selasar-loader

Apakah menurut Anda, Tuhan masih membutuhkan pembelaan manusia?

Last Updated Mar 3, 2017

Jika Tuhan itu Maha Kuasa, apakah Tuhan masih membutuhkan pembelaan kita??

5 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Jurnalis Politik, menulis politik, tapi tidak berpolitik

Zwh2_GtwvfGCPgat6AgSrY-0HL_L4V9C.jpg

Pembelaan apa yang dimaksudkan pertanyaan ini? Apakah pembilaan fisik atau nonfisik?

Logika sederhananya, dengan Kemahakuasaan-Nya, sebenarnya Tuhan tidak perlu dibela oleh manusia yang selalu dikatakan dalam kitab suci sebagai "makhluk yang lemah". Bagaimana makhluk yang lemah bisa membela Yang Maha Kuasa? Kalaupun dibela, "hilanglah" Kemahakuasaan-Nya itu, bukan?

Tetapi bagi saya pribadi, sebagai Muslim, keharusan saya "membela" Tuhan adalah dengan menjalankan semua perintah dan larangannya. Ada 5 Rukun Islam yang wajib saya jalankan. Tetapi karena keadilan Islam, tidak semua Muslim bisa melaksanakan rukun Islam itu, misalnya zakat dan berhaji hanya bagi mampu. Puasa juga bagi orang-orang yang sehat. Tetapi mengucap syahadat, semua orang bisa.

Saya sendiri menganggap bahwa salat adalah rukun Islam yang wajib saya laksanakan, baik salat wajib maupun salat sunnah. Salat adalah tiang agama sehingga dalam keadaan sakit sekalipun, salat wajib dilaksanakan, bahkan sambil berbaring. Kalau semua badan tidak bisa bergerak lagi karena kelumpuhan total, niscaya hati dan pikiran tidak ikut lumpuh. Maka, salat bisa dilakukan dalam hati. 

Itulah keutamaan salat, setidak-tidaknya bagi saya pribadi. Nah, bentuk membela Tuhan bagi saya adalah menegakkan salat dan melaksanakan rukun lainnya yang tidak semua muslim bisa melakukannya. Memberi rezeki kepada fakir-miskin juga salah satu bentuk membela Tuhan, sebab Tuhan mewajibkan kita memelihara yatim dan kaum dhuafa.

Jadi, itulah pengertian "Tuhan harus dibela", menurut saya.

Answered Mar 3, 2017
Nauval El-Hessan
Quranic disciple

48ncieTRClDxfIk5sCoJ6mwyX-uAzTh0.jpg

Tuhan tidak membutuhkan pembelaan manusia. Akan tetapi, yang butuh dibela adalah agama yang Tuhan berikan. Dalam bahasa Arab, kata "deen" bisa diartikan dengan "sistem" ataupun "agama". Keduanya bermakna sama. Agama, berasal dari bahasa Sansekerta, "a" dan "gama". "A" artinya, ketiadaan dan "gama" artinya "kekacauan". Bila digabung, maka agama diartikan dengan "tidak kacau".

Apa hubungannya dengan kata "deen"? Sangat berhubungan. Sistem dibutuhkan manusia dalam menjaga keharmonisan kehidupannya agar manusia tidak kacau. Begitu pula dengan agama; dibutuhkan agar manusia tidak kacau.

Lantas, apa hubungannya dengan "membela Tuhan"? Tentu saja, dalam tradisi hampir semua agama, Tuhan menurunkan agama agar manusia mendapatkan petunjuk, tidak kacau. Misalnya, Qur'an mengajarkan sebuah sistem yang dinamakan Islam. Di dalam Qur'an, terdapat rambu-rambu agar manusia menjadi manusia apa adanya sesuai dengan rambu-rambu Qur'an. Dengan demikian, sudah sewajarnya bila manusia mengimani Islam sebagai sistem terbaik dan datang dari Tuhan. Islam wajib dibela.

Pembelaan terhadap sistem atau agama yang Tuhan turunkan itu adalah sebuah "keharusan" karena manusia membutuhkan sistem tersebut. Natural sekali bahwa manusia selalu ingin hidupnya dalam keadaan tenteram dan damai, tidak kacau. Agama diturunkan dengan tujuan itu. Bila agama sebagai sebuah sistem diganggu gugat, bukankah sudah seharusnya sistem itu dibela?

Analogikan saja dengan sistem negara Indonesia. Bila ada yang mencoba mengutak-atik sistem tersebut, bukankah kita sebagai orang Indonesia diharuskan membelanya? Inilah yang dimaksud dengan membela Tuhan, yaitu membela agama yang telah Dia turunkan atau yang telah Dia wahyukan.

Namun tentunya, permasalahan utama bukan pada perlu-tidaknya membela agama, melainkan pada bagaimana cara membelanya. Ini yang seringkali kita lupakan. Kita selalu mudah mengambil keputusan sehingga pembelaan kita melebihi batas. Misalkan saja yang dilakukan oleh para teroris. Mereka sebenarnya bagus dalam membela agama Tuhan, tapi sayang, cara mereka justru menodai agama yang mereka bela. Tidak selalu membela agama harus dengan kekerasan. Ada kalanya, bahkan sesering mungkin diharuskan membela agama dengan cara damai, berdakwah. berdakwah pun ada rambu-rambunya. Misalkan tidak melakukan dakwah yang provokatif, menjelek-jelekkan agama lain, dan sejenisnya.

Answered Mar 4, 2017
M Afwan Fathul Barry
antusias pada cerita

KslZ7NrHA0HasYgYL1bgrX0SXaKo9t30.jpg

Tuhan tidak butuh dibela karena pencipta alam semesta dan seisinya. Sebenarnya, menurut saya, kata yang tepat bukan membela Tuhan. Tapi membuktikan kesetiaan hamba pada penciptanya. Keimanan yang berbicara. Lalu, perlukah sampai bergesekan fisik dengan mereka yang menghina Tuhan? Bagi saya, tidak perlu. Tuhan punya mekanisme hisab sendiri. Pun semua manusia, tak terkecuali, dimuliakan Tuhan. Apa kita tega 'main fisik' dengan ciptaan yang dimuliakan Tuhan?

Bertuhan itu santai, bukan?

Answered Mar 13, 2017

LpQ8bEgnUaE7K3QUPJLXwUU4p-GROvRi.jpg

via 126.net (FR)

Tuhan itu rasanya hanya satu. Tetapi 'wujud'-nya bisa berlainan pada banyak keyakinan. 
Jika Tuhan menurut versi masing-masing tersebut perlu dibela, apakah ada titik temunya?

Saya pikir, keyakinan masing-masing inilah yang perlu digali lebih dalam. Dan melihat keyakinan lain sebagai suatu sarana untuk mengenal 'kepribadian' dan 'wujud' Tuhan dari sudut pandang lain demi lebih mengenal-Nya, bukan sebagai bahan pertentangan dan perpecahan.

Answered Apr 6, 2017

4xzjGRFezwtjfICejE2aPmA-iptj3Eas.jpg

via jawaban.com (FR)

Jika Tuhan butuh dibela, hilanglah sifat ketuhanannya.

Answered Apr 6, 2017

Question Overview


9 Followers
956 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa puisi religimu hari ini?

Mengapa Tradisi Takbir Keliling Dilarang?

Menurut Anda, benarkah Islam agama mayoritas yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia?

Bagaimana pandangan Anda mengenai perkembangan Islam lewat tradisi esoteris Syekh Siti Jenar?

Apakah Anda mengetahui Bukit Kasih?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apakah Tuhan perlu dibela?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Mengapa Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail sendirian di Mekah?

Pernahkah anda bertanya, mengapa diri anda dilahirkan menjadi seperti anda?

Apa yang Anda lakukan atau pikirkan jika sedang "deadlock" atau tidak memiliki ide dan inspirasi lagi dari hal yang sedang dilakukan?

Jika harus memilih dilahirkan menjadi pribadi yang lain, siapakah yang Anda pilih? Alasannya?

Apa prinsip atau motto hidup yang kamu pegang?

Apa prinsip hidup yang benar-benar kamu terapkan dan bagaimana hasilnya?

Apa prinsip yang Anda pegang dalam hidup Anda?

Apakah prinsip yang benar-benar kamu pegang ketika masih kuliah?