selasar-loader

Apakah setiap digital startup harus didanai oleh venture capital (VC) untuk dapat tumbuh?

Last Updated Nov 16, 2016

6 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Tidak harus. 

Banyak startup-startup yang tumbuh menjalankan misinya dan tidak melalui jalur funding Venture Capital (atau ada tapi sedikit sekali). Beberapa di antaranya Wikipedia, Wikileaks, Reddit, Basecamp, dan di Indonesia sendiri kita punya Kaskus. 

Namun demikian, lebih banyak lagi startup yang tumbuh cepat dan besar karena funding. Funding inu digunakan untuk scale. Contohnya : Facebook, Google, Amazon, Apple. Di Indonesia ada Bukalapak, Traveloka, Gojek.

 

Answered Nov 18, 2016

Tidak harus. Startup dapat tumbuh dengan startegi bisnis yang kuat dan tertarget. Untuk dana, startup dapat memperolehnya dengan menjual produk dengan sistem preorder istilahnya bisnis tanpa modal :)

Answered Jan 18, 2017
Pepih Nugraha
Kuliah bisnis di Prasetya Mulya program MMDP 2011-2012

blIik9XMmL08whaawGAflVuzP1IKTEE-.jpg

Saya percaya, tidak setiap digital startup harus didanai venture capital (VC) untuk melanjutkan usahanya. Tetapi skala beranjak saat memulai memang beda-beda, ada yang memerlukan uang atau dana (investasi) besar, tetapi ada dana yang cukup disediakan oleh "3F"; Family, Friend, Founder. Dana pertama ya sebaiknya dari mereka-mereka itu.

Jika bisnis digital semakin berkembang dan "3F" sudah kewalahan, maka bisa diajukan "seed funding" kepada investor skala kecil, misalnya besaran investasi Rp.100 juta untuk 1-2 tahun pembiayaan ke depan. Biasanya belanja yang ditekankan di sini adalah mesin atau infrastruktur, sedangkan SDM belum terlalu diperlukan, masih mengandalkan para founder saja.

Sebuah bisnis rintisan digital dikatakan memerlukan VC jika sudah kewalahan dalam mendanai infrastruktur akibat tumbuhnya (growth) aplikasi yang dibuat. Aplikasi yang bertumbuh memerlukan infrastruktur yang kuat, baik dari sisi server, hosting dan pembuatan aplikasi yang lebih canggih. 

Jika dana yang diperlukan sudah sangat besar, maka meminta bantuan VC besar adalah suatu keniscayaan, sebab tanpa uang mereka, bisnis rintisan digital akan "stuck", melambat, dan tidak terkadi "growth" lagi.

***

Answered Aug 28, 2017
chairul rajib
Mahasiswa Teknik Geofisika ITB | Rumah Kepemimpinan Reg. Bandung

tidak harus. memang apabila kita mengacu perkembangan inkubasi Start Up di Amerika Serikat, maka funding dari Venture Capital menjadi hal yang diperubatkan dan dilombakan, karena selain pendanaan, start up yang terpilih akan diberi pembinaan. namun, di Indonesia, venture capital belum banyak dan tidak menjamin pula untuk tumbuh. Achmad Zaky, CEO Bukalapaterlebihk, mengatakan bahwa iklim di Indonesia mengharuskan Start Up tumbuh tanpa pendanaan terlebih dahulu, karena pendanaan tidak menjamin keberhasilan, baru apabila sudah tumbuh dan sudah baik hingga benar-benar membutuhkan pendanaan untuk ekspansi maka disitulah saatnya mencari dana dari sumber selain bisnis utama start up.

Answered Mar 4, 2018
Alfian Tegar Prakasa
Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta Putra

Venture Capital (VC) adalah modal dalam bentuk uang yang diberikan kepada startup yang potensial dan sedang berkembang. Mereka yang menjalankan aktivitas manajemen dan administrasi pendanaan, penyaluran, serta pengawasan VC ini biasa disebutVenture Capital fund atau Venture Capitalist.

 

Sumber : https://www.ziliun.com/mengenal-lebih-dalam-tentang-venture-capital/

Answered Mar 6, 2018
Nararya Ahmad Dharmika
Industrial Engineer UGM |Rumah Kepemimpinan Yogyakarta| Indonesian Young Leaders

Tidak harus.

Dana dari venture capital biasanya digunakan untuk investasi startup agar perusahaan dapat segera tumbuh dalam waktu yang cepat, karena profit yang didapatkannya belum cukup besar untuk melakukan investasi.

Jadi, jika profit startup anda lancar, anda bisa jadi tidak membutuhkan VC.

Adapun jika memang anda membutuhkan pendanaan, anda bisa melakukan pendanaan melalui :

1. Bootstrapping : Pendanaan Pribadi, Teman, maupun Keluarga

2. Angel Investor : Pendanaan dari seseorang dengan timbal balik equity dari perusahaan anda

Answered May 6, 2018