, papaku bertemu dengan ibuku. Saat dia bersama sahabatnya berkunjung ke Indonesia, mereka berdua bertemu di tempat yang tak terduga. I forgot the place! Kemudian, mereka menjalin hubungan. Papaku berada di Bali untuk beberapa bulan, menghabiskan waktunya untuk bersantai setelah mendapatkan gelar dari Harvard. Papaku kembali ke USA 8 bulan kemudian. Dia dan mamaku tetap menjalin hubungan. Beberapa bulan kemudian, papaku decided to propose her! Mereka kemudian menikah pada tanggal 12 Januari 1996. Kemudian, aku lahir pada tanggal 23 September 2000. Mamaku meninggal saat aku berumur 3 tahun, so I dont really know her.

Papaku adalah orang yang tegas, baik, dan bijaksana. Dia tahu apa yang terbaik untukku and that is why he decided untuk menjodohkanku dengan cucu dari teman my maternal grandfather! He is a strong man. Dia membesarkanku selama 14 tahun sendirian. Dia selalu menjagaku. I am a girl, so papaku mungkin tidak terlalu mengerti how to give his daughter an advice, tetapi dia selalu berusaha untuk selalu ada bersamaku di selang waktunya yang sangat padat sebagai executive di perusahaan kakekku (Paternal Line). Oleh karena itu, hampir beberapa bulan sekali, papaku pergi untuk mengunjungi USA dan akan tinggal selama beberapa bulan, kemudian kembali lagi beberapa bulan kemudian. 

Even tho he doesn't spend much time with me, I really love him. Aku tahu papaku melakukan semua itu untukku, anak satu-satunya, kesayangannya hahaha. Everytime he got a chance, he always love to tell me a story about him and my mother. Aku sangat suka tentang cerita-cerita masa lalunya, but i cant explain it, because it is really difficult to write it in Bahasa.

Anyway, it is nice untuk menulis sesuatu di Selasar! Dan ini merupakan kedua kalinya aku menjawab sesuatu. I will try to write the answer in Bahasa later. Aku membutuhkan bantuan darinya untuk menulis dalam Bahasa, but he is sleeping right now!

Answered Apr 5, 2017
Mukti Ali
saya praktisi perhotelan, saat ini nyangkut di Novotel Dubai.

bQxNoDAVw-D7EAlRgAyObWNSmiEV5iCp.jpg

Ketika membuka e-mail, ada pertanyaan menyapa saya, pertanyaan yang menarik, karena berkaitan dengan sosok terdekat dengan saya setelah Umak, ya, sosok itu adalah ayah.

Ayah saya bernama Syamsuddin, saya memanggil ayah dengan "Baba". Sepanjang ingatan saya, Baba adalah sosok yang keras, tertawanya juga keras, dan kepalanya juga keras alias keras kepala.

Kekerasan kepala Baba terlihat jelas ketika dia memaksakan diri pindah ke Bandung, padahal kami sudah enakan tinggal di Palembang. Baba rela pindah dari Palembang hanya untuk lebih dekat kepada anak-anaknya yang memang sebagian kuliah di Bandung.

Anak Baba kehitung banyak, ada 11, 3 wafat ketika kecil, satu wafat ketika dewasa, jadi kami saat ini tinggal bertujuh, saya sendiri anak ke enam.

Jadi pertanyaan, dengan anak banyak, kok Baba dapat menyekolahkan kami semua?

Baba bukan PNS biasa, di luar jam kerja, Baba ngobyek apa aja. Waktu di Palembang, Baba jadi "kontraktor", waktu di Bandung, Baba jadi Sales.

Kebetulan ada kerabat Baba yang punya pabrik celana jeans, jadi Baba mengajak kami mendatangi hotel-hotel di Bandung, mengajak ketua rombongan yang menginap di hotel untuk mendatangi pabrik celana, mereka dapat membeli celana jeans dengan harga pabrik.

Tidak semua ketua rombongan mau di ajak Baba, tapi Baba tidak menyerah begitu saja, dengan kelihaiannya berbicara, akhirnya ketua rombongan yang tadinya tidak mau menjadi mau di ajak ke pabrik yang berlokasi di Kiara condong.

Kalo banyak yang membeli celana, Baba pun mendapat uang yang lumayan, dari sanalah kami bertahan di Bandung dengan segala keterbatasan tentunya, tahu sendiri berapa gaji PNS waktu itu. Belum lagi biaya kakak-kakak saya yang kuliah. Adalah sebuah keajaiban kalo dipikirin saat ini.

Bagi saya pribadi, Baba adalah sosok yang enggak pernah berhenti bergerak, kadang baba pulang sampe larut malam, saya tahu baba lakukan semua itu buat kami, sering terdengar suara batuknya dikeheningan malam. Ah, jadi kangen dengan batuknya Baba.

Ketika Umak meninggal, Baba menjadi anak kecil yang kehilangan mainan, barulah saya tahu baba sangat mencintai Umak, kadang baba menangis sendiri, setelah berapa hari Umak meninggal. Saya pegang kening baba, mencoba untuk menghibur baba, di balik sosoknya yang keras, ternyata baba sangat sentimentil.

Setelah pensiun dari PNS, baba memutuskan pulang ke Palembang, tinggal di sebuah kawasan bernama kancil putih, Alhamdulillah, di kawasan itu banyak saudara baba yang tinggal, baba adalah anak tertua dari nenek Uning.

Baba menghabiskan masa tuanya di kancil putih, sampai akhirnya, saya mendapat telepon dari adik yang mengabarkan baba kecelakaan, saya sudah tinggal di Dubai waktu itu.

Hari itu juga saya membeli tiket pulang dan langsung menuju tanah air keesokan paginya, Baba wafat di rumah sakit Islam Siti Khodijah.

Al faatihah buat Baba dan Umak...

 

foto via hipwee.com

Answered Jul 7, 2017
Ibnu Zubair
Menolak tua dengan rutin tertawa

fw_nF1a7kBTAkv-PeBUeky4SxKu5qzmT.jpg

Ayah saya dulunya seorang pegawai negeri. Setelah pensiun kembali menjadi petani, pekerjaan yang pernah ditekuninya sebelum diangkat sebagai pegawai negeri. Sehari-hari, ayah selalu pergi ke kebun, untuk melihat tanaman dan beberapa ekor ayam yang telah lama diperiharanya. Di kampung saya di Bima, kebanyakan penduduknya memelihara ayam di belakang rumah atau di kebunnya. Beternak telah menjadi kebiasaan orang di sana. Ayam-ayam itu tidak dikonsumsi sendiri, melainkan untuk berjaga-jaga. Jika sewaktu-waktu ada keperluan biaya, ayam bisa dijual dan uangnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ayam juga biasa disembelih untuk menghormati tamu yang datang. Menu ayam bakar, menjadi cara favorit warga kampung saya untuk menghormati tamu. Demikian pula ketika mereka berekreasi ke suatu tempat, ayamlah yang selalu dibawa sebagai lauk ketika istirahat. Aneh dan mungkin juga menarik, karena ketika rekreasi tersebut, ayam yang dibawa bukanlah ayam yang telah dipotong, melainkan ayam yang masih hidup dan baru dipotong setelah sampai ditempat rekreasi yang dituju. Pemandangan seperti itu akan banyak dijumpai di banyak lokasi rekreasi di Bima.

Ayah hanya tamat pendidikan sekolah atas (SMA), tidak pernah duduk di bangku kuliah. Tapi pengetahuannya di bidang agama cukup mumpuni. Dari ayah, saya tahu kualitas pendidikan jaman dulu. Sekalipun mereka berpendidikan setingkat SMA, tapi pengetahuannya setingkat strata dua saat ini atau mungkin doktor. Ayah cerita, kalau sekolah SMA saat itu (terutama sekolah-sekolah agama), banyak yang menguasai bahasa arab di samping kemampuan membaca Alquran yang prima. Penguasaan di bidang hukum Islam pun sangat baik. Wajar, jika siswa seangkatan ayah, hingga saat ini masih menjadi tempat bertanya bagi orang-orang di kampung dalam masalah-masalah agama. Tentu saja bukan hanya ayah saya yang memiki kemampuan tersebut, beberapa orang tua yang seumuran ayah saya, yang saya temui di beberapa tempat di wilayah Indonesia, memiliki kemampuan dalam bidang agama yang cukup baik. Kemahiran tersebut, baru saya jumpai ketika mendengar ceramah seorang doktor ahli agama di komplek tempat saya tinggal saat ini. Entah kenapa, siswa dulu bisa lebih pintar, dari siswa-siswa saat ini. Para ahli pendidikanlah yang pandai menjelaskannya.

Sebagai pegawai negeri yang tinggal di kampung, penghasilan ayah tidak besar, tapi cukup untuk menghidupi kami sekeluarga. Lauk pauk untuk makan sehari-hari banyak kami produksi sendiri, seperti sayur-sayuran dan ikan. Sungai yang bersebelahan dengan tempat kami tinggal, memberi ikan yang cukup. Tak ada kata lapar dalam keluarga kami, meskipun yang kami konsumsi bukanlah yang termewah.

Selepas pensiun, kegiatan ayah hanya ke kebun dan masjid. Untuk ukuran seusianya (87 tahun), ayah termasuk yang masih segar. Giginya belum ada yang rontok, fisiknya masih kuat, sekalipun nampak kurus. Kami anak-anaknya rutin mengirimkan susu sebagai asupan tambahan untuk ayah. Tapi kata ayah, makanan bergizi itu yang dibeli dari hasil yang halal. Kalau makanan itu dikonsumsi, akan menghasilkan energi berlipat ganda. Susu sekalipun mempunyai kalori dan protein yang sehat, jika dibeli dari hasil yang tidak halal, akan berubah menjadi penyakit dan bakteri yang mematikan. Ayah selalu pesankan itu. Ayah percaya, bahwa kekuatan itu dari Tuhan, dan manusia harus menjaganya dengan mengonsumsi makanan yang telah dihalalkan menurut syariat dan halal sumber pendapatannya.

Semoga, ayah terus sehat dan dapat berbuat untuk kemaslahatan umat.

foto via dokumen pribadi

Answered Jul 10, 2017

Question Overview


9 Followers
1178 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Seberapa besar arti sosok ayah kandung di mata Anda?

Apa kenangan terindah yang Anda dapatkan bersama Ayah?

Kado terindah apa yang pernah Anda berikan untuk ayah?

Apakah ayah benar-benar perlu berada di ruang persalinan saat pasangannya melahirkan anak mereka?

Apa yang paling Anda kagumi dari sosok ayah Anda?

Bagaimana memperbaiki hubungan dengan ayahmu, ketika selama 22 tahun hidupmu kamu tinggal bersama dengan ibu?

Apa alasan kamu membenci Ayahmu sendiri dan sudah tepatkah tindakanmu itu?

Ungkapkan perasaan atau rasa sesalmu setelah memarahi dan membentak Ayahmu?

Apa yang unik, menarik, menyenangkan sekaligus membanggakan dari ayahmu?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Bagaimana menjelaskan bahwa ada kemungkinan kehidupan lain selain di Bumi ini?

Apa motto hidup paling keren?

Apakah seseorang mempunyai karakter bawaan yang tidak bisa diubah?

Apa ketakutan terbesar dalam hidupmu? Mengapa?

Siapakah cinta pertama Anda?

Seberapa pentingkah olahraga bagi Anda ?

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan?

Apa pengalaman paling bermakna dalam kehidupan Anda?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan Anda?

Buku biografi siapa yang paling mengesankan yang pernah Anda baca?

Siapa itu Jose Rizal?

Siapa Mar'ie Muhammad?

Apa keunggulan karakter Letjen (purn) Prabowo Subianto?

Siapa Arifki Chaniago?

Menurut Anda, apakah yang menarik dari seorang Malcolm-X ?

Siapakah Anda? Bisakah Anda berbagi inspirasi dengan menceritakan perjalanan hidup Anda?

Siapakah Anda? Dapatkah Anda menceritakan kisah hidup Anda yang bisa menginspirasi orang lain?

Siapakah Ibu Anda? Dapatkah Anda mengisahkan perjalanan hidup Ibu yang Anda ketahui?

Apa yang membuat Larry Page (pendiri Google) berbeda dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Sergey Brin (pendiri Google) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Steve Jobs (pendiri Apple) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Steve Wozniak (pendiri Apple) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Elon Musk (pendiri Tesla Motors dan SpaceX) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Mengapa menteri ekonomi di Indonesia banyak yang berasal dari FE Universitas Indonesia?

Siapa lebih baik: Karen Agustiawan (Mantan CEO Pertamina) atau Sri Mulyani (Menteri Keuangan)?

Siapa Jakob Oetama dalam dunia jurnalistik dan media Indonesia?

Bagaimana peran orang-orang terdekat di balik kesuksesan seorang tokoh?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam hidup Anda?