selasar-loader

Dapatkah Anda bercerita lengkap tentang website atau blog yang Anda miliki sendiri?

Last Updated Mar 23, 2017

4 answers

Sort by Date | Votes
Syaifuddin Sayuti
Happy Holiday...

vgphF_zlX8cz75HmSbz0p_MC0uLFsJG1.png

Saya memiliki beberapa blog sejak awal tahun 2000-an. Ada yang berbasis wordpress, blogspot, hingga blog keroyokan seperti di Kompasiana dan Blog Detik. Namun blog wordpress dan blogspot saya sudah jarang diupdate karena kini lebih konsen dengan blog dengan domain name pribadi.

Saya ngeblog karena pada dasarnya senang dengan dunia tulis menulis. Saya menulis apa saja. Ada blog yang saya konsep sebagai ruang bicara mengenai sosial politik, ada pula yang parenting, review dan traveling. Blog yang khusus sosial politik dan parenting sudah lama saya tak sentuh lagi karena asyik mengembangkan blog personal yang lebih lifestyle.

Blog saya yang beralamat di http://www.syaifuddin.com memang saya konsep berbeda dari blog saya sebelumnya. Memang diniatkan untuk menulis hal-hal yang 'lite' yang jadi obsesi saya selama ini. Selama ini karena bergaul dengan dunia berita yang bobotnya lumayan 'berat' di dunia nyata, maka saya niatkan ngeblog hanya untuk hal yang ringan saja.

Kegemaran jalan, makan, dan otomotif jadi bahasan yang mewarnai blog saya. Mengapa saya seperti banting stir dengan tema blog saya? Oleh karena bidang itu lah yang belakangan dekat dengan saya. Saya kerap diajak jalan, diundang untuk mereview sebuah resto atau diajak test drive sebuah mobil baru, karenanya saya arahkan blog saya ke sana.

Inginnya suatu saat nanti saya lebih konsen ke traveling dengan memanfaatkan waktu jalan-jalan lebih banyak ke berbagai kota dan negara. Sebab ternyata traveling itu candu. Menyenangkan.

Answered Mar 27, 2017
Al-A'la Dzulfikar
Full Time Blogger

_ekeEVWeBC7TKgpRcfBjfwho9n3dJza_.png

Oke, ini blog saya berupa blog top level domain dengan alamat https://dzulfikaralala.com. Atas kebaikan seorang sahabat, terus terang saya tidak membayar sepeserpun untuk hosting, saya hanya mengurus perpanjangan domain saja setiap tahunnya. Betul, teman saya kebetulan menyewakan hosting kepada beberapa client di luar negeri. 

Blog saya selain dijadikan tempat untuk bercerita, juga saya jadikan tempat bereksperimen. Ada beberapa tools, plugins dan tentunya eksperimen content yang saya jalankan di blog ini. Jadi, memang blog saya ini awalnya gado-gado karena saya bisa menuliskan apa saja yang saya alami sehari-hari.

Seiring waktu berjalan ternyata blog saya in mulai dilirik beberapa client. Mungkin karena ada beberapa keywords yang mereka temukan di blog saya. Selain mendapatkan kerjasama, saya juga menawarkan untuk menuliskan review dengan menggunakan blog ini. Singkat kata akhirnya saya memutuskan untuk setia dengan tema lifestyle atau gaya hidup.

Kenapa lifestyle? Saya pikir ini tema yang cukup luas. Tidak khusus semata travel atau kuliner saja, tapi saya bisa menulis tentang review film hingga review teknologi terkini terutama perkembangan smartphone. Meskipun langkah ini memang tidak cukup menjual karena niche yang saya pilih terlalu luas.

Oke, untuk menentukan sejauh apa performa blog saya mari kita bahas dari template atau themes yang saya pilih. Boleh dibilang saya kerap bergonta-ganti themes karena memang saya suka bereksperimen. Saya pernah mencoba beberapa themes mulai dari yang tiga kolom, dua kolom akhirnya mengerucut pada satu kolom.

Oh ya kenapa akhirnya saya memilih satu kolom? Ini berdasarkan pengamatan dan masukan dari seorang teman yang berkecimpung dalam bidang UI/UX bahwa pemilihan themes satu kolom bisa merampingkan bounce rate. Apa itu bounce rate? Secara sederhana bounce rate itu mengukur seberapa betah visitor berada di blog kita. Jika ia hanya mengunjungi salah satu halaman di blog kita entah itu 1 menit atau kurang dari 30 menit kemudian akhirnya keluar tanpa berpindah ke halaman lain, artinya visitor tersebut cabut istilah dalam google analytics disebut bounce rate.

Kedua, secara struktur saya juga mendapatkan insight dari teman saya yang kebetulan lama bergelut dalam bidang SEO untuk kembali merestrukturisasi mulai dari kategori hingga penamaan label atau tags. Saya hampir gila memangkas banyak sekali kategori yang dulu pernah saya buat tanpa visi yang jelas. 

Demi mendapatkan skor yang baik dan penelusuran robot atau crawler google dengan menyeluruh, saya hampir begadang tiga hari tiga malam untuk memperbaiki struktur blog yang saya bangun dengan cara awam. Tugas saya belum selesai sampai disitu karena ternyata banyak sekali deadlink atau tautan yang sudah mati. Ini pun berpengaruh terhadap skor SEO blog kita.

Saya belum berpikir traffic karena ternyata blog saya sendiri tidak sehat. Kemudian langkah selanjutnya barulah saya mengukur yang lain-lainnya seperti kecepatan loading, responsive, hingga tampilan yang wajib menyesuaikan dengan mobile. 

Setelah semua saya rasa cukup dalam pengamatan blogger yang awam dalam urusan pengembangan sebuah blog, barulah saya berpikir untuk mengisi konten, memperbaiki traffic dan mengejar peringkat alexa hingga page rank dan domain authority.

Oke apa saja tools yang saya gunakan untuk menguji blog saya?

AqVFFzpvOTKud_a56GkVULynPQ7TkNue.png

Pertama saya mengujinya dengan webpagetest. Oke untuk tes pertama ini saya cukup pede karena hampir semua skor dapat A kecuali untuk penggunakan penyimpanan gambar atau media saya masih menggunakan server yang sama. Teknologi sekarng konon katanya lebih bagus dipisahkan agar tidak memberatkan saat traffic tinggi.

io39MC_BvtrqDwNPkjpss8NphvATDkdz.png

Tes yang kedua saya menggunakan toolspingdom. Nah, disinilah kelemahan blog saya dari segi load time dan page size. Ini sudah technical sekali dan membutuhkan ahli. Saya sebetulnya ingin belajar tapi sepertinya sudah cukup lah tahu kulitnya saja. Kerena fokus saya bukan di teknikal melainkan di content. Skor dibawah B inilah yang seharusnya bisa diperbaiki. 

Google sebetulnya memberikan saran agar page load time tidak lebih dari 3s. Saya pernah mendapatkan themes yang bisa kurang dari 3 seconds tapi beberapa sisi ternyata ada kelemahannya juga. Untuk mencapai kata ideal ibarat tambal sulam jika masih menggunakan themes orang lain. 

Jangan pernah berpikir bahwa themes berbayar pun sudah sangat ideal dan teruji. Yang paling bagus justru dikerjakan oleh ahlinya dan kita yang memesan sesuai dengan pesanan yang kita inginkan. Saya yakin dengan indikator-indikator skor A ini tentu saya harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit.

Sampai di sini saya sudah cukup puas dengan performa blog saya yang notabene pakai hosting gratisan dan dicustom sendirian.

mBII9PppJ7_wSOExDgwioKEXrSOkInzz.png

Nah skor ini memang yang kurang maksimal. Dua tools sebelumnya memang sudah cukup baik namun untuk tools mengunakan Gtmetrix ini skor blog saya dikasih nilai C.

Oz1jEk3DUURmJz_20Cw8fNw4jOkiz34k.png

Yup, untuk pengujian dengan pagespeed insight google skor untuk dekstop lumayan bagus. Tapi jangan senang dulu, karena hapir 90% visitor ke blog saya ternyata mengakses dari mobile.

JNENUPK5Dw0jywNqRP_FkLwPllz4ONoW.png

Meskipun blog saya sudah dianggap mobile friendly tapi masih ada beberapa catatan yang harus di perbaiki. Inilah yang bikin saya pusing gak karuan hahaha, karena benar-benar butuh kecerdasan logikan dan kesabaran. Kecuali mau keluar uang dan meminta ahli untuk membereskan.

-SI5zeJcYdBqtKps21PcL2Lz_7tmYqOv.png

Dengan usia hampir 3 tahun inilah traffic yang saya dapatkan. Andapun bisa mengukurnya dengan mengakses situs siteworthtraffic untuk mengetahui kisaran traffic yang datang pada sebuah blog. Ini hanya kisaran saja karena Google Analytics pun tidak sepenuhnya akurat. 

Dalam satu hari setidaknya blog saya dikunjungi 1000 an unique visitor, dan dalam satu bulan ada sekitar 30 ribuan unique visitor. Kata teman saya nilai ini belum cukup jika saya mengajukan google adsense, karena minimal untuk bisa disetujui, traffics harian setidaknya sudah di atas 3 ribu sampai dengan 4 ribu per-harinya.

WcGEshTcu9XEAFQUolc8T03mVhKlrUPA.png

Nah, untuk soal Alexa, blog saya pernah nongkrong di bawah 3000. Namun setelah ada update...(more)

Answered Apr 8, 2017
Baskoro Aris Sansoko
Suka Humor sampai Tidak Pernah Dianggap Serius

YMdFdrMTb74K4BccBMnwSDgswgl1u_O5.jpg

Sumber gambar via BAS

Awalnya saya sebal melihat tulisan saya tercecer di berbagai media sosial yang saya miliki. Dari sampah-sampah tidak berfaedah di LINE dan Ask.fm hingga yang (agak) berkualitas (namun panjang) di Facebook dan (yang pendek) di Instagram. Keterpisahan ini membuat ada beberapa orang yang memberitahu saya untuk membuat situs atau blog yang menjadi pusat wadah tulisanku. So, karena saya sudah terlalu banyak membuat blog (bahkan kalau pembaca mencari nama "Baskoro Aris Sansoko" di Google akan muncul blog yang saya buat waktu SD) sehingga saya merasa perlu untuk naik tingkat. Akhirnya, saya menghubungi teman saya untuk meminta jasa membuatkan saya situs.

1 Januari 2017, saya melakukan launching "bodoh-bodohan" situs saya di seluruh media sosial yang saya miliki.

Saya memilih nama baskoroaris.com karena memang saya rencanakan menjadi "portofolio", baik tulisan maupun fotografi yang saya pernah buat. Overall, isinya lebih banyak tulisan-tulisan opini yang "serius" dan cerpen romansa yang sempat saya tulis. Rencana ke depannya situs saya akan saya isi dengan rekaman perjalanan ke luar kota dengan fotografi sebagai medium utama dalam menyampaikannya. Selain itu juga, link untuk vlog yang rencana tengah tahun ini akan dibuat, hal-hal yang lebih akrab dengan sehar-hari, dan tentunya more serious things.

Karena masih muda (seperti yang punya), jadi masih banyak peluang untuk dikembangkan. Tentunya saya akan lebih senang jika para Selasares di sini bisa memberi masukan. 

Answered Apr 10, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

QD6QzndOxDKAsfhdIJ5Xhw83dWs3rSwc.jpg

Mulanya saya hanya ingin mendokumentasikan catatan harian saja di blog. Barangkali di suatu saat nanti anak-cucu saya bisa mendapatkan pelajaran dari apa yang telah saya lalui. Namun lama-kelamaan saya menemukan banyak keasyikan dalam/di balik aktivitas ngeblog yang serius saya jalani dalam 6 tahun terakhir ini.

Rasanya bahagia jika apa yang saya tulis menjadi bermanfaat bagi orang lain. Sesekali ada yang mengatakan demikian. Baru-baru ini, ada yang ngotot membeli popok bekas pakai anak-anak saya dari saya gara-gara membaca tulisan saya tentang popok kain berbahan tetra di blog. Popok yang saya punyai memang kualitas bagus namun sejak hamil anak pertama di tahun 2001 sudah sulit dicari. Seseorang, sejak setahun lalu meminta supaya saya mau menjual popok yang masih saya simpan (kebetulan masih ada beberapa). Saya menolaknya tapi kemudian pada tahun ini meminta lagi, saya pun memberikannya. Tidak untuk dijual karena sudah pernah dipakai oleh ketiga anak saya. Yang penting dia mau membayar ongkos kirimnya. Singkat cerita popok itu terkirim dari Sulawesi ke pulau Jawa. Mungkin bagi sebagian orang, ini aneh tapi saya bisa memahami karena orang itu ingin anaknya sehat, dia tidak mau memakaikan anaknya popok sekali pakai sementara itu sulit menemukan kain popok berkualitas bagus. Pengalaman lainnya adalah, pernah membantu dua panti asuhan mendapatkan sumbangan. 

Saya menulis apa saja, bisa tentang hal yang saya pikirkan/rasa/renungkan, peristiwa yang saya coba ambil hikmahnya, tentang hal yang lagi hangat inspirasi dari buku yang saya baca, produk yang saya review, dan lain-lain. Bahkan yang tidak penting sekali pun. Atau kata seseorang "tidak berkonteks" hehe. Hal tersebut dikarenakan, memang saya senang menulis. Semoga demikian nanti anak-cucu saya lebih mengenal saya secara dekat dan memahami pola pikir saya. 

Bagi saya menulis di blog adalah passion, prasasti sejarah, dan media yang semoga akan membuat tabungan amal jariyah saya makin berbunga. Haha. Kalau mau saya cerita banyak, mungkin tidak akan habis dalam sehari-semalam karena sudah hampir 1.900 tulisan yang ada di dalam blog http://www.mugniar.com ini (selain 100-an yang tersebar di blog-blog lain dan website-website lain).

Answered Jun 9, 2017

Question Overview


6 Followers
683 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Bagaimana cara agar hits suatu web bisa tinggi?

Apa yang membuat orang betah berlama-lama di suatu situs/web?

Bagaimana cara meningkatkan jumlah pengunjung di blog?

Apa Content Management System (CMS) populer untuk Blog?

Bagaimana perkembangan Wordpress kini dan apakah Wordpress sebagai platform blogging masih relevan saat ini?

Seberapa kenal Anda dengan Matt Mullenweg pendiri Wordpress dan apa kesan Anda mengenai orang ini?

Apa yang harus dilakukan untuk menjadi seorang Blogger?

Mengapa saya harus membuat akun Selasar?

Apa yang anda ketahui tentang Multiply.com?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Bagaimana cara mengatasi kecanduan media sosial?

Mengapa rakyat Tiongkok bisa hidup tanpa media sosial buatan AS seperti Facebook dan Google?

Apa yang menyebabkan turunnya pamor Kaskus?

Siapakah orang Indonesia yang pertama sekali memiliki akun di Facebook?

Ada berapa grup WhatsApp yang Anda ikuti? Sesungguhnya di grup WA apa sajakah Anda aktif? Mengapa?

Apakah Kompasiana itu?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang wartawan media online?

Bisakah Anda deskripsikan Hukumpedia.com dan apa manfaatnya bagi pembaca?

Informasi apa yang dicari perempuan di media online/ Internet?

Apa tujuan dibentuknya MITV?

Manakah yang Anda pilih, Kumparan atau tirto.id? Mengapa?

Infografis dalam Media Online, wajibkah?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Mungkinkah Selasar menjadi salah satu situs web paling dikunjungi di Indonesia?

Apa itu WebAssembly?

Model bisnis apa saja yang biasa dilakukan oleh media online?

Mengapa selasar sangat lambat dimuat dibandingkan situs lain?

Halaman website apa yang pertama kali Anda buka setiap terhubung dengan internet?

Apa perbedaan mendasar antara user interface (UI) dan user experience (UX)?

Apa perbedaan mendasar antara detik.com dengan kompas.com?