selasar-loader

Apa beda Mie Yamin dan Mie Ayam?

Last Updated Mar 10, 2017

8 answers

Sort by Date | Votes
Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

4KX3lC4c6A89hdwIZJojeAIWdikGd3bg.jpg

via 3.bp.blogspot.com (KAM)

Mie yamin menggunakan kecap lebih banyak sehingga berwarna kecokelatan, tidak menggunakan kuah (kering), dan lebih kental, sedangkan mie ayam bisa dipilih menggunakan kuah atau tidak, tidak menggunakan kecap (kecuali kecap asin), dan warnanya putih kekuningan.

Answered Apr 2, 2017

_jkI1mFQJpgk6TuSUpvG71QzSEcqbzgj.jpeg

Terima kasih atas A2A kepada saya pertanyaan ini. Gampang banget untuk dijawab. 

Pertama, perbedaannya ada pada tampilan. Mie yamin jelas dia tidak berkuah a.k.a. kering, tapi kalau mie ayam, ya, kebalikannya. Berkuah. Saya sendiri kurang begitu tahu kenapa harus dibedakan seperti itu. Mungkin karena banyak penggemar mie ayam kepengin mie ayam versi kering. Yang saya tahu, mie ayam lah yang 'lahir' lebih dulu dari mie yamin. Itu baru satu.

Yang kedua adalah mie yamin warna tampilannya lebih kecoklatan karena kecap manis yang digunakan mampu membuat permukaan mie berwarna coklat. Sementara, mie ayam warnanya tidak lebih coklat dari mie yamin, bahkan cenderung pucat. Mungkin karena banyak orang suka mie berkuah itu tidak berwarna coklat. Wkwkwk.

Namun sepertinya, jika mie ayam diberikan kecap, jadilah ia mie yamin yang berkuah. Tidak ada bedanya, hahaha!      

Yang terakhir bukan masalah perbedaannya lagi. Jika saya diminta untuk memilih mie ayam atau mie yamin, sudah barang tentu saya memilih mie yamin karena karena memang saya suka mie goreng. Namun demikian, mie yaminnya harus dikasih kuah sedikit agar tidak kering-kering amat. Katanya, yang basah-basah lebih enak. Haha!

foto via bukuresep.net

Answered Jul 24, 2017
Sutiono Gunadi
I am a Food-Travel-Hotel writer, also interests on technology, movies, HIV/AIDS

ZzLW5ZGtDeCU2vd2QyhtC8yeNq3HEp9x.jpg

Secara penampakan sudah beda, mie yamin lebih gelap, sedangkan mie ayam lebih terang. Unsur gelap pada mie yamin disebabkan pemakaian kecap, baik kecap manis maupun kecap asin.

Bagi mereka yang menyukai santapan dengan rasa manis, biasanya lebih memilih mie yamin. Sedangkan yang menyukai rasa gurih saja, lebih condong ke mie ayam.

Baik mie yamin maupun mie ayam, sering disajikan bersama bakso, pangsit, bahkan ceker.

gambar via selerasa.com

Answered Jul 25, 2017
Hari Nugroho
Bisa bahasa jawa ngapak

HeL2s4FilMwf7teW1WiKMVYx_pacpund.jpg

Salah satu makanan favorit saya adalah aneka jenis mie, apalagi jika yang disajikan adalah mie ayam dan teman-temannya. Jaman kuliah mie ayam belakang kampus dan dekat kost menjadi andalan terutama sarapan.

Menu yang paling sering dipesan adalah mie ayam dan mie yamin, keduanya sering saya kombinasikan dengan pangsit rebus. Namun demikian, mie yamin masih lebih sering saya pesan dibanding mie ayam biasa.

Apa yang bikin beda? Tentu saja seperti yang telah dijawab, bahwa kunci dari mie yamin adalah kecap dan tidak pake kuah. Jika pada mie ayam biasa, kita menambahkan kecap dan saus setelah mie disajikan, maka pada mie yakin, kecap merupakan bagian dari racikan bumbu yang dituang dalam mangkok lalu ditimpa mie yang telah direbus dan ditiriskan untuk kemudian diaduk rata. Kecap yang digunakan boleh kecap manis atau asin, saya sih lebih suka pake kecap asin, lebih oke rasanya.

Kok bisa diberi nama yamin? Apa karena yang menjual pertama bernama tersebut? Konon katanya yamin ini adalah nama seorang preman di daerah menteng, yang hobinya memalak pedagang mie ayam. Ada salah satu pedagang yang bertindak, namun alih-alih melakukan perlawanan, sang pedagang justru memberi makan si preman dengan mie ayam yang special, memakai kecap dan tanpa kuah. Hasil perbuatan sang pedagang nampaknya berbuah manis, kini si preman tak lagi meminta uang, namun meminta dibikinkan mie seperti sebelumnya. Oleh karena itu, mie tersebut diberi nama yamin, dan terkenal hingga sekarang

 

Ilustrasi via nibble.id

Answered Jul 27, 2017

Perbedaan mi yamin dan mi ayam biasa terletak pada penyajian dan bumbu. Mi yamin bisa dibuat manis atau asin dan tanpa menggunakan kuah. Mi yamin biasanya dipilih bagi mereka yang kurang suka rasa pedas sehingga opsinya hanya manis dan asin tanpa kuah.

Jadi, perbedaannya terletak pada penyajian kuah dan tanpa kuah dan soal rasa saja. Sedangkan isian dan toppingnya sama saja. Selebihnya tidak banyak yang berbeda karena menggunakan bahan baku yang sama.

Answered Aug 17, 2017

mie yamin biasanya sebutan kalau mau mesen mie ayam tanpa kuah, tetapi  pada bumbunya ditambah kecap manis., jadi lebih terlihat NYEMEK atau LADEK. sedangkan mie ayam tanpa menggunakan kecap manis. cuma ya tetep walaupun namanya mie yamin tetep pake ayam juga. kalau mie yamin rasanya lebih cenderung gurih karena meraka tidak memakai kuah, klo mie ayam kan ditambah kuah sedikit,sedangkan kuah mie ayam biasanya rasa asinnya tidak kuat. 

Answered Sep 23, 2017
Anonymous

Jelas letak perbedaannya berada pada mie yang terkandung, baik itu dari sisi tekstur maupun bentuk mie tersebut.

Answered Oct 6, 2017
Andara Geofani
Suka membaca, Engineer, Hobi Makan

Beberapa tahun belakangan penikmat mie disuguhkan dengan varian baru dari olahan mie. Mie Yamien menjadi salah satu menu yang menjadi favorit. Mie yamien memang tidak sepopuler mi ayam umumnya. Namun, santapan satu ini mulai banyak disukai orang karena cita rasa yang berbeda.

Terlebih, jika Anda hobi menyantap mie ayam, tak ada salahnya mencoba kenikmatan mie yamien. Kedua masakan ini boleh dibilang serupa namun tak sama.

Bedanya, mie ayam disajikan dengan kuah, sementara mie yamien dihidangkan tanpa kuah alias kering. Mie yang dihidangkan, merupakan olahan dapur yang sudah bercampur dengan berbagai bumbu yang ada sehingga cukup hanya menikmati mi saja, Anda bakal mendapatkan sensasi berbeda pada kuliner ini.

2VaC1YDOcOIeXBCwyjLqbzy5-qX7Jpgb.jpg

Pada dasarnya, mie yamien dibentuk dari tepung berkualitas yang dipadu dengan ragam rempah tradisional pilihan. Tidak seperti penganan sejenisnya, mie ini berdiri sendiri dan tidak bergantung pada kuah sebagai inti makanan. Juga dalam pengolahannya berbahan alami, tanpa bahan pengawet atau pewarna. Oleh sebab itu, tampilan warna mie ini putih.

Mie Yamien juga menawarkan rasa gurih, manis, dan asin. Hal ini karena dalam penyajiannya, mie yamien sudah ditambahkan bumbu tertentu yang mencakup semua rasa, baik gurih, asin, dan manis. Sehingga mie yamien dapat disantap tanpa kuah.

Di tambah aroma, bawang putih dan lada yang dominan, bakal menggugah siapapun yang menikmatinya. Tidak terkecuali, bagi yang sebelumnya tidak menyukai mie ayam.

pmMvgl2ZqNsXiAsOxuP-2oEWuZTBr1_f.png

Selain itu, bahan baku mie yamien memiliki kontur yang padat, dengan tekstur kenyal memanjang dan tidak terputus. Membuat makanan ini lezat dan sangat mengundang selera. Belum lagi empat varian yang ditawarkan, seperti original, ceker, bakso dan komplit, yakni perpaduan ketiga varian mie sebelumnya.

Keempat pilihan berbeda ini, bukan hanya sebagai pelengkap. Tapi, tetap menghadirkan jenis citarasa dan aroma yang berbeda, lebih pada citarasa gurih, lezat dan menyajikan sensasi kuliner yang belum tentu Anda nikmati sebelumnya.

Selain mie, yang menjadi perhatian adalah kuah penyertanya. Ini juga berbeda dari sejenisnya, sebab kuah merupakan olahan kaldu sapi. Tampilan rasa pada kaldu bewarna bening ini, berasa kental dan gurih.  Kuah mie Yamien berbeda dengan kuah mie ayam. Kuah mie ayam hanya kuah bening tanpa rasa apapun. 

Namun demikian, sejatinya kuah ini juga hanya sebagai pelengkap. Artinya, bila konsumen ingin menyantap mie yamien tanpa kuah pun sudah terasa kelezatannya.

Answered Apr 10, 2018