selasar-loader

Apakah jurnalis saat ini masih menggunakan tape recorder dalam peliputan di lapangan?

Last Updated Mar 9, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Mengikuti perkembangan gaya hidup setelah membaca buku Jean Baudrillard

JQkyu6NdrhuZvqO0z8M5oxyF_br1RiUK.jpg

Pengalaman saya sebagai jurnalis di Harian Kompas adalah hanya menggunakan tape recorder pada beberapa tahun awal jadi wartawan. Lepas dari dua atau tiga tahun, saya terhindar dari alat perekam elektronik itu. Maksudnya, saya tidak lagi menggunakannya. Mengapa saya tidak menggunakannya? Mengapa kesannya arogan dan sok tidak mau menggunakan tape recorder lagi?

Selama karier saya sebagai jurnalis, saya hanya sempat memiliki dua alat perekam suara manual, yakni untuk kaset besar dan tape recorder untuk micro-cassette. Besar-kecilnya ukuran kaset menjadi penentu besar-kecilnya alat perekam itu sendiri. Saya tidak sempat memiliki tape-recorder digital yang lebih kecil lagi, yang kadang hanya seukuran lidah manusia dewasa itu. Karena apa? Karena saya sudah tidak membutuhkannya lagi, padahal saya masih jadi wartawan.

Ada kekurangan dan kelebihan jika kita menggunakan alat perekam dibanding sekadar mencatat, apalagi mengingat-ingat. Berikut adalah kekurangan dan kelebihan tape recorder bagi wartawan sesuai apa yang saya alami;

KEKURANGAN

1. Waktu

Banyak waktu terbuang hanya karena kita harus mendengar ulang isi wawancara, mentranskripnya, kemudian hasil transkrip itu kita buat berita atau tulisan. Padahal, apa yang narasumber katakan dan suaranya terekam dalam alat itu tidak penting-penting amat, bahkan tidak dipakai sama sekali. Kalau tidak penting dan tidak dipakai, kenapa harus capek-capek mendengar ulang dan mentranskripnya?

2. Bergantung Alat

Dengan merekam, niscaya kita lebih mengandalkan alat. Apa-apa diserahkan kepada alat, apa kata alat, dalam hal ini tape recorder. Celakalah kalau seorang wartawan sangat bergantung pada alat ini. Kapan-kapan ketemu narasumber tapi alatnya ketinggalan atau baterinya habis, bisa tidak mendapat berita dia! Karena sifatnya sebagai alat bantu, maka wartawan jangan mengandalkan dan menyandarkan diri pada alat bernama tape recorder ini.

3. Bikin Bingung

Kadang ucapan narasumber yang terekam dalam tape recorder menjadi tidak jelas, bluffing, dan ngalor-ngidul. Ini menyulitkan tatkala hasil transkrip tinggal dibuatkan beritanya. Wartawan akan kesulitan menentukan angle berita, bahkan tidak mampu membuat lead berita. Karena apa? Karena bingung atas transkrip narasumbernya sendiri. Untuk kasus ini, memahami konteks jauh lebih bermanfaat daripada sekadar mengandalkan teks hasil transkrip.

KEUNTUNGAN

1. Valid

Pernyataan narasumber tertentu, khususnya politisi atau pejabat tinggi negara, perlu untuk direkam. Mengapa perlu direkam? Tidak lain sebagai alat bukti saja jika pejabat atau politisi itu menggugat karena merasa tidak bicara seperti itu. Biasa, 'kan yang selalu disalahkan wartawan. Nah, jika memiliki rekaman otentik, maka keberatan si politisi atau si pejabat dengan mudah dipatahkan dengan isi rekaman. Bahkan untuk kasus tertentu, rekaman bisa dijadikan alat bukti di pengadilan. 

2. Memanfaatkan Limbah Wawancara

Untuk media massa khususnya media cetak, rekaman yang panjang lebar dengan narasumber bisa dimanfaatkan untuk versi online jika ia memilikinya. Karena keterbatasan space di koran, maka hanya sebagian kecil saja hasil wawancara mendalam yang bisa termuat. Di media online, space hampir tidak terbatas sehingga bisa memanfaatkan "limbah hasil wawancara" untuk versi online.

3. Bisa Bergaya

Kelihatannya kalau mewawancarai narasumber menggunakan alat perekam canggih, apalagi alat perekam digital model sekarang, gaya sebagai wartawan sudah pol banget!

Saya pribadi lebih mengandalkan catatan saat mewawancarai. Caranya, menggunakan pointer-pointer. Saya bisa menulis stenografi, kadang saya manfaatkan juga meski agak kesulitan membacanya kembali. Saya lebih banyak mencatat poin-poin penting dan pikiran tetap terpusat pada apa yang dikatakan narasumber sambil mengingat-ingat. Saya akan bertanya jika ada pernyataan yang kurang jelas atau ada sesuatu yang harus lebih dielaborasi.

Hikmah jawaban atas pertanyaan ini adalah; jangan bergantung dan percaya kepada tape recorder, sebab Anda bukan wartawan tape recorder!

 

Answered Mar 9, 2017
Yulia Yuli
Cek twitter @Julayjo IG @julayjo FB: Julayjo

oqnZcTozuHMBv5LgNLrRD9DNif3JN8jV.jpeg

Sepertinya begitu. Alasannya, tape recorder diibaratkan sebagai memori cadangan kedua setelah ingatan. Bukan tidak mungkin ingatan seseorang cenderung melemah apabila terdesak deadline. Nah, penggunaan tape recorder inilah jalan keluarnya.

Answered Mar 10, 2017

C0rAxVpsfWs2FckHYHOUydHKWsU4B9GF.jpg

Menurut saya, pada era sekarang ini, para jurnalis sudah jarang menggunakan tape recorder, karena pada saat ini, para jurnalis lebih banyak yang menggunakan handphone pribadi atau secara digital.

Dengan menggunakan teknologi digital, para jurnalis bisa lebih mudah dalam mentranskrip dan mengarsip data audio digitalnya. Hanya perlu menyalin datanya ke komputer, proses playback pun jadi lebih mudah.

Sedangkan, jika menggunakan tape recorder akan lebih repot dalam mentranskrip datanya, karena kita harus menekan tombol rewind untuk mengulang-ngulang kalimat yang terlewat atau kalimat yang tidak terdengar jelas.

Selain itu, dengan bentuk yang sederhana, banyak orang yang lupa membawa tape recorder-nya karena mereka terburu-buru, sedangkan jika kita menggunakan handphone pasti para jurnalis tidak akan lupa karena di era yang sekarang, handphone adalah salah satu alat yang sangat penting bagi mereka. 

https://www.selasar.com/question/8686/Apakah-jurnalis-saat-ini-masih-menggunakan-tape-recorder-dalam-peliputan-di-lapangan

Answered Mar 11, 2017

Question Overview


4 Followers
851 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa itu 'science and data driven journalism'?

kenapa harus ada keterangan off the record jika ujung-ujungnya tidak boleh disiarkan?

Kalau Disuruh Memilih, Anda Pilih Mana, AJI atau PWI?

Kenapa Hari Pers di Indonesia diperingati setiap tahunnya?

Bagaimana cara blogger untuk menjadi anggota AJI?

Apakah ada program semacam KALABAHU di AJI?

Apakah layak sebuah tulisan dengan subjektivitas (seperti tulisan feature) dipublikasikan dalam media mainstream?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang wartawan?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang wartawan media cetak?

Bagaimana Anda menjalani kehidupan sehari-hari sebagai Freelance Journalist dan apakah profesi itu menjanjikan?

Apa berita peristiwa penting sekaligus menghebohkan publik yang pernah Anda tulis selaku jurnalis atau mantan wartawan?

Mana yang lebih enak menjalani kehidupan sebagai wartawan atau sebagai pengusaha?

Apa yang membuat Anda tertarik jurnalistik kemudian memutuskan untuk menjadi wartawan?

Adakah kesenjangan antara wartawan di kota dengan di daerah? Mengapa?

Menurut Anda, sudah merdekakah pers di Indonesia?

Bagaimana cara terbaik menjadi wartawan dan apa syarat-syaratnya?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Mengapa media disebut "Pilar Keempat" dalam demokrasi?

Apa pendapatmu tentang isu-isu yang berkembang di media mainstream belakangan ini?

Apa pendapatmu tentang media cetak sekarang?

Siapakah yang mempopulerkan "Om Telolet Om"? Mengapa bisa populer di kalangan netizen?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang pemimpin redaksi?

Apa yang membuat Harian Kompas sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Harian Republika sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Harian Media Indonesia sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?