selasar-loader

Apa pengalaman menarik menangani rehabilitasi orang dengan ketergantungan NAPZA?

Last Updated Mar 4, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Hari Nugroho
Suka single origin kopi Indonesia

de9JrMbD3gQ5yBkFcWAE3pqdaItEr_hh.jpeg

Apa yang menarik dari menangani orang dengan penggunaan Napza? Pertanyaan yang cukup susah. Sebagai seorang dokter yang menggeluti bidang adiksi dan langsung menangani klien, banyak hal yang menurut saya menarik. Namun ada satu hal yang paling menarik, yaitu kesetiaan seorang perempuan.

Berulangkali saya melihat episode-episode ini, kesetiaan seorang perempuan, baik itu pasangan (istri) maupun ibu. Hal ini jarang saya lihat berlaku sebaliknya, ketika klien seorang perempuan, sedikit sekali pasangan yang betul-betul perhatian kepada perempuan dengan penggunaan napza, barangkali memang kebanyakan suami mereka juga pengguna napza. Kesetiaan perempuan pada anggota keluarganya yang menggunakan napza kadang-kadang tak dapat saya pahami sepenuhnya, meski secara keilmuan adiksi hal ini merupakan respon negatif yang disebut co-dependency, namun saya masih penasaran apa yang membuat mereka begitu setia, meskipun pasangannya "kacau".

Mungkin sifat alami perempuan memang begitu. Tiga hari yang lalu, episode ini kembali saya lihat. Seorang perempuan dengan penuh kasih sayang mengantarkan suaminya masuk tempat rehabilitasi. Bahkan si istri meski awalnya sempat merasa dibohongi menikah dengan suami, namun pada akhirnya malah menjadi support system yang begitu mendukung proses recovery suami, betapa ketulusan terpancar dari sikapnya, berkebalikan dari sikap suaminya yang menganggap sang istri jahat karena beberapa kali mendorong suami masuk ke rehabilitasi.

Beberapa tahun yang lalupun, ada seorang ibu yang begitu sayangnya kepada si anak, selalu mengawal sang anak untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik, meski usianya telah renta dengan tubuh kurus dan rambutnya yang putih. Dan seringkali sang ibu mendapat perlakuan yang kasar dan mengalami kekerasan verbal hingga ancaman dibunuh dari si anak. Hingga pada akhirnya si ibu tua tersebut meninggal dunia, dan si anak sadar ternyata ibunya lah yang tetap setia, tatkala seluruh keluarga yang lain bersikap berbeda. Hal ini membuat si anak datang secara sukarela ke tempat rehabilitasi untuk kesekian kalinya setelah mengalami episode relapse.

Saya sering merasa perihatin dan sedih tatkala menjumpai peristiwa serupa. Semoga para perempuan tangguh itu mendapatkan pahala yang berlipat, dan diberikan kesabaran atas cobaan yang terjadi.

Answered Mar 26, 2017

Question Overview


2 Followers
395 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah kenakalan remaja mengacu pada pergaulan bebas dan narkoba?

Kenapa sebagian orang menginginkan adanya legalisasi ganja?

Apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi orang atau teman yang overdosis?

Kenapa pemberantasan narkoba di Indonesia terlihat begitu sulit?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Mengapa orang dapat terjerumus dalam narkoba?

Bagaimana sikap Anda terhadap teman yang melakukan semua kenakalan remaja, mulai dari miras, balap liar, tawuran, hingga seks bebas dan narkoba?

Darimana datangnya Amphetamine ke Indonesia?

Apakah saya orangtua yang baik, saya membawa anak saya ke polisi karena mengkonsumsi narkoba?

Apakah Duterte Style dalam perang terhadap narkoba cocok jika diterapkan di Indonesia? Mengapa?

Apa yang terjadi apabila seseorang terlalu banyak mencium aroma parfum?

Apakah memakai parfum memiliki dampak buruk terhadap kesehatan?

Bahan kimia apa yang paling banyak digunakan dalam parfum?

Mengapa kita disarankan untuk tidak langsung tidur setelah makan?

Apa yang harus dilakukan untuk menjaga kestabilan berat badan?

Jika mengalami gejala sulit tidur, apa yang Anda lakukan?

Apakah minum susu dan makan apel sebelum tidur itu baik untuk kesehatan?

Apakah mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang lebih baik dengan memakan makanan 4 sehat 5 sempurna?

Apa dampak terlalu banyak duduk ketika bekerja bagi kesehatan?

Berapa lama batas maksimal seseorang berolahraga dalam satu hari?