selasar-loader

Seberapa berpengaruh kehadiran Michael Essien terhadap performa Persib Bandung?

Last Updated Mar 14, 2017

5 answers

Sort by Date | Votes
Arief Bahari
pencinta berolahraga (jika ada yang mengajak)

 

IvwyG8A8aurLklqfIAin_rrDKZWUXoBg.png

Biasanya, jika ada pemain bintang yang bergabung di tim yang kelasnya "di bawah" tim yang sebelumnya dibela, pengaruh positif selalu ada:

1. Moral pemain lain meningkat (seperti saat Mesut Ozil gabung dengan Arsenal, setiap pemain berusaha menunjukkan permainan terbaiknya, setidaknya di awal musim)

2. Penjualan kaos meningkat

3. Pemasukan tim dari iklan dan hak siar TV pasti meningkat

4. Michael Essien masih 34 tahun. Bisa dibilang, performa fisiknya masih belum terlalu pudar. Sebagai perbandingan, Alexander Del Piero hijrah ke Sydney FC di usia 38 tahun, dan masih tergolong produktif.

Answered Mar 14, 2017
Venusgazer E P
A man who loves reading, writing, and sharing

37t5IujdqbMkSLjSwvwhgVkvYgZ917ZY.jpg

Jelas akan ada pengaruh bagi Persib. Ini investasi yang cukup bagus karena akan membuat kandang Persib bakal full terus. Otomatis, juga sponsor akan berdatangan.

Essien tentu diharapkan dapat semakin mendongkrak prestasi Persib, walaupun diperlukan waktu untuk adaptasi juga bagi pemain kelas dunia bermain di Liga Indonesia yang tergolong keras itu.

Manajemen Persib mungkin berharap Essien akan 'menularkan' ilmu, baik teknik bermain dan attitude sebagai pemain bola profesional. 

 

Answered Mar 14, 2017
Shendy Adam
Eks sport journalist di Harian Merdeka

cSsSfQRL0aXlNrfsMBwYQk9RF4EqDKjz.jpg

Saya sepakat kalau kehadiran Michael Essien berpotensi mendatangkan keuntungan dari sisi bisnis bagi Persib. Tapi, kalau pengaruh terhadap performa di atas lapangan hijau, saya tidak terlalu yakin.

Sepak bola adalah olahraga permainan kolektif. Sebuah tim bisa bermain baik kalau para pemainnya bisa bekerja sama dengan padu dalam strategi yang dirancang pelatih. Seorang pemain hebat, katakanlah Lionel Messi sekalipun, tidak akan bisa berbuat banyak kalau sepuluh rekan lainnya tidak bisa mengimbangi permainan dia. 

Bukan berarti pemain hebat sama sekali tidak memiliki dampak bagi tim. Pasti ada. Essien adalah seorang gelandang jangkar yang andal. Merujuk Whoscored.com, Essien punya kelebihan dalam hal menahan bola dan mendistribusikannya. Pelatih Persib harus bisa memanfaatkan kelebihan ini dalam skema permainan tim.

E825ZRWN72m2frcXqJ4vBOxzh2RGlM38.png

Masalahnya, apakah kualitas Essien saat ini masih sama dengan periode kejayaannnya ketika membela Chelsea dulu? Sekembalinya dari peminjaman di Real Madrid (2012/2013), pemain Ghana ini seperti kesulitan mengembalikan performanya. Paruh pertama musim 2013/2014 ia lalui dengan catatan 9 pertandingan di seluruh kompetisi bersama The Blues. Sisa musim ia habiskan di AC Milan dengan jumlah laga yang identik.

Di musim 2014/2015, ia cuma membela Rossoneri di 13 pertandingan. Catatan yang sangat minim untuk pemain yang usianya belum bisa dibilang terlalu tua (32 tahun). Semusim di Panathinaikos, ia juga hanya tampil 15 kali (2015/2016). So, total ia cuma bermain di 46 laga dalam 36 bulan.

Kepergiannya dari Panathinaikos juga meninggalkan berita tak sedap. Pengoleksi 58 caps untuk Ghana ini dikabarkan meminta kompensasi uang sisa kontrak, padahal sebelumnya sudah sepakat memutus ikatan kerja. Sementara, Essien juga disebutkan geram dituding tidak profesional oleh mantan klubnya itu.

Semoga saja Persib tidak salah mengambil keputusan merekrut Essien, mengingat fulus yang dikeluarkan manajemen benar-benar menguras kocek.

Answered Mar 15, 2017
Ibnu Zubair
Menolak tua dengan rutin tertawa

p5C8-8ilgPOmyYn_efj6NFW-hcoTJrcG.jpg

Dua hari ini, berita sepakbola lokal dihiasi dengan dua peristiwa yang berbeda. Perseteruan Persija-Persib menjalar ke publikasi aktivitas keduanya. Persija sukses melakukan restrukturisasi perusahaan. Masuknya Gede Widiadi diharap berdampak positif bagi pengembangan dan kesehatan perusahaan. Dengan sehatnya perusahaan, prestasi tidak sulit didapat.

Tertatihnya laju Persija di kancah sepak bola domestik tak lepas dari masalah perusahaan, khususnya keuangan. Ferry Paulus yang selama ini menakhodai perusahaan Persija, mulai oleng selepas masalah yang menimpa Persija bertubi-tubi. Larangan tanding di kandang dan atau stadion yang berdekatan dengan Jakarta telah menyusutkan pemasukan Persija. Sponsor-sponsor yang telah mendonasikan bantuannya, mulai menghitung angka partisipasi berdasar lokasi Persija bertanding.

Sekalipun rating Persija di layar televisi selalu tinggi, tapi sponsor selalu punya alasan untuk mengurangi kewajibannya. Akibatnya, beberapa kali laga kandang Persija dimainkan di stadion lawan, maksudnya jelas, memaksimalkan pemasukan dari pendukung lawan. Namun, harapan baru terhadap masa depan Persija mulai terlihat nyata. Rasionalitas Ferrry Paulus memuluskan jalan pembangunan tim Persija yang lebih kuat di masa mendatang. Ferri Indra syarief ketua umum Jakmania berujar bahwa, klub harusnya sejak dulu dikelola keroyokan, bukan oleh satu orang saja. Kini, Persija sedang menanti beberapa nama saudagar lainnya yang siap melambungkan nama klub Ibukota ini.

Sementara itu, Persib berhasil mendaratkan mantan pemain utama Chelsea, Michael Essien. Kedatangan Essien mendapat sambutan yang hangat, tak hanya pemain dan manajemen Persib, Pelatih Djanur turut mengabadikan kegembiraannya bersama Essien. Harus diakui, kehadiran Essien berdampak bagi promosi sepakbola Indonesia. Bukanya hanya Persib yang menjulang namanya di mancanegara, Indonesia pun turut kesohor sebagai negeri sepakbola dengan fanatisme suporter yang luar biasa.

Luis Milla, pelatih timnas saat ini, tak henti-hentinya memberi apresiasi dan takjub dengan sikap fanatik para pendukung di Indonesia. Milla tak sungkan mengungkapkan dan mengabadikannya dalam akun instagram miliknya. Kini, melalui Essien, Persib dan Indonesia dikenal luas sebagai ladang subur para penikmat bola. Tentu saja kita berharap, peningkatan pengetahuan masyarakat dunia terhadap sepak bola Indonesia akan meningkatkan prestasi dan kualitas pemain-pemain Indonesia, hingga suatu waktu, ada pemain Indonesia yang bermain di Emirates Stadium dan stadion besar lainnya, serta piala-piala berbagai turnamen dapat kita raih.

Sejauh ini, baru hal-hal itu yang akan didapat. Terhadap performa Persib, kehadiran Essien hanya berdampak pada semangat para pemain, tidak pada kualitas dan perilaku mereka di lapangan. Atau jangan-jangan, Essienlah yang tertular perilaku pemain Indonesia yang rutin protes wasit dengan keras, tak sungkan memukul pemain lawan dan berbagai intimidasi lainnya. Pelatih Djanur sendiri mengaku merasa canggung dengan nama besar Essien, "Saya keder juga menangani pemain kelas dunia... ", kata Djanur (Koran Tempo, 15/3/2017). Membaca itu, saya terbayang perilaku terbalik yang terjadi di luar lapangan, di mana Djanur yang sowan ke Essien, bukan sebaliknya. Semoga prasangka ini tidak benar.

Sebagai pemain, Essien sudah habis masa emasnya, kemampuannya pun sudah sangat jauh berkurang. Apalagi, terdengar kabar miring tentang cedera yang dialami Essien, hingga Panathinaikos memutus kontraknya secara sepihak. Artinya, Essien tak sanggup lagi berkontribusi bagi timnya, dan permainan yang beringas di lapangan hijau seperti ketika Chelsea ditangani Mourinho, hanya tinggal berita untuk menyenang-senangkan hati pendukung Persib saja. Djanur sendiri dengan jujur mengharapkan agar pendukung Persib tidak terlalu berharap pada sosok Essien yang dulu, sekalipun Djanur masih yakin, bahwa Essien masih berguna untuk mengembalikan Persib ke kampiun Liga 1. Semoga.

Wilujeng Sumping, Essien... Yang betah dan jangan bertingkah...

Answered Mar 15, 2017
Yomi Agung
i'am dreamer

JFl8i59GU1B6qKss5sle0jIlQlcBBaYK.jpeg

Saya pikir tak akan lebih baik dari seorang Piere Njanka di Arema Malang kala Itu. 

Answered Mar 17, 2017

Question Overview


6 Followers
736 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa yang membuat sepak bola Indonesia tidak berkembang?

Kenapa beberapa klub sepak bola mandiri/profitable, sementara sebagian klub sepak bola lainnya mengandalkan dana APBN?

Mengapa Brasil bisa menjadi juara dunia sepak bola berkali-kali dan apa rahasia suksesnya?

Apa yang pertama kali ada di kepala Anda saat diucapkan kata Manchester United? Alasannya?

Menurut Anda, apa faktor yang menentukan kemenangan Indonesia atas Singapura?

Mengapa pengorganisasian kompetisi bola basket lebih baik daripada sepak bola di Indonesia?

Apa pendapat Anda tentang klub sepakbola R.B. Leipzig?

Siapakah pemain Manchester United favorit Anda?

Siapa saja pemain Manchester United yang menyeberang ke Liverpool?

Apakah persamaan antara Manchester United dan Liverpool?

Mengapa Anda menyukai Persib?

Mengapa Essien mau bergabung dengan Persib?

Apakah Persib Bandung tampil buruk akibat terlalu sering disiarkan langsung?

Siapakah klub sepak bola terbaik di Indonesia?

Persib, apakah kelebihan dan kekurangannya menurut bobotoh?

Persib menurut Anda?

Siapa yang bakal keluar sebagai juara catur dunia yang saat ini sedang berhadapan antara Magnus Carlsen melawan Sergey Karjakin?

Apakah berolahraga memiliki pengaruh secara langsung terhadap perkembangan mental?

Apakah kerugian dari memiliki tubuh berotot?

Bagaimana cara Anda menyiasati kemalasan berolahraga pada pagi hari?

Apa tujuan terbesar Anda ketika berolahraga?

Bagaimana budaya populer diterapkan dalam dunia olahraga?

Siapa atlet Indonesia yang paling fenomenal?

Mengapa olahraga Indonesia mengalami kemunduran drastis sejak 2000an?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?