selasar-loader

Menurut Anda, bagaimana Corporate Social Responsibility (CSR) yang ideal dilakukan oleh perusahaan di Indonesia?

Last Updated Mar 8, 2017

Pertanyaan ini selalu menghantui saya sebagai mahasiswa pascasarjana CSR di KESOS UI dan punya pengalaman sedikit menjadi CSR Officer. Gimana sih cara yang ideal untuk melaksanakan CSR, baik planning, organising, implementating, monitoring, dan evaluation

Bagaimanapun, setiap perusahaan bergantung pada owner-nya sejauh mana dia mau berkontrubusi terhadap lingkungan dan manusia yang berkaitan dengan jalannya usaha. Prinsip three bottom line (People, Planet, Profit) selalu menjadi jargon yang sulit diwujudkan ketika konteks petugas lapangan dan top management belum memiliki kesamaan visi dan komitmen tentang CSR. Proses pemahaman adalah kata kuncinya, tapi idealnya gimana ya, agar para investor selain berpikir akan profit, juga berpikir akan sosial dan kelestarian lingkungan?

1 answer

Sort by Date | Votes
Ahmad Taufik
Interventionist

Hasil gambar untuk corporate social responsibility

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan coba mendefinisikan ulang poin-poin pertanyaan sehingga bisa mencoba membantu memberikan pemahaman secara terintegrasi.

1. Apakah yang dimaksud dengan CSR atau istilahnya dengan tanggung jawab sosial perusahaan?

CSR adalah suatu upaya perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dan lingkungan dalam operasi usahanya dan dalam membangun interaksi dengan stakeholder perusahaan.

Dengan prinsip triple P (People, Planet, dan Profit - urutan ideal), perusahaan diberikan tanggung jawab yang menyeluruh dan terintegrasi (saling berkaitan) dalam menjalankan operasi perusahaannya.

  • People, artinya, semua orang yang terafiliasi dalam dan dengan perusahaan memiliki kewajiban untuk menjalankan operasional perusahaan yang peduli terhadap lingkungan. Lingkungan di sini tidak terlepas dari alam, lingkungan bekerja, dan termasuk orang-orangnya dan tentunya kepedulian perusahaan dijabarkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan, peraturan, prosedur kerja, program yang menjaga, dan memberikan nilai tambah bagi semua orang. Contohnya, ada kebijakan perusahaan yang memberikan wewenang kepada karyawannya untuk menggunakan kekuasaannya untuk menghentikan pekerjaan jikalau orang yang bersangkutan merasa terancam atau melihat situasi atau tingkah laku yang tidak aman untuk bekerja. Dari contoh tersebut, saya tegaskan bahwa CSR adalah tanggung jawab semua orang dan semua divisi, bukan tanggung jawab salah satu divisi yang kerap kali disebut seperti comdev, tim pemberdayaan masyarakat, atau tim community relation & community development. Padahal, CSR itu didefinisikan sangat luas karena menyangkut keberlangsungan perusahaan.
  • Planet, artinya perusahaan dalam menjalankan operasional bisnisnya menjunjung tinggi tanggung jawab untuk menjaga kelestarian ekosistem/alam, berusaha meminimalisasi dampak terhadap lingkungan, secara lebih spesifik seperti dampak terhadap air, udara, tanah, kebisingan, dll.
  • Profit, semua operasional perusahaan menjurus kepada target keuntungan bagi perusahaan, dan bukan hanya untuk perusahaan saja, melainkan juga demi keuntungan terhadap semua stakeholder, baik itu karyawan, masyarakat sekitar, pemerintah, LSM, dll. Oleh karena itulah, 3P adalah suatu prinsip yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

2. Bagaimana merealisasikan program CSR yang baik (bukan ideal - tidak ada yang ideal), mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan perencanaan ulang (re-planning)?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya kembali menegaskan bahwa CSR dan Comdev adalah 2 hal yang sangat berbeda. Seringkali, masyarakat salah kaprah dan menganggap bahwa program comdev adalah CSR, namun pada hakikatnya, Comdev adalah bagian kecil dari CSR dan belum tentu semua program CSR adalah comdev.

Ada beberapa aspek yang bisa menunjukkan perbedaan antara CSR dan Comdev, antara lain.
  • CSR
    • Tujuan: Menjalankan etika bisnis dan orientasi sosial dan lingkungan
    • Prinsip dasar: Tanggung jawab
    • Pelaksana: Perusahaan
    • Stakeholder: Pelanggan, pemerintah, masyarakat, karyawan
    • Strategi: Good corporate governance, comdev, charity/philantrophy
  • Comdev
    • Tujuan: Menguatkan, memberdayakan, dan kemandirian
    • Prinsip dasar: Partisipasi, prakarsa komunal, pengembangan SDM/SDA lokal
    • Pelaksana: Pemerintah, LSM, perusahaan, lembaga donor, lembaga zakat
    • Stakeholder: Masyarakat (ring 1,2,3 - untuk industri ekstraktif/tambang/industri/energi)
    • Strategi: Penguatan kapasitas SDM, penguatan fungsi lembaga

Jikalau pertanyaan ini maksudnya adalah comdev, berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan di lapangan dan manajemen perusahaan, maka yang perlu disadari adalah sejauh mana komitmen perusahaan, berada pada tahap apakah operasi perusahaan, bagaimana kesiapan SDA/SDM yang menjalankannya dan calon penerima manfaat.

Ada 3 (tiga) tahapan yang seringkali saya kelompokkan dalam menyusun dan melaksanakan program.

1. Filantropi/Charity

Perusahaan akan menyusun kebanyakan program program filantropi/charity di saat operasi perusahaan masih berada pada tahap kajian/eksplorasi/uji kelayakan. Ada beberapa prinsip utama yang seringkali kita tawarkan kepada stakeholder sebagai penerima manfaat, antara lain bantuan/charity hanya dalam bentuk barang/pelatihan, promosi, mendukung peningkatan SDM/Event/Project/Event yang berorientasi meningkatankan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan, budaya, kelestarian lingkungan dll.

2. Comdev

Perusahaan akan menyusun dan merealisasikan program-program comdev di saat operasi perusahaan sudah berada pada tahap produksi dan mendapatkan keuntungan. Ada 3 pilar yang selalu menjadi kendali perusahaan untuk menyusun dan menjalankan program comdev ini, antara lain diprakarsai oleh sekelompok masyarakat/bukan perorangan, menumbuhkembangkan potensi SDA/SDM lokal. Kegiatan yang bertahap dan berkelanjutan.

3. Community Based Micro Finance

Perusahaan akan mendukung pendanaan suatu program/proyek baru/yang sudah ada dan murni hasil binaan/kemandirian masyarakat. Salah satu prinsip yang perlu dijalankan oleh perusahaan adalah dukungan dana harus bergulir kepada beberapa kelompok. Sumber pendanaan pun bisa dari budget khusus dari perusahaan/bagian dari keuntungan perusahaan, zakat karyawan, rekanan perusahaan, kesepakatan dengan Pemda setempat, dan hasil garage sale karyawan.

Untuk menjabarkan pemaparan di atas, saya akan coba menyederhanakan dalam tahap tahap teknis kegiatan sebagai berikut:

  1. Perusahaan melakukan baseline study, aspek sosial, potensi, pemetaan masyarakat dan alam; 
  2. menyusun program dengan prinsip kebutuhan dan potensi;
  3. melakukan workshop dan pelatihan kepada anggota tim fasilitator program;
  4. melakukan sosialisasi kepada masyarakat/tokoh berpengaruh, baik secara formal dan informal;
  5. berpartisipasi dalam pembentukan forum perwakilan aspirasi masyarakat;
  6. melakukan sosialisasi hasil pembentukan forum kepada masyarakat;
  7. mengombinasikan (usulan perusahaan, masyarakat RPJMDES) sekaligus menyusun program-program prioritas jangka waktu 1, 3, dan 5 tahun bersama forum;
  8. menyosialisasikan kembali kepada...(more)

Answered May 5, 2017