selasar-loader

Kenapa mayoritas orang Indonesia lebih memilih membeli motor dengan brand Yamaha dan Honda, dibandingkan dengan brand motor yang lain?

Last Updated Mar 23, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Shendy Adam
Pernah mengisi halaman lifestyle di Harian Merdeka

Hasil gambar untuk naik motor

Mengacu pada pertanyaan ini, berarti saya termasuk kelompok minoritas di Indonesia. Saya tidak fanatik terhadap merek Honda dan Yamaha. Selain sempat memiliki motor keluaran kedua merek itu, saya juga pernah dan sedang menggunakan motor dari pabrik lain, yaitu Kawasaki dan Suzuki. Berbekal pengalaman pribadi, berikut saya bagikan kisah dengan masing-masing motor itu.

Honda 

Motor pertama saya adalah Tiger 2000. Sebetulnya bukan saya yang beli, melainkan ayah saya. Saat di kelas 2 SMA, ayah membelikan saya motor Tiger 2000 keluaran tahun 1997 berwarna ungu. Ya, bukan motor baru. Ayah membeli dari seorang temannya yang sedang BU alias butuh uang. Lucu juga mengingat saat itu saya sebetulnya belum lancar membawa motor, tetapi malah dibelikan motor dengan kopling. Jatuh bangun saya lalui dalam proses belajar mengendarai "kuda besi" ini.

Performa Tiger 2000 rasanya tak perlu saya ulas panjang lebar. "Menggendong" mesin dengan kapasitas 200cc, motor ini sangat "oke" diajak ngebut. Pada dasarnya, saya bukan tipe pengendara yang suka kebut-kebutan. Alih-alih bejek gas sampai putaran mesin maksimal di "gigi" enam, saya lebih sering berkendara di kecepatan sedang dengan "gigi" empat atau lima. Rekor kecepatan saya dengan Tiger cuma 120 km/jam di trek lurus.

Risiko beli motor seken adalah harus menanggung penggantian suku cadang yang bertepatan habis masa pakainya. Motor saya juga sempat rusak parah saat dipinjam saudara. Kalau tidak salah ingat, waktu itu sampai turun setengah mesin. Nah, di sini kelebihannya pabrik Honda. Dia punya jaringan bengkel resmi yang banyak sehingga mudah kita jangkau. Apalagi bagi konsumen di kota besar seperti Jakarta. Ketersediaan suku cadang juga berlimpah. Kalau akan ke bengkel tidak resmi, malah kita bisa dicarikan spare part KW.

Mungkin layanan purnajual ini yang membuat Honda mendapat tempat tersendiri di sebagian besar orang Indonesia. Harga jual kembali produk mereka juga relatif stabil.

Kawasaki 

Selain karena mulai sering "ngambek", Tiger 2000 kesayangan saya akhirnya harus dinego karena saya akan kuliah di Jogja. Lho, apa hubungannya? Agak absurd sebetulnya. Ibu saya khawatir saya bakal kebut-kebutan di Jogja karena tak ada lagi pengawasan melekat dari orang tua. Walaupun terkesan overprotected, tapi saya tidak membantah keinginan ibu. Sami'na wa atho'na. 

Ayah dan ibu mengajak saya ke PRJ (Jakarta Fair) untuk memilih motor yang saya inginkan. Di sini saya mulai menyadari kalau saya tipe yang anti mainstream. Karena dibolehkan memilih sendiri, saya menunjuk Kawasaki Blitz R warna biru tahun keluaran 2004. Modelnya cukup unik. Pun demikian dengan kelir biru yang membalur sekujur bodinya, tidak pasaran. Ayah dan ibu langsung setuju karena dari segi harga, motor ini jelas lebih murah dibanding tipe sejenis dari produsen Jepang lainnya.

Secara subyektif, saya bisa katakan Blitz lebih enak dikendarai dibanding motor "bebek" lain. Setidaknya, dibandingkan beberapa merek motor Honda dan Yamaha punya teman yang pernah saya pinjam. 

Oh iya, pernah ada kisah menarik dengan Blitz saya. Ceritanya, pada saat saya dan teman-teman ingin touring ke Dieng. Kami sempat menginap dulu di rumah salah seorang teman di daerah Temanggung. Ketika ingin melanjutkan perjalanan keesokan paginya, Bapak Si Empunya rumah sempat mewanti-wanti saya agar waspada. Kebetulan beliau menunjukkan kami jalan alternatif yang medannya agak berat. Menurut Si Bapak, Kawasaki biasanya tidak kuat menanjak di situ. Ternyata yang terjadi sebaliknya. Motor saya "melenggang" paling mulus melewati tanjakan demi tanjakan di saat beberapa motor lain kepayahan.

Bengkel resmi Kawasaki jelas kalah telak dari segi jumlah. Namun, saya tidak terlalu kesulitan mencarinya, baik saat di Jogja maupun ketika sudah kembali di Jakarta. Karena pengguna Kawasaki tidak terlalu banyak, suasana bengkelnya juga tidak seramai di AHASS yang kadang pelanggan harus sampai antre menunggu giliran.

Satu-satunya kelemahan Kawasaki Blitz adalah pada saat saya ingin menjualnya. Tidak banyak peminat motor ini. Kalaupun ada, biasanya menawar dengan harga agak "sadis".

Yamaha 

Saat mulai bekerja di Harian Merdeka, ibu menyarankan saya untuk mengambil kredit motor daripada uang gaji saya habis tidak jelas juntrungannya. Lagi-lagi, saya nurut saja sama ibu. Seperti saat mau membeli Blitz, saya kembali menyambangi PRJ untuk melihat-lihat motor. Sebetulnya, sejak sebelum ke PRJ, saya sudah naksir Yamaha V-ixion. Walaupun pernah punya kenangan manis bersama Tiger 2000, tapi model terbaru "motor laki" dari Honda itu tidak menarik minat saya. Akhirnya, dengan mantap saya membeli (eh, kredit) Yamaha V-ixion warna hitam keluaran tahun 2009.

Vixie lumayan enak ditunggangi. Tarikan mesinnya memang tidak sekencang Tiger yang volume mesinnya selisih 50cc. Bobot motor ini juga tidak terlalu berat, sesuailah dengan postur saya yang "agak mungil". Untuk jarak jauh, motor ini tidak membuat pengendaranya kelelahan. Vixie jadi motor pertama saya yang sudah mengadopsi teknologi fuel injection. Saya selalu servis rutin "Si Hitam" ini ke bengkel resmi. Jumlah bengkelnya tidak sebanyak Honda, tapi unggul dibanding Kawasaki.

Seperti halnya Honda, Yamaha juga bagus dalam pelayanan purnajual. Suku cadang asli dari pabrikan "Garpu Tala" ini relatif lebih murah ketimbang kompetitornya. Harga jual kembali produk keluaran Yamaha juga cukup terjaga.

Suzuki 

Tahun 2015 lalu, saat menjalani tugas belajar dari Pemprov DKI Jakarta, saya harus melego Vixie kesayangan karena krisis keuangan lantaran beasiswa yang tidak lancar pencairannya. Karena tetap butuh kendaraan roda dua, saya terpaksa ngutang motor lagi. Persis seperti dua momen sebelumnya, saya selalu ke PRJ setiap akan beli motor. 

Karena merasa kemacetan Jakarta sudah tidak "asyik", saya mempertimbangkan opsi membeli motor matic. Memang dasar anti-mainstream, saya langsung mencoret Honda Beat dan Yamaha Mio dari pilihan. Saya sempat kepincut skuter keluaran Piaggio/Vespa. Akan tetapi, saya bisa terancam krisis...(more)

Answered Apr 17, 2017

Question Overview


2 Followers
1642 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif untuk memastikan kondisi kendaraan selalu prima?

Apa tips terbaik untuk membuat mobil/kendaraan yang kita miliki tampak selalu kinclong (bersih mengkilap)?

Bagaimana sistem pembayaran driver Gojek? Apakah mereka menerima semua atau ada sistem komisi dengan perusahaan Gojek?

Mengapa banyak orang Indonesia yang memakai sepeda motor namun tidak menuruti aturan seperti tidak memakai helm, tidak menyalakan lampu, dsb?

Apakah kamu tahu fungsi dan kegunaan Yellow box yang ada di lampu merah?

Mengapa masih banyak orang tua yang memberikan kendaraan motor beroda dua kepada anak-anaknya yang belum cukup umur?

Menurutmu apakah balap motor dan mobil termasuk olah raga?

Mengapa Orang Indonesia lebih menyukai MotoGP dibandingkan dengan F1?

Motor jenis apa yang Anda suka?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan membeli sepeda motor baru dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan membeli sepeda motor bekas dan mengapa hal itu penting?

Apa yang dicari pengendara sepeda motor gede (moge)?

Sepeda motor apa yang paling value-for-money saat ini?

Apa tips membeli mobil bekas?

Bagaimana cara membeli mobil bekas berkualitas?

Mengapa Toyota menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Honda menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Mercedes-Benz menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Volvo menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Rolls-Royce menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia? Apa rahasianya dan bagaimana cara ia bertumbuh?

Mengapa Hyundai menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Mazda menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan membeli mobil baru dan mengapa hal itu penting?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?