selasar-loader

Mengapa masih banyak orang malas membaca buku?

Last Updated Mar 10, 2017

Membaca buku adalah kegiatan yang tidak memerlukan banyak energi dan waktu untuk melakukannya. Bahkan membaca buku tidak membutuhkan biaya sama sekali, karena buku bisa dipinjam secara gratis dari perpustakaan kota. Tidak ada syarat khusus untuk melakukan kegiatan membaca buku. Yang penting bisa membaca. Membaca buku adalah hal kecil yang bisa dilakukan sehari hari namun mampu membawa manfaat besar. Tapi mengapa masih saja banyak yang malas membaca buku padahal membaca buku itu mudah? 

12 answers

Sort by Date | Votes
Muammar Rifai
Mahasiswa jurnalistik IISIP Jakarta

eh_tQvmm-XwuHVmim6CbInqdWCkBUMgM.jpg

via willmydoghateme.com

Mengapa? Jujur saja, menurut saya, alasan mengapa masih banyak orang yang malas membaca buku karena masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan hal yang serba instan. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih menyukai sesuatu secara visual dibanding harus membuka buku dan menghabiskan waktunya untuk membaca. Hal itu juga terjadi terhadap saya.

Memang, kegiatan membaca untuk sebagian orang terasa begitu membosankan. Sebagai contoh, film yang merupakan adaptasi dari novel justru lebih digandrungi oleh penonton dibanding membeli bahkan membaca novel aslinya. Alasannya, karena menonton filmnya terasa lebih efisien untuk dilakukan.

Belum lagi, dalam film, disajikan efek visualisasi yang menarik. Tokoh-tokohnya pun terasa lebih hidup karena diperankan oleh aktor/aktris dibandingkan jika membaca novel yang masih terasa mengawang-awang. Itulah salah satu faktor yang membuat orang malas membaca buku dan memilih untuk menonton film.

Jika dikaitkan dengan contoh di atas, tidak heran jika dalam survei UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia termasuk kedua terendah di dunia. Minat baca masyarakat kita sendiri hanya sebesar 0,001%.

Minat baca masyarakat sebenarnya harus lebih ditingkatkan. Seperti kata pepatah, "buku adalah jendela dunia". Dengan membaca, kita bisa menambah pengetahuan mengenai dunia.

 

Answered Mar 11, 2017
Raden Mas Sony Prasetio
Fakultas Ilmu Komunikasi IISIP JAKARTA 2015

hIfWMQtIXC8_Sy5OXgH-c7mH4Uy8vqZF.jpg

via cartoonstock.com

Menurut pendapat saya, mungkin orang-orang cenderung lebih menginginkan buku yang menarik dengan disertai gambar atau berbentuk video agar tidak jenuh. Selain itu kemajuan teknologi pun sangat berpengaruh, karena membuat orang lebih mudah mengakses segala macam di internet dibanding harus mencari atau membeli buku sehingga juga lebih praktis.

Answered Mar 12, 2017

S-wug4vISwwaXHlauvkV1n8w3YWuesbZ.jpg

via cartoonstock.com

Menurut saya, minat membaca buku buku untuk jaman sekarang memang sangat kecil. Jangankan untuk membaca buku, bahkan untuk membaca lewat buku online atau membaca berita dari internet saja banyak masyarakat yang malas. Kebanyakan mereka hanya membaca judulnya saja sehingga terjadi kesalahpahaman pada suatu berita.

Selain itu, masyarakat jaman sekarang lebih tertarik pada cara pembelajaran yang dilakukan secara praktik. Kebanyakan para pelajar atau mahasiswa lebih menyukai langsung melakukan sesuatu daripada disuruh untuk membaca buku yang sangat tebal. Karena itu, para pengajar harus mampu mengubah sistem pembelajaran agar muridnya tetap semangat.

Minat baca memang begitu rendah untuk masyarakat Indonesia. Tetapi, bukan berarti masyarakat Indonesia malas membaca, melainkan karena kita mempunyai cara sendiri untuk memahami suatu materi atau untuk mengetahui hal baru.

Contohnya sama ketika kita mempelajari Microsoft (Word, Powerpoint, Excel, dll). Pasti kita lebih suka langsung praktik daripada harus membaca buku. Cara lainnya, kita bisa belajar melalui media audio visual (YouTube). Sudah banyak sekali sistem pembelajaran di YouTube yang memang sengaja dibuat untuk memudahkan seseorang yang ingin belajar.

Jadi, jika kita malas membaca sebuah buku, carilah cara lain untuk tetap belajar dan mendapatkan pengetahuan yang baru. 

Answered Mar 12, 2017
Muhammad Arief A.
Future bioengineer, Journalist, and Freelance Writer.

i3zyjC7dtC5DeDN-YQc6oAtYIBQMtTV1.jpg

via punchnels.com

Malas membaca buku bukan berarti minat bacanya rendah, ya. Sebab, orang Indonesia termasuk yang paling aktif dalam membaca linimasa media sosial (timeline).

Answered Mar 12, 2017
Ferly Ferdyant
CEO UNJKita.com | CFO Jelajahi.ID | Accountant, Public Speaker, StartUpreneur

bwG_Ft4qgIUUhHfRr1KjGuBJMa-yjZtT.jpg

Mayoritas masyarakat Indonesia banyak yang belum mengenyam pendidikan tinggi (rendahnya angka partisipasi kasar). Di samping itu, ketertarikan terhadap gadget dan teknologi jauh lebih besar dibanding minat membaca.

Answered Mar 14, 2017

d_chcI788KNwPyt5II1TSAbeUUe5TmLs.jpg

via syahrazade.com (FR)

Menurut saya, alasan mengapa masyarakat masih banyak yang tidak gemar membaca buku di antaranya adalah; kebanyakan orang lebih memilih untuk menonton film, apalagi ketika suatu film diadaptasi dari sebuah novel/buku. orang-orang lebih menyukai sesuatu yang mudah, praktis, dan tidak memakan waktu yang lama.

Ketika menonton film, Anda hanya membutuhkan 1 1/2 jam hingga 2 jam, paling lama 3 jam. Namun ketika membaca, Anda bisa menghabiskan waktu seharian, terlebih jika tidak terbiasa membaca, Anda bisa menghabiskan waktu berhari-hari.

Selain itu, buku terlihat membosankan. Hanya berbentuk tulisan dan tidak terdapat gambar. Jikapun ada gambar, tidak banyak jumlahnya, atau hanya sekedar ilustrasi saja (dan masih terlihat membosankan). Apalagi jika first impression buku tersebut yang terlihat tebal, kebanyakan orang sudah malas terlebih dahulu untuk membaca.

Dari berbagai alasan tersebut, menurut saya, hambatan yang paling besar adalah tidak terbiasanya orang-orang membaca buku sejak usia dini. Peran orang tua sangatlah penting untuk mengajarkan anak-anaknya membaca sejak kecil atau sekadar membacakan cerita untuk mereka, Karena jika sudah dibiasakan membaca sejak kecil, maka hal tersebut akan tertanam dengan sendirinya pada diri anak tersebut. Sehingga ketika ia sudah beranjak besar, kegiatan untuk membaca tidak lagi sulit melainkan menyenangkan bagi diri anak tersebut.

Answered Apr 4, 2017
Adi Wahyu Adji
Rumah Kepemimpinan | Book Reviewer

06XrqVFoqvbkdwLI-tJFXHwOnQtL1HOS.jpg

Menurut saya, ada dua alasan utama banyak orang malas membaca buku, yaitu tidak sadar dan tidak mau.

Pertama tidak adanya kesadaran pentingnya membaca buku. Ini bukan soal tidak tahu bahwa dengan membaca buku kita akan mendapatkan pengetahuan yang banyak, kita bisa "bertemu" secara virtual dengan tokoh-tokoh besar dunia bahkan yang sudah wafat sekalipun. Ini lebih pada kesadaran yang melahirkan kekuatan untuk menghilangkan ketidaktahuan diri. 

Kesadaran bahwa kita harus menambah terus pengetahuan kita setiap hari. Betul bahwa pengetahuan bisa didapatkan dari mana saja. Bahkan saat ini sudah banyak pengetahuan yang disebarkan dalam bentuk video online. Akan tetapi, aktivitas membaca buku tak akan pernah bisa tergantikan. Memahami konsep 7 kebiasaan efektif manusianya Stephen Covey bisa dilakukan lewat menonton video, tetapi tak akan puas sebelum benar-benar membaca bukunya.

Kesadaran bahwa setiap permasalahan yang kita hadapi dalam hidup ini, salah satu solusinya ada dengan membaca buku. Masalah keuangan, tidak ada motivas hidup, masalah kepemimpinan, menguasai skill tertentu dan banyak hal lainnya. Kuncinya tahu, buku mana yang tepat dibaca untuk masing-masing masalah tersebut.

Kesadaran bahwa dengan membaca buku akan melahirkan manusia yang cerdas dan mampu memberikan solusi atas banyak permasalahan di sekitarnya. Manusia-manusia inilah yang jika mereka berkumpul pada satu tempat, maka akan melahirkan satu generasi atau bahkan satu peradaban yang lebih maju daripada yang lainnya. Tengok saja di banyak peradaban dunia yang pernah maju, budaya membaca, meramaikan perpustakaan dan aktivitas terkait buku lainnya adalah salah satu penopang kesuksesan mereka.

Kedua tidak mau. Karena memang membaca buku membutuhkan waktu, energi bahkan biaya yang tidak sedikit. Banyak orang yang sudah sadar bahwa membaca buku itu penting. Tetapi mereka tidak mau karena mereka kesuliltan untuk meluangkan waktu, menyediakan ruang berpikir atau biaya untuk membaca buku.

Sebenarnya, ada teknik membaca buku dengan cepat. Anda bisa mempelajarinya di sini. Tidak perlu keluar biaya apa-apa asalkan mau mempelajarinya dengan serius. Jika ingin yang lebih serius dan agak merogoh kocek sedikit, anda bisa ikut beberapa pelatihan baca cepat yang sudah banyak berkembang dengan berbagai tekniknya.

Membaca memang tidak selalu harus cepat. Tetapi dengan kecepatan membaca yang baik, kita bisa merasakan kenikmatan membaca buku sehingga akan terus ingin membaca dan membaca lagi.

Ketidakmauan kadang muncul juga karena masalah biaya. Banyak orang yang sudah sadar akan pentingnya membaca dan bisa membaca cepat tetapi terkendala terbatasnya buku-buku yang bermutu untuk dibaca. Saran saya untuk masalah ini, teruslah berupaya untuk mencari buu-buku itu. Bisa lewat perpustakaan fisik, saling bertukar buku dengan teman atau perpustakaan online seperti Google Books, Online Library atau di aplikasi gratis Perpustakaan Nasional (iPusnas)

Jika kedua masalah ini sudah selesai, saya yakin semua akan banyak orang yang rajin membaca buku.

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered Jun 9, 2017

WoVPGJrb55FhE-TcKgTjG13jRf4YbDjC.jpg

Menurut aku, sebenarnya bukan orangnya yang malas, tapi pertama, penampilan bukunya tidak menarik. Misalnya, buku-buku  ilmu pengetahuan, warnanya saja nggak menarik (Nggak ada kan buku iptek yang warnanya pink atau oranye?). Belum lagi bukunya yang tebal-tebal. Kedua, orang lebih tertarik pada gambar daripada kata-kata. Cobalah bikin buku yang seimbang banyaknya antara gambar dan kata-kata. Jadi, jangan hanya menyalahkan pembaca saja. Mungkin pertanyaan di atas perlu diubah menjadi, mengapa buku-buku tidak bisa menarik orang untuk membaca?

 

Ilustrasi via okezone.com

Answered Jul 13, 2017
Latifa Ayu
Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8, Mahasiswa Teknik Industri UI

Mengutip dari diskusi dengan Koordinator Beasiswa Neso Indone, Ibu Indy Hardono mengatakan bahwa di Indonesia terjadi Zero book tragedy: Indeks membaca Indonesia 0,001. Dalam 1000 populasi hanya 1 orang yang suka membaca. Hal ini terjadi karena terjadi gap habit, di negara maju diwajibkan membaca buku kesusasteraan di sekolah menengah atas, namun hal ini tidak terjadi di Indonesia. Buku sastra adalah buku bacaan yang paling sempurna dari sisi kosa kata, emosi. JK Rowling menulis harry potter, bacaan favoritnya banyak berupa buku sastra diantaranya adalah hamlet karangan Shakespeare.

Answered Jan 31, 2018
Romli Amrullah
RK7 Makassar | Founder ODTePs Community | Interested in Sharia Banking

 

 

jHbw6PZ9ropTZRrHIjLuaYZ4RF7Rv38i.jpg

Membaca buku memang mudah, bagi mereka yang paham akan manfaat yang akan didapatkan dari kegiatan membaca. Bahkan, mereka yang paham akan manfaat dan pentingnya membaca buku masih banyak yang tidak bersemangat ketika membaca. Alasannya bermacam-macam, mulai dari bacaan yang mereka anggap tidak menarik sampai kebiasaan tertidur ketika membaca. Kebiasaan buruk tersebut ternyata disebabkan oleh ketidaktahuan pembaca bahwa membaca juga memiliki teknik khusus, sehingga membaca tidak terkesan monoton dan membosankan. Salah satu cara untuk menjadikan aktivitas membaca terasa lebih mudah dan menyenangkan adalah dengan mempelajari teknik membaca cepat. Selain untuk mengefisienkan waktu, ternyata membaca cepat juga memiliki banyak manfaat dalam membaca buku di antaranya adalah untuk melatih kefokusan dan konsentrasi. 

Pernyataan ini juga berdasarkan pengalaman diri saya pribadi. Sejak lama saya tahu manfaat membaca buku, saya selalu tertarik dengan buku-buku baru. Akan tetapi ketika membacanya, tidak ada satu pun buku yang bisa saya selesaikan. Alasannya adalah rasa bosan yang terlalu epat menghampiri dan rasa ngantuk ketika membaca. Barulah akhir-akhir ini saya pelajari teknik membaca cepat dalam membaca buku dan sangat saya rasakan manfaatnya. Intensitas membaca buku saya mulai meningkat dari sebelunya..

#MariMembacaBuku

Answered Feb 3, 2018
Adi Nugroho
Student of Marine Fisheries Technology and Management IPB | Rumah Kepemimpinan 8

Banyak Alasan, adanya anggapan bahwa lebih mudah membaca dan memperoleh informasi baru lewat media elektronik. Kemudahan akses internet membuat orang berpandangan bahwa tidak usah membeli buku, kita juga bisa mendapatkan banyak ilmu melalui internet. Faktanya, kemudahan itu tidak digunakan dengan bijak, ketika orang membua internet jarang sekali digunakan untuk membaca informasi atau belajar pengetahuan baru. Saran, jika kuat iman untuk membaca melalui media elektronik, segeralah berhijrah dengan membeli buku. Kemudian mulailah membacanya dengan serius, seperti anda membaca status dimedia sosial.

Answered Mar 3, 2018
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Futurist. Trying to leave good marks as my legacy.

Biasanya ini ketika berhadapan dengan buku-buku tebal yang berisi lebih dari 500 halaman.

Padahal banyak buku-buku / buklet yang tebalnya kurang dari 200 halaman dan bisa dibaca dalam 1-2 jam saja.

Answered Feb 7, 2019

Question Overview


and 3 more
21 Followers
2376 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Apa buku yang paling menginspirasi yang pernah Anda baca?

Siapakah pengarang buku yang paling berbakat yang pernah ada?

Apa buku yang paling mengubah dunia?

Apa buku yang wajib dibaca oleh remaja?

Mengapa buku dari pengarang Jepang selalu memberikan unsur seks yang vulgar?

Mengapa buku Jostein Gaarder yang lain tidak ada yang sefenomenal Dunia Sophie?

Siapa pengarang Indonesia yang paling berpengaruh? Mengapa?

Manakah yang lebih baik, membaca buku fiksi atau nonfiksi?

Apakah buku yang paling berpengaruh dalam hidup Anda?

Novel apa yang paling mengesankan hati dan pikiran Anda?

Adakah karya sastra yang memiliki tema tentang parfum?

Apakah yang dimaksud dengan penulisan kreatif?

Apa puisi Chairil Anwar yang paling Anda sukai?

Siapa sastrawan paling "nyastra" menurut Anda? Mengapa?

Mengapa pada masa sekarang sangat sedikit penulis Indonesia yang memiliki kualitas layaknya Pramoedya Ananta Toer?

Dari mana cara termudah memulai mencari ide untuk menulis novel?

Bagaimana cara paling efektif untuk mengembangkan alur dalam menulis novel?

Bagaimana proses kreatif saat pertama kali menulis novel?

Siapakah sastrawan Indonesia paling Anda sukai? Mengapa?